Moms, Begini Cara Memompa ASI Manual yang Baik dan Benar

Bekerja sebetulnya tidak bisa dijadikan penghalang untuk seorang ibu memberi ASI eksklusif pada anak.

Pada saat cuti melahirkan hampir selesai, maka ibu biasanya akan mencari cara untuk mengeluarkan ASI dari payudara dengan cara dipompa.

Biasanya adalah dengan memompa ASI manual, supaya persediaan ASI Perah untuk anak bisa tercukupi. ASI perah sendiri bisa didapat dengan dua cara yakni memompa secara manual atau menggunakan pompa ASI.

Namun untuk para ibu baru, tentunya memompa ASI manual bukanlah hal yang mudah dilakukan karena masih baru.

Akan tetapi sebenarnya, memompa ASI manual juga bisa dilakukan degan bantuan suami sehingga bisa merasakan ikatan antara ibu serta anak.

Bisa dikatakan jika memompa ASI manual kurang populer sebab tangan bisa lebih cepat kelelahan. Namun sebenarnya, ada beberapa kelebihan yang bisa diperoleh ketika memompa ASI dilakukan secara manual. Dari segi harga tentu lebih murah sebab tidak butuh listrik dan rasanya hampir sama seperti hisapan dari mulut bayi.

Tips Memompa ASI Manual Agar Lebih Nyaman

Berikut adalah beberapa tips memompa ASI manual yang bisa dilakukan agar terasa lebih nyaman.

1. Memompa ASI Manual Sambil Bersandar

Cara pertama yang bisa dilakukan ketika ingin memompa ASI manual adalah dengan cara bersandar. Memompa ASI bisa dilakukan sambil bersandar di tempat tidur atau sofa.

Sesudah itu, corong untuk pompa bisa diposisikan di areola kemudian santai dan tarik pompa memakai tangan. Kelebihan dari memompa ASI manual ini adalah gerakan hisapan yang bisa disesuaikan memakai kontrol tangan sesuai dengan kenyamanan.

Memompa ASI Manual
Sumber: medium.com

2. Pilih Pompa Manual Berkualitas

Jika alat memompa ASI manual terbilang murah, sebaiknya jangan dipilih karena biasanya tidak bekerja dengan baik. Selain itu, alat yang tidak berkualitas biasanya juga akan terasa menyakitkan ketika dipakai dan akhirnya suplai ASI terganggu.

Pilihlah alat memompa ASI manual yang berkualitas dan punya fitur lebih bagus sehingga pemompaan bisa dilakukan dengan efisien. Pilih fitur yang mudah dipakai, tingkat hisapan yang bisa disesuaikan, pengaturan kecepatan, mode pijat dan sebagainya.

3. Sebaiknya Gunakan Alat Memompa ASI Manual Sebagai Cadangan

Jika memang memiliki rencana untuk memompa sesekali seperti satu kali sehari, maka pompa manual cocok untuk dipakai.

Namun jika memang ingin memompa ASI lebih banyak, maka memiliki alat memompa ASI elektrik menjai keharusan. Terutama jika ingin memompa ASI beberapa kali sehari, maka sebaiknya gunakan yang elektrik saja.

Masalah dari pemakaian pemompa manual tidak hanya sekedar kemampuan untuk memerah ASI, namun juga tenaga dan waktu yang dibutuhkan.

Jika memakai pompa listrik, maka bisa dikerjakan lebih cepat dan tangan tidak lelah. Meski begitu, pompa manual tetap bagus dipakai jika ingin mengosongkan payudara seluruhnya setelah memakai pompa elektrik.

Menggunakan pompa manual nantinya bisa menambah suplai ASI untuk jangka panjang. Selain itu ketika dalam perjalanan atau larut malam, maka pompa manual menjadi pilihan yang tepat.

Ditambah lagi harganya yang terjangkau jika dibandingkan dengan pompa listrik. Pompa manual juga lebih mudah dipakai di awal untuk membantu supaya puting bisa keluar.

4. Pastikan Membaca Instruksi Manual

Ini mungkin menjadi tips yang paling jelas sebab masing-masing pompa ASI berbeda-beda. Ada banyak ibu baru yang tidak sadar jika sebetulnya pompa yang dimiliki memiliki fitur yang lengkap. Untuk itu, sebaiknya baca instruksi dengan baik sebelum mulai digunakan.

Jika instruksi alat memompa ASI manual tidak dibaca dengan baik, maka mungkin bisa menyebabkan rasa sakit ketika dipakai. Selain rasa sakit, cara pemakaian yang salah juga bisa mengganggu suplai ASI. Pastikan juga pompa sudah terpasang dengan baik sehingga bisa bekerja secara efektif.

5. Lihat Pelindung Payudara

Hal terpenting yang harus diperhatikan ketika ingin memakai alat memompa ASI manual adalah memperhatikan pelindung payudara. Pelindung payudara ini biasa disebut juga dengan flensa yakni bagian terpenting dari pompa. Apabila ini tidak ada, maka harus siap menahan rasa sakit ketika pompa sedang digunakan.

6. Perhatikan Ukurannya

Tips berikutnya yang harus dilakukan adalah mengetahui pelindung payudara yang sebenarnya tidak didasari dengan ukuran dari payudara namun ukuran puting.

Pastikan pelindung payudara memiliki ukuran yang tepat pada puting. Selain itu, pastikan juga bisa membentuk segel pada area areola.

Apabila pelindung terlalu kecil, maka puting akan terasa seperti diampelas sesudah beberapa menit pemakaian. Ini disebabkan karena puting akan saling bergesekan dengan plastik.

Selain itu, jika ukurannya terlalu kecil juga dapat menyumbat saluran ASI, menghambat drainase ASI dan akan mengurangi jumlah ASI.

Namun jika memilih ukuran yang terlalu besar, maka payudara tidak akan bisa dikosongkan seluruhnya. Selain itu, pembengkakan dan bahkan memar juga bisa terjadi di aeola. Ini disebabkan karena ada terlalu banyak jaringan payudara yang tertarik ke pompa.

Memilih ukuran yang tepat menjadi hal penting supaya payudara bisa dengan bebas bergerak ketika dipompa. Untuk itu, hati-hati ketika mengukur ukuran puting sesudah memompa. Ini disebabkan karena puting dan areola masih membesar dan bisa menyebabkan salah memilih pelindung payudara.

7. Pastikan Tujuan Memompa ASI Memang Realistis

Memompa ASI Manual
Sumber: rooirose.co.za

Sebaiknya, tetapkan tujuan yang mau dicapai ketika memompa ASI manual. Salah satu sasarannya didasari dengan berapa lama sudah menyesuai. Apabila menetapkan target sebanyak 8 ons ASI setiap memompa, maka ini bisa dikatakan tujuan yang tidak realistis.

Ketika menyusui secara eksklusif dan berjalan baik, maka produksi ASI akan meningkat secara perlahan. Pada hari pertama, mungkin hasil ASI adalah 30 ons per hari selama 1 bulan. Perlu diingat juga jika memompa berkaitan degan menyusui.

Produksi ASI akan tergantung dari berapa kali menyusui setiap harinya. Produksi ASI tidak sama seperti ketika membuka keran air.

Ini disebabkan butuh waktu supaya ASI yang dihasilkan juga banyak. Untuk itu, pastikan menetapkan tujuan yang realistis untuk produksi pompa ASI dalam satu waktu.

8. Ketahui Batasan Diri Sendiri

Ketahui juga apa saja yang bisa mengubah produksi ASI karena penting ketika sedang memompa ASI manual. Dengan mengetahui apa saja yang bisa berpengaruh pada produksi ASI, maka bisa sangat membantu.

Contohnya jika tiroid tidak terlalu aktif, maka bisa membuat produksi ASI sedikit. Hal lainnya yang mempengaruhi produksi ASI adalah sindrom polikistik, operasi payudara, herbal, obat-obatan bahkan terlalu sering menyusui.

9. Sempatkan Diri Untuk Bersantai

Relaksasi nantinya akan sangat membantu untuk memperlancar ASI. Untuk itu, pastika menyempatkan diri melakukan relaksasi meski jadwal sehari-hari cukup padat. Berikut adalah beberapa contoh relaksasi yang bisa dilakukan:

  • Mendengarkan musik yang bisa menenangkan.
  • Membuat tempat memompa ASI yang nyaman.
  • Memastikan duduk secara ergonomis contohnya memilih kursi yang nyaman.
  • Menyiapkan camilan untuk menambah kenyamanan ketika menyusui.
  • Menyiapkan buku atau acara TV sebagai hiburan.

10. Menguatkan Diri Ketika Melalui Masa Sulit

Memompa ASI manual dan juga menyusui sangat wajar terasa sulit di awal. Meski begitu, hari-hari yang kurang nyaman ketika menyusui bisa terlewati jika sudah terbiasa.

Hal yang harus diingat adalah jika memompa ASI manual harus sering diltih supaya hasilnya juga maksimal. Namun jika masih mengalami kesulitan, maka bisa dibicarakan dengan spesialis laktasi atau pada grup online.

11. Periksa Diet, Tetap Terhidrasi Serta Cukup Tidur

Agar proses memompa ASI manual bisa lancar, maka pastikan mengonsumsi makanan sehat, seimbang serta minum air yang cukup. Minum banyak air berguna untuk menambah siplai ASI. Sedangkan memastikan tubuh terhidrasi penting untuk memproduksi ASI.

Untuk sebagian ibu hamil disarankan untuk minum sekitar 10 cangkir air per hari. Sedangkan untuk ibu menyusui disarankan minum 13 cangkir air per hari. Meski tidak ada patokan pasti tentang waktu tidur, namun sebaiknya usahakan untuk tidur yang nyenyak.

Jika memang selalu terjaga selama semalaman, maka bisa mencoba untuk tidur di siang hari. Tidur yang berkualitas nantinya bisa menambah suplai ASI semakin baik.

12. Atur Jadwal yang Padat

Memompa ASI Manual
Sumber: brunch.co.kr

Spontanitas memang sering terjadi di dalam hidup. Namun jika memang ingin memompa ASI manual dengan esklusif dalam jumlah banyak, maka membuat jadwal menjadi keharusan. Ada beberapa hal yang sangat penting untuk diperhatikan, seperti:

Memperhatikan sesi pemompaan yang teratur supaya hasil ASI bisa maksimal. Selain itu juga berguna agar beberapa masalah seperti ASI tersumbat yang mengganggu bisa dihindari.

Memiliki bayi tentu akan membuat jadwal harian menjadi padat. Inilah yang membuat terkadang para ibu ingin berhenti menyusui.

Namun memberi ASI tetap harus dilakukan setiap 2 jam sekali agar produksi ASI bisa meningkat. Jika ingin memberikan ASI eksklusif, maka berikut contoh yang bisa dilakukan:

  • Jadwal Memompa ASI Manual 2 Minggu pertama
  • Pompa ASI setiap 2 jam sekali saat siang dan malam hingga ketika mau tidur.
  • Masing-masing jadwal memompa setidaknya dilakukan 20 menit.
  • Selama beberapa jam, pastikan sudah tidur

Jadwal Memompa 2 Sampai 6 Minggu

  • Untuk jadwal memompa ASI manual ini dimulai semenjak bangun namun juga dilakukan 2 jam sekali.
  • Ketika malam, maka bayi akan lebih jarang bangun sehingga memompa ASI juga lebih jarang dilakukan.
  • Untuk malam hari, setidaknya memompa ASI dilakukan setiap 4 hingga 6 jam sekali masing-masing 20 menit.

Jadwal Memompa 3 Hingga 6 Bulan

  • Untuk jadwal memompa ASI ini disesuaikan sekitar 6 sesi memompa selama jam bangun tidur.
  • Setiap sesi diberi jarak sekitar 2 serta ½ sampai 3 serta ½ jam. Setiap sesi tersebut dilakukan selama 15 menit.

Jadwal Memompa 4 Hingga 6 Bulan

  • Untuk jadwal memompa ASI ini dilakukan setiap 4 jam masing-masing 15 menit.
  • Sedangkan ketika malam juga bisa sesekali bangun untuk memompa ASI.

Jadwal Memompa 6 Bulan

  • Untuk jadwal memompa ASI 6 bulan ke atas, maka hanya perlu dilakukan setiap 4 sampai 5 jam sekali.
  • Sedangkan untuk malam bisa dipakai beristirahat selama bayi juga tertidur.

13. Lakukan Rangsangan Dengan Memakai Bayi

Aliran ASI akan dikendalikan oleh down reflex. Agar ASI bisa diperbanyak, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Berikut beberapa diantaranya:

  • Bisa mencoba melakukan pijatan payudara.
  • Pakai waslap yang sudah dibasahi dengan air hangat.
  • Menyentuh atau sekedar mencium bayi.
  • Melihat foto bayi sendiri.

14. Pompa di Pagi Hari

Sudah menjadi hal yang umum jika ibu menysui akan mencoba untuk tidur lebih banyak di malam hari. Ini disebabkan karena banyak tenaga yang sudah dipakai untuk mengurus bayi.

Untuk itu ketika bangun di pagi hari, produksi ASI biasanya semakin banyak. Sebaiknya, pompa ASI antara jam 1 sampai 5 pagi sebab produksi ASI sedang banyak.

15. Simpan ASI Dengan Benar

Setelah selesai memompa ASI manual, maka langkah selanjutnya yang penting dilakukan adalah menyimpan ASI tersebut dengan baik. Sebaiknya, ASI disimpan dalam wadah khusus untuk langsung digunakan.

Hindari memindahkan ASI tersebut ke botol yang lainnya untuk menghindari kontaminasi. Selain itu, pakai juga botol berbahan BPA free atau non BPA atau bahkan memakai plastik khusus untuk menyimpan ASI.

Memompa ASI manual sangat penting dilakukan sebagai persiapan ASIP khususnya jika sedang tidak bisa bersama bayi.

Sebelum memompa, ada baiknya untuk menyusui bayi lebih dulu selama 15 menit untuk setiap payudara. Setelah itu bisa dilanjutkan dengan memompa ASI. – Last editted: 09/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.