Materi Belajar Tajwid Lengkap: Kaidah dan Bacaannya

Al-Quran adalah petunjuk dan pedoman hidup bagi umat islam yang ada di dunia. Membacanya juga tidak boleh sembarangan, Anda harus memahami dan mengenal tanda baca di setiap ayat di dalamnya. Hal utama yang harus Anda lakukan agar menyempurnakan bacaan Al-Quran adalah belajar tajwid dengan benar dan sungguh-sungguh.

Pentingnya belajar tajwid, saat Anda tidak memahami dengan mengenal ilmu tajwid akan ada kemungkinan salah membaca atau melafadzkannya maka akan berbeda juga artinya dan itu adalah kesalahan yang besar.

Sederhananya, ilmu tajwid itu mempelajari bagaimana panjang dan pendek bacaan, hukum melafadzkannya dalam membaca Al-Quran.

Cara Mudah Belajar Tajwid dengan Cepat

Untuk Anda yang ingin belajar tajwid dengan benar yang sesuai dengan kaidah, berikut ada beberapa cara untuk belajar tajwid yang bisa Anda terapkan:

Belajar di Lembaga Al-Quran

belajar tajwid
Belajar tajwid dan Al Quran di Pondok_Unsplash.com

Jika Anda ingin belajar tajwid untuk memperbaiki bacaan Al-Quran, sebaiknya Anda mencara guru ahli yang bisa membimbing secara langsung atau belajar mengaji di lembaga Al-Quran. Saat ini sudah banyak tempat belajar Al-Quran yang bisa Anda kunjungi untuk belajar tajwid. Jika ingin menyempurnakan bacaan, harus menguasai ilmu tajwid.

Belajar Menggunakan Buku Pedoman

Selain belajar dengan guru, Anda juga bisa belajar dengan bantuan buku-buku pedoman ilmu tajwid. Biasanya setiap buku memiliki metode belajar yang berbeda-beda, jadi pastikan Anda menguasai dan memahami detail dari buku pedoman.

Terus Diulang Agar Ingat dan Terbiasa

Belajar ilmu tajwid tidak cukup hanya sekali, Anda harus rajin mengulang-ulang bacaan agar terus ingat dan terbiasa. Ilmu tajwid sangat luas dan banyak makanya Anda harus sering mengulang untuk memudahkan Anda menyempurnakan bacaan kalam Allah.

Tajwid berasal dari kata Jawwada dalam bahasa arab dengan arti melakukan sesuatu yang indah, bagus dan membaguskan. Tajwid merupakan ilmu untuk membaguskan bacaan kitab suci Al-Quran dengan kaidah ilmu tajwid yang berlaku di setiap hurufnya.

Hukum mempelajari ilmu tajwid disebutkan fardhu kifayah dan mengamalkannya saat membaca Al-Quran adalah fardhu ain. Ada beberapa istilah yang harus dipahami dan diperhatikan, berikut beberapa pengelompokkan ilmu tajwid:

  1. Makharijul huruf, mempelajari tempat keluar masuknya huruf hijaiyah dalam Al-Quran.
  2. Shifatul huruf, mempelajari cara mengucapkan atau melafadzkan huruf.
  3. Akhamul huruf, mempelajari tentang hubungan antara satu huruf dengan huruf lainnya.
  4. Akhamul maddi wal qasr, mempelajari panjang pendeknya bacaan saat dilafadzkan.
  5. Akhamul waqaf wal ibtida’, mempelajari tentang dimana bisa memulai atau berhenti membaca Al-Quran.
  6. Al-Kaht dan Al-Utsmani.

Kaidah Hukum Tajwid dan Cara Membacanya

belajar tajwid
Belajar Tajwid dan Kaidah-kaidahnya_unsplash.com

Saat belajar tajwid, ada beberapa kaidah atau hukum bacaan yang harus Anda pahami. Hal ini penting untuk dipahami saat belajar tajwid. Berikut kaidah bacaan tajwid dan cara membacanya:

1. Nun Sukun dan Tanwin

  • Izhar, menurut bahasa artinya jelas dan dalam ilmu tajwid adalah pembacaan nun sukun atau tanwin sesuai dengan makhraj (tempat keluarnya huruf) tanpa digunnahkan apabila bertemu dengan salah satu huruf halqiyah yaitu ء ه ع غ خ
  • Idgham Bigunnah, bila nun mati atau tanwin bertemu huruf ن ي م و cara membacanya dengan memasukkan nun sukun ke huruf selanjutnya disertai gunnah atau dengung.
  • Idgham Bilagunnah, ini berlaku bila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf ل ر, cara membaca lebur tanpa dengung. 
  • Iqlab, merubah huruf nun sukun atau tanwin menjadi mim ketika bertemu dengan huruf ب disertai gunnah dan ikhfa. Pengucapan mim tidak sempurna karena kedua bibir tidak rapat sempurna. Iqlad ditandai dengan mim kecil di atas huruf.
  • Ikhfa’ atau ikhfa’ haqiqy artinya secara bahasa adalah menutupi, dalam ilmu tajwid berarti pengucapan nun sukun dan tanwin di antara sifat izhar dan idgham disertai dengan ghunnah ketika bertemu huruf-huruf ikhfa.

2. Mim Sukun

  • Ikhfa’ Syafawi, berlaku ketika mim mati bertemu dengan huruf ba’ dan cara membacanya dibaca disertai ghunnah dengan pengucapan mim yang tidak menutup sempurna.
  • Izhar Syafawi, apabila mim sukun bertemu dengan huruf م dan ب dan cara membacanya adalah pengucapan mim harus tampak jelas tanpa ghunnah.
  • Idgham Mimmi atau idgham mislain, terjadi bila mim sukun bertemu dengn mim bertasydid membacanya disertai ghunnah dengan pengucapan mim yang sempurna.

3. Nun dan Mim Tasydid

  • Ghunnah, artinya dengung secara bahasa. Ghunnah adalah mendengungkan setiap huruf nun dan mim bertasydid ketika membaca Al-Quran. Membacanya dengan menahan suara hurufnya selama 2 ketukan.

4. Lafaz Jalalah

  • Tafkhim, jika lafadz Allah berada setelah huruf bertanda atau berharakat fathah atau dhammah dibaca tebal.
  • Tarqiq, jika lafadz Allah berada setelah huruf bertanda atau berharakat kasrah dibaca tipis.

5. Lam Ta’rif

  • Alif Lam Qamariyah, lam yang diikuti dengan 14 huruf hijaiyah yaitu ء ب ج ح خ ع غ ف ق ك م و ه dan ي. Hukumnya alif lam qamariyah diambil dari bahasa arab yaitu al-qamar artinya bulan. Membacanya adalah dibaca jelas tanpa meleburkan bacaannya, karena jarak antara makhraj dan makhraj qamariyah tersebut berjauhan.
  • Alif Lam Syamsiyah, lam yang diikuti 14 huruf hijaiyah ت ث د ذ ر ز س ش ص ض ط ظ  ل ن Membacanya, alim lam tidak dilafadzkan melainkan dilebur kepada huruf setelahnya.

6. Qalqalah

  • Qalqalah artinya memantul, dalam ilmu tajwid artinya getaran suara ketika mengucapkan huruf sukun sehingga menimbulkan pantulan suara. Huruf-huruf qalqalah ada 5 yaitu ق ط ب ج د. Syarat qalqalah adaah hurufnya harus sukun baik sukun asli mapun sukun karena waqaf atau berhenti.

7. Mad

  • Mad, dalam ilmu tajwid artinya memanjangkan suara ketika membaca huruf mad yaitu alif, wau sukun dan ya’ sukun. Syarat mad adalah huruf sebelum wau berbaris dhammah, sebelum ya’ berbaris kasrah, sebelum alif berbaris fathah. Bila huruf ya’ atau wau didahului dengan huruf berbaris fathah maka disebut huruf layin.
  • Mad Tabi’I, disebut juga mad asli. Mad yang tidak dipengaruhi oleh sebab hamzah atau sebab sukun yaitu apabila huruf setelah mad bukan huruf hamzah atau sukun. Diberi nama tabi’I karena sesuatu yang alami kadarnya tidak kurang dan tidak lebih. Cara membacanya adalah mengayunkannya dengam dua ketukan (dua harakat).
  • Mad Silah Qasirah, memanjangkan bacaan pada “ha dhamir” (bunyi hi atau hu kata ganti orang ketiga tunggal) yang tidak diikuti hamzah setelahnya. Cara membacanya adalah memanjangkan bacaan selama 2 harakat.
  • Mad Wajib Muttasil, ini berlaku saat huruf mad bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Cara membacanya 4/5 harakat ketika disambungkan dengan kalimat berikutnya. Dibaca 6 harakat jika berhenti.
  • Mad Jaiz Munfasil, ini berlaku saat huruf mad bertemu dengan hamzah dalam kata yang berpisah. Cara membacanya adalah 2/4/5 ketika disambung dengan kalimat selanjutnya dan 2 harakat jika berhenti.
  • Mad Lazim Mukhaffaf Harfi, huruf mad yang bertemu dengan sukun asli dalam rangkaian huruf-huruf muqatta’ah. Dinamakan mukhaffaf karena ringan ketika mengucapkan, disebabkan tidak adanya tasydid atau gunnah. Cara membacanya 6 harakat.
  • Mad Lazim Musaqal Kalimi, ini berlaku saat huruf mad bertemu dengan huruf bertasydid dalam satu kata. Cara membacanya 6 harakat. Dinamakan musaqal karena berat mengucapkannya disebabkan adanya tasydid pada huruf setelahnya.
  • Mad Lazin Musaqal Harfi, ini berlaku ketika huruf mad diikuti dengan huruf yang diidghamkan dalam huruf-huruf muqatta’ah. Cara membacanya 6 harakat.
  • Mad Farq, ini berlaku ketika mad badal diikuti oleh huruf berrtasydid. Cara membacanya 6 harakat. Kaidah ini hanya terdapat dalam QS Al-An’am ayat 143, QS Yunus ayat 59 dan QS An-Naml ayat 59.
  • Mad Lin, ini berlaku bila berhenti di suatu huruf yang sebelumnya wau sukun atau ya’ sukun yang didahului huruf berharakat fathah. Cara membacanya yaitu wau sukun dan ya sukun dibaca dengan lembu dan dipanjangkan 2/4/6 harakat sebagaimana pembacaan Mad ‘Arid Lissukun.
  • Mad Badal, ketika hamzah bertemu dengan salah satu huruf mad dalam satu kata dan setelahnya mad tidak ada lagi hamzah atau sukun. Dinamakan mad badal karena huruf mad pengganti huruf hamzah. Cara membacanya adalah dipanjangkan 2 harakat seperti halnya pembacaan mad asli.
  • Mad Iwad, ini berlaku bila berwaqaf atau berhenti pada huruf yang berharakat fathahtain. Membacanya dengan diayunkan 2 harakat serta mengilangkan bunyi “n” ada pembacaan fathahtain.
  • Mad Tamkin, ini berlaku ketika ya’ yang bertasydid bertemu dengan ya’ sukun. Dengan syarat, bila ia tidak diikuti lagi dengan huruf hidup yang dimatikan karena berada diakhir bacaan. Karena keaddan demikian akan berubah nama menjadi Mad ‘Arid Lissukun. Cara membacanya adalah dengan mengayunkan suara selama 2 harakat.
  • Mad Silah Tawilah artinya mad silah yang panjang. Maksudnya, mad yang terjadi apabila setela ha dhamir terdapat huruf hamzah berharakat. Cara membacanya adalah dibaca panjang 4 harakat.
belajar tajwid
Belajar Tajwid agar bisa Baca Quran dengan lancara dan benar_unsplash.com

Baca juga: Tips dan Cara Belajar Mengaji Al Quran untuk Orang Dewasa

Demikian ulasan tentang belajar tajwid, masih banyak kaidah atau hukum ilmu tajwid yang belum dibahas seperti tanda waqaf, hukum bacaan ra’, bacaan-bacaan tidak umum yaitu saktah, isymam, imalah, tashil, nun wiqayah, naql dan lainnya.

Sangat disarankan kepada Anda untuk belajar tajwid dengan guru yang menguasai ilmu tajwid hingga tahu bagaimana pengucapannya yang benar dan terhindar dari kesalahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.