Kenali Beberapa Komplikasi pada Kehamilan Kembar Beserta Cara Pencegahannya

Komplikasi pada kehamilan kembar menjadi salah satu masalah yang harus diwaspadai karena dapat membahayakan kesehatan ibu dan janin. Terjadinya komplikasi pada kehamilan kembar memang berisiko lebih tinggi jika dibandingkan saat mengandung satu janin saja. Umumnya semakin banyak bayi yang dikandung, risiko terjadinya komplikasi pada masa kehamilan juga semakin besar.

Seperti yang diketahui, kehamilan kembar merupakan kondisi dimana seorang wanita hamil dengan dua jenis atau lebih di waktu bersamaan. Kondisi tersebut biasanya sering terjadi pada kehamilan fertilasi in vitro atau proses bayi tabung. Para ibu yang sedang mengalami hamil kembar, disarankan untuk selalu menjaga kesehatan dan rutin berkonsultasi ke dokter kandungan.

Pada saat kehamilan kembar terdapat beberapa jenis komplikasi yang disebabkan oleh berbagai faktor yang tidak sama. Karena faktor penyebabnya berbeda, biasanya untuk penanganan yang diberikan juga tidaklah sama. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang jenis dan penyebab komplikasi pada saat kehamilan kembar, simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Kenali Jenis Komplikasi pada Kehamilan Kembar Berikut

Kebanyakan ibu yang hamil kembar tidak menyadari gejala dan penyebab komplikasi sehingga dapat membahayakan janin yang ada di dalam perutnya. Terdapat beberapa penyebab komplikasi pada kehamilan kembar yang harus diperhatikan. Apa saja penyebab dan gejala yang muncul? Berikut ulasannya

Persalinan Prematur

Ada banyak sekali faktor yang menyebabkan seseorang mengalami komplikasi pada masa kehamilannya. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan peluang komplikasi yaitu saat persalinan terjadi sebelum 37 minggu kehamilan atau sering disebut persalinan prematur.

komplikasi pada kehamilan kembar
Konsultasikan kepada dokter jika Anda berisiko mengalami persalinan prematur, pixabay.com

Menurut penelitian yang pernah dilakukan hampir 60% risiko kehamilan kembar berakhir dengan persalinan prematur. Karena persalinan prematur dapat meningkatkan peluang komplikasi maka pastikan untuk melakukan konsultasi lebih lanjut dengan dokter kandungan sebelum persalinan.

Baca: Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur Secara Alami dan Medis

Pembatasan Pertumbuhan Intrauterine (IUGR)

Komplikasi pada kehamilan kembar selanjutnya yaitu pembatasan pertumbuhan intrauterine atau IUGR. IUGR sendiri merupakan sebuah kondisi dimana tingkat pertumbuhan janin mulai melambat pada usia 30 hingga 32 minggu. Penyebab utama masalah IUGR yaitu saat plasenta tidak dapat menangani pertumbuhan bayi kembar yang ada di kandungan.

Umumnya, kedua bayi akan bersaing agar bisa mendapatkan nutrisi yang cukup untuk tubuhnya. Hanya saja kondisi tubuh sang ibu tidak dapat menangani proses pertumbuhan tersebut sehingga dokter perlu melakukan penanganan lebih lanjut. Biasanya para dokter kandungan akan mendeteksi IUGR dengan cara mengukur ukuran perut.

Obstetric Cholestasis

Obstetric Cholestasis merupakan salah satu kondisi yang terbilang langka. Komplikasi jenis ini biasanya sering disebabkan oleh hormon kehamilan estrogen dan progesteron. Kondisi tersebut lebih sering terjadi pada kehamilan kembar karena kadar hormon yang cenderung lebih tinggi. Umumnya obstetric Cholestasis dapat menyebabkan gatal ekstrem tanpa muncul ruam. Jika Anda merasakan gatal yang cukup parah maka segera hubungi dokter atau bidan yang menangani Anda.

Abrupsi Plasenta

Jika dibandingkan saat kehamilan tunggal, abrupsi plasenta memang lebih sering terjadi pada saat kehamilan kembar. Komplikasi pada kehamilan kembar ini dapat meningkatkan risiko mengembangkan preeklamsia sehingga hal tersebut dapat menyebabkan pecahnya membran secara tiba-tiba.

Banyak ahli medis yang mengaitkan masalah gangguan plasenta ini dengan kebiasaan merokok, asupan obat berbahaya hingga kekurangan gizi. Salah satu cara yang bisa Anda lakukan untuk mengatasi absrupsi plasenta pada kehamilan kembar yaitu dengan menjalani diet seimbang. Selain itu, Anda juga bisa melakukan beberapa langkah perawatan sebelum melahirkan yang tepat.

Sindrom Tranfusi Twin-to-Twin

Komplikasi pada kehamilan kembar selanjutnya juga berpeluang terjadi apabila mengalami Sindron Tranfusi Twin-to-Twin. Bagi yang belum tahu, Sindron Tranfusi Twin-to-Twin merupakan kondisi medis dimana terjadinya kelebihan pasokan darah sehingga dapat membebani sistem cardiovascular. Jika dibiarkan hal tersebut dapat meningkatkan tingkat cairan ketuban. Umumnya, Ginekolog memperlakukan Sindron Tranfusi Twin-to-Twin selama kehamilan dengan menarik kelebihan cairan dengan menggunakan jarum.

Anemia

Saat kehamilan kembar, salah satu komplikasi yang sering dialami oleh ibu hamil yaitu masalah Anemia. Seperti yang diketahui, Anemia merupakan salah satu kondisi yang disebabkan karena terjadi peningkatan aliran darah sehingga membuat kadar zat besi mengalami penurunan. Biasanya saat kondisi ini, para dokter akan merekomendasikan suplemen untuk meningkatkan zat besi dalam tubuh.

komplikasi pada kehamilan kembar
Anemia menjadi salah satu masalah kesehatan yang seringkali dialami Ibu hamil yang akan melahirkan anak kembar, pixabay.com

Meski komplikasi pada kehamilan kembar ini tidak terlalu membahayakan bayi, namun pastikan untuk menjaga diri karena dapat membuat tubuh Anda mudah lelah. Karena masalah anemia lebih sering terjadi pada saat kehamilan kembar, maka pastikan untuk rutin melakukan konsultasi ke dokter kandungan.

Gestational Diabetes

Satu lagi komplikasi pada kehamilan kembar yang juga sering terjadi yaitu Gestational Diabetes. Kejadian yang umum terjadi pada kehamilan kembar ini merupakan kondisi dimana kedua plasenta mengalami peningkatan resistensi terhadap produksi insulin. Sehingga hal tersebut membuat kadar gula dalam darah juga mengalami peningkatan yang terbilang signifikan.

Salah satu faktor yang menyebabkan Gestational Diabetes pada kehamilan kembar yaitu ukuran plasenta yang lebih besar. Selain itu, terjadinya peningkatan kadar hormon plasenta juga dapat memicu terjadi komplikasi pada kehamilan kembar yang satu ini.

Cara Mencegah Terjadinya Komplikasi pada Kehamilan Kembar

Setelah membahas tentang apa saja jenis komplikasi yang bisa terjadi saat kehamilan kembar, maka selanjutnya Anda perlu mengetahui bagaimana cara pencegahannya. Sebenamya, komplikasi kehamilan kembar dapat diantisipasi dengan perilaku hidup yang sehat dan selalu rutin memeriksakannya ke dokter kandungan. Nah, untuk lebih jelasnya berikut beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mencegah munculnya komplikasi selama kehamilan kembar.

komplikasi pada kehamilan kembar
Pencegahan adanya komplikasi saat hamil dapat dilakukan jika Anda mengikuti prosedur yang tepat, pixabay.com
  • Pastikan untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara rajin makan makanan sehat dan bergizi lengkap. Selain itu, selalu jaga hidrasi tubuh selama hamil dengan banyak mengonsumsi air.
  • Cara selanjutnya yang bisa dilakukan yaitu dengan rajin berolahraga setiap minggunya. Seperti yang diketahui, ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari berolah raga. Salah satu manfaatnya yaitu dapat membuat tubuh lebih sehat dan bugar.
  • Meski jarang merasakan keluhan selama kehamilan, tidak ada salahnya untuk rutin memeriksakan kandungan ke dokter atau bidan. Hal tersebut perlu dilakukan untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Selain menjaga pola makan dan gaya hidup, hal lainnya yang tidak kalah penting yaitu dengan mengetahui tanda-tanda munculnya komplikasi pada kehamilan kembar. Dengan mengetahui tanda-tandanya tentu saja masalah yang muncul bisa ditangani lebih awal.
  • Satu lagi cara yang wajib untuk dilakukan yaitu sebisa mungkin jauhi asap rokok. Tanpa disadari hal tersebut sangat penting untuk janin agar plasenta yang menyediakan oksigen dapat bekerja secara maksimal.

Jika sudah mengetahui beberapa pencegahan komplikasi pada kehamilan kembar, di atas pastikan untuk menerapkannya selama masa kehamilan. Dengan menerapkan cara-cara yang sudah disebutkan, Anda tidak perlu lagi khawatir atau bahkan takut jika janin di dalam kandungan mengalami masalah. Jangan lupa, pastikan untuk rutin membawanya ke dokter kandungan untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Semoga informasi di atas bermanfaat!


Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.