Kenali dan Kembangkan Bakat Anak Sejak Dini

Photo of author
Ditulis oleh Rofiq Syuhada

Anak senantiasa menjadi harapan bagi kedua orang tuanya agar kelak setelah desawa bisa menjadi orang yang sukses.

Namun, terkadang para orang tua berpandangan bahwa orang sukses adalah mereka yang bekerja sebagai dokter atau pekerja kantoran berpenghasilan tinggi.

Pemikiran semacam ini memang tak sepenuhnya salah, namun setiap orang berhak memilih profesi sesuai dengan bakat yang mereka miliki.

Begitupun dengan anak Anda yang mungkin tertarik dengan profesi di bidang lain, seperti fashion, fotografer, musik, seniman, pendidik, ataupun arsitek.

Kewajban Anda hanyalah memberikan dukungan serta fasilitas yang sesuai dengan kemampuan yang dimiliki selagi hal itu positif. Berusahalah untuk menggali setiap potensi serta bakat anak sebagai bekal saat ia mulai beranjak dewasa.

Bila perlu, berikan kursus atau les yang anak Anda sukai agar lebih bersemangat dalam meraih cita-citanya. Bukan hal yang mustahil bahwa bakat tersebut justru akan menghantarkannya pada tingkat kesuksesan yang hakiki.

Cara Mengetahui dan Mengarahkan Bakat Anak

Tak sedikit orang tua yang bertanya-tanya apakah putra-putrinya termasuk dalam kategori anak yang berbakat ataukah tidak.

Sejatinya, ada beberapa ciri khusus yang bisa menandakan bahwa anak tersebut cukup pintar dan memiliki bakat. Secara rinci, berikut ini ulasan tentang ciri-ciri anak yang berbakat:

  • Punya daya ingat kuat

Ciri pertama dari anak yang berbakat adalah ia memiliki daya ingat yang cukup kuat jika dibandingkan teman-teman seusianya.

Ditandai dengan anak yang mampu mengingat dengan detail setiap mata pelajaran yang telat lewat ataupun peristiwa yang sudah lama terjadi. Anda sebagai orang tua patut bersyukur jika sang buah hari memiliki ciri khusus tersebut.

  • Memiliki kemampuan verbal yang baik

Anak yang memiliki bakat biasanya mampu berkomunikasi dengan baik kepada lawan bicaranya. Kosa kata yang dimiliki sangat luas dan jauh di atas rata-rata anak seusianya.

Kemampuan verbal semacam ini ia ditunjukkan pada orang-orang di sekitarnya termasuk pada yang lebih tua. Kesan dewasa juga sangat melekat pada anak yang memiliki kemampuan verbal cukup baik.

  • Rasa ingin tahu yang tinggi

Seorang anak yang pintar dan juga berbakat biasanya cenderung mempunyai rasa ingin tahu yang tinggi. Ia sangat antusias untuk mencari tahu tentang sesuatu hal yang membuatnya merasa penasaran.

Terlihat dari sikapnya yang sering menanyakan hal-hal dengan begitu detail kepada Anda. So, sebagai orang tua, Anda harus ekstra sabar saat mendapati sang anak begitu cerewet.

  • Kemampuan berpikirnya cepat dan tepat

Kemampuan daya pikir seringkali menjadi acuan bahwa anak tersebut cukup berbakat pada suatu bidang tertentu.

Hal ini dapat ditandai dengan kemampuannya dalam merespon dengan cepat dan tepat terhadap mata pelajaran. Begitu juga saat anak dengan sigap merespon hal-hal yang ada di lingkungan sekitarnya.

  • Punya daya imajinasi tinggi
bakat anak
Melukis – bakat anak

Ciri anak berbakat selanjutnya adalah ditandai dengan kemampuan daya imajinasi yang tinggi. Hal tersebut akan tampak saat ia menciptakan sebuah kreativitas yang cukup menyita perhatian orang lain. Daya imajinasi yang tinggi juga tampak dari caranya mengeksplor apa yang dilihatnya.   

Tidak semua orang sadar akan bakat anak yang mulai tampak dalam bidang tertentu. Alhasil, sang anak tidak begitu mendapatkan perhatian yang cukup.

Hal ini tentunya dapat berpengaruh pada piskologis serta tumbuh kembangnya. Sebelum terlambat, sebaiknya para orang tua harus mencari tahu sejak dini mengenai bakat apa yang ada pada sang buah hati.

Cara Mengetahui Bakat Anak Sejak Dini

Banyak sekali faktor-faktor yang membuat Anda lebih mengetahui bakat yang terpendam pada anak. Tanpa bergantung pada pihak sekolah, orang tua juga mencari tahu dengan caranya sendiri. Berikut ini beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui bakat yang dimiliki sang anak:

1. Amati kemampuan belajar anak

Cara pertama untuk mengetahui bahwa anak Anda berbakat adalah dengan mengamati kemampuan belajarnya. Sebagai orang tua, tentunya Anda seringkali menemani sang buah hati belajar.

Apakah anak susah belajar atau tidak? Mulailah dengan melakukan pengamatan pada kemampuan membaca, berhitung, menghafal, serta daya pikirnya dalam mengerjakan tugas sekolah. Berawal dari hal ini maka Anda akan menemukan jawabannya.

2. Mengamati kemampuan berkomunikasi

Cara selanjutnya adalah dengan mengamati kemampuan verbal sang anak. Amati setiap kosa kata yang keluar dari ucapannya. Anak yang berbakat cenderung berbicara dalam tempo yang cepat terhadap topik tertentu.

Ia juga nampak responsif dan berpartisipasi dengan pembicaraan orang dewasa. Sebaliknya, ketika anak kurang tanggap bisa jadi bakatnya masih belum menonjol, atau ada di bidang lain.

3. Evaluasi kemampuan emosional

Anda sebagai orang tua bisa melakukan evaluasi pada kemampuan emosional sang anak. Hal ini akan tampak dari caranya berinteraksi dengan orang lain.

Anak yang berbakat akan cenderung menjadi seorang pemimpin diantara teman-teman sebayanya. Selain itu, anak yang punya bakat biasanya akan memberikan apresiasi terhadap sebuah seni atau keindahan yang ia lihat.   

4. Perhatikan pola pikir Anak

Anda bisa mengamati bagaimana sang anak dalam memecahkan setiap masalah yang dihadapi. Jika anak Anda sigap dan mahir dalam mencari alternatif gagasan terhadap masalah yang dihadapi, bisa dipastikan bahwa anak tersebut berbakat.

Tips Mengarahkan Bakat Anak  

Penting bagi orang tua untuk mengarahkan bakat anak sejak dini. Hal ini bertujuan untuk mempersiapkan bekal yang cukup hingga ia mampu untuk berjalan sendiri. Berikut ini tips jitu untuk mengarahkan bakat anak sedini mungkin:

1. Sediakan fasilitas yang mumpuni

Setelah mengetahui secara pasti tentang hobi serta pashion dari sang anak, sekarang tinggal giliran Anda untuk memberikan fasilitas yang memadai.

Jangan pernah memaksakan kehendak agar anak melakukan apa yang Anda inginkan. Ikuti saja alurnya seperti air mengalir. Anda cukup menjadi supporter serta menyediakan fasilitas kursus atau ekstrakurikuler sesuai dengan bakat anak.

2. Libatkan anak pada hal yang diminati

Skateboard
Skateboard – Bakat anak

Tips selanjutnya untuk mengarahkan bakat anak adalah dengan melibatkannya pada segala sesuatu yang ia senangi. Jika anak sering terlihat menari atau menyanyi, Anda bisa mengajaknya ke pertunjukan seni atau konser.

Pastinya anak Anda akan merasa senang dan terdorong untuk mengasah bakatnya dalam seni tari atau tarik suara. Setelah anak merasa mood dan bersemangat, bakat tersebut akan terasah seiring dengan berjalannya waktu.

3. Pastikan anak sudah cukup umur

Orang tua tidak bisa memaksakan bakat anak saat usianya masih dalam tahap berlatih untuk mengembangkan motorik ataupun daya pikirnya.

Tunggulah sampai sang anak cukup usia untuk fokus pada bakat yang dimilikinya. Umumnya, anak akan siap untuk diarahkan saat usianya menginjak sekolah dasar. Waktu tersebut dianggap cukup efektif untuk mengasah segala hal yang bersifat positif.

Memang bukan hal yang mudah untuk mengasah bakat pada anak agar bisa menjadi besar di kemudian hari. Anda sebagai orang tua harus selalu mengkomunikasikan hal tersebut pada sang buah hati.

Berikan ia stimulus agar senantiasa bersemangat dalam meraih cita-cita yang diidamkan. Bantu atasi setiap kendala serta kesulitan yang dihadapi dalam proses yang berjalan. Ditulis oleh Leli Ristiana – Editted: 15/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment