Tahap Perkembangan Psikologi Anak Remaja dan Tips Memahaminya

Remaja sering dikaitkan dengan kenakalan dan hal lain yang kurang baik. Padahal, dalam perkembangan psikologi anak remaja, hal demikian sudah lumrah terjadi.

Psikologi anak sendiri termasuk salah satu bidang studi yang membahas mengenai perkembangan mental, perilaku hingga emosional pada seorang anak.

Jika posisi Anda saat ini adalah orang tua, maka Anda perlu mengetahui dan mendalaminya supaya bisa mempererat hubungan antara Anda dengan anak.

Pada faktanya, tidak semua orang tua memahami tentang perkembangan psiokologi anak remaja. Bahkan, beberapa dari mereka justru acuh mengenai hal itu. Padahal, dengan mengetahui psikologinya, orang tua akan lebih mudah dalam mendidiknya.

Pemahaman akan psikologi pada anak dapat memberikan dampak pada pembentukan kepribadian ketika akan beranjak dewasa. Hal tersebut juga bisa berdampak pada perkembangan kognitif, fisik, sosial serta emosional mereka.

Memang benar jika perkembangan psikologi anak juga termasuk salah satu kunci dari tumbuh kembangnya seorang remaja. Kemudian, bagaimana perkembangannya dari tahun ke tahun? Simak penjelasannya dibawah ini.

Apa saja Perkembangan Psikologi yang Dialami oleh Remaja?

Setiap anak pastinya akan mengalami fase perkembangan psikologi anak remaja. Anda perlu tahu apa saja perkembangan yang akan dialaminya. Oleh sebab itu berikut ini beberapa penjelasan mengenai perkembangan psikologi apa saja yang akan dialami oleh anak seiring pertambahan usianya.

Sebaiknya pahami setiap perkembangan yang terjadi, supaya Anda dapat introspeksi diri dan tahu apa yang seharusnya dilakukan kedepannya.

Perkembangan Psikologi Remaja 10-13 Tahun

Apabila anak Anda berada pada fase perkembangan di usia 10 sampai 13 tahun ini merupakan fase early. Mengapa? Sebab anak baru saja memasuki tahapan yang disebut dengan masa puber.

Oleh sebab itu, Anda sebagai orang tua perlu mempersiapkan diri karena anak akan mengalami perubahan mulai dari suasana hati serta perilaku yang berbeda dari biasanya.

perkembangan psikologi anak remaja
perkembangan psikologi anak remaja – pixabay.com

Beberapa perkembangan psikologi anak remaja pada usia 10 sampai 13 tahun diantaranya yaitu sebagai berikut:

  • Masih menampakkan ketergantungan serta kedekatannya kepada orang tua.
  • Memiliki kelompok bersama teman dekatnya.
  • Memulai untuk mencari identitas dirinya serta menampakkan kemandirian.

Pada saat anak menginjak usia 10 tahun, perkembangan emosional atau psikologi remaja akan menampakkan ketergantungannya kepada orang tua.

Akan tetapi untuk kedekatan kepada teman-teman atau sahabatnya juga akan semakin menguat. Bahkan anak juga akan merasakan tekanan yang berasal dari lingkungan pertemanan semakin besar.

Begitu juga dengan identitas diri sang anak dalam pertemanan. Meskipun begitu, pada usia 10 tahun ini anak menganggap orang dewasa mempunyai kekuasaan yang lebih besar.

sehingga anak masih akan mengikuti prinsip serta aturan yang terdapat di rumah. di waktu yang bersamaan anak juga akan mulai peduli terhadap penampilan dan juga tubuhnya.

Perkembangan sosial anak yang menguat bisa dibuktikan melalui kesetiaan terhadap teman satu grub/ gengnya. Di saat usianya menginjak 10 tahun, perkembangannya dapat terlihat dari sisi kompetetifnya.

Si anak akan bersaing terhadap teman yang bukan bagian dari perkumpulannya. pada fase transisi ini, anak juga akan menampakkan ketertarikannya terhadap lawan jenis.

Perkembangan Psikologi Remaja Usia 14-17 tahun

Pada usia 14 hingga 17 tahun, perkembangan psikologi naka remaja ini disebut dengan fase middle. Dapat dikatakan bahwa perkembangan psikologi akan nampak sebab mulai membangun identitas diri. Di rentang usia ini juga akan menampakkan kemandiriannya supaya tidak bergantung kepada orang tua.

perkembangan psikologi anak remaja
perkembangan psikologi anak remaja – pixabay.com

Beberapa perkembangan psikologi anak remaja yang dialami yaitu; memperlihatkan kemandiriannya, menghabiskan waktu dengan keluarga lebih sedikit. Selain itu anak juga akan menunjukkan ketertarikannya pada lawan jenis.

Kepedulian yang dimiliki akan semakin nampak serta perhatian kepada teman, lawan jenis maupun keluarganya. Pada fase ini suasana hati si anak juga akan mengalami perubahan yang tak menentu.

Perkembangan Psikologi Remaja Usia 18 tahun

Di usia 18 tahun ini remaja akan mencapai fase terakhir yang dikenal dengan late. Biasanya pada usia ini, sifat impulsive anak akan lebih terkendali dibandingkan usia sebelumnya. Oleh sebab itu, perkembangan psikologi pada usia ini lebih memikirkan risiko yang akan terjadi kelak.

Beberapa perkembangan psikologi yang akan dialami remaja usia 18 tahun yaitu; anak akan membuka dirinya guna memperluas pertemanan.

Di usia ini anak juga sudah mulai memikirkan masa depan serta juga tujuan hidupnya. Sudah mandiri dan dapat membuat keputusan untuk dirinya sendiri. Sudah mulai tertarik kepada lawan jenis dan serius dalam menjalin hubungan.

Tips Membantu Memahami Perkembangan Psikologi Anak Remaja

perkembangan psikologi anak remaja
perkembangan psikologi anak remaja – pixabay.com

Anda perlu tahu tentang bagaimana perkembangan anak saat akan beranjak ke fase remaja. Masa remaja dikenal dengan masa transisi (perpindahan) yang dialami oleh anak untuk mencapai usia dewasa. Berikut ini beberapa tips yang dapat membantu memahami perkembangan psikologi anak remaja Anda.

  • Lakukan observasi yang baik

Pertama, Anda harus melakukan observasi untuk memahami perkembangan psikologi anak remaja. Anda bisa mnegamatinya saat meminta hal-hal tertentu, interaksinya dengan orang lain atau saat bermain. Berikan respons atas pemahaman tersebut bisa dengan cara mendukung apa yang disukai dan lain sebagainya.

  • Berilah anak pujian

Ketika anak Anda berikan pujian sekecil apapun itu pastinya dirinya akan merasa dihargai oleh orang yang disayanginya. Pastikan Anda melakukan pujian terhadap apa yang benar-benar dilakukannya.

Serta dalam memujinya jangan terlalu berlebihan supaya dirinya tidak menjadi pribadi yang haus akan pujian serta sombong.

  • Menjadi pendengar yang baik

Saat berkomunikasi tidak selamanya Anda perlu berbicara, ada waktunya dimana harus mendengarkan. Anda dapat mengukur emosi anak melalui nada, ekspresi serta Bahasa tubuh yang digunakan. Selain menjadi pendengar tugas dari orang tua yaitu juga memberi tahu atau masukan bagi sang anak.

  • Berikan kesempatan untuk mengekspresikan dirinya

Jika melakukan pembatasan terhadap anak jangan terlalu ketat supaya mampu mengekspresikan perasaannya. Berikanlah semangat serta dorongan agar anak mampu mengasah kemampuan yang dimilikinya. Dengan begitu anak Anda dapat tumbuh kembang dengan baik.

  • Berilah perhatian yang cukup

Perhatian yang cukup dapat berpengaruh bagi perkembangan psikologi anak remaja. Sebagai orang tua, Anda wajib memberikan perhatian yang cukup dan itu sangat diperlukan anak.

Tidak hanya melihat atau sekedar menyapanya saja pada setiap kesempatan, namun lebih dari itu. Anak juga membutuhkan perhatian serta waktu yang Anda berikan kepadanya.

  • Perhatikan lingkungan sekitar anak Anda

Lingkungan tempat dimana anak dibesarkan juga dapat berpengaruh pada perkembangan psikologi anak remaja. Anda sebagai orang tua dari sang anak juga harus mengawasinya bagaimana cara berinteraksinya, bagaimana sikapnya saat berada di lingkungan rumah atau sekolah.

  • Habiskan waktu berkualitas Anda dengan anak

Bagi seorang anak, waktu orang tua sangat berharga dibandingkan dengan barang-barang yang diberikan. Saat ini banyak orang tua yang terlalu sibuk sehingga lebih mementingkan pekerjaan dibandingkan menghabiskan waktu dengan anak.

Cobalah untuk melaungkan waktu bersama anak, hal tersebut dapat membantu memahami bagaimana perkembangan psikologi anak remaja Anda.

Nah itulah informasi tentang perkembangan psikologi anak remaja serta tips bagaimana cara membantu memahaminya. Semoga penjelasan tersebut bisa bermanfaat dan anak Anda dapat tumbuh dan kembang dengan baik.

Editted: 16/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *