Dampak Psikologis Anak Korban Broken Home yang Harus Diperhatikan Orang Tua

Perubahan psikologis anak korban broken home biasanya terjadi secara pelan namun pasti. Ini merupakan salah satu pembahasan penting yaitu tentang pengaruh keluarga broken home pada psikologis anak.

Broken home sendiri memang kondisi yang menyakitkan tidak hanya bagi orang tua namun juga untuk anak, apalagi jika usia mereka masih cukup kecil untuk mengetahui hal tersebut.

Definisi broken home adalah sebuah kondisi dimana orang tua sudah tidak lagi harmonis, sering cekcok hingga berakibat pada ketiadaan lagi pemberian kasih sayang pada anak.

Kondisi keluarga sangat berpengaruh terhadap kondisi anak dimana jika kondisi keluarga selalu bahagia dan harmonis pastinya akan memberikan pengaruh positif untuk psikologis anak. Sementara untuk keluarga broken home, pastinya akan ada dampak negatif yang dialami si anak.

Tidak melulu soal perceraian, ternyata broken home juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor lain seperti sikap orang tua yang kurang dewasa dan bertanggung jawab, permasalahan ekonomi, kurangnya nilai-nilai agama, hilangnya keharmonisan dalam keluarga, dan masih banyak lagi lainnya.

Nah, di bawah ini adalah beberapa dampak psikologis anak korban broken home yang harus diperhatikan orangtua.

Dampak Keluarga Broken Home Pada Anak

Broken home bisa dilihat dari dua aspek yaitu broken home karena struktur keluarga yang sudah tidak utuh karena perceraian atau salah satu orang tua meninggal dunia.

Ada pula keadaan dimana orang tuanya tidak bercerai, namun salah satu orangtua meninggalkan rumah dan tidak memberikan kasih sayang pada anak dan pasangannya.

Psikologis anak korban broken home
Psikologis anak korban broken home, pixabay.com

Kondisi psikologis anak korban broken home penting untuk diketahui orang tua maupun calon orang tua karena dampak dari broken home bisa membuat anak merasa kehilangan peran penting keluarga, stres, tertekan, bahkan merasa dirinyalah penyebab broken home.

Nah, di bawah ini adalah beberapa dampak broken home pada psikologis anak korban broken home.

Kesedihan Berkelanjutan

Ketika anak menyadari bahwa terjadi perpecahan di keluarganya pastinya hal ini akan membuat mereka menjadi sedih. Penyebab kesedihan mereka ini karena menyadari bahwa semua hal yang sudah dilalui bersama keluarganya akan hancur begitu saja dan tidak akan terulang lagi.

Menyalahkan Diri Sendiri

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, psikologis anak korban broken home bahkan bisa membuat anak menyalahkan dirinya sendiri.

Sebagai penyebab keretakan di keluarganya padahal sebenarnya hal tersebut belum tentu benar. Jika keadaan ini tetap berkelanjutan pastinya akan berdampak buruk untuk psikis mereka.

Sikapnya Jadi Lebih Posesif

Kondisi mereka yang lebih posesif ini disebabkan karena mereka haus kasih sayang yang tidak mereka dapatkan dari keluarganya.

Sikap posesifnya ini bisa terjadi pada lingkungan pertemanan maupun lingkungan percintaan. Bahkan, selain posesif mereka juga akan memiliki rasa cemburu yang berlebihan pada orang di sekitarnya.

Sulit Mempercayai Orang Lain

Psikologis anak korban broken home
Perkembangan Psikologis anak korban broken home, pixabay.com

Dalam sebuah penelitian disebutkan bahwa anak broken home akan tumbuh menjadi anak yang sulit percaya kepada orang lain, mereka akan selalu merasa dibohongi.

Perasaan yang sulit menaruh rasa percaya pada orang lain ini pastinya akan membuat mereka mudah frustrasi dan sering berkecil hati saat berhubungan dengan orang lain.

Kehilangan Kasih Sayang

Psikologis anak korban broken home akan merasa bahwa mereka kehilangan kasih sayang. Kasih sayang yang hilang ini bukanlah rasa kehilangan yang dapat dikembalikan seperti semula.

Anak broken home cenderung merasa tidak ada yang memperhatikan mereka dan tidak ada seseorang yang bisa menggantikan peran orangtua mereka sebelum bercerai.

Tidak Memiliki Identitas yang Kuat

Broken home yang terjadi di keluarganya, membuat si anak jadi tidak memiliki identitas yang kuat. Mental mereka cenderung lemah dan mereka merasa tidak se beruntung orang lain.

Pemikiran inilah yang menyebabkan mereka jadi lebih mudah depresi, tidak memiliki identitas yang kuat, bahkan merasa dirinya tidak berharga.

Munculnya Trauma untuk Berhubungan dengan Orang Lain

Pengalaman buruk yang ia rasakan di keluarganya, membuat mereka ragu untuk memulai hubungan atau berkeluarga. Hal ini dikarenakan mereka mengalami kondisi parah akibat dari broken home yang mana mereka menjadi trauma untuk menjalin hubungan dengan orang lain.

Tips Mengasuh Anak Pasca Perceraian

Perceraian mungkin menjadi hal yang memiliki dampak besar dalam sebuah keluarga, tidak hanya untuk pasangan yang bercerai namun juga untuk anaknya. Psikologis anak korban broken home pastinya akan terpengaruh oleh keadaan keluarganya yang tak lagi utuh.

Nah pastinya sebagai orang tua, Anda tidak ingin jika keadaan psikologis anak broken home jadi lebih buruk pasca perceraian, bukan? Maka dari itu, di bahwa ini sudah dirangkum beberapa cara yang bisa Anda lakukan agar tetap bisa memberikan pengasuhan pada anak pasca bercerai.

Tetap Penuhi Kebutuhan Kasih Sayang untuk Anak

Agar anak bisa tumbuh dengan baik, dibutuhkan beberapa hal seperti kebutuhan dasar, stabilitas, kehadiran orangtua, serta kasih sayang orangtua.

Nah, sayangnya kebutuhan ini biasanya tidak mudah untuk dipenuhi apalagi jika orangtua sudah bercerai sehingga menyebabkan psikologis anak korban broken home jadi terganggu.

Maka dari itu, penting bagi orangtua untuk tetap memberikan kasih sayang pada mereka salah satunya dengan membiarkan mereka untuk pergi ke rumah ayah atau ibunya. Namun, mungkin Anda akan menghadapi keadaan dimana anak tidak mau ke rumah ayah atau ibunya.

Nah, saat hal ini terjadi, pastikan Anda memberikan pengertian pada mereka dan bertanya apakah alasan mereka hingga tidak mau berkunjung ke rumah ayah atau ibunya.

Selalu Utamakan Kualitas daripada Kuantitas

Psikologis anak korban broken home
Tips mengasuh anak broken home – Perubahan psikologis anak korban broken home -pixabay.com

Hubungan antara anak dan orangtua yang sudah bercerai tidak hanya tergantung dari berapa lama waktu yang Anda habiskan dengan mereka, namun tergantung pada kualitas waktu yang Anda habiskan saat bersama anak.

Pastikan Anda dan pasangan tetap membagi waktu untuk anak agar mereka bisa bertemu orang tuanya walaupun sebentar. Hal ini penting dilakukan agar anak tetap mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tua dan memiliki waktu yang berkualitas dengan kedua orangtunya.

Tetap Jalin Komunikasi

Untuk orangtua yang sudah bercerai, pastikan bahwa anak tetap mendapatkan kasih sayang dari kedua orangtuanya yang mana caranya adalah dengan membagi jadwal bertemu dengan ayah atau ibunya.

Anda dan pasangan pastinya harus membicarakan hal ini dengan baik dan ketika jadwal sudah terbentuk, pastikan agar anak mengetahuinya atau Anda juga bisa melibatkan anak dalam pembuatan jadwal.

Bekerja Sama dengan Mantan

Pastikan Anda tidak menganggap mantan pasangan sebagai musuh yang mana akan membuat Anda tidak suka bekerja sama dengannya.

Ibaratkan mantan sebagai partner kerja yang tidak Anda sukai yang mana suka atau tidak Anda harus tetap bekerja dengannya agar pekerjaan Anda segera selesai dimana pekerjaan yang dimaksud di sini adalah mengasuh anak.

Nah, itulah beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang dampak psikologis anak korban broken home dan juga tips mengasuh anak setelah perceraian. Jika memang perceraian dalam rumah tangga Anda memang sudah menjadi jalan terakhir, tetap pastikan anak mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya.

Editted: 16/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *