Berenang merupakan salah satu aktivitas olahraga yang baik untuk melatih pernapasan, tak terkecuali bagi penderita asma.

Maka tak heran, bila program Terapi Renang Untuk Asma banyak menjadi rujukan bagi penderita gangguan pada saluran pernapasan satu ini.

Asma sendiri merupakan suatu penyakit yang ditandai dengan adanya peradangan dan penyempitan pada saluran pernapasan.

Keadaan tersebut akhirnya menyebabkan dada menjadi sesak sekaligus kesulitan bernafas. Adapun gejala asama sendiri ditandai dengan reaksi seperti batuk dan sesak nafas.

Memang ada terapi renang untuk penderita asma, akan tetapi bukan berati berenang dapat  menyembuhkan asma secara menyeluruh.

Berenang secara rutin hanya bisa menurunkan intensitas gejala asma, bukan untuk menghilangkannya. Berenang tidak dianjurkan bagi penderita asama yang memiliki penyakit sinusitis.

Manfaat Terapi Renang Untuk Asma

Terapi Renang Untuk Asma secara umum banyak disarankan oleh beberapa ahli kesehatan. Olahraga berenang bermanfaat dalam memperbaiki kerja otot (dalam hal ini otot pernapasan). Selain itu juga dapat meningkatkan toleransi dari rangsangan yang bisa memicu asma.

Dibandingkan olahraga lain, berenang merupakan olahraga yang minim resiko meningkatkan kambuhnya asma. Hal ini dikarenakan tingginya kelembaban udara di sekitar lingkungkan kolam renang.

Hal tersebut kemudian menyebabkan saluran pernapasan pada penderita asma menjadi tak terlalu kering sehingga iritasi pun dapat dihindari.

Tak sampai disitu saja, posisi tubuh mendatar (bukan tegak lurus) ketika berenang juga mempunyai efek yang bisa dikatakan positif bagi penderita asma. Jika dibandingkan dengan olahraga yang lain, posisi tubuh tersebut dapat membantu saluran pernapasa menjadi lebih rileks.

Saat di dalam air, tubuh tidak terlalu banyak menopang tekanan seperti pada posisi beridiri. Hal ini dikarenakan, saat berenang, sebagian tubuh akan ditopang oleh air.

Selain uraian yang sudah disebutkan, berikut merupakan manfaat lain dari penyembuhan renang untuk penyakit asma :

1. Menjaga Fungsi Organ

Terapi renang bagi penderita asma memiliki manfaat untuk menjaga fungsi organ jantung dan juga paru-paru menuju tahap normal. Renang merupakan olah tubuh yang dikatahui dapat melatih saluran otot pernapasan.

Mulai dari dada, perut, bahu hingga pundak, dan semua anggota tubuh pun ikut bergerak. Sehingga, olahraga tersebut dapat memperbaiki kondisi tubuh penderita asma.

2. Melatih Ketahan Fisik

terapi renang
Ilustrasi terapi renang untuk asma

Terapi renang untuk asma yang kedua adalah melatih ketahanan fisik. Daya tahan fisik dapat diperoleh bila malakukan terapi secara rutin. Bila tidak dilakukan secara rutin, hasil yang akan didapatkan pun kurang maksimal.

Saat berenang, semua anggota tubuh akan bergerak, dengan begitu akan membantu penderita asma untuk melakukan kegiatan fisik yang lebih berat.

Jika hal tersebut dilakukan secara rutin akan membuat penderita gangguan pernapasan menjadi terbiasa dengan aktivitas fisik lain (kegiatan sehari-hari).

Dengan begitu, penderita asma pun akan menjadi lebih percaya diri. Sebab, beberapa pengidap gangguan saluran pernapasan ini merasa kurang percaya diri karena merasa lemah dengan kegiatan fisik yang terbatas.

Adanya sikap percaya diri ini tentunya akan berdampak secara psikologis yang lantas mengurangi risiko munculnya serangan asma.

Resiko Terapi Renang Untuk Asma

Selain menjadi olehraga aman dan mampu menurunkan intensitas asma, Terapi Renang Untuk Asma  juga bisa menjadi pedang bermata dua.

Di sisi lain, olahraga ini juga bisa memicu serangan asma, khususnya di daerah yang mempunyai tingkat kelembaban rendah. Tak jarang, penderita asma langsung mengalami sesak saat beranang.

Terdapat dua kemungkinan yang menyebabkan penderita asma langsung mengalami sesak di lokasi yang mempunyai tingkat kelembaban rendah. Berikut adalah penjelasannya :

  • Penderita asma terangsang oleh air dengan suhu dingin atau terangsang kaporit pada saat berenang.
  • Asma yang diderita sudah termasuk kedalam golongan cukup berat, alhasil paru-paru sulit berfungsi optimal. Sehingga, pada saat berenang, tekanan air pada tubuh memperlemah fungsi paru-parunya. Oleh sebab itu sangat disarankan bagi penderita asma maupun yang bukan untuk melakukan pemanasan terlebih dahulu sebelum bernenang.

Selain penjelasan diatas, terdapat kandungan berbahaya di dalam kolam renang yang wajib diwaspadai. Dari berberapa hasil penelitian menyatakan bahwa kadar klorin di dalam kolam tinggi dapat memicu efek iritasi pada saluran pernapasan.

Klorin sendiri adalah sebuah senyawa yang kerap kali digunakan uintuk kolam renang. Fungsi klorin yaitu sebagai pembunuh bakteri, kuman, dan kotoran di dalam kolam renang. 

Saat berenang, sebagian kecil klorin tersebut berpotensi terhisap dan kemudian masuk ke saluran pernapasan. Klorin yang terhisap dapat mengakibatkan iritasi, khususnya bagi penderita asma. Klorin yang masuk dalam saluran pernapasan juga memungkinkan saluran pernapasan perenang menjadi lebih sensitive.

Walaupun renang tergolong olahraga yang diketahui aman bagi penderita asma namun tetap saja terdapat resiko yang bisa muncul secara tiba-tiba. Tetapi, perlu diperhatikan jika efek samping yang ditimbulkan klorin mungkin tak sebesar efek samping saat penderita asma tidak melakukan aktivitas.

Oleh sebab itu, alangkah baiknya selalu berkonsultasi dengan dokter atau profesional yang mengerti tentang olahraga terbaik bagi penderita asma. Termasuk apabila akan menjalankan terapi renang untuk asmanya.

Sebab tubuh setiap pengidap gangguan saluran pernapasan sangat berbeda-beda. Sebagai contoh, terdapat orang yang memiliki saluran pernapasan yang tak terlalu sensitif terhadap klorin tapi ada juga yang sangat sensitive.

Tips Renang Untuk Penderita Asma

Terapi renang untuk asma
Ilustrasi terapi renang untuk asma

Kendati dikatakan aman, Terapi Renang Untuk Asma tentunya tidak dapat dilakukan sembarangan. Hal ini dikarenakan terdapat resiko yang dapat timbul serta kondisi yang berbeda-berda pada setiap penderita.

Berikut ini merupakan tips maupun hal-hal yang perlu diperhatikan bagi penderita asma pada saat berenang supaya manfaatnya optimal :

1. Pemilihan Koram Renang

Ada baiknya memilih kolam renang indoor (di dalam ruangan). Kolam renang di dalam ruangan merupakan salah satu upaya memastikan kualitas udara di sekitar area kolam renang dalam keadaan baik.

Bila harus menggunakan kolam renang outdoor (di luar ruangan), sebaiknya hindari lokasi di tepi jalan raya (jalan padat lalu lintas). Ini berlaku aktifitas renang biasa ataupun berenang dalam rangka terapi renang untuk asmanya.

2. Hindari Kolam Dingin

Ada baiknya menghindari kolam renang yang memiliki suhu dingin. Sangat disarankan, untuk mencari kolam renang yang mempunyai air hangat. Uap air hangat bisa membantu melebarkan saluran napas sehingga pernapasan bagi penderita asma pun menjadi lebih lega.

3. Life Guard

Sebaiknya memilih kolam renang yang mempunyai life guard atau pengawas kolam renang. Bila tempat yang menjadi pilihan untuk berenang tak terdapat fasilitas tersebut, ada baiknya tidak berenang sendirian.

Ajak rekan atau keluarga untuk menemani sekaligus mengawasi pada saat berenang. Hal ini akan sangat membantu, bila sewaktu-waktu pada saat berenang penyakit asma kambuh.

4. Kandungan Klorin

Sebaiknya, sebelum berenang, mencari tahu informasi tentang kadar klorin di dalam kolam renang yang akan digunakan. Disarankan untuk menghindari kolam renang yang memiliki kadar klorin tinggi.

5. Pemanasan

Dianjurkan untuk melakukan pemanasan kurang lebih 10 hingga 15 menit sebelum berenang. Untuk pemanasan dapat dilakukan peregangan pada bagian otot-otot tubuh, tungkai dan lengan serta berlatih pernafasan.

6. Konsultasi Dokter

Jangan lupa berkonsultasi dengan dokter tentang kemungkinan untuk menghirup maupun meminum obat asma sebelum melakukan olahraga berenang.

7. Segera membersihkan Badan

Setelah berenang, disarankan untuk segera ganti baju serta membersihkan badan, dengan mandi air mengalir dan sabun. Hindari untuk bersantai atau terlalu lama di pinggir kolam dalam keadaan masih mengenakan baju renang. Ingat, jika sudah selesai berenang, langsung mandi dan ganti baju.

Demikian merupakan penjelasan tentang Terapi Renang Untuk Asma. Meskipun olahraga di dalam air aman bagi penderita asma sebaiknya tetap memperhatikan hal-hal yang dapat menyebabkan pernapasan semakin parah.

Ada baiknya berkonsultasi dengan dokter maupun profesional untuk mendapatkan informasi hal-hal apa saja yang boleh dilakukan. Selain itu juga, hal-hal apa saja yang tidak boleh dilakukan saat berenang bagi penderita asma.

Editted: 28/06/2021 by IDNarmadi.

nv-author-image

Sakinatul Muhimmah

Love to write and sing, Love to be a good personView Author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *