Menyusun Karya Tulis? Pelajari Cara Menulis Footnote dari Jurnal Berikut ini

Dalam dunia akademik terutama pendidikan perguruan tinggi pasti sudah tidak asing dengan cara menulis footnote dari jurnal atau referensi lainnya.

Cara menulis footnote dari jurnal sebagai bentuk kutipan referensi terbilang jarang digunakan tetapi memiliki peran penting dalam karya tulis ilmiah.

Footnote atau catatan kaki biasanya digunakan dalam penyusunan sebuah buku yang perlu sumber referensi dalam jumlah banyak.

Penggunaan footnote ini secara tidak langsung sebagai bentuk validasi sumber kutipan atau sitasi dalam penulisan karya tulis.

Umumnya, cara menulis footnote dari jurnal atau sumber referensi lain ditandai dengan nomor subscript  pada ujung kalimat.

Terbilang mudah, namun faktanya masih banyak orang kesulitan dan belum tahu cara membuat footnote sesuai aturan penulisan.

Mengenal Pengertian Footnote

Footnote merupakan keterangan khusus yang ditambahkan di bagian bawah setiap halaman atau bagian akhir dari gagasan dalam karya ilmiah.

cara menulis footnote dari jurnal
cara menulis footnote dari jurnal, youtube.com

Istilah footnote diambil dari bahasa Inggris, dan apabila diterjemahkan ke bahasa Indonesia bermakna catatan kaki.

Penambahan catatan kaki ini menjelaskan kepada pembaca terkait detail informasi sumber kutipan yang dipakai pada karya tulis.

Keterangan footnote pun ditulis memakai format huruf yang lebih kecil dibandingkan huruf pada naskah utama karya tulis.

Fungsi Penambahan Footnote

Dalam penulisan karya tulis ilmiah maupun jurnal, footnote memiliki peran penting dalam dalam penulisan sumber kutipan.

Selain itu, cara menulis footnote dari jurnal dengan baikdan benarjuga mempunyai fungsi tersendiri seperti berikut:

Menjadi Bukti Validasi

Footnote yang dilampirkan pada naskah karya tulis memberikan penjelasan kepada pembaca terkait sumber informasi maupun data dalam karya tersebut.

Selain itu, pembaca juga bisa mencari tahu informasi pembahasan tersebut dengan lebih terperinci.

Memperluas Pembahasan

Dari footnote yang dicantumkan pada pembahasan karya tulis akan memperluas konteks pembahasan yang bisa dipelajari oleh pembaca.

Hal ini berguna ketika pembaca menghadapi studi kasus yang sama, maka bisa memakai sumber referensi yang sama.

Keterangan dan Penghargaan

Fungsi footnote berikutnya sebagai keterangan dan penghargaan kepada penulis utama dari sumber referensi yang dipakai dalam naskah karya tulis tersebut.

Tentu, memberikan kutipan footnote adalah pilihan yang harus dilakukan setiap penulis agar terhindar dari plagiasi.

Jenis-jenis Footnote

Cara menulis footnote dari jurnal adalah tugas yang tidak sulit, namun Anda harus teliti dan paham terkait sumber referensi digunakan.

cara menulis footnote dari jurnal
cara menulis footnote dari jurnal, youtube.com

Karena cara menulis footnote dari buku akan berbeda dengan cara menulis footnote dari artikel ilmiah.

Sebelum membahas soal cara menulis foonote sesuai dengan sumber yang digunakan, Anda juga harus tahu jenis dari footnote yang dipakai dalam penulisan.

Secara garis besar, ada dua jenis footnote yang biasa digunakan, berikut ulasannya:

Footnote Lengkap

Untuk footnote lengkap ini ditulis semua informasi terkait nama pengarang, judul, nama, nomor seri atau informasi tambahan lain, jumlah jilid, nomor cetakan, nama penerbit, tahun terbit, dan nomor halaman.

Footnote Singkat

Ibid

Cara menulis footnote dari jurnal yang pertama menggunakan format Ibidum yang bermakna “sama dengan sumber kutipan di atas”.

Biasanya format ini dipakai untuk footnote yang mempunyai sumber sama dengan footnote yang berada tepat di atasnya.

Format penulisan footnote ini terbilang lebih ringkas dibandingkan format yang lain. Keterangan kutipan ditulis dengan Ibid dalam huruf kapital di awal kata, dicetak miring, diberi titik (.) dan koma (,) serta terkahir nomor halaman.

Op.Cit

Format kedua cara menulis footnote dari jurnal menggunakan susunan Op.Cit sebagai  singkatan dari opere citato yang bermakna “dalam karya yang sudah dikutip”.

Biasanya format footnote ini dipakai untuk sumber yang sudah dikutip dan disisipi dengan footnote dari sumber lainnya.

Cara penulisan footnote ini juga ringkas yaitu dimulai dengan nama pengarang, diberi koma (,).

Kemudian disambung Op.Cit yang ditulis dengan huruf kapital di awal kata, dicetak miring, terakhir nomor halaman.

Baca juga: Contoh Resume Jurnal, Pengertian, dan Cara Membuatnya

Loc.Cit

Cara menulis footnote dari jurnal yang ketiga yaitu format Loc.Cit yang merupakan singkatan dari loco citato.

Berbeda dari kedua format sebelumnya, footnote ini memang khusus untuk mengutip sumber selain dari buku.

Kata Loc.Cit memiliki maknan artinya “tempat yang sudah dikutip”, namun format penulisan hampir sama dengan footnote sebelumnya.

Cara menulis footnote ini dimulai dari nama pengarang, tanda koma (,), ditambah Loc.Cit, tanda koma (,), dan nomor halaman.

Unsur-unsur Footnote Dari Jurnal

Sebelum mengulas cara menulis footnote dari jurnal, mungkin Anda juga harus tahu unsur-unsur yang wajib ada dalam kutipan footnote.

cara menulis footnote dari jurnal
youtube.com

Nah, dalam mengurangi kesalahan penulisan naskah terutama karya tulis ilmiah, berikut unsur-unsur footnote dari jurnal:

Nama Pengarang

Berbeda dari cara menulis daftar pustaka di mana nama pengarang ditulis terbalik. Pada footnote jurnal, nama pengarang ditulis sesuai dengan format nama asli atau tidak dibalik, kemudian diberi tanda koma.

Judul Artikel yang Digunakan

Dalam sebuah jurnal biasanya berisi beberapa artikel, maka tulis judul artikel yang Anda pakai sebagai referensi. Tulis biasa judul artikel dan diapit dengan tanda kutip, kemudian beri tanda koma.

Nama Jurnal

Setelah judul artikel, selanjutnya tambahkan judul jurnal yang ditulis miring atau italic, dan beri tanda koma.

Volume dan nomor jurnal

Jika dalam jurnal pilihan Anda terdapat volume dan nomor jurnal, maka harus ditulis dalam footnote dengan lengkap.

Penulisan volume dan nomor jurnal menggunakan format angka arab seperti 0, 1, 2, 3, 4, dan seterusnya.

Bulan dan tahun penerbitan

Selanjutnya tulis bulan dan tahun penerbitan jurnal dalam kutipan tanda kurung. Setelah tanda kurung terbuka tulis bulan terbit, tanda koma, tahun terbit, dan terakhir tutup kurung.

Nomor halaman

Setelah tutup kurung dan tanda koma, tulis nomor halaman dari artikel ilmiah yang telah dikutip. Terakhir, bagian penting juga yaitu beri tanda titik di akhir penulisan footnote dari jurnal.

Berikut Cara Menulis Footnote dari Jurnal

Setelah Anda tahu apa itu footnote dan unsur-unsur yang wajib ada dalam penulisan, maka selanjutnya membahas cara buat footnote dari jurnal.

Berikut langkah-langkah membuat kutipan footnote khusus sumber referensi dari jurnal:

Footnote di Akhir Tulisan

Langkah pertama cantumkan footnote setelah satu gagasan dari sumber referensi selesai ditulis.

Tambahkan angka arab dengan pangkat atas atau subscript tepat setelah tanda titik di akhir kalimat.

Contoh:

Berdasarkan jurnal terbitan Suara, Mahen mengatakan format penulisan footnote untuk karya tulis ilmiah akan berbeda menyesuaikan sumber referensi.¹

Gunakan 7 Ketukan untuk Menulis Footnote

Penulisan angka footnote harus menjorok ke dalam sebanyak 7 ketukan spasi, atau opsional menyesuaikan panduan penulisan dari kampus atau instansi.

Setelah itu, tulis footnote mengikuti unsur-unsur penulisan seperti ulasan sebelumnya.

Jarak Antar Footnote 1 Spasi

Terakhir untuk kerapian kutipan footnote, Anda bisa mengatur spasi di bagian foornote dengan jarak satu spasi.

Nah, berikut contoh footnote dari jurnal secara lengkap yang mungkin Anda butuhkan:

          ¹Mahen Mahendra, “Analisis Penulisan Footnote dari Jurnal Sebagai Referensi Karya Ilmiah”, Jurnal Penulisan, Vol.14 No. 30 (Oktober, 2022), 199.

Demikian pembahasan seputar cara menulis footnote dari jurnal sebagai tambahan informasi yang berguna dalam penulisan karya ilmiah.

Perhatikan dengan baik unsur-unsur yang wajib ada dalam footnote sehingga daftar catatan kaki Anda terlihat bagus dan rapi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *