Waspada Demam Berdarah Saat Hamil, Ketahui Dampak dan Gejalanya!

Written By Luluk Yulianti

Tahukah Anda, gejala demam berdarah saat hamil memiliki risiko yang lebih berat karena dapat membuat janin di dalam kandungan meninggal sebelum lahir.

Oleh karena itu, demam berdarah saat hamil sebaiknya segera diperiksakan agar mendapat penanganan lebih lanjut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Di musim penghujan banyak penyakit berbahaya yang patut diwaspadai, salah satunya yaitu demam berdarah.

Sebagian besar orang tentu sudah tahu bahwa penyakit musiman ini selalu memakan korban setiap tahunnya baik balita, anak-anak hingga orang dewasa.

Perlu diketahui, wanita hamil merupakan orang yang sangat rentan dan berbahaya jika terkena penyakit Demam Bedarah atau DBD.

Oleh sebab itu, disarankan wanita hamil mewaspadainya dengan mengenali gejala yang sedikit berbeda dari gejala DBD pada orang biasa.

Selain mengganggu kesehatan ibum, demam berdarah saat hamil juga berdampak pada bayi yang ada di dalam kandungan.

Mencari tahu informasi detail mengenai dampak dan gejala demam berdarah saat hamil penting untuk dilakukan agar bisa melakukan pencegahan sedini mungkin. Semakin cepat tertangani maka semakin mudah pula menyembuhkannya.

Ketahui Dampak Demam Berdarah Saat Hamil

Sebagaimana yang disinggung di atas, dampak DBD saat mengandung ialah bayi bisa meninggal saat dalam kandungan.

Namun ada beberapa dampak lain yang bisa terjadi yang tetap merugikan bagi bayi maupun sang ibu. Inilah beberapa dampak yang bisa terjadi jika mengalami DBD saat hamil.

Bayi Lahir Prematur

Ibu hamil yang mengalami demam berdarah akan cenderung merasa tekanan darahnya menurun dan gangguan aliran darah lainnya. Hal tersebut menyebabkan perkembangan janinnya terganggu dan bahkan tidak berkembang karena tidak mendapat asupan yang cukup.

demam berdarah saat hamil
Demam berdarah saat hamil dapat menyebabkan bayi Anda lahir secara prematur, pixabay.com

Oleh sebab itu, kurangnya asupan nutrisi janin terpaksa lahir dalam keadaan prematur karena sudah tidak bisa tumbuh lagi dalam rahim si ibu.

Baca juga: Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur Secara Alami dan Medis

Bayi Lahir dengan Berat Rendah

Selain berisiko bayi lahir secara prematur, dampak dari demam berdarah saat hamil juga dapat mempengaruhi berat badan bayi. Umumnya, kondisi kesehatan bayi di dalam kandungan akan terganggu karena kesehatan sang ibu yang tidak baik.

Asupan makanan yang masuk menjadi kurang sehingga bayi yang terpaksa lahir pun dalam keadaan kurang berat badan. Setelah lahir, bayi juga masih perlu didiagnosa apakah terinfeksi demam berdarah dengan gelaja seperti trombosit rendah dan ruam.

Keguguran atau Kematian Janin

Jika usia kandungan masih tergolong muda dan bayi tidak sanggup menahan infeksi yang tertular maka bukan tidak mungkin akan meninggal dalam kandungan.

Si jabang bayi yang masih beberapa bulan semakin rentan mengalami kematian atau keguguran karena belum memiliki sistem imun yang kuat.

Meski begitu bukan tidak mungkin terjadi pada usia kandungan yang sudah tua, karena calon bayi yang tidak kuat atau sudah terinfeksi sehingga membuat kesehatannya terganggu.

Pendarahan Hingga Harus Transfusi Darah

Pada beberapa kasus, demam berdarah saat hami juga dapat menyebabkan sang ibu mengalami pendarahan hebat hingga harus melakukan transfusi darah. Hal tersebut terjadi  karena trombosit mengalami penurunan yang cukup drastis.

demam berdarah saat hamil
Jika Anda terjangkit DBD, maka langsung lakukan perawatan intensif agar tidak berdampak buruk pada janin, pixabay.com

Padahal trombosit inilah yang seharusnya bekerja jika terjadi luka di tubuh. Sehingga tidak heran jika ibu hamil yang terserang DBD diharuskan mendapat transfusi darah sebelum persalinan.

Kenali Berbagai Gejala Demam Berdarah Saat Hamil

Setelah mengetahui dampak demam berdarah di atas yang sangat berbahaya, selanjutnya ibu perlu mengetahui bagaimana gejala demam berdarah yang muncul saat hamil.

Gejala ini sedikit berbeda dengan orang biasanya sehingga penting untuk memahami agar mudah mencegahnya. Berikut beberapa gejala demam berdarah saat hamil yang umumnya terjadi.

Nyeri di Beberapa Bagian Tubuh

Jenis gejala pertama yang seringkali muncul yaitu cenderung merasakan nyeri di beberapa bagian tubuh. Gejala nyeri ini juga dirasakan oleh orang biasa saat mengalami demam berdarah namun pada ibu hamil bagian badan yang nyeri lebih beragam.

Ibu hamil akan merasakan nyeri di kepala, otot, tulang dan persendian bahkan di rongga mata. Nyeri demam berdarah saat hamil akan terasa lebih mengganggu karena diikuti rasa mual dan muntah-muntah.

Jika mengalami kondisi nyeri pada bagian-bagian tersebut sebaiknya segera konsultasi dengan dokter agar mendapatkan penanganan secepatnya.

Demam Tinggi

Gejala selanjutnya yang juga sering muncul saat ibu hamil mengalami demam berdarah yaitu diikuti dengan demam tinggi. Ibu yang mengalami demam berdarah akan merasakan demam tinggi hingga 40 derajat celcius. Gejala ini umumnya akan muncul setelah 4-10 hari tergigit nyamuk.

demam berdarah saat hamil
Tanda-tanda yang paling umum dirasakan ketika seseorang mengalami demam berdarah saat hamil adalah adanya demam tinggi, pixabay.com

Saat demam ini sang ibu juga akan merasa lemas, pusing dan beberapa gejala ringan lainnya. Biasanya demam tinggi juga akan diikuti dengan gejala-gejala lainnya.

Pembengkakan Kelenjar Getah Bening

Kondisi yang dalam bahasa medis disebut limfadenopati ini adalah pembengkakan kelenjar limfe di bagian ketiak, selangkangan, dada, leher ataupun perut.

Daerah yang mengalami pembengkakan akan terasa nyeri, hangat dan berwarna kemerahan dan terkadang membesar dan meradang. Pembengkakan terjadi karena adanya infeksi langsung dari nyamuk Aedes Aegypti.

Adanya Bercak Merah pada Tubuh

Bercak merah saat DBD dengan gejala penyakit lainnya sedikit berbeda dan perlu diketahui agar tidak salah. Bercak merah muncul setelah ibu mengalami demam tinggi dan akan berkurang pada hari ke keempat atau kelima.

Selain itu bercak merah karena demam berdarah tidak akan terasa gatal, berbeda halnya pada bercak saat campak. Bintik merah pada orang yang mengalami DBD terjadi karena kerusakan pembuluh darah kapiler sehingga darah merembes keluar dan akhirnya terlihat sebagai bintik merah.

Dehidrasi dan Lidah Mati Rasa

Ibu hamil yang mengalami penyakit demam berdarah juga akan sering merasakan dehidrasi karena nafsu makan menurun.

Lidah tidak bisa merasakan apa-apa selain rasa hambar sehingga tak heran jika ibu kehilangan nafsu makannya. Dengan begitu badan pun terasa lemas karena kurang asupan energi.

Preeklamsia

Preeklamsia adalah kondisi meningkatnya tekanan darah dan disertai dengan adannya kandungan protein dalam urine. Kondisi ini bisa mengancam nyawa sang ibu dan calon bayi jika tidak segera ditangani dengan baik.

Umumnya, eklampsia pada kehamilan terjadi pada ibu yang hamil pada usia di atas 40 tahun. Beberapa gejala preeklamsia ialah frekuensi dan volume urine menurun, bengkai di tungkai dan wajah serta penglihatan kabur.

Menderita penyakit apapun saat kondisi hamil akan berpengaruh pada kesehatan janin. Oleh sebab itulah wanita hamil harus mewaspadainya dengan mengenal gejala-gejala penyakit tak terkecuali dengan demam berdarah.

Bayi bisa tertular infeksi dari sang ibu jika tidak ditangani dengan cepat dan benar. Jika mengalami gejala-gejala seperti yang dijelaskan di atas segeralah memeriksakan diri ke dokter.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan ibu aga terhindar dari demam berdarah misalnya mengenakan pakaian longgar dan berwarna cerah, memasang kelambu saat tidur dan menjaga suhu kamar tetap sejuk.

Selain itu yang penting untuk dilakukan ialah mengurangi adanya genangan atau kubangan air yang menjadi sarang nyamuk. Dengan begitu, demam berdarah saat hamil pun bisa dihindari.

Editted: 26/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment