Bibir Sumbing pada Bayi: Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya Sejak Dini

Tidak sedikit kasus bibir sumbing pada bayi yang tidak tertangani dengan baik. Meski sudah ada beberapa lembaga amal yang mengadakan bantuan operasi bibir sumbing pada bayi. Namun, bukan berarti angkanya menurun. Untuk itu, orang tua mesti waspada dengan terjadinya hal seperti ini.

Orang tua pastinya mengharapkan supaya buah hati dapat lahir dalam kondisi sehat. Namun tetap saja terdapat kasus bayi terlahir dengan cacat bawaan. Salah satunya bibir sumbing pada bayi yang angkanya cukup banyak di Indonesia.

Bibir sumbing merupakan kondisi cacat bawaan pada bayi setelah lahir yang ditandai dengan adanya celah ataupun belahan pada bibir bagian atas. Nah, sebenarnya apa penyebab terjadinya kelainan bibir sumbing pada bayi ini?

Apa Itu Bibir Sumbing pada Bayi?

Bibir Sumbing pada Bayi
Bibir Sumbing pada Bayi Via halfhalfparenting.com

Bibir sumbing merupakan kelainan pada bentuk bibir yang dapat terjadi kedua sisi mulut maupun pada satu bagian  mulut. Bibir sumbing atau yang biasa dikenal dengan celah bibir ini mulai terjadi pada saat bayi masih di kandungan.

Bibir sumbing dapat terjadi saat jaringan pembentuk bibir dan langit mulut gagal menyatu secara sempurna. Maka dari itu mengakibatkan terbentuknya celah maupun terbelah pada bibir bagian atas alias langit mulut.

Bibir sumbing memiliki ciri yang sangat umum dan mudah dikenali yaitu adanya celah yang membelah pada kedua sisi bibir atas dan bisa sampai menuju hidung. Hal ini mengakibatkan bayi yang memiliki bibir sumbing akan sulit untuk menelan dan berbicara secara normal.

Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi

Bibir Sumbing pada Bayi
Penyebab Bibir Sumbing pada Bayi Via stocksy.com

Jaringan pembentuk bibir dan langit mulut seharusnya akan menyatu secara sempurna pada bulan kedua ataupun ketiga masa kehamilan. Artinya bahwa proses tersebut dapat terjadi pada saat trimester pertama kehamilan.

Namun pada bayi yang memiliki bibir sumbing, proses tersebut tidak berjalan lancar dan sempurna. Jadi pada saat jaringan bibir serta langit mulut tidak menyatu secara sempurna, maka terbentuklah celah pada bibir, pangkal hidung, tulang rahang atas, dan gusi.

Nah, hal inilah yang kemudian membuat bayi mengalami kelainan pada bibir. Penyebab bibir sumbing belum diketahui secara pastinya. Namun terdapat beberapa hal yang memperbesar adanya risiko gangguan bibir sumbing, antara lain:

1. Genetik

Faktor utama terjadinya bibir sumbing pada bayi yaitu faktor keturunan atau genetik dari orang tua. Katika terdapat anggota keluarga yang memiliki bibir sumbing, maka peluang untuk melahirkan bayi dengan cacat lahir ini lebih besar.

2. Kekurangan Asam Folat

Berdasarkan sebuah penelitian yang dimuat dalam World Journal of Pharmaceutical and Research menyebutkan bahwa gizi memiliki peranan yang sangat penting terkait dengan kelainan bibir.

Salah satu faktor penyebabnya yaitu kekurangan asupan vitamin B6 atau asam folat. Selain itu juga kurangnya asupan zinc pada masa kehamilan. Menurut penelitian tersebut menyimpulkan bahwa kekurangan asupan asam folat serta zinc lebih berisiko untuk melahirkan bibir sumbing pada bayi.

3. Obesitas

Obesitas menjadi salah satu kondisi yang turut memiliki dampak terhadap keadaan kehamilan. Selain membuat wanita sulit hamil, obesitas juga meningkatkan risiko terjadinya bibir sumbing pada bayi yang baru lahir.

Kenaikan berat badan umum terjadi pada ibu yang sedang mengandung. Walaupun demikian, anda juga harus tetap mengatur porsi makan supaya tumbuh kembang janin tetap baik. Tipsnya, selalu menerapkan pola makan yang baik dan juga diimbangi dengan olahraga.

4. Efek Samping dari Konsumsi Obat

Penggunaan jenis obat tertentu pada masa trimester pertama kehamilan atau pada saat tiga bulan pertama kehamilan dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi dengan bibir sumbing. Sebenarnya, pada saat masa kehamilan tidak dianjurkan untuk mengonsumsi obat secara sembarangan.

Jika anda akan mengonsumsi obat, anda dapat berkonsultasi pada dokter untuk mengurangi risiko terhadap janin dalam kandungan. Pada masa kehamilan memang dianjurkan untuk selalu menjaga kondisi tubuh dan tidak makan ataupun minuman sembarang.

5. Virus

Salah satu penyebab bibir sumbing pada bayi karena adanya infeksi virus yang dapat menyerang janin pada saat masih berada di dalam kandungan.

6. Merokok saat Hamil

Ibu yang biasa merokok pada saat hamil memiliki peluang yang lebih besar untuk melahirkan bayi dengan kondisi cacat lahir bawaan. Salah satunya yaitu kelainan bibir sumbing pada bayi. Berbeda halnya dengan ibu hamil yang tidak merokok, ia akan memiliki kesempatan yang relatif lebih kecil.

7. Mengalami Diabetes saat Hamil

Menurut sebuah penelitian menyatakan bahwa wanita yang didiagnosis menderita diabetes memiliki risiko dengan memiliki bayi dengan kelainan bibir sumbing.

8. Stres

Stres yang dialami oleh ibu hmail dapat memperbesar risiko bayi lahir cacat ataupun dapat mengalami keguguran. Bayi dapat lahir secara prematur dan terganggu tumbuh kembangnya jika tekanan yang dirasakan oleh ibu hamil cukup besar.

Dampak Bibir Sumbing pada Bayi

Berikut ini beberapa dampak yang bisa terjadi jika bayi mengalami kelainan bibir sumbing:

1. Hambatan dalam Menyusui

ASI yang semestikan masuk menuju tenggorokan dapat mengalir menuju hidung. Hal ini dikarenakan terdapat celah pada langit mulut. Hal tersebut tentunya memiliki risiko yang cukup tinggi yang dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan.

2. Tumbuh Kembang Anak yang Lambat

Dikarenakan bayi kesulitan untuk menyerap ASI, maka proses tumbuh kembangnya juga terhambat. Bayi terlambat dalam tumbuh kembangnya dibandingkan dengan bayi lainnya yang normal.

3. Masalah Pernapasan

Anak akan mudah tersedak, risiko infeksi saluran pernapasan sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena susu yang semestinya masuk ke lambung malah menuju ke saluran pernapasan.

4. Masalah dalam Kemampuan Bicara

Dikarenakan tidak normalnya kondisi pada mulut bayi, maka anak menjadi kesulitan untuk bicara dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk belajar berbicara. Hal ini bisa menyebabkan kurang percaya diri pada anak ketika semakin dewasa.

5. Masalah Gigi

Bibir sumbing pada bayi mengakibatkan struktur mulut tidak seperti pada umumnya, pada bagian bibir, langit dan hidung. Hal ini menyebabkan gigi tumbuh secara tidak normal. Antara lain posisi gigi tidak beraturan, posisi gigi bagian atas dan bawah tidak sejajar, dan sebagainya.

6. Gangguan Pendengaran pada Anak

Penumpukan cairan di dalam telinga serta infeksi telinga berulang memiliki risiko untuk menimbulkan gangguan pendengaran pada anak. Untuk mengatasi gangguan pendengaran tersebut, anda dapat melakukan beberapa cara untuk mengatasinya, antaranya:

  • Melakukan pengobatan infeksi telinga
  • Pengobatan ortodontik, seperti pemasangan kawat gigi
  • Untuk memperbaiki kesulitan dalam berbicara pada anak, anda dapat melakukan terapi bicara.
  • Jika anak kehilangan pendengaran, maka anda dapat memasangkan alat bantu dengar.
  • Menggunakan teknik khusus, botol khusus serta alat khusus untuk memberikan ASI pada si kecil.

Upaya Mencegah Bibir Sumbing pada Bayi

Bibir Sumbing pada Bayi
Upaya Pencegaha Bibir Sumbing pada Bayi Via breastfeedingusa.org

Walaupun penyebab utama kelainan bibir sumbing pada bayi yaitu faktor genetik. Namun bayi dengan keadaan bibir sumbing dapat dicegah pada masa kehamilan. Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini untuk mencegahnya:

  • Mengonsumsi beragam jenis makanan yang memiliki gizi tinggi, seperti pisang, tomat, brokoli, serta ikan salmon.
  • Menghindari beberapa jenis obat-obatan, antaranya methotrexate (obat rheumatoid arthritis), isotretinoin (jerawat), serta obat anti-epilepsi.
  • Lakukan konsultasi dengan dokter jika membutuhkan konsumsi obat tertentu.
  • Mengonsumsi suplemen asam folat secara rutin untuk  trimester pertama kehamilan. Asupan tersebut dipercaya dapat mengurangi risiko kelainan bibir sumbing pada bayi.

Cara Menangani Bibir Sumbing pada Bayi Setelah Dilahirkan

Bibir sumbing pada bayi dapat diatasi dengan melakukan operasi. Tujuan dengan adanya operasi bibir sumbing ini yaitu memperbaiki kemampuan anak. Antara lain supaya dapat makan dan minum, dapat bicara serta mendengarkan secara normal. Nah, berikut ini tahap operasi yang dapat dilakukan, antara lain:

1. Operasi Bibir Sumbing

Untuk menutup celah pada bibir, biasanya akan dibuat sebuah sayatan pada kedua sisi celah. Selanjutnya membuat lipatan jaringan yang kemudian disatukan dengan cara dijahit.

Operasi ini tentunya akan membuat penampilan dan fungsi bibir menjadi lebih baik. Waktu yang tepat untuk melakukan operasi pada bibir bervariasi, tergantung dengan kondisi tubuh, berat badan, serta usia anak.

Pada umumnya, operasi bibir sumbing pada bayi dilakukan pada saat anak berusia 10 minggu hinga 1 tahun. Jika diperlukan adanya operasi pada hidung, maka juga akan dilakukan pada saat bersamaan.

2. Operasi Langit Sumbing

Operasi bibir sumbing mungkin dilakukan dalam beberapa kali untuk menutup celah serta memperbaiki langit mulut. Akan dibuat sayatan pada kedua sisi celah pada saat dilakukan operasi dan menata ulang posisi jaringan serta otot langit mulut yang selanjutnya dijahit.

Operasi langit disarankan pada bayi yang sudah berusia 6 hingga 18 bulan. Untuk operasi lanjutan dapat dilakukan pada saat anak berusia 8 hingga 12 tahun. Operasi lanjutan yaitu dengan melakukan cangkok tulang untuk langit mulut supaya struktur rahang atas dan artikulasi bicara menjadi lebih baik.

3. Operasi Pemasangan Tabung Telinga

Untuk anak dengan langit mulut yang sumbing, tabung telinga biasanya dipasang pada saat berusia 6 bulan. Tindakan tersebut dilakukan untuk mengurangi adanya risiko penurunan pendengaran. Operasi ini dapat dilakukan secara bersamaan dengan operasi bibir sumbing maupun operasi langit sumbing.

4. Operasi untuk Memperbaiki Penampilan

Operasi tambahan bisa jadi diperlukan untuk memperbaiki penampilan mulut, bibir, serta hidung. Operasi ini dapat dilakukan hingga usia remaja ataupun menjelang dewasa.

Pengobatan bibir sumbing pada bayi dianjurkan secara terus-menerus secara rutin. Disarankan hingga anda berusia 21 tahun, ketika pertumbuhan telah berhenti.

Setelah mengetahui beberapa faktor pemicu yang dapat meningkatkan risiko bibir sumbing pada bayi. Maka anda dapat melakukan mencegahan semaksimal mungkin supaya bayi dapat lahir secara sehat dan tidak kurang suatu apapun.


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.