Tanda Bayi Lelah, Letih dan Cara Mengatasinya

Walaupun tidak banyak melakukan aktivitas karena memiliki keterbatasan kemampuan, Tanda Bayi Lelah juga bisa dirasakan seperti manusia dewasa.

Kalau bayi sudah kelelahan, apapun yang anda lakukan untuknya menjadi serba salah. Hal ini tentu membuat para orang tua stress.

Kelelahan pada bayi biasanya terjadi jika dia banyak menerima stimulasi seperti banyak bertemu orang dan sering mendengar suara bising.

Ketika stimulasi itu banyak dia rasakan, maka bayi akan menjadi lelah karena waktu tidurnya pada siang hari jadi berkurang. Hal ini terjadi karena sistem sensorik bayi lebih sensitif.

Bayi bisa juga kelelahan karena kurang tidur, bayi susah tidur, atau berpergian jauh. Bayi yang baru lahir akan merasa lelah setelah 1,5 jam terjaga.

Untuk bayi 3-6 bulan, Tanda Bayi Lelah datang setelah terjaga selama 2,5 jam. Selain itu, bayi juga bisa mengontrol gerakan tubuhnya sehingga lebih mudah lelah.

Umumnya hal ini terjadi karena pada siang hari, bayi belajar beberapa hal dan untuk memproses semuanya. ia membutuhkan tidur siang yang teratur.

Itu sebabnya seiring dengan bertambahnya usia pada bayi, dia akan memiliki jam bangun yang lebih pendek. Artinya, di saat tubuhnya sudah siap untuk tidur siang maka itulah waktu yang tepat bagi para orang tua untuk menidurkannya.

Jika tidak, bayi akan memproduksi lebih banyak hormon kortisol dan adrenalin agar tetap terjaga. Hal itulah yang membuatnya menjadi lebih mudah stres.

Beberapa bayi memerlukan waktu istirahat yang berbeda-beda. Bisa jadi, bayi Anda membutuhkan jumlah istirahat lebih banyak dari bayi lainnya. Jika sudah terjadi, bayi akan rewel dan sulit untuk tenang.

Tubuh dan otak bayi secara konstan bekerja pada pertumbuhan dan perkembangan anak secara keseluruhan. Produksi sel dan jaringan pada bayi lebih tinggi dan cepat bila dibandingkan dengan orang dewasa.

Sehingga sebagian besar energi bayi digunakan dalam proses ini dan membuatnya mudah lelah dan mengantuk. Berikut adalah beberapa tanda-tanda bayi kelelahan beserta cara mencegah dan mengatasinya.

Baca: BPJS kesehatan untuk bayi

Berbagai Tanda Bayi Lelah

Sebagai orang tua, Anda harus sensitif pada sinyal yang diberikan bayi Anda. Hal yang paling sering terjadi misalnya adalah ketika Anda dan bayi sedang bermain dan ‘bercakap-cakap’.

Bayi lalu menguap dan membalikkan badannya, itu Tanda Bayi Lelah. Begitulah cara bayi memberi tahu Anda bahwa ia butuh istirahat sejenak. Sebenarnya, ada banyak sinyal dan tanda yang ditunjukkan bayi Anda ketika ia merasa lelah, antara lain:

1. Menangis

Beda dengan tangisan lapar, tangisan kelelahan diawali dengan tanda-tanda rewel dan suara tak lazim seperti menggeram. Tangisannya juga dimulai dengan suara rendah, lalu perlahan-lahan meningkat sampai akhirnya meraung-raung.

2. Menguap

Sama halnya seperti orang dewasa. Cara paling mudah untuk mengetahui bayi sedang mengalami kelelahan adalah saat dia sedang menguap. Saat bayi menguap, segera hentikan semua aktivitas Anda dan ajaklah anak anda tidur.

3. Menggerakkan anggota tubuhnya dengan tidak beraturan dan pelan.

4. Perubahan Ekspresi Wajah

Mengerutkan dahinya untuk membuat matanya tetap terjaga, meskipun ia sebenarnya butuh tidur. Sebagian bayi memang lebih senang terjaga karena bisa terus bermain walaupun ia kelelahan.

Jika bayi sudah mulai rewel dan ekspresi wajahnya menunjukkan bahwa dia sedang marah, hal ini merupakan Tanda Bayi Lelah.

Selain itu, seringnya bayi menggosok mata, rambut, dan telinga merupakan tanda-tanda kelelahan bayi yang paling mudah untuk dikenali.

  • Menghindari kontak mata atau memalingkan wajah. Bayi akan bereaksi gembira saat diajak berkomunikasi, tetapi saat dia mengalami kelelahan biasanya akan cenderung menghindari kontak mata secara langsung. Selain itu ia juga memandang satu arah dengan tatapan kosong, atau bahkan memalingkan wajah.
  • Tidak bersemangat dan kehilangan minat. Tanda Bayi Lelah bisa terjadi jika bayi tiba-tiba terlihat tidak bersemangat dan kehilangan minat pada mainan atau makanan kesukaannya.
  • Bayi terlihat gelisah. Bayi yang baru lahir dan mengalami kelelahan biasanya akan merasa gelisah dan selalu menangis tanpa alasan jelas. Selain itu juga gerakannya tidak tenang dan selalu berontak saat digendong.

Sedangkan pada bayi yang usianya lebih tua mungkin akan mengekspresikan diri dengan melemparkan makanan dan maina.

Selain itu juga ia bisa melempar benda-benda yang ada di tangan mereka, menangis, menjerit atau bahkan memukul.

Cara Mengatasi Bayi Lelah

Tanda Bayi Lelah
Ilustrasi tanda bayi lelah

Jika melihat Tanda Bayi Kelelahan, jangan buang waktu. Segera lakukan hal-hal berikut ini.

  1. Mengurangi suara di ruangan. Jika tidak memungkinkan, Anda bisa membawanya pergi ke ruangan atau lokasi yang lebih tenang.
  2. Mengurangi gerakan atau stimulasi visual. Redupkan cahaya ruangan dan jangan mengganggunya.
  3. Anda bisa hidupkan suara-suara ringan dan statis, seperti musik ringan atau rekaman suara ombak di lautan.
  4. Pindahkan bayi Anda ke tempat yang nyaman, misalnya di kamarnya.
  5. Membungkus bayi dengan bedong. Membungkus bayi dapat membuatnya tenang dan aman. Bedong juga dapat melindungi bayi dari gerakan-gerakan yang dapat membuatnya terbangun. Perhatikan cara membungkus bayi  supaya tidak terlalu ketat karena tidak baik untuk bayi.
  6. Memijat tubuhnya dengan minyak pijat bayi. Tidak hanya orang dewasa yang suka dipijat ketika tubuhnya lelah, bayi juga. Gosok punggung yang lembut dengan minyak gosok atau krim dapat memberikan rasa nyaman bagi bayi yang sudah kelelahan. Memijat bayi sangat baik untuk kesehatan bayi, karena dapat mempererat bonding antara orang tua dan bayi.
  7. Mendekap dan menggendong bayi. Saat Tanda Bayi Lelah muncul, ia mungkin hanya perlu dipeluk atau didekap saja. Dekapan dari ibunya akan membuatnya nyaman dan terlindungi. Ia juga butuh istirahat, namun tidur sendiri terlalu sulit baginya. Jadi, menggendong bayi dan berjalan-jalan dengannya mungkin merupakan hal yang ia butuhkan untuk membantunya tertidur.

Saat digendong, bayi merasa aman dan hangat karena berada dalam pelukan Ibunya. Gerakan berjalan-jalan juga dapat membuatnya lebih tenang dan kemudian tertidur.

  • Diayun-ayun atau dibuai. Cara lain untuk menenangkan Tanda Bayi Lelah dengan menggunakan ayunan bayi. Ayunan memungkinkan bayi menjadi rileks dan tertidur. Tidak perlu membeli ayunan khusus,para orang tua dapat menyediakan kain gendong dan memasangnya di kusen pintu.
  • Memainkan musik untuk tidur. Beberapa musik dapat membantu perkembangan otak bayi dan menenangkan bayi Anda yang lelah. Ketika bayi mulai terlihat lelah, bawa bayi ke kamar dan pasang musik pengantar tidur. Dijamin dalam beberapa saat bayi anda langsung terlelap.
  • Meletakkan bayi di car seat sejenak. Jika memiliki car seat untuk bayi dan mudah dilepas, anda dapat meletakkan bayi di car seat tersebut. Anda akan merasa takjub melihat betapa cepatnya bayi tertidur. Hanya perlu waktu 5 menit untuk berkendara singkat dan membuat bayi tertidur.

Setiap bayi memiliki kondisi yang berbeda-beda. Ada beberapa bayi yang membutuhkan waktu lama untuk tidur. Jangan putus asa. Yang harus orang tua lakukan untuk terus bereksperimen mencari cara yang tepat bagi bayi.

Tips Mencegah Bayi Kelelahan

Tanda Bayi Lelah, Letih dan Cara Mengatasinya 1
Tanda bayi lelah

Agar kelelahan tidak mendera anak, sebaiknya terapkan dua hal berikut ini.

1. Tidur Cukup

Tidak ada cara yang lebih ampuh untuk mencegah kelelahan pada bayi selain tidur. Umumnya bayi akan tertidur dengan sendirinya begitu Tanda Bayi Lelah muncul.

Jika Anda memaksanya untuk tetap terjaga padahal tanda-tanda kelelahan itu sudah ada, Anda hanya akan membuatnya bertambah lelah.

Anak anda malah akan bertambah rewel. Jadi cukupkanlah tidur si kecil. Dengan begitu tanda bayi lelah akan hilang dengan sendirinya.

2. Buat Jadwal

Menerapkan jadwal yang teratur setiap hari sebenarnya akan memudahkan para orang tua dan anak. Anda bisa menciptakan rutinitas saat bayi Anda berusia 6-8 minggu. Rutinitas ini akan membantunya memiliki jadwal tidur, menyusu, atau bermain yang lebih teratur.

Bayi Anda tentu akan lebih tenang menjalani harinya jika ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jadi saat sampai waktunya untuk tidur, ia akan tertidur dengan sendirinya sebelum sempat merasa lelah.

Intinya, walaupun anak tidak banyak melakukan aktivitas fisik, tetapi memang sewajarnya di usia dini anak memerlukan istirahat yang lebih.

Jangan dipaksakan untuk tetap terjaga apabila anak menunjukkan beberapa Tanda Bayi Lelah. Hal ini disebabkan akan merepotkan para orang tua di malam hari karena rewel semalaman. -Editted: 08/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment