Skip to content

Radio Trunking: Serba-serbi dan Izin SDPPI

Radio trunking sebagai sarana komunikasi sangat berguna bagi mereka yang bekerja dengan kelompok, namun di lokasi yang berjauhan. Dengan trunking radio, sebutan lain dari alat ini, seseorang bisa berkomunikasi satu sama lain atau menyebarkan pesan ke banyak orang, selagi masih dalam jangkauan area tertentu tanpa adanya intervensi dari pihak lain.

Memang dengan adanya keberadaanhandy-talky dan seluler pintar genggam, seolah keberadaan perangkat ini kehilangan panggung. Meskipun demikian, di lapangan penggunaan alat ini masih menjadi pilihan utama dalam berkomunikasi. Sebut saja seperti pekerjaan pertambangan, transportasi, jasa pengamanan, kargo, hotel, pengelolaan gedung, dan sektor publik penting seperti kepolisian dan pemadam kebakaran.

Untuk mengetahui lebih dalam, mari simak hingga tuntas.

Apa Itu Radio Trunking ?

Secara bahasa radio terbentuk dari kata radius. Kata tersebut berkaitan dengan jarak. Dari etimologi inilah, maka dapat dikatakan bahwa radio adalah hubungan atau transmisi yang dilaksanakan melalui nir-kabel. Dengan kata lain memanfaatkan frekuensi yang ada dengan jangkauan tertentu.

Kata radio tersebut harus dibedakan dengan radio yang digunakan sehari-hari dalam memperdengarkan siaran lewat frekuensi tertentu. Meskipun dalam derajat tertentu ada kesamaan cara kerja, namun perangkat yang dimaksud disini jelas berbeda.

Trunking sendiri merupakan istilah asing atau tepatnya Bahasa Inggris yang berarti sebuah tindakan untuk menempatkan sesuatu ke dalam wadah atau tempat tertentu.

Secara sederhana radio trunking adalah perangkat yang memiliki kemampuan untuk mengatur atau menempatkan frekuensi tertentu dalam rangka komunikasi.

Secara umum radio trunking merupakan grup sistem yang terdiri dari satu base transceiver station (BTS) ataupun lebih. Kemampuan pengaturannya memungkinkan penggunaan beberapa komunikasi diantara grup-grup.

Cara Kerja Radio Trunking

Sedangkan secara teknis, radio trunking menggunakan beberapa kanal frekuensi yang pengguna dapat melakukan pembicaraan lewat penggunaan kanal kosong dari alokasi yang ada. Mekanisme penggunaan kanal diatur oleh pengendali pusat yang disebut control channel.

Sistem ini berbeda dengan radio konvensional yang dikenal di handy-talky yang mana kanal didedikasikan oleh setiap pengguna, sementara ini sumber kanal dapat digunakan oleh setiap pengguna selagi kanal kosong.

Konsep cara kerja perangkat ini dapat diibaratkan sebagai sistem antrian karcis. Seperti yang diketahui bersama, pada layanan model ini pengantri dapat dilayani oleh kasir selagi kosong. Dengan kata lain untuk dapat berkomunikasi di kanal tertentu, seseorang baru bisa melakukannya ketika kosong. Hal ini berbeda dengan konsep radio konvensional yang mana setiap perangkat didedikasikan untuk tujuan tertentu.

Sistem ini umumnya dapat mengakses hinga 40-60 channel, sehingga berbagai grup dari area yang sama dapat bercakap-cakap secara bersamaan. Pada sistem konvensional, seseorang harus memutuskan channel mana yang harus digunakan untuk berkomunikasi; Pemilihan channel pun dilakukan secara manual.

Analogi cara kerja radio trunking

Perbedaan Radio Trunking Digital dan Analog

Secara garis besar, radio trunking digital adalah perangkat telekomunikasi yang memanfaatkan teknologi digital didalamnya. Karena sistem penerjemahan yang menggunakan kode binary yang diwakili 1 dan 0 itulah secara kualitas informasi menjadi lebih baik. Mengingat noise dan interferensi dapat diatasi dengan lebih baik ketimbang analog.

Meskipun demikian, perangkat ini membutuhkan perangkat tambahan lain berupa modem guna sarana pengantar data. Kualitas sebuah modem paling utama dilihat dari seberapa cepat kemampuan dalam mengantarkan data per-bit. Umumnya makin besar laju bit, maka makin tinggi harganya.

Disamping itu diperlukan pula radio base, yakni salah satu perangkat radio dua arah yang digunakan dalam pengiriman sinyal yang dihasilkan dari mikrofon radio base untuk diterima radio portabel dan mobil. Radio base sering disebut juga sebagai pusat atau operator.

Tipe Radio Trunking

Pembagian tipe ini didasari atas kemampuan dari masing-masing perangkat, yang terbagi atas :

Dasar. Tipe ini cukup sederhana dan hanya memenuhi persyaratan minimal untuk dapat dikategorikan sebagai trunking radio. Umumnya tidak dilengkapi dengan komunikasi data dan terkadang belum teregistrasi di pihak berwenang. Perangkat ini biasanya hanya menyediakan panggilan suara saja.

Standar. Perangkat ini biasanya dilengkapi beberapa karakteristik teknologi mutakhir. Meski tidak semua, namun alat ini cukup untuk digunakan dalam menjangkau jaringan yang tersedia, seperti kampus atau kecamatan. Jenis ini jarang digunakan untuk tugas publik seperti yang digunakan kepolisian atau pemadam kebakaran.

Mutakhir. Trunking Radio jenis ini sudah memenuhi protokoler internasional dengan tambahan keamanan dan kemampuan. Perangkat ini telah diadopsi secara luas untuk keperluan publik seperti di Negara Jepang, Amerika Serikat, dan Eropa.

Contoh peneraparan Radio trunking guna keperluan publik

Kelebihan Radio Trunking

Perangkat ini selain memiliki frekuensi semi-privat, pengguna juga dapat berkomunikasi jarak jauh kendati terpisah jarak. Alat ini bahkan masih bisa beroperasi kendati di daerah tersebut seluler genggam pun mengalami kesulitan menangkap sinyal.

Pengguna dapat dengan mudah untuk menemukan frekuensi karena pilihan sudah tersedia otomastis. Sehingga pengguna dapat segera melaksanakan sambungan komunikasi tanpa harus menghabiskan waktu. Perangkat ini sangat cocok untuk pekerjaan yang membutuhkan tanggap dan reaksi cepat.

Teknologi ini juga terbilang aman dari penyadapan. Sebab radio trunking memiliki fitur enkripsi yang membuat pesan-pesan dikirim dan diterima tetap rahasia. Pembongkaran atasnya jelas membutuhkan waktu dan kemampuan khusus.

Dengan ketersediaan banyak channel, kebutuhan pengguna akan koordinasi yang beragam dapat dipermudah dengan adanya perangkat ini.

Izin Radio Trunking

Mengingat menggunakan frekuensi radio, maka perlu diatur penggunaannya agar tidak terjadi kekacauan dan mengganggu masyarakat. Hal ini sama berlaku untuk penyelenggara jaringan telkomunikasi umum dan khusus, penyiaran, navigasi dan keselamatan. Amatir radio dan KRAP, serta peringatan dini bencana.

Adapun pihak yang berwenang di Indonesia dalam hal ini adalah Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) di bawah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo)

Berdasarkan izin Radio Trunking, perangkat ini masuk pada izin dinas bergerak darat. Izin ini sama berlaku untuk komunikasi data, sistem komunikasi radio konvensional dengan perangkat repeater.

Seseorang yang hendak mengurus izin perangkat, perlu mengetahui prosedur sertifikasi SDPPI dan biaya sertifikasi SDPPI terlebih dahulu. Nantinya, pengguna juga perlu memenuhi kewajiban membayar biaya hak pengguna (BHP) spektrum frekuensi radio yang harus dibayar dimuka setiap tahun sesuai dengan perundangan.

Kelalaian atas pemenuhan kewajiban akan pembayaran akan dibebani denda 2% per bulan sesuai peraturan undang-undang.

Pelanggaran seperti tanpa izin, mengganggu, dan tidak pada peruntukannya memiliki konsekuensi hukum. Seperti penjara 4 (empat) tahun atau denda 400 juta rupiah. Sedangkan apabila menimbulkan kematian, maka dapat dipidana dengan hukuman paling lama 15 tahun.

Editted by UN.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *