Perhatikan! Begini Gejala dan Penyebab Plasenta Lengket di Rahim

Tahukah Anda ternyata beberapa kebiasaan berikut ini dapat menjadi penyebab plasenta lengket di rahim. Mencari tahui penyebab plasenta lengket di rahim tersebut sangat perlu dilakukan untuk mengantisipasi kemunculan nya.

Seperti yang diketahui, Plasenta atau yang biasa disebut ari-ari merupakan suatu organ yang tumbuh pada saat perempuan sedang hamil.

Keberadaan plasenta ini memiliki peran yang sangat penting untuk pertumbuhan dan perkembangan janin dalam kandungan.

Nantinya, plasenta akan ikut dilahirkan atau keluar saat ibu hamil mengeluarkan bayinya. Namun, tahukah Anda ternyata dari beberapa kasus yang terjadi ternyata bagian plasenta ini sulit untuk dikeluarkan.

Plasenta yang sulit keluar tersebut sering disebut dengan keadaan plasenta lengket pada dinding rahim. Dalam istilah medisnya sering disebut dengan nama retensio plasenta.

Lantas, apa penyebab dari kondisi tersebut? Nah, untuk mengetahui penyebab dan cara pencegahannya simak ulasan berikut ini.

Cari Tahu Berbagai Penyebab Plasenta Lengket di Rahim

Sebelum membahas lebih jauh tentang penyebab plasenta lengket di rahim, ada baiknya Anda memahami pengertian dari plasenta lengket itu sendiri. Langsung saja, berikut ini akan disajikan beberapa penjelasan singkat tentang plasenta lengket beserta cara penanganannya.

Apa Itu Plasenta Lengket?

Plasenta lengket atau retensio plasenta merupakan sebuah kondisi di mana plasenta tidak mau keluar dengan sendirinya saat ibu melahirkan.

Umumnya plasenta ini tertinggal sebagian di dalam rahim saat proses persalinan berlangsung. Plasenta yang dikatakan lengket di dinding rahim yaitu jika belum juga keluar lebih dari 30 menit setelah kelahiran.

penyebab plasenta lengket di rahim
Kontraksi yang buruk dapat menjadi penyebab retensio plasenta, pixabay.com

Nah, perlu diingat bahwa plasenta yang lengket tersebut dapat menyebabkan risiko pada ibu hamil seperti pendarahan hingga kematian. Oleh karena itu, plasenta lengket perlu menjadi perhatian bagi para ibu khususnya yang akan melahirkan.

Masalah retensio plasenta ini berkemungkinan akan menyerang ibu hamil yang sebelumnya pernah mengalami masalah ini. Oleh karena itu, lakukan konsultasi ke dokter jika menemukan tanda atau gejala-gejala munculnya plasenta lengket saat hamil.

Gejala Plasenta Lengket

Setelah membahas tentang pengertian plasenta lengket maka selanjutnya Anda juga perlu memahami tentang gejalanya. Sama halnya dengan masalah plasenta lainnya, umumnya masalah plasenta lengket ini juga ditandai dengan munculnya beberapa gejala yang mana diantaranya yaitu:

  • Demam
  • Terjadi pendarahan tanpa henti
  • Mengalami kram parah dan kontraksi
  • Terjadi keterlambatan produksi ASI
  • Cairan vagina atau keputihan cenderung berbau tidak sedap.

Menurut Renee Kam yang merupakan seorang konsultan laktasi bersertifikat menyebutkan bahwa keluarnya plasenta akan memberi sinyal pada tubuh ibu. Sinyal tersebut berkaitan dengan produksi ASI setelah kelahiran.

Nah, apabila plasenta atau ari-ari masih tertinggal di dalam rahim tentu saja sinyal yang dihasilkan terputus sehingga produksi ASI menjadi terhambat.

Penyebab Plasenta Lengket di Rahim

Meski kasus ini sudah sering terjadi ternyata masih banyak ibu yang masih belum mengetahui penyebab plasenta lengket di rahim.

Sebenarnya penyebab utama plasenta lengket di rahim hingga kini belum dapat diketahui secara pasti. Namun, terdapat beberapa faktor yang dapat menjadi penyebab plasenta lengket di rahim. Diantaranya yaitu:

  • Kontraksi rahim yang cenderung buruk
  • Tidak mendapatkan nutrisi yang maksimal selama masa kehamilan
  • Mengalami masalah hipertensi selama kehamilan
  • Ukuran plasenta yang cenderung kecil
  • Adanya riwayat kuret atau caesar
  • Adanya riwayat infeksi rahim
  • Terjadinya ketuban pecah di usia dini
  • Kehamilan bayi kembar
  • Adanya pelekatan plasenta yang terlalu dalam

Setelah mengetahui beberapa penyebab plasenta lengket di rahim di atas bisa menjadi perhatian agar lebih hati-hati dan waspada.

Seperti yang sudah sedikit dijelaskan di atas, jika Anda pernah mengalami kondisi retensio plasenta ini maka kemungkinan terjadi lagi pada kehamilan berikutnya akan semakin besar. Untuk itu pastikan untuk sering melakukan kontrol kehamilan pada dokter spesialis kandungan.

Cara Mencegah Plasenta Lengket

Terkadang penyebab plasenta lengket di rahim jarang disadari oleh para ibu hamil sehingga terlambat dalam penanganan. Karena plasenta lengket ini dapat menyebabkan komplikasi pendarahan pasca kehamilan sehingga perlu diwaspadai oleh ibu hamil.

perlu diketahui, sampai saat ini belum ada pengobatan yang dapat mencegah terjadinya masalah plasenta lengket. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena bisa dilakukan deteksi dini melalui pemeriksaan USG secara berkala.

Nah, jika ternyata kehamilan memiliki risiko tinggi maka dokter akan menyarankan untuk melakukan operasi caesar.

penyebab plasenta lengket di rahim
Operasi adalah cara terakhir dalam penanganan plasenta yang lengket, pixabay.com

Tujuan utama mengapa dilakukan operasi caesar saat pasien mengalami plasenta lengket yaitu untuk mencegah terjadinya pendarahan pasca kehamilan. Seperti yang diketahui, pendarahan merupakan salah satu masalah yang dapat membahayakan nyawa ibu dan juga si kecil.

Setelah memahami tentang penyebab plasenta lengket di rahim, maka selanjutnya yaitu cara bagaimana mencegah kondisi tersebut. Langsung saja, berikut ini beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah retensio plasenta saat kehamilan. Diantaranya yaitu:

  • Usahakan untuk selalu istirahat yang cuku
  • Sebaiknya hindari stres dan kelola faktor penyebab stres itu sendiri
  • Perbanyak konsumsi makanan bergizi yang mengandung protein, DHA, asam folat, lemak, multivitamin dan juga Omega-3
  • Sebaiknya konsumsi obat atau suplemen kehamilan agar kondisi kehamilan Anda tetap sehat dan aman.
  • Pastikan untuk rajin memeriksakan ke dokter spesialis kandungan secara rutin dan lakukan USG sesuai anjuran.

Penanganan Retensio Plasenta

penyebab plasenta lengket di rahim
Lakukan konsultasi rutin dan USG untuk mencegah terjadinya retensio plasenta, pixabay.com

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi masalah plasenta lengket atau retensio plasenta. Untuk mengatasi masalah tersebut tentu saja dengan mengeluarkan seluruh atau sebagian yang tertinggal di dalam rahim.

Nah, berikut beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menangani retensio plasenta. Diantaranya yaitu:

1. Mengeluarkan dengan Tangan

Cara pertama yang umumnya dilakukan oleh para dokter untuk mengatasi plasenta lengket yaitu mengeluarkannya dengan tangan.

Nantinya dokter akan mengeluarkan plasenta tersebut secara manual dengan cara memasukkan tangan ke dalam rahin pasien. Namun perlu diketahui, untuk metode yang pertama ini cenderung dapat meningkatkan risiko infeksi.

2. Menggunakan Obat-obatan

Cara selanjutnya yang juga sering digunakan untuk mengatasi masalah retensio plasenta yaitu memberi obat-obatan untuk mengendurkan rahim.

Tujuan obat tersebut yaitu membuat rahim berkontraksi sehingga memudahkan tubuh mengeluarkan plasenta. Kekurangan cara yang kedua ini dapat berpengaruh terhadap produksi ASI.

3. Operasi

Cara yang ketiga ini menjadi solusi atau pilihan terakhir untuk mengatasi masalah plasenta lengket. Mengapa cara terakhir karena metode operasi dapat menyebabkan ibu mengalami komplikasi pada kehamilan.

Melalui operasi, nantinya dokter akan mengangkat seluruh ataupun sebagian plasenta yang tertinggal selama proses persalinan.

Demikian beberapa ulasan singkat mulai dari pengertian, gejala, cara penanganan dan juga penyebab plasenta lengket di rahim. Nah, apabila Anda pernah mengalami riwayat masalah ini pada kehamilan sebelumnya pastikan untuk sering melakukan konsultasi ke dokter.

Hal tersebut karena kemungkinan besar akan berpengaruh pada kehamilan selanjutnya. Semoga informasi yang disajikan di atas bermanfaat dan membantu Anda khususnya yang sedang hamil sekarang ini!

Editted: 26/06/2021 by IDNarmadi.

Luluk

Lahir di Kota Blitar. Saat ini belajar di UIN SATU Tulungagung, mengambil jurusan Tadris Bahasa Inggris. Selain itu, Dia juga sibuk bekerja part-time (freelance writer). Impiannya adalah menjadi enterpreneur. Menulis pertama kali di idNarmadi dimulai tanggal 9 Februari 2020.

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published.