Written By Luluk Yulianti

Selama masa kehamilan tak sedikit para ibu mengalami masalah atau gangguan yang meski tidak berbahaya namun perlu untuk diperhatikan.

Berbagai macam gangguan yang seringkali dialami oleh para ibu hamil tersebut seperti kram, sembelit, wasir, varises, sakit punggung dan masih banyak lagi.

Meski sering disepelekan, ternyata para ahli menyarankan melakukan pemeriksaan lanjutan ke dokter  untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan di kemudian hari.

Secara umum gangguan atau etiologi kehamilan tersebut merupakan masalah kesehatan yang terjadi selama masa kehamilan berlangsung. Bahkan dalam beberapa kasus yang terjadi, gangguan kehamilan yang tidak segera di atasi justru akan berakibat fatal bagi kesehatan misalnya komplikasi.

Nah, agar kondisi tidak semakin parah maka sebaiknya segera melakukan pemeriksaan ke dokter apabila dijumpai hal-hal yang tidak beres pada kehamilan Anda.

Berbagai Jenis Gangguan atau Etiologi Kehamilan yang Jarang Diketahui

Berbicara tentang gangguan atau etiologi dalam kehamilan, ada banyak sekali jenis masalah yang seringkali muncul. Namun, sayangnya beberapa ibu menyepelekan hal tersebut sehingga tidak sadar bahwa gangguan tersebut dapat berpengaruh terhadap janinnya.

Nah, berikut ini akan disajikan beberapa informasi tentang jenis-jenis gangguan atau etiologi kehamilan beserta cara mengatasinya.

Anemia

Etiologi kehamilan yang pertama adalah anemia. Jenis gangguan kehamilan pertama yang seringkali dialami oleh para ibu hamil adalah Anemia. Anemia sendiri merupakan salah satu penyakit yang terjadi karena tubuh kekurangan asupan sel darah merah baru.

Seperti yang diketahui fungsi utama sel darah merah dalam tubuh kita yaitu menyebarkan oksigen dan nutrisi ke seluruh bagian tubuh.

etiologi kehamilan
Pahami etiologi kehamilan agar Anda senantiasa menjaga kesehatan, pixabay.com

Umumnya ibu hamil yang mengalami gangguan yang satu ini akan mudah lelah dan kurang bertenaga. Bagi Anda yang merasakan gejala tersebut, disarankan untuk segera menghubungi dokter kandungan agar segera mendapatkan penanganan yang tepat.

Infeksi

Infeksi ternyata merupakan gangguan yang juga menyerang ibu hamil yang mana bisa membahayakan baik si ibu maupun si kecil yang tengah dikandung. Jika tidak ditangani segera, maka si kecil akan berkemungkinan cacat dari lahir. Penjabarannya akan dijelaskan di bawah ini:

  • Kelahiran prematur dan ringannya berat si bayi karena disebabkan oleh  infeksi vagina oleh Bacterial Vaginosis (BV).
  • Infeksi yang dapat membunuh nyawa si bayi yangmana masuk dalam kategori infeksi Group B Strep (GBS).
  • Gangguan pendengaran dan penglihatan yang disebabkan oleh infeksi virus atau Cytomegalovirus.
  • Infeksi parasit atau Toksoplasmosis pada bayi yang menyebabkan gangguan pendengaran dan penglihatan yang disebabkan oleh penularan dari si ibu.

Hyperemesis Gravidarum

Etiologi kehamilan yang ketiga adalah Hyperemesis gravidarum. Apa itu Hyperemesis Gravidarum sebenarnya? Gangguan ini dapat ditandai dengan kejadian mual hingga mutah yang parah selama kehamilan.

Tentunya, ia berbeda dengan morning sickness yang sudah tidak asing diketahui oleh masyarakat. Walaupun sekilas mirip, ternyata mereka memiliki perbedaan.

Hyperemesis Gravidarum dianggap lebih parah dibandingkan morning sickness karena kompilasinya akan membuat berat badan turun. Selain itu, tubuh juga mengalami dehidrasi sehingga membutuhkan perawatan yang cukup intensif.

Infeksi Saluran Kemih

Etiologi kehamilan selanjutnya yang juga sering terjadi adalah infeksi saluran kemih atau biasa disebut gangguan ISK.

Perlu diketahui, untuk masalah yang satu ini bisa membahayakan baik ibu maupun calon bayinya. Ada beberapa gejala yang muncul ketika seseorang mengalami gangguan ISK, diantaranya yaitu

  • Adanya rasa nyeri pada saat dipakai buang air kecil
  • Sering mengalami mual dan punggung terasa sakit.
  • Terasa adanya tekanan di perut bagian bawah.
  • Biasanya untuk tahap yang parah, urine berwarna keruh dan berbau tidak sedap.
  • Mudah mengalami kelelahan dan demam

Perlu diketahui, beberapa kasus menunjukkan ibu hamil yang mengalami gangguan ISK ini tidak menunjukkan gejala apapun.

Oleh karena itu, para ibu hamil disarankan untuk melakukan tes urine pada masa awal kehamilannya. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Preeklamsia

Preeklamsia merupakan salah satu etiologi kehamilan yang disebabkan karena tekanan darah yang terus tinggi selama hamil. Kondisi yang satu ini dapat membuat pembuluh darah menyempit sehingga mengganggu fungsi organ-organ vital seperti otak, jantung, ginjal dan lain sebagainya.

Umumnya untuk gejala yang muncul dari penyakit yang satu ini yaitu adanya pembengkakan di daerah wajah, mata, sekitar tangan, dan juga kaki.

etiologi kehamilan
Berbagai gangguan kehamilan sejatinya tidak akan berakibat fatal jika ditangani segera, pixabay.com

Sayangnya, meski penyakit ini menjadi salah satu gangguan yang bisa mengancam nyawa banyak diantara ibu hamil yang tidak memperdulikannya. Bahkan ada yang menyepelekan beberapa gejala yang ditimbulkan sehingga membuat kondisinya semakin parah.

Perlu diketahui, umumnya gangguan preeklamsia ini terjadi pada saat usia kandungan memasuki trimester ketiga. Oleh karena itu, jika Anda menemukan hal-hal yang tidak beres pada tubuh segera periksakan ke dokter kandungan

Diabetes Gestasional

Etiologi kehamilan selanjutnya adalah Diabetes Gestasional yang merupakan gangguan pada ibu hamil yang berkaitan dengan peningkatan gula darah. Jika para ibu memiliki histori keluarga yang pernah mengidap diabetes, maka sangat mudah terserang penyakit gula darah ini.

Pada dasarnya, gangguan kesehatan ini tidak akan menunjukkan gejala yang signifikan, sehingga ada baiknya Anda perlu melakukan tes glukosa di usia kehamilan berkisar antara 24 hingga 28 minggu.

Lalu, jika tes menunjukkan positif Diabetes Gestasional, maka ibu diharuskan untuk menjalankan glucose tolerance test atau GTT di usia 24-28 kehamilan.

Plasenta Previa

Plasenta Previa dapat dialami oleh satu dari setiap ibu hamil selama masa trimester ketiga. Gangguan ini ditandai dengan posisi dengan posisi plasenmta yang lebih rendah dibandingkan letak rahim.

Nah, jika anda mengalami gangguan ini, Anda perlu melakukan pemantauan dan banyak istirahat di tempat tidur. Final dari gangguan ini jika masuk dalam kategori diagnosis secara lengkap ataupun parsial, maka dokter akan menyarankan bedah sesar untuk mencegah risiko yang tidak diharapkan.

Baca juga: Mengenal Quickening pada Kehamilan untuk Memantau Pertumbuhan Janin

Tips Menjaga Kesehatan Selama Masa Kehamilan

Ada beberapa tips yang dapat anda ikuti untuk menghindari berbagai etiologi kehamilan atau kompilasi yang terjadi pada masa kehamilan. Jika Anda dapat menjalankan hidup sehat, maka risiko terserang penyakit juga akan rendah. Simak ulasannya berikut:

etiologi kehamilan
Menjalankan pola hidup yang sehat akan menyelamatkan Anda dari gangguan kehamilan, – etiologi kehamilan – pixabay.com

Selalu Konsumsi Makanan Bergizi

Hal ini tidak hanya berlaku pada ibu yang hamil saja karena sejatinya mengkonsumsi makanan bergizi itu perlu dilakukan oleh semua orang.

Makanan ini akan sangat bermanfaat untuk otak si kecil dan dapat mengurangi risiko cacat. Beberapa makanan yang disarankan adalah makanan yang mengandung protein, vitamin  C, zat besi, kalsium, zinc, dan fosfat.

Olahraga Ringan

Pastikan selama masa kehamilan, Anda tidak hanya diam saja di tempat tidur. Anda perlu menggerakkan otot tubuh Anda seperti melakukan olahraga ringan misalnya. Setidaknya, luangkan waktu Anda untuk berolahraga selama 30 menit saja.

Menghindari Stress

Stress saat kehamilan akan sangat mempengaruhi kesehatan si bunda dan menyebabkan gangguan seperti sakit kepala, cemas, insomnia, sampai dengan napas dan denyut nadi yang berdetak cepat.

Oleh karena itu, agar stress ini tidak menimpa Anda, Anda perlu menceritakan masalah Anda kepada orang lain atau melakukan aktivitas menyenangkan yang dapat menaikkan mood Anda.

Selain daripada tips yang dijelaskan di atas, anda juga perlu melakukan pemeriksaan ke dokter secara bertahap untuk mengetahui kondisi kesehatan anda. Nah, itulah tadi informasi mengenai etiologi kehamilan dan tips menjaga kesehatan selama kehamilan. Semoga bermanfaat!

Editted: 25/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment