Written By Sakinatul Muhimmah

Keringat berlebih saat hamil merupakan salah satu kondisi atau keluhan umum yang dirasakan para ibu hamil. Keringat merupakan cairan yang berasal dari kelenjar keringat yang ada di bawah di kulit.

Fungsi keringat adalah untuk membantu dan mengatur suhu tubuh ketika anda merasa kepanasan. Ya, berkeringat merupakan upaya tubuh untuk mendinginkan suhu badan ketika kita merasa kepanasan.

Saat wanita sedang hamil maka kondisi tersebut akan banyak menimbulkan perubahan hormon. Misalnya saja, kehamilan bisa membuat ibu hamil terkena ambeien, gusi jadi sensitif, dan bahkan wajah bisa sampai berjerawat.

Perubahan hormon ini biasanya akan terjadi dan efeknya bisa membuat hipotalamus juga ikut bereaksi. Hipotalamus tersebut lalu akan memicu refleks keringat tubuh yang dirancang untuk mendinginkan tubuh saat suhu benar-benar memanas.

Tubuh berkeringat saat hamil biasanya terjadi pada trimester pertama, trimester ketiga, dan pascapersalinan. Semua periode kehamilan tersebut akan lebih berdampak pada saat kehamilan trimester kedua dan bisa menghilang secara bertahap.

Penyebab Keringat Berlebih Saat Hamil

Meski kerap dianggap mengganggu saat datang berlebihan, keringat tetaplah memiliki fungsi yang penting. Pakar kehamilan membenarkan bahwa produksi keringat umumnya akan mengalami peningkatan saat hamil. Akibatnya, tak sedikit ibu hamil yang mengeluhkan keringatnya menjadi lebih banyak dan mudah merasa gerah.

Peningkatan produksi keringat merupakan salah satu kondisi yang kerap dialami oleh ibu hamil. Produksi keringat berlebihan ini bisa terjadi di berbagai bagian tubuh. Selain membuat tak nyaman, kondisi ini juga seringkali membuat ibu hamil menjadi mudah gerah dan tak percaya diri.

Umumnya ibu hamil mungkin akan tetap mengalami keringat berlebih saat hamil sebelum mereka melahirkan. Namun, setelah melahirkan, suhu dasar tubuh akan kembali pada tingkat normal. 

Janin yang tumbuh dalam rahim membutuhkan suhu yang cukup hangat untuk bisa bertumbuh dengan optimal. Alhasil, suhu tubuh pun dengan alami akan meningkat, dan menyebabkan keringat berlebih saat hamil.

Banyak ibu hamil yang mengeluhkan situasi dan kondisi tersebut. Keringat bisa bercucuran sangat banyak di berbagai bagian tubuh.

Seperti di ketiak, area organ intim, paha, dan termasuk di sekitar wajah dan leher. Meskipun peningkatan jumlah keringat ini sedikit menganggu, namun hal ini normal terjadi selama kehamilan.

Terdapat beberapa kondisi yang bisa menyebabkan meningkatnya produksi keringat berlebih saat hamil. Salah satunya adalah karena faktor hormonal atau biologis tubuh.

Peningkatan berat badan juga bisa menjadi salah satu penyebab produksi keringat berlebih saat hamil. Bertambahnya beban pada tubuh membuat keringat pun menjadi semakin banyak.

Selain daripada yang telah disebutkan diatas, masih banyak penyebab lainnya yang cukup menunjang. Berikut ini adalah penjelasannya :

1. Perubahan Hormon

Hormon kehamilan dapat menyebabkan perubahan tertentu pada tubuh, salah satunya adalah keringate berlebih saate hamil.

Perubahan hormon progesteron menyebabkan tubuh menjadi mudah lelah dan akan memengaruhi suhu tubuh. Keadaan tersebut pun bisa juga memicu saraf dan kelenjar penghasil keringat di kulit.

2. Konsumsi Obat

Kegiatan semacam mengonsumsi obat untuk meredakan demam, mual, dan depresi akan menyebabkan suhu tubuh berubah dan menyebabkan keringat berlebih saat hamil.

Kondisi tersebut lebih sering terjadi terutama pada malam hari. Jadi, penyebab keringat berlebih saat hamil bisa saja karena efek samping dari meminum obat-obatan tersebut.

3. Peningkatan Aliran Darah

Selama kehamilan, volume plasma darah akan meningkat dengan jumlah yang sangat besar. Kondisi itu menaikkan tingkat darah yang dikirim ke permukaan kulit. Nah, kenaikan suhu tubuh itulah yang juga bisa menjadi alasan untuk keringat berlebih saat hamil.

4. Akibat Stress

Stres dapat menyebabkan produksi keringat berlebih pada tubuh. Perlu diketahui bahkan hal ini bukan hanya terjadi selama kehamilan saja karena yang tidak hamil pun akan merasakan keringat berlebih ketika stres melanda.

Maka dari itu, selama kehamilan cobalah hindari pikiran-pikiran yang membuat stres dan juga cemas. Kondisi demikian bisa menyebabkan keringat berlebih saat hamil. Disamping itu, stres juga akan berpengaruh pada janin.

5. Terdapat Infeksi dan Penyakit

Penyebab lain dari keringat berlebih saat hamil ialah dapat berupa infeksi atau penyakit tertentu. Penyakit semacam limfoma hodgkin merupakan jenis kanker yang mungkin saja terjadi dan berkembang selama kehamilan di area sistem limfatik.

Selain itu, gangguan kelenjar tiroid selama kehamilan juga dapat menyebabkan kekurangan hormon pada hipotiroidisme, gejalanya meliputi keringat berlebih.

Kedua kondisi ini bisa membuat ibu hamil mengeluarkan keringat dalam jumlah lebih banyak. Periksakanlah kepada dokter bila keringat anda benar-benar mengganggu kenyamanan atau bila diiringi gejala seperti demam, denyut jantung yang cepat, maupun perubahan lain yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

6. Peningkatan Berat Badan

Rata-rata ibu hamil akan mengalami peningkatan berat badan sekitar 11-15 kg. Beban ekstra tersebut dapat membuat tubuh menjadi berkeringat lebih banyak. Sehingga keadaan itu sekaligus juga membuat ibu hamil lebih cepat mengalami dehidrasi.

Cara Mencegah Keringat Berlebihan Saat Hamil 

mencegah Keringat Berlebih Saat Hamil
Keringat Berlebih Saat Hamil via popmama.com

Pada dasarnya belum ada obat ampuh untuk menghentikan keringat berlebih saat hamil. Namun begitu, ada beberapa cara pencegahan yang masih bisa anda lakukan sendiri. Berikut poin beserta ulasannya :

1. Pastikan Tubuh Tidak Kekurangan Cairan

Saat anda berkeringat, artinya tubuh juga akan kehilangan air lebih banyak. Apalagi saat hamil, salah satu risiko kekurangan cairan bisa menyebabkan pusing dan pingsan. Jadi, sangat amat dianjurkan untuk minum air lebih dari 2 liter sehari.

Hal itu dikarenakan cairan bisa membantu tubuh untuk mengatur suhu lebih stabil. Dengan demikian ibu hamil juga disarankan untuk membawa atau menyimpan botol minum yang dekat dari jangkauan.

Cairan bukan saja diperoleh dari mengonsumsi air mineral. Ibu hamil juga bisa memperoleh cairan yang baik dengan mengonsumsi buah dan sayur. Selain menyehatkan, kegiatan itu bisa mencegah keringat berlebih saat hamil. Jadi bisa disimpulkan bahwa penting bagi ibu hamil untuk tetap terdehidrasi dengan baik.

2. Jangan Berpanas-Panasan Dibawah Sinar Matahari

Saat tubuh dalam kondisi normal, berada dipaparan sinar matahari langsung akan membuat badan berkeringat apalagi untuk ibu hamil. Lebih baik hindari berada langsung di udara panas. Tetapi jika ingin berjalan-jalan pilihlah di waktu sore atau malam hari.

Anda juga bisa mengganti aktivitas berjalan-jalan di siang hari dengan berendam atau berenang. Manfaat berenang saat hamil cukup banyak.

3. Perhatikan Pakaian dan Alas Tidur

Untuk menghindari gerah atau berkeringat saat tidur, ibu hamil dianjurkan memakai pakaian dengan bahan yang ringan dan menyerap keringat. Jangan lupa juga untuk melapisi alas tidur dengan handuk. Tidur beralaskan handuk dapat membantu penyerapan keringat di malam hari, jadi anda tidak akan merasa terlalu gerah atau panas.

Tips Agar Ibu Hamil Tetap Merasa Sejuk

Merasa kepanasan terutama pada malam hari memang merupakan hal yang terbilang normal bagi ibu hamil. Namun keadaan tersebut seringkali membuat ibu hamil menjadi kurang nyaman dan gelisah.

Berikut ini adalah beberapa tips yang bisa diterapkan agar ibu hamil tetap merasa sejuk di kondisi yang demikian :

  • Pililah pakaian yang berbahan katun, linen, atau serat alami lainnya. Bahan jenis ini memungkinkan lebih banyak udara yang bisa mencapai permukaan kulit, sehingga membuat anda merasa sejuk. Selain itu, lebih baik untuk memilih pakaian yang lebih longgar serta hindari pakaian berlapis-lapis.
  • Jagalah agar ruangan tetap sejuk, misalnya dengan menggunakan kipas angin atau pendingin ruangan seperti AC. Hindari juga berada di luar ruangan terlalu lama saat hari terasa panas agar tubuh pun tidak beruap.
  • Mandilah lebih sering lagi karena hal itu dapat membuat anda merasa segar.
  • Segeralah mengelap keringat yang muncul. Kondisi itu bisa disiati dengan meletakkan handuk kecil di dekat anda. Dengan begitu, anda akan bisa langsung mengelap keringat kapan pun.
  • Gunakanlah bedak tabur yang bebas dari kandungan talc. Bedak jenis ini dapat menyerap keringat serta mencegah biang keringat. Maka dalam hal ini juga bisa meredam situasi keringat berlebih saat hamil.
  • Jangan lupa untuk sering minum air putih dengan senantiasa membawa botol air minum. Minumlah minimal 8 gelas cairan sehari dan kemungkinan perlu lebih banyak minum bila keringat juga banyak. Tetap terhidrasi dapat membuat tubuh merasa sejuk sekaligus mencegah anda agar tidak merasa pusing dan lemah saat kepanasan.

Wanita hamil pasti akan mengalami masa-masa yang membawanya pada suatu perubahan, baik fisik maupun mental. Nah, dalam hal ini kondisi keringat berlebih saat hamil mungkin bisa saja terjadi pada ibu hamil.

Dari penjelasan berdasarkan medis memang telah dipaparkan faktanya bahwa hal itu dipengaruhi oleh faktor hormonal. Maka dari itu sebenarnya tak ada yang perlu dikhawatirkan secara berlebihan.

Namun mengenai faktanya juga telah dijelaskan bahwa hal itu bisa menjadi pertanda yang menyangkut keadaan tubuh. Maka penting juga bagi ibu hamil untuk selalu memahami faktor-faktor yang bisa mempengaruhi kehamilan.

Disinilah diperlukan edukasi yang lebih guna mengetahui secara pasti penyebab keadaan tertentu, dalam hal ini keringat berlebih saat hamil.

Editted: 25/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment