Apa Penyebab dan Bagaimana Cara Mengatasi Kulit Menghitam Saat Hamil?

Selain perut yang membesar, kaki bengkak dan rambut rontok, ada perubahan lain yang juga dialami yakni kulit menghitam saat hamil.

Saat hamil, kulit memang biasanya terlihat lebih gelap serta timbul bintik hitam atau bercak. Ini akan tetap terjadi meski tidak banyak beraktivitas di bawah sinar matahari.

Di dalam dunia medis, kulit menghitam saat hamil disebut dengan melasma. Ini biasanya terjadi karena perubahan hormon saat hamil yang kemudian merangsang produksi melanin di dalam tubuh.

Melanin merupakan pigmen alami yang memberikan warna pada kulit, mata dan juga rambut. Melasma ditandai dengan timbulnya bercak berwarna gelap di sekitar atas bibir, hidung, tulang pipi, dahi, lengan dan bagian lain.

Selain itu, bagian kulit yang sering mengalami gesekan seperti ketiak dan paha juga akan terlihat menghitam. Karena melasma biasanya memiliki bentuk seperti masker wajah, maka sering disebut dengan cholasma gravidarum atau topeng kehamilan.

Hubungan Kulit yang Menghitam Saat Hamil Dengan Linea Nigra

Meningkatnya produksi melanin penyebab kulit menghitam juga bisa menyebabkan linea nigra. Linea nigra tersebut merupakan garis gelap yang biasanya ada di bagian perut.

Garis ini biasanya akan memudar dan kembali ke warna asli sebelum melahirkan bayi namun juga bisa tidak hilang seluruhnya.

Kapan Kulit Menghitam Saat Hamil Mulai Terjadi?

Kulit menghitam saat hamil bisa terjadi di seluruh tahap kehamilan dan mempengaruhi 90% wanita hamil. Namun biasanya, ini terjadi selama satu sampai tiga trimester. Kulit yang menghitam akan muncul secara bertahap seiring dengan perkembangan kehamilan.

Selain itu, bintik serta tahi lalat kemungkinan juga akan berwarna lebih gelap. Selain itu, wanita yang memiliki kulit gelap juga harus memperhatikan perubahan tersebut selama kehamilan dibandingkan wanita berkulit putih. Namun biasanya, masalah ini akan memudar baik untuk wanita berkulit putih atau hitam.

Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Menghitam Saat Hamil

Kulit Menghitam Saat Hamil
Kulit Menghitam Saat Hamil via stevestonsmiles.com

Kulit menghitam saat hamil sebetulnya bisa hilang sendiri sesudah melahirkan. Untuk itu, sebenarnya tidak perlu khawatir kulit akan terlihat hitam seterusnya.

Meski begitu, masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi timbulnya kulit yang menghitam seperti cara-cara berikut:

1. Kulit Menghitam Saat Hamil di Bagian Puting

Umumnya, area kulit menghitam paling sering terjadi di area puting payudara. Areola atau lingkar di sekitar puting akan melebar dan warnanya berubah menjadi lebih gelap. Biasanya, ini mulai terlihat di minggu pertama atau kedua sesudah pembuahan terjadi.

Sebenarnya, area puting yang menghitam memang sangat wajar terjadi dan sayangnya memang pasti terjadi. Ini disebabkan karena aktivitas hormon MSH, progesteron dan juga estrogen. Beberapa hormon tersebut meningkat serta mendorong sel kulit untuk lebih banyak memproduksi pigmen.

Selain itu, biasanya juga akan terlihat bintik di lingkaran sekitar areola yang dinamakan dengan kelenjar Montgomery. Ini adalah kelenjar lemak yang memproduksi sekret berminyak atau cairan lipoid.

Cairan ini berguna untuk melubrikasi serta melindungi puting serta area di sekitarnya. Cairan ini juga berguna untuk memperlancar bayi ketika menghisap ASI sehingga puting tidak lecet.

Sebetulnya, kulit menghitam saat hamil di puting payudara ini bisa hilang di beberapa bulan postpartum khususnya sesudah menyusui selesai.

Untuk itu, sebaiknya lakukan perawatan sesudah kehamilan serta menyusui benar-benar selesai. Oleskan krim pengelupas kulit ringan di sekitar puting dan juga payudara yang bisa didapatkan di apotek atau rekomendasi dokter.

2. Kulit yang Menghitam Saat Hamil di Wajah

Berbeda dengan kulit kering atau jerawat, kulit yang menghitam di area wajah memang bisa dikatakan jarang terjadi pada wanita Indonesia.

Biasanya, hiperpigmentasi hanya berupa flek berwarna coklat yang muncul di wajah. Flek umumnya berbentuk seperti sayap kupu-kupu berwarna coklat gelap pada bagian depan pipi.

Masalah ini biasanya terjadi pada wanita dengan riwayat melasma atau hiperpigmentasi sebelum masa kehamilan. Inilah yang menyebabkan wajah menghitam ketika hamil jarang terjadi. Biasanya, kondisi juga bisa semakin memburuk ketika terlalu sering terpapar sinar matahari langsung.

Untuk mengatasinya, pakai tabir surya antra 20 hingga 30 menit sebelum keluar rumah. Selain itu, ulangi pemakaian tabir surya antara 7 hingga 8 jam sekali. Lakukan juga teknik eksfoliasi kulit memakai teknologi chemical peeling, laser atau microdermabrasi.

3. Kulit Menghitam Saat Hamil di Area Leher

Kulit yang menghitam saat hamil di area leher terjadi tidak terbatas dan tidak terlokalisir. Biasanya, area lipatan leher yang akan lebih terlihat gelap dibandingkan bagian leher lainnya. Umumnya, akan timbul guratan berwarna hitam dan terlihat seperti kerak.

Kulit menghitam di area leher ini terjadi karena hormon kehamilan, kebiasaan menggaruk leher atau karena bawaan asal kulit. Untuk itu, sebaiknya kurangi menggaruk atau menggosok area kulit di sekitar leher. Ini nantinya bisa memicu kulit yang menghitam, semakin tebal dan terlihat lebih gelap.

Untuk mengatasi leher yang menghitam sebetulnya sama seperti penanganan kulit menghitam di wajah. Namun karena kulit leher yang tebal, maka butuh krim pengelupas yang lebih kuat lagi. Selain itu, gunakan juga lulur di leher memakai beras tumbuk atau bulir dari jeruk lemon.

Cara berikutnya yang bisa dilakukan adalah memakai gel lidah buaya. Hanya cukup mengaplikasikan gel lidah buata di area leher dan diamkan selama 10 menit. Sesudah itu, bilas memakai air bersih dan lakukan secara teratur.

4. Kulit Menghitam Saat Hamil di Ketiak

Selain karena hormon, kulit menghitam saat hamil di ketiak biasanya dipengaruhi iritasi akibat gesekan kulit. Ini juga bisa semakin buruk karena pemakaian deodoran. Bahan tertentu pada deodoran bisa mengakibatkan inflamasi serta area ketiak yang jadi menghitam.

Untuk mengatasi masalah ini, sebaiknya hentikan pemakaian deodoran berbahan keras atau mengandung bahan kimia yang dapat menyebabkan iritasi. Jika memang ingin memakai deodoran, maka gunakan yang organik atau tidak ditambahan parfum. Alternatif lain, bisa juga memakai bedak tabur anti bakteri.

Hindari juga untuk mencukur atau menggaruk area ketiak. Untuk sementara, sebaiknya pakai gunting yang kecil dan juga steril. Sesudah masa kehamilan selesai, maka bisa dilanjutkan dengan menggunakan krim pengelupas kulit ringan.

5. Kulit Menghitam Saat Hamil di Selangkangan

Tidak hanya ketiak, namun selangkangan biasanya juga semakin gelap dan menghitam saat hamil. Ini disebabkan karena berat badan bertambah yang membuat area lipatan anggota gerak mengalami gesekan. Inilah yang kemudian menimbulkan iritasi serta memicu melanogenesis.

Untuk mengatasi masalah ini, pakai lulur atau scrub lembut dengan teratur yang mengandung pencerah seperti lemon atau susu. Namun, perawatan ini baru bisa dilakukan sesudah masa kehamilan.

Perhatikan juga untuk tidak menggaruk kulit selangkangan karena bisa memperburuk iritasi dan membuat kulit semakin hitam.

Cara lain yang bisa dilakukan adalah dengan memakai bubuk kunyit dan yogurt untuk masker. Campur kedua bahan ini memakai perbandingan 2:1. Aplikasikan secara merata di selanngkangan dan diamkan 30 menit. Sesudah itu, bersihkan dengan handuk hangat dan bilas sampai bersih.

Pencegahan Kulit Menghitam Saat Hamil

Kulit Menghitam Saat Hamil
Kulit Menghitam Saat Hamil via byrdie.com

Meski terlihat mengganggu, namun sebenarnya peningkatan hormon penyebab kulit menghitam memang diperlukan bayi supaya bisa berkembang dan tumbuh.

Contohnya estrogen bisa membantu bayi untuk tumbuh secara normal. Sedangkan progesteron bisa membantu menebalkan rahim serta membentuk lingkungan yang sehat untuk pertumbuhan bayi.

Karena beberapa hormon sangat penting untuk bayi, maka sebaiknya kulit yang menghitam tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Meski begitu, masih ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah kulit menghitam saat hamil semakin buruk:

1. Minum Vitamin

Asam folat merupakan suplemen yang penting selama hamil untuk membantu mencegah cacat tabung saraf. Selain itu, asam folat juga bisa membantu mengurangi risiko bayi terlahir dengan bibir sumbing, cacat jantung atau menurunkan risiko preeklamsia.

Selain itu, asam folat ini juga penting untuk membantu mencegah kulit menghitam ketika hamil.

2. Tutupi Kulit

Meski sinar matahari bagus untuk tubuh, namun ini juga bisa memperburuk kondisi kulit yang sudah menghitam. Ini artinya, bercak hitam pada kulit bisa berubah warna akibat melasma ketika terkena sinar matahari.

Untuk mencegah hal ini, maka sebaiknya pakai bayi berlengan panjang, celana panjang dan topi ketika ingin beraktivitas di luar ruangan.

3. Pakai Tabir Surya Mengandung SPF

Jika memang memakai pakaian tertutup terasa terlalu panas, maka sebaiknya gunakan tabir surya yang mengandung SPF. Selain bagus untuk mencegah kanker, tabir surya mengandung SPF juga penting untuk mencegah kulit semakin menghitam.

Namun, pastikan tabir surya tidak mengandung oxybenzone karena bisa menyebabkan berat badan bayi terlahir rendah dan masalah perkembangan bayi.

Selain perubahan fisik dan emosional selama masa kehamilan, kulit menghitam saat hamil juga terkadang membuat wanita semakin khawatir. Namun sebetulnya, ini adalah hal yang sangat normal dan terjadi hampir di semua wanita hamil.

Jika memang kondisinya semakin parah, maka konsultasikan masalah ini dengan dokter untuk mendapatkan saran terbaik sehingga ibu hamil sehat.

Editted: 26/06/2021 by IDNarmadi.

Shaqina

Love to write and sing, Love to be a good person. Menulis pertama kali di idNarmadi dimulai tanggal 31 Agustus 2019. Topik tulisannya banyak mengulas seputar kolam renang, olahraga renang, aplikasi handphone, medsos, parenting, kehamilan, ide kado, ide nama , belajar menggambar, pendidikan, kesehatan & lainnya

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published.