Sebelum kita mengulas kriteria yang bagaimana yang bisa di kategorikan sebagai kolam renang anak yang aman, kita bahas dulu seputar kaporit dan efeknya untuk si kecil.

Ketika anda akan mengajak anak berenang, anda harus selektif memilih kolam. Kondisi air kolam renang anak yang bersih dan sehat berpengaruh untuk keamanan si Kecil.

Hindari kolam renang umum di mana terlalu banyak kaporit di dalamnya. Utamanya untuk bayi, usahakan untuk tidak membawanya berenang ke kolam berkaporit.

Sodium hipoklorit atau kaporit adalah keturunan dari klorin. Sedangkan klorin sendiri sangat efektif sebagai disinfektan dalam air. Klorin mampu membunuh bakteri dan mikroba lain yang terdapat di dalam air.

Selain kolam jadi bersih, penggunaan klorin juga menimbulkan efek samping, terutama untuk bayi dan anak-anak. Berikut efek samping dari klorin yang terdapat dalam kaporit:

Hal Penting Sebelum Anda Mengajak Anak Berenang

Seperti apa yang sudah saya singgung di atas. Berikut saya rinci dampak klorin terhadap Anak.

1. Memicu alergi pada kulit

Klorin yang sudah larut dalam air tetap bisa menempel pada kulit dan rambut. Hal ini dapat terlihat dari rambut yang agak kaku setelah selesai berenang di kolam umum, dan kulit yang kesat tidak biasa.

Untuk sebagian orang, terutama bayi dan anak-anak, klorin dapat memicu munculnya alergi kulit. Beberapa gejala yang sering dialami anak adalah ruam pada kulit, gatal, peradangan kulit, dan kulit jadi kering serta bersisik.

2. Meningkatkan risiko gangguan pernapasan

Ternyata, klorin memiliki efek tidak langsung pada pernapasan. Pada hasil sebuah penelitian terungkap bahwa klorin dapat menimbulkan iritasi saluran pernapasan dan membuatnya menjadi sensitif.

Dari sanalah, anak bisa jadi asma atau gejala gangguan pernapasan sejenis. Selain itu, sering mengajak anak berenang di kolam berkaporit bisa meningkatkan risiko kambuhnya asma dan rinitis alergi pada anak.

Semakin lama anak berenang di kolam renang berkaporit, semakin tinggi juga risiko terkena alergi gangguan pernapasan.

3. Iritasi pada mata

Klorin bisa bereaksi saat terkena zat organik seperti urin dan keringat para perenang. Dari sana, timbul senyawa sejenis nitrogen triklorida.

Senyawa kimia ini dapat menyebabkan iritasi pada membran mucus sehingga memicu iritasi mata. Efeknya, mata jadi merah dan perih.

Jika terus-terusan terpapar senyawa tersebut, mata bisa mengalami permasalahan penglihatan seperti kornea berawan, iritis, retinitis, hingga katarak.

4. Permasalahan pada sistem pencernaan

Bayi dan anak masih belum memiliki reflek yang baik saat ada air masuk ke dalam mulut. Saat hal itu terjadi, seringnya mereka akan langsung menelannya saja.

Efek yang terjadi jika menelan kaporit bagi bayi dan anak adanya rasa terbakar di tenggorokan. Jika jumlah air yang tertelan cukup banyak, bisa menimbulkan kerusakan pada jaringan dalam tubuh terutama sepanjang jalur pencernaan.

Jika kaporit yang terkandung dalam kolam renang melebihi batas aman, dapat menyebabkan kerusakan pada mulut, esophagus, dan lambung. Jadi, pastikan anak tidak menelan air yang mengandung kaporit saat anda mengajak anak berenang.

Pilihlah kolam renang anak yang aman serta bebas kaporit jika ingin mengajak anak berenang. Atau gunakan kolam renang karet. Keamanan dan kesehatan anak jauh lebih penting dari apapun.

Kriteria Kolam Renang Bayi yang Aman

mengajak anak berenang
Mengajak anak berenang

Untuk bayi dengan usia 6 bulan ke bawah, pastikan anda tidak mengajaknya ke kolam renang umum untuk semua usia. Karena, air pada kolam renang umum terlalu dingin untuk bayi dengan usia ini.

Bayi yang belum 6 bulan hanya boleh berenang di kolam renang dengan suhu sekitar 32 derajat Celcius. Segera angkat anak dari kolam renang, jika anda melihat kondisi tubuhnya mulai menggigil. Langsung hangatkan tubuhnya dengan handuk.

Pastikan ketinggian air kolam renang mencapai pundaknya. Hal ini bisa menjaga tubuhnya agar tetap hangat dan memudahkannya bergerak di air.

Air pada kolam renang umum biasanya mengandung klorin. Jika anak memiliki kulit kering atau eksim, disarankan untuk menghindari air kolam yang mengandung klorin karena dapat menimbulkan iritasi kulit.

Sebaiknya konsultasi dulu ke dokter anak sebelum mengajak anak berenang ke kolam renang anak atau umum. Disarankan untuk segera memandikannya usai berenang, agar zat kimia yang terkandung pada air kolam renang tidak mengiritasi kulitnya.

Kolam renang umum selalu dipenuhi oleh orang dengan kondisi kesehatan dan kebersihan yang beraneka macam. Karena kekebalan tubuh Si Kecil belum cukup kuat, pastikan bahwa kolam renang anak terjaga kebersihannya untuk mengurangi risiko infeksi.

Bayi belum bisa mengontrol kepalanya dengan baik. Hal ini memungkinkan dia menelan banyak air yang dipenuhi kuman dan bakteri.

Oleh karena itu, dianjurkan saat mengajak anak berenang di saat kolam renang sedang sepi dan airnya bersih, guna meminimalkan risiko menelan air penuh kuman. Jangan membiarkan si kecil berenang sendiri tanpa pengawasan.

Jika usia bayi anda masih di bawah 6 bulan, disarankan untuk mengenalkan kegiatan berenang ini melalui media kolam renang anak plastik, bila di daerah anda tidak tersedia fasilitas kolam khusus bayi.

Atau anda bisa mulai ajari anak berenang dengan menggunakan bathtub di rumah, jika tersedia.

Cek Kondisi Kesehatannya Sebelum Mengajak Anak Berenang

Cek kondisi kesehatannya juga penting lho, dengan tujuan agar selama atau setelah anda mengajak anak berenang, anak tidak trauma dan mau diajak berenang lagi di kemudian hari.

Berikut ini hal yang perlu anda perhatikan dan persiapkan sebelum mengajaknya berenang:

Jangan mengajak anak berenang jika dia sedang sakit, termasuk diare, demam, dan flu berat. Tunggu sampai dia sudah benar-benar sembuh.

Gunakan popok khusus untuk berenang. Popok jenis ini tidak basah jika terkena air, tapi tidak anti bocor. Segera ganti popok, jika anak telah buang air kecil atau buang air besar, agar kotorannya tidak bocor dari popok.

Jika sebelum berenang anak sudah makan, jangan langsung membawanya ke kolam renang. Tunggu dulu setidaknya 60 menit dari anak selesai makan.

Selain itu, jangan terlalu lama membiarkannya di dalam air, terutama saat anda mengajaknya berenang untuk pertama kalinya. Waktu yang disarankan adalah 10 – 15 menit.

“Baca Juga: Ikuti Yuk 7 Tips Berenang Aman dengan Anak Berikut Agar Semua Terkendali

Demikian beberapa hal penting yang harus anda perhatikan dan persiapkan sebelum mengajak anak berenang, baik itu di kolam renang anak maupun umum. Semoga bermanfaat. Sekian dan Terimakasih. (br)

Editted: 01/07/2021 by IDNarmadi.

nv-author-image

Arief Hakim Prabowo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *