Kenali 6 Posisi Bayi Menjelang Persalinan pada Minggu Terakhir

Sebelum masa persalinan, bayi juga melakukan berbagai persiapan untuk menyambut hari kelahirannya. Posisi bayi menjelang persalinan akan berubah tidak seperti masa kehamilan.

Secara alami, bayi akan mencari posisi terbaik supaya mudah keluar ketika proses persalinan dengan posisi kepala berada di mulut rahim. Nah, berikut ini penjelasan beberapa posisi bayi menjelang persalinan yang dapat anda ketahui.

Gerak bayi mungkin dapat terjadi lebih aktif pada kehamilan kembar karena posisi salah satu bayi sudah berada lebih rendah di perut anda. Namun bisa saja terjadi pada detik akhir menjelang persalinan ataupun justru pada saat persalinan dimulai.

Mengenal Posisi Bayi Menjelang Persalinan Sudah Dekat

Posisi Bayi Menjelang Persalinan
Posisi Bayi Menjelang Persalinan Via parenting.com

Bayi yang memasuki minggu “due date” berada pada posisi terbalik. Kepala bayi berada di dekat serviks atau biasa disebut mulut rahim. Posisi ini bertujuan supaya si kecil mudah keluar ketika proses persalinan.

Saat akan dilahirkan, janin yang berada di kandungan hingga minggu ke 40 sudah memiliki rambut yang tumbuh baik. Alis dan bulu mata yang menghiasi wajah bayi. Nah, pada usia 37 minggu, bayi akan mengubah posisi untuk menyesuaikan proses persalinan.

Nah, berikut ini posisi bayi menjelang persalinan yang dapat anda ketahui. Posisi ini terjadi secara alami. Dan normalnya posisi bayi menjelang persalinan yaitu kepala bayi akan menghadap pada jalan lahir ketika waktu persalinan sudah dekat.

1. Berputar-Putar

Tubuh bayi di dalam kandungan mulai aktif bergerak dan berputar-putar. Hal ini terjadi setelah kepala bayi mulai berada di dekat jalan keluar. Putaran dan gerakan tersebut dilakukan oleh bayi untuk mencari cara terbaik untuk segera lahir.

Dorongan ini tidak hanya terjadi kearah bawah, melainkan bisa ke segala arah. Yang pasti, pergerakan ini merupakan salah satu cara untuk membantu proses persalinan supaya berjalan lancar.

Pergerakan bayi yang semakin sering inilah yang membuat bertambahnya pembukaan. Jadi, anda tidak perlu khawatir jika pergerakan bayi semakin sering.

2. Bayi Sudah Mulai Masuk ke Panggul

Posisi bayi dalam kandungan menjelang persalinan salah satunya yaitu bayi sudah mulai masuk ke panggul. Saat sudah masuk ke panggul, kepala bayi biasanya berada di bawah sehingga lebih rendah.

Jika posisi bayi sudah turun, posisi ini dapat mengurangi beberapa tekanan pada diafragma, dan anda tidak terlalu sesak dalam bernafas. Nah, setelah bayi dalam posisi ini, mungkin anda menjadi lebih sering untuk buang air kecil karena kepala bayi semakin menekan kandung kemih.

3. Detak Jantung Fluktuasi

Hampir sama dengan detak jantung sang ibu, detak jantung bayi juga akan fluktuasi menjelang proses persalinan. Kenaikan dan penurunan detak jantung tersebut bergantung pada fase aktif dan istirahat.

Fluktuasi dianggap dalam kategori aman jika berkisar antara 110 hingga 160 denyutan setiap menit. Jika rentangnya lebih lambat maupun lebih cepat dari angka tersebut, bisa jadi terdapat masalah pada bayi.

4. Bayi Menggerakkan Kepalanya

Bayi yang sudah berada di bawah akan melakukan gerakan lain secara alami. Gerakan bayi menjelang persalinan tersebut umumnya berupa menggerakan kepalanya hingga memberikan tekanan pada serviks.

Nah, pada periode ini leher rahim sudah mulai membesar. Gerakan ini tentu saja menjadi salah satu hal yang cukup penting sebagai bagian dari pembukaan jalan lahir untuk si kecil.

5. Tidur dan Istirahat

Di tengah aktifnya bayi bergerak, sesekali bayi juga melakukan istirahat bahkan bisa sampai tertidur. Cara ini dilakukan karena bayi menyimpan energi untuk proses persalinan kelak.

Supaya kebutuhan energi tetap terjaga, maka bayi akan mengembalikannya dengan cara beristirahat. Tidak perlu khawatir, bayi hanya membutuhkan waktu sebentar untuk istirahat.

Setelah merasa cukup, gerakan bayi akan kembali aktif dan mencari jalan lahir kembali. Pada waktu inilah proses kontraksi akan menjadi lebih sering dan terasa lebih kuat.

Semakin mendekati waktu persalinan, maka tekanan di dalam rahim juga akan semakin terasa. Hal ini akan terus terjadi hingga bayi dapat menemukan jalan keluar dan berhasil dilahirkan. Nah, semua proses ini terjadi secara alami.

6. Gerakan Janin Melambat

Nah, ketika bayi telah menemukan jalan dan siap untuk dilahirkan. Maka beberapa jam sebelum menuju persalinan, gerakan bayi akan melambat. Hal ini terjadi karena sedang mengatur posisi bayi menjelang persalinan.

Mengenal Tanda Alami Menjelang Persalinan

Salah satu persiapan persalinan yang paling utama adalah memahami tanda alami tubuh ketika proses persalinan sudah dekat. Apa saja tanda alami menjelang persalinan tersebut? berikut ini penjelasan lengkapnya.

1. Terjadi Kontraksi yang Lebih Teratur

Posisi Bayi Menjelang Persalinan
Tanda Alami Menjelang Persalinan Via momjunction.com

Umumnya, tubuh ibu hamil akan mengalami kontraksi yang lebih teratur dengan rasa sakit yang lebih daripada kontraksi sebelumnya ketika mendekati persalinan. Kontraksi ini terjadi tanpa bias dikendalikan hingga bayi lahir.

Semakin mendekati waktu persalinan, maka kontraksi akan terjadi dalam waktu 30 hingga 60 detik. Dengan jarak interval waktu kontraksi yaitu 5 hingga 20 menit. Tanda mau melahirkan ini seperti kram pada bagian perut ataupun sakit punggung ringan.

2. Terjadi Penipisan dan Pembukaan Leher Rahim

Tanda melahirkan sudah dekat yaitu leher rahim mengalami pelemahan akibat dari reaksi hormon kehamilan yang terjadi dalam beberapa minggu terakhir. Pembukaan leher rahim tersebut biasanya akan diukur mulai dari 0 hingga 10 cm.

Ukuran ini terbagi menjadi 2 fase, yaitu fase laten (rahim akan terbuka hingga 4 cm), dan fase aktif (fase membukanya rahim hingga berukuran 8 cm). Jika fase ini telah terjadi, maka proses persalinan sudah sangat dekat.

3. Pecah Ketuban

Jika ketuban telah pecah, maka proses persalinan sudah dekat. Peristiwa pecah ketuban ini umumnya terjadi tanpa adanya rasa sakit. Cairan ketuban tersebut akan keluar menyembur. Alirannya masih tergantung terhadap ukuran hingga lokasi pecah ketuban tersebut.

4. Berat Badan Turun

Umumnya selama masa kehamilan berat badan akan mengalami kenaikan. Namun pada saat menjelang persalinan justru akan mengalami penurunan. Jika berat badan turun, hal ini sangat normal terjadi.

Hal ini dikarenakan kadar cairan ketuban yang lebih rendah karena lebih sering ke toilet untuk pipis. Maka dari itu, anda harus menjaga tubuh dengan minum yang cukup supaya tidak dehidrasi.

5. Perut Terasa Nyeri dan Kram

Posisi Bayi Menjelang Persalinan
Perut Terasa Nyeri dan Kram Via post.medicalnewstoday.com

Jika selama masa kehamilan biasanya anda mengalami sakit pada bagian perut, ketika menjelang persalinan biasanya sakit perut tersebut terasa seperti kram. Kram ini terjadi pada bagian bawah perut dan disertai dengan rasa sakit punggung yang semakin parah.

Selain itu, anda juga akan mengalami rasa sakit pada bagian paha. Rasa sakit ini umunya dikarenakan otot dan sendi tubuh sedang mengalami peregangang dan mulai bergeser untuk persiapan persalinan.

6. Nyeri pada Selangkangan

Selain nyeri pada bagian perut, paha dan punggung saat menjelang persalinan, umumnya anda juga kan mengalami nyeri pada bagian selangkangan. Hal ini disebabkan karena adanya tekanan dari kepala bayi yang sudah turun menuju rangka tulang pelvis.

7. Keluar Lendir dari Vagina

Saat persalinan sudah semakin dekat, maka terdapat peningkatan cairan dari vagina dan keluar berupa lendir. Nah, selama masa kehamilan seperti terdapat semacam sumbatan tebal berupa lendir untuk melindungi pembukaan serviks supaya bakteri tidak masuk rahim.

Setelah menjelang persalinan, leher rahim mulai tenang, sehingga sumbatan alami tersebut mulai keluar. Lendir tersebut dapat berwarna jernih, serupa darah, maupun merah muda.

Saat lendir sudah keluar, bisa saja tidak akan langsung melahirkan. Anda dapat menunggu beberapa hari kemudian. Hal ini dikarenakan lendir tersebut dapat muncul dalam beberapa menit, jam, hingga berhari-hari sebelum masa persalinan.

8. Bentuk Tubuh Berubah

Sejak awal masa kehamilan hingga menuju persalinan, secara alami bentuk tubuh akan mengalami perubahan yang cukup signifikan. Namun pada saat menjelang persalinan, bentuk tubuh akan mengalami perubahan juga.

Seperti halnya bentuk tulang kemaluan yang semakin melebar dan dasar panggul semakin lunak. Hal ini terjadi untuk mempermudah jalan lahir pada janin. Perubahan ini terjadi secara alami.

Tips untuk Membantu Mempercepat Bayi Turun

Posisi Bayi Menjelang Persalinan
Tips untuk Membantu Mempercepat Bayi Turun Via burswoodhealth.com.au

Jika setelah 36 minggu kehamilan bayi belum menunjukkan tanda turun ke panggul. Anda dapat melakukan beberapa hal berikut ini:

  • Lakukan aktivitas fisik secara ringan, misalnya squat untuk merangsang pembukaan serviks.
  • Hindari duduk bersila dan berjongkok. Posisi tersebut dapat mendorong bayi untuk kembali pada posisi semula. Untuk membantu bayi bergerak ke bawah panggul maka duduklah secara berselonjor dengan lutut terpisah dan condongkan badan ke depan.
  • Untuk membantu bayi bergerak kearah bawah dan mengurangi rasa sakit pada punggung, anda disarankan untuk duduk di atas bola bersalin.
  • Berbaring pada sisi kiri dengan menyelipkan bantal diantara lutut.
  • Berenang dengan perut mennghadap ke atas. Jika anda sedang mengalami nyeri panggul, maka hindarilah gaya dada.
  • Jika pekerjaan anda mengharuskan anda untuk duduk dalam waktu yang lama, pastikan untuk sering bangkit dan bergerak.

Demikian beberapa penjelasan mengenai posisi bayi menjelang persalinan. Semua proses tersebut terjadi secara alami, maka waktu yang dibutuhkan oleh setiap bayi untuk dilahirkan juga berbeda.


Comment