Bagi anda yang mengalami cedera pada lutut atau ligamen, terapi renang untuk cedera lutut bisa anda gunakan sebagai alternatif. Olahraga renang tidak hanya berguna bagi kesehatan tubuh saja, namun bisa digunakan sebagai pengobatan alternatif atau terapi.

Olahraga renang memang banyak sekali manfaatnya, seperti yang sudah di sebutkan sebagai salah satunya. Selain terapi renang untuk cedera lutut, ada juga terapi renang penderita stroke, terapi renang untuk asma, dan sebagainya.

Cedera lutut bisa terjadi pada salah satu struktur penyusun lutut, yaitu ligamen, tulang rawan, atau tulang keras. Cedera lutut dapat menghambat aktivitas sehari-hari karena menyebabkan kesulitan berjalan.

Cedera yang menimpa lutut umumnya terjadi pada saat berolahraga. ACL atau anterior cruciate ligament adalah bagian yang paling sering mengalami cedera.

Rehabilitasi cedera pasca operasi bisa menjadi tantangan karena berbagai alasan untuk pasien dan terapis. Terapis menginginkan tidak lebih dari untuk membantu pasien mereka sembuh dan menjadi sehat.

Namun, pasien sering mengalami rasa sakit dan tidak nyaman setiap hari. Daerah sayatan bedah biasanya terasa sangat sakit.

Otot- otot di sekitar sayatan telah menjadi lemah, dan jika operasi tersebut bertujuan untuk memperbaiki ligamen atau tendon yang robek, tendon akan terasa sangat kaku dan sulit untuk bergerak.

Meskipun banyak sekali alasan untuk menunda rehabilitasi, namun sangat penting untuk memulai program terapi pasca operasi. Tujuan terapi adalah untuk meningkatkan rentang gerak dan memperkuat area yang terluka secepat mungkin.

Terapi renang untuk cedera lutut menawarkan latihan berdampak rendah bagi anda yang memiliki cedera pada lutut. Tidak seperti aktivitas menahan beban yang memberi tekanan pada lutut saat kaki menyentuh permukaan yang keras.

Berenang memungkinkan untuk bergerak di dalam air tanpa memberikan banyak tekanan pada lutut. Kebanyakan orang dapat berolahraga lebih lama di dalam air tanpa usaha keras atau nyeri pada sendinya.

Cek Sebelum Mengikuti Terapi Renang untuk Cedera Lutut

Tahukah Anda bahwa nyeri lutut bisa diakibatkan oleh keterbatasan gerak di pergelangan kaki atau pinggul. Gary Gray, pendiri Grey Institute menyatakan bahwa : “The knee is caught in the middle with no where to run and no where to hide”.

Lutut tidak punya pilihan selain mengikuti kaki disetiap langkah atau mengikuti pinggul saat kita berbalik. Karena “terjebak di tengah”, lutut tidak punya pilihan selain membantu pinggul atau pergelangan kaki.

Pinggul dan pergelangan kaki tidak memiliki fleksibilitas atau kekuatan yang diperlukan untuk menekuk atau berputar. Namun, setiap kali lutut harus menekuk atau berputar, hal tersebut bisa menyebabkan nyeri atau bahkan cedera.

Cobalah dua langkah sederhana, untuk mengetahui apakah pergelangan kaki dan pinggul anda penyebab nyeri lutut.

Langkah pertama

Mengarahkan atau menggerakan, lakukan latihan sederhana seperti menggerakan atau mobilitas ke pergelangan kaki dan pinggul.

Langkah kedua

Perkuat otot- otot di atas dan di bawah lutut, lakukan beberapa latihan lutut yang ringan untuk mengurangi rasa sakit dan kekakuan.

Dengan melakukan 2 langkah mengecek penyebab nyeri dan derajat parahnya cedera tersebut, maka anda dapat menentukan jenis latihan yang akan di jalani saat terapi.

5 Latihan atau Gerakan Terapi Renang untuk Cedera Lutut

Kolam renang adalah tempat yang tepat untuk memulai latihan atau terapi. Anda tidak perlu tahu cara berenang atau memiliki peralatan khusus. Daya apung air meminimalkan efek gravitasi, yang sangat bermanfaat ketika mengalami nyeri pada lutut.

Mulailah dengan latihan berjalan, berdirilah di tepi kolam yang dalamnya kurang lebih setinggi dada atau leher anda. Lakukan gerakan maju menuju ke air yang lebih dangkal. Lebih jelasnya berikut kami ulas satu persatu gerakan terapi renang untuk cedera lutut.

1. Latihan Fleksibilitas (Wall Foot Reach)

terapi renang untuk cedera lutut
Wall Foot Reach / Terapi renang untuk cedera lutut

Raih dinding kolam, mulailah dengan posisi push-up tangan memegang dinding dan kedua tumit berada di dasar kolam. Angkat satu kaki, dekatkan ke dinding kolam lalu lakukan gerakan seperti push-up.

Lakukan gerakan 5x lalu ubah gerakan kaki kekanan dan kekiri 5x gerakan. Setelah gerakan kaki kekanan dan kekiri ubah gerakan kaki memutar, putar kaki dan pinggul anda. Lakukan gerakan secara bergantian, kaki kanan selesai baru ganti kaki kiri.

2. Latihan Kekuatan dan Keseimbangan (Leg Swing)

Kemudian gerakan terapi renang untuk cedera lutut yang kedua adalah leg swing. Mulailah berdiri dengan satu kaki jika perlu, pegang dinding kolam untuk keseimbangan. Ayunkan kaki berlawanan dalam rentang gerakan yang sangat kecil.

Lakukan gerakan depan ke belakang (ulangi 5x), dari kanan ke kiri (ulangi 5x), berputar kanan dan kiri (ulangi 5x) lakukan di kedua sisi tubuh.

3. Latihan Fleksibilitas dan Kekuatan (Squat)

Gerakan terapi renang untuk cedera lutut yang ketiga adalah squat. Berdirilah dengan kaki selebar bahu tekan pinggul ke belakang sambil regangkan kedua tangan di depan. Bayangkan seperti Anda sedang duduk di kursi (ulangi 5x).

Lanjutkan gerakan dengan gerakan ke kanan dan kekiri, anda bisa bayangkan kursi bergerak dari kanan ke kiri setiap kali Anda duduk (ulangi 5x di setiap sisi).

Kiat pelatih: Jika tekanan terlalu besar pada lutut, gerakkan dengan sedikit lebih dalam. Air setinggi dada hanya memuat 25% dari berat tubuh pada persendian anda. Pada pinggang bagian dalam, bantalan beban meningkat menjadi 50%. Maksimalkan terapi air dengan rutinitas darat sederhana.

Latihan- latihan ini dapat dilakukan sesekali sepanjang hari, untuk mengurangi nyeri lutut dengan menjaga tubuh bagian bawah agar tetap kuat.

4. Latihan Fleksibilitas Pinggul (Hip Rock)

Gerakan terapi renang untuk cedera lutut yang keempat adalah Hip Rock. Berdirilah dengan kaki selebar bahu, tekan pinggul ke belakang dan kembali ke depan (ulangi 5x). Goyangkan pinggul dari kanan ke kiri, goyang sisi ke sisi (ulangi 5x). Putar pinggul ke kanan dan kiri (ulangi 5x).

Kiat pelatih: Ringankan tekanan lutut dan bergerak dalam range atau batasan yang terasa nyaman.

5. Latihan Kekuatan (Seated Foot Slide)

Mulailah dalam posisi duduk dengan kedua kaki di lantai. Tempatkan piring kertas dibawah kaki, atau selembar kertas. Geser kaki Anda ke lantai.

Geser ke depan ke belakang (ulangi 5x), dari kanan ke kiri (ulangi 5x), berputar searah jarum jam (ulangi 5x) dan berlawanan arah jarum jam (ulangi 5x). Gerakan ini dapat dilakukan di darat maupun di dalam air. Itulah gerakan yang kelima (seated foot slide) untuk terapi renang cedera lutut.

Nyeri lutut adalah keluhan umum dengan penyebab artritis. Manfaat terapi renang untuk cidera lutut adalah dapat mengurangi kekakuan persendian, menguatkan otot di sekitar persendian, menguatkan tulang, dan meningkatkan kebugaran secara keseluruhan.

Menurut University of Washington Orthopedic & Sports Medicine, berenang juga dapat mengurangi gejala depresi dan mengurangi risiko penyakit kronis, seperti penyakit jantung dan kanker. Olahraga air bersama teman dan keluarga juga dapat memberikan manfaat yang baik.

Jika Anda memilih terapi renang untuk cedera lutut, anda sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau terapis fisik dahulu. Konsultasi bertujuan untuk menentukan frekuensi yang sesuai dengan tingkat cedera lutut anda.

terapi renang untuk cedera lutut
konsultasi dokter – ilustrasi terapi renang untuk cedera lutut

Dokter mungkin akan menyarankan dengan latihan peregangan dan penguatan terlebih dahulu untuk dilakukan selama terapi. Melakukan usaha demi kebaikan diri sendiri adalah hal yang baik.

Segala jenis penyakit atau cedera akan sembuh tergantung dengan motivasi dan keinginan tiap individu. Melakukan terapi renang untuk penyembuhan cedera anda merupakan usaha yang tidak mudah.

Otot- otot anda mungkin akan terasa sedikit sakit setelah memulai rutinitas terapi renang yang baru, tetapi hal ini akan berkurang saat anda melanjutkan rutinitas tersebut. Sekian pembahasan mengenai terapi renang untuk cedera lutut, semoga bermanfaat. (ad)

Editted: 28/06/2021 by IDNarmadi.

nv-author-image

Dian Agustin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *