Simpang Siur Bahaya Termometer Tembak, Benarkah? Berikut Penjelasannya

Beberapa hari terakhir masyarakat sedang dihebohkan oleh kabar bahaya termometer tembak yang dapat merusak otak dalam jangka panjang.

Namun, kabar tentang bahaya termometer tembak tersebut masing simpang siur sehingga belum diketahui apakah fakta tersebut benar atau hanya hoax atau palsu.

Seperti yang yang diketahui termometer tembak atau biasa disebut Thermo Gun merupakan alat pengukur suhu yang seringkali dijumpai belakangan ini.

Thermo gun menjadi salah satu alat pengukur suhu yang terbilang cukup populer saat masa pandemi yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir.

Selain penggunaan yang praktis, termometer jenis ini juga terbilang akurat sehingga tidak heran jika banyak yang menggunakan sebagai alat pengecekan suhu utama.

Karena begitu seringnya masyarakat menjumpai alat tersebut, tidak heran jika merek bertanya-tanya soal keamanannya.

Lantas, sebenarnya amankah penggunaan termometer tembak tersebut? Dan bagaimana cara menggunakan thermo gun yang benar? Nah, untuk mengetahui kebenaran kabar tersebut, Anda bisa menyimak ulasan berikut ini.

Ketahui Bahaya Termometer Tembak yang Jarang Diketahui

Di saat pandemi Corona seperti sekarang ini semua orang diharuskan untuk saling waspada agar tidak tertular virus yang sering disebut Covid-19. Salah satu alat kesehatan yang selalu digunakan selama musim pandemi ini adalah termometer tembak atau thermo gun.

Karena cara penggunaannya di tembakkan ke kening, beberapa orang merasa khawatir dengan keamanannya. Nah, agar tidak salah paham, ketahui bahaya termometer tembak yang masih jarang diketahui.

Apa Itu Termometer Tembak?

Sebelum membahas tentang bahaya termometer tembak, maka kita perlu mengetahui tentang cara kerja dari alat pengecekan suhu berikut ini. Termometer tembak merupakan salah satu alat pengecekan suhu yang menggunakan sinar inframerah.

Sinar inframerah yang dipancarkan dari alat tersebut akan membantu petugas bagian mana yang ingin diukur. Kemudian untuk suhu badannya akan ditampilkan pada bagian di sebelah belakang.

bahaya termometer tembak
Termometer tembak saat ini memang sangat populer dan mulai banyak digunakan oleh masyarakat, (bahaya termometer tembak) pinterest.com

Jika termometer konvensional menggunakan medium cairan seperti alkohol atau raksa, maka thermo gun memanfaatkan sinar infrared untuk mendeteksi suhu. Cara kerjanya, Anda hanya perlu membidiknya ke objek yang akan diukur suhunya.

Perlu diketahui, tingkat akurasi alat ini tergantung dari jaraknya yakni antara termometer dengan jaraknya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa semakin dekat alat dengan permukaan objeknya maka akan semakin akurat hasilnya.

Selain itu, keunggulan termometer jenis ini yaitu lebih cepat dibandingkan dengan termometer pada umumnya. Dimana perangkat infrared yang terdapat pada thermo gun tersebut bisa mendeteksi suhu dalam hitungan detik saja.

Meski tujuannya sama yaitu untuk mengukur suhu, cara kerja dari termometer tembak ini bisa dikatakan sangat berbeda dengan termometer jenis lainnya.

Bahayakah Termometer Tembak?

Pasti sebagian besar dari Anda bertanya-tanya tentang keamanan dari termometer yang seringkali digunakan ini. Apalagi baru-baru ini muncul kabar bahwa termometer tembak dapat merusak otak jika digunakan dalam jangka panjang. Lantas, apakah benar berita yang berkembang tersebut?

Menurut Dr.dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM yang merupakan Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) mengungkapkan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoax.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, bahwa thermo gun menggunakan sinar inframerah bukan laser untuk pengecekan suhu tubuh. Selain itu pertanyaan tersebut juga dipertegas lagi oleh Prof. Dr. dr. H. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, MMB, FINASIM, FACP.

bahaya termometer tembak
Informasi mengenai bahaya termometer tembak sebenarnya hanyalah hoax, pinterest.com

Dr. Ari mengungkapkan bahwa thermo gun telah lolos uji kesehatan sehingga aman digunakan untuk pengecekan suhu. Sehingga melalui kalimat yang disampaikan oleh dr. Ari tersebut tentang bahaya termometer tembak tidaklah benar atau hoax.

Jadi, Anda pun tidak perlu lagi takut atau khawatir saat menggunakannya karena bahaya termometer tembak tidak benar adanya.

Ketahui Perbedaan Termometer untuk Medis dan Industri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, thermo gun atau termometer tembak merupakan salah satu alat yang cukup populer pada masa pandemi Covid 19 ini.

Biasanya Anda akan sering menemukan termometer ini digunakan pada ruang publik seperti pusat perbelanjaan, perkantoran, dan rumah sumah sakit untuk memastikan suhu badan pengunjung.

Namun, tahukah Anda ternyata termometer yang digunakan untuk medis dan industri berbeda. Apa saja perbedaannya? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Rentan Pengukuran Suhu

Setelah membahas tentang bahaya termometer tembak, maka selanjutnya kita perlu memahami tentang jenis-jenisnya.

Nah, seperti yang sudah dijelaskan baik termometer industri dan medis ternyata berbeda yang masing-masing memiliki ciri yang tak sama. Salah satu perbedaan pada kedua jenis termometer tersebut yaitu pada rentan pengukuran suhunya.

bahaya termometer tembak
Termometer tembak sangat berguna untuk memeriksa demam anak, pixabay.com

Untuk termometer tembak untuk medis dapat mengukur suhu tubuh manusia pada kisaran 32-42.5 derajat Celcius. Selain itu, biasanya untuk jenis termometer medis ini dilengkapi dengan alarm yang menunjukkan bahwa suhu seseorang tidak normal atau tinggi.

Sedangkan untuk termometer industri sering digunakan untuk mengukur permukaan benda pada rentan suhu yang luas dan disesuaikan dengan keperluan industri. Untuk kisaran suhunya yaitu -60 hingga 500 derajat Celcius.

Tingkat Akurasi

Selain rentan pengukuran suhu, hal lainnya yang juga membedakan antara termometer tembak untuk medis dan industri yaitu tingkat akurasinya. Untuk tingkat akurasi termometer medis yaitu sekitar 0.1 derajat Celcius yang artinya ada kemungkinan pembacaan suhu tubuh mengalami kesalahan.

Sedangkan untuk termometer untuk keperluan industri yaitu sekitar 1-1.5 derajat Celcius. Biasanya ketidakakuratan pada termometer industri ini disebabkan karena kesalahan operator atau pembacaan. Oleh karena itu, petugas pengecekan suhu haru benar-benar mampu memahami instruksi dengan benar. 

Perlu diketahui, khusus untuk termometer tembak industri biasanya ada beberapa faktor yang bisa mempengaruhi hasilnya seperti hujan, media elektromagnetik, dan kondisi lainnya.

Baca juga: Selalu Pakai Masker Saat Olahraga? Ketahui Potensi Bahayanya Berikut Ini!

Desain

Satu lagi perbedaan dari termometer tembak medis dan industri yang mungkin Anda sadari yaitu pada bagian desainnya. Untuk termometer tembak medis memiliki desain yang terlihat lebih ringkas dan sederhana.

Sehingga tidak heran jika termometer ini lebih mudah dipahami oleh para penggunanya. Kelebihan dari termometer jenis ini yaitu bisa dioperasikan dengan hanya satu sentuhan saja dan mati secara otomatis.

Sementara untuk termometer tembak industri biasanya memiliki desain yang sedikit lebih rumit. Selain itu dilengkapi dengan banyak sekali tombol sehingga menyulitkan bagi siapa saja yang menggunakannya.

Agar bisa membaca hasilnya dengan benar dan akurat, maka pengguna harus benar-benar paham bagaimana cara melihat hasil dari termometer jenis tersebut.

Lalu, bagaimana cara menggunakan termometer tembak dengan benar? Setelah mengetahui bahwa berita tentang bahaya termometer tembak hoax, maka Anda tidak perlu lagi takut atau khawatir saat menggunakannya.

Untuk menggunakannya pun sangat mudah, Anda hanya perlu mencari tombol pengubah unit pengukuran dengan memiliki suhu yang biasa digunakan yakni Celcius.

Selanjutnya nyalakan laser untuk mulai melakukan pengecekan suhu dan arahkan laser ke area kening dari orang yang akan dicek.

Kemudian untuk mengetahui hasilnya, Anda hanya perlu menarik pelatuk dan melihat besaran suhu pada bagian layar termometer tembak. Jika suhu yang ditampilkan tidak melebihi angka normalnya, maka orang tersebut dalam kondisi sehat.

Nah, itulah sedikit ringkasan tentang bahaya termometer tembak yang ternyata tidak benar atau hoax. Jadi, saat menjumpai kabar-kabar yang belum terbukti benar, maka sebaiknya untuk tidak langsung percaya. Pastikan untuk mencari tahu apakah berita tersebut benar atau hanya hoax. Semoga informasi di atas bermanfaat!

Editted: 29/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment