Semua orang tua pastinya ingin memberikan berbagai hal terbaik yang terbaik untuk buah hatinya. Namun ternyata tak sedikit orang orang tua yang masih membanding-bandingkan kecerdasan anaknya dengan anak orang lain.

Padahal tipe kecerdasan anak itu berbeda-beda dan tidak hanya bisa dinilai berdasarkan skor standar semata. Seorang pakar pendidikan dari Amerika Serikat, telah mengungkapkan bahwa tidak ada anak yang bodoh.

Hal ini dikarenakan tipe kecerdasan anak tidak hanya menonjol pada satu atau dua jenis kecerdasan anak saja. Sehingga Anda sebagai orang tua tidak boleh memaksa anak menjadi hebat di semua bidang.

Salah satu profesor dari Universitas Harvard, Dr. Howard Gardner mengemukakan sebuah teori yang dikenal dengan nama Teori Kecerdasan Majemuk.

Dimana teori ini menjelaskan bahwa tipe kecerdasan dapat dibagi menjadi delapan jenis. Oleh karena itu, orang tua tidak bisa memaksakan bakat yang dimiliki oleh anak. Adapun beberapa macam tipe kecerdasan anak yang wajib Anda ketahui yaitu.

Kenali Jenis/Tipe Kecerdasan Anak yang Jarang Diketahui

Mengenali tipe kecerdasan sejak kecil memang perlu dilakukan agar orang tua tahu sebenarnya bakat dari anaknya.

Dengan mengetahui bakatnya sejak dini, Anda sebagai orang tua tentu akan berusaha memberikan bimbingan agar bakat yang dimilikinya tersebut semakin terasah. Secara umum, terdapat beberapa jenis atau tipe kecerdasan anak yang ternyata masih jarang diketahui.

1. Word Smart (Kecerdasan Linguistik)

Untuk jenis kecerdasan anak yang pertama yaitu kemampuan dalam berbahasa, baik dalam bentuk tulisan maupun saat berbicara. Adapun beberapa ciri kecerdasan linguistik pada anak yaitu lebih senang membaca, suka menulis, mendengarkan cerita, berbicara dan mengeja dengan cepat.

tipe kecerdasan anak
pixabay.com

Apabila anak menunjukkan beberapa aktivitas tersebut, sebagai orang tua Anda harus bisa mendukung kecerdasan tersebut. Anda juga memberi si kecil buku-buku cerita, mainan alphabet, mainan yang berkaitan dengan huruf atau lain sebagainya.

Hal ini bertujuan untuk menstimulasi tipe kecerdasan anak linguistik. Selain itu, orang tua juga bisa mendukungnya dengan sering mengajak anak bercerita, membaca buku atau dongen bersama dan melakukan dialog.

2. Number Smart (Kecerdasan Logika atau Matematis)

Umumnya anak yang memiliki kecerdasan logika matematika lebih tertarik terhadap berbagai hal yang berhubungan dengan angka, matematika dan logika. Adapun cara untuk mengasah kemampuan tersebut yaitu berikan anak Anda alat berhitung yang menarik.

Selain itu, Anda juga bisa memberikan beberapa benda untuk berhitung, balok bertulis angka, puzzle dan timbangan untuk mengukur berat badan. Sebagai orang tua Anda juga bisa menantang tipe kecerdasan anak yang satu ini dengan memberikan sebuah permasalahan.

Pastinya anak akan lebih tertarik untuk mengerjakan menggunakan beberapa permainan seperti teka teki silang, sudoku dan permainan asah otak lainnya. Agar anak tidak bosan Anda bisa mengajaknya berkunjung ke museum ilmu pengetahuan dan mengajaknya bermain sambil menghitung. 

3. Picture Smart (Kecerdasan Spasial)

Apabila anak Anda memiliki kecerdasan ini, biasanya lebih menyukai berbagai hal tentang gambar, mencorat-coret kertas dan mewarnai.

Terkadang anak juga lebih suka berimajinasi dan bermain membuat sebuah bangunan menggunakan balok. Sebagai orang tua Anda bisa mendukung tipe kecerdasan anak yang satu ini.

Dengan memberikan buku gambar, perlengkapan untuk mewarnai seperti beragam jenis kuas dan cat air. Usahakan Anda lebih sering mengajak anak melakukan kegiatan menggambar bersama. Untuk memberikan suasana baru kepada anak, Anda bisa mengajaknya mengunjungi sebuah museum seni.

4. Self Smart (Kecerdasan Intrapersonal)

Biasanya anak yang memiliki tipe kecerdasan intrapersonal lebih cenderung menyukai berbagai sendiri. Namun sebenarnya anak ini bisa mengatur emosinya dengan baik. Tipe kecerdasan anak yang satu ini, justru memiliki ambisi lebih besar untuk masa depannya nanti.

tipe kecerdasan anak
pixabay.com

Selain itu anak ini juga memiliki rasa percaya diri tinggi dan bisa mengomunikasikan perasaannya dengan baik.

Untuk mendukung kecerdasan ini Anda bisa mengajaknya berkomunikasi, dengan menanyakan beberapa pendapat mengenai berbagai hal. Selain itu, Anda juga bisa mengajaknya melakukan berbagai aktivitas yang bersifat reflektif seperti yoga.

5. People Smart (Kecerdasan Interpersonal)

Tipe kecerdasan anak yang satu ini sangat berbanding terbalik dengan self smart. Dimana anak yang memiliki tipe kecerdasan ini lebih suka bermain dengan banyak orang. Bahkan anak dengan kecerdasan ini juga memiliki empati yang tinggi.

Mampu memahami perasaan orang lain dan cenderung menonjol dibandingkan teman sebayanya, jadi lebih senang jika menjadi pemimpin saat bermain.

Sebagai orang tua Anda bisa mendukung potensi anak, dengan mengajak bermain bersama diluar rumah. Selain itu Anda juga bisa mengajak anak ke beberapa acara keluarga untuk bersosialisasi dengan banyak orang.

6. Body Smart (Kecerdasan Kinetik)

Bagi anak yang memiliki kecerdasan kinetik, biasanya cenderung lebih aktif seperti suka berolahraga, menari, mempelajari berbagai jenis benda.

Adapun cara yang bisa Anda gunakan untuk mendukung tipe kecerdasan anak yang satu ini, yaitu dengan memberikan anak mainan balok-balok kayu. Selain itu Anda juga bisa memberikan kantong pasir agar anak bisa membuat suatu bangunan dan sebagainya.

Agar anak lebih aktif Anda juga bisa mengajak anak untuk bermain lompat tali bersama. Biasanya anak dengan tipe kecerdasan ini, sangat senang jika diajak berolahraga bersama. Membuat prakarya maupun melihat pertunjukan balet atau teater.

7. Nature Smart (Kecerdasan Naturalis)

Bisanya ciri-ciri anak dengan kecerdasan naturalis memiliki ketertarikan yang tinggi terhadap alam. Dimana anak lebih menyukai beragam tumbuhan dan hewan yang ada di sekitarnya.

Bahkan tipe kecerdasan anak yang satu ini juga sangat peduli dengan lingkungan. Oleh karena itu, Anda bisa mendukungnya dengan mengajak anak menanam beragam jenis tanaman di rumah.

Kemudian mintalah kepada anak untuk merawatnya, Anda juga bisa membelikan hewan peliharaan agar anak dapat belajar cara memelihara hewan. Agar penuh tantangan Anda juga bisa mengajak anak pergi naik gunung, kebun binatang, taman dan sebagainya.

8. Music Smart (Kecerdasan Musikal)

Untuk tipe kecerdasan anak yang terakhir adalah music smart. Dimana kecerdasan ini menjadi salah satu tipe kecerdasan yang paling mudah diketahui ciri-cirinya.

Biasanya anak dengan kecerdasan ini akan lebih menyukai musik, bernyanyi, bergoyang atau berjoget secara otomatis jika mendengar suara musik. Bahkan anak juga mudah mengingat lagu, senang memukul-mukul benda seperti bermain drum atau piano.

Adapun cara yang dapat Anda terapkan untuk mendukung kecerdasan anak ini yaitu memberikan beragam mainan alat musik. Seperti keyboard, pianika, drum, seruling, piano dan berbagai alat musik lainnya.

Di sini Anda bisa mengajak anak untuk bermain musik bersama, bernyanyi, mendengarkan musik, bahkan juga bisa mengajaknya nonton konser.

Beragam Stimulus Agar Anak Tumbuh Cerdas

tipe kecerdasan anak
pixabay.com

Setelah mengetahui ulasan mengenai beberapa tipe kecerdasan anak pada paragraf sebelumnya. Berikut merupakan beragam stimulus yang bisa Anda terapkan dalam kehidupan sehari-hari, agar anak tumbuh lebih cerdas.

Seperti yang diketahui menstimulasi otak anak agar menjadi cerdas ternyata tidak sulit. Adapun beberapa kegiatan yang bisa Anda lakukan untuk menstimulasi otak anak, diantaranya.

1. Ajak Lebih Aktif Bergerak

Cara pertama yang bisa Anda terapkan adalah mengajak anak untuk bergerak lebih aktif, seperti berolahraga. Dimana manfaat yang bisa didapatkan buka hanya sehat dan kuat saja, tetapi anak juga bisa tumbuh lebih cerdas.

Hal ini dikarenakan aktivitas fisik dapat membantu meningkatkan aliran darah ke otak dan membangun sel-sel otak baru.

2. Mendengarkan Musik

Untuk cara kedua adalah mendengarkan musik karena bisa meningkatkan perkembangan otak anak dengan lebih cepat. Sehingga dapat mendukung anak tumbuh menjadi lebih cerdas.

Bahkan terdapat studi yang menjelaskan bahwa musik mempengaruhi kemampuan motorik, bahasa, kognitif dan kemampuan belajar anak.

3. Membacakan Buku

Salah satu aktivitas yang dapat membantu anak Anda tumbuh menjadi anak cerdas adalah dengan membacakan buku. Supaya anak lebih cerdas, Anda dapat memulainya dengan membacakan buku sejak dini. Walaupun anak masih belum memahami kata-kata yang dibacakan.

Kegiatan ini memberikan manfaat, untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak. Jadi semakin banyak anak mendengar dan mengenal kata, maka akan semakin cepat pertumbuhan otaknya.

Selain itu anak juga bisa memulai dibacakan buku sejak usia dini, agar anak memiliki minat membaca jika sudah dewasa nanti.

4. Mempelajari Bahasa Asing

Sebagai orang tua Anda bisa mengajari bahasa asing kepada anak, untuk mendorongnya tumbuh cerdas. Hal ini dapat menstimulasi bagian otak anak yang berfungsi untuk menyimpan dan mengucapkan kata-kata. Di sini anak bisa mempelajari lebih dari satu bahasa, umumnya ingatan anak jauh lebih baik dan kreatif.

5. Mengajukan Pertanyaan

Selanjutnya Anda sebagai orang tua dapat bemain tanya jawab bersama anak, untuk mengembangkan kemampuan anak agar lebih cerdas. Dengan bertanya kepada anak, Anda dapat mengajaknya berekspolari dan menemukan beragam hal baru. Pertanyaan yang diajukan juga bisa meningkatkan rasa ingin tahunnya.

Itulah ulasan mengenai beberapa tipe kecerdasan anak yang wajib Anda ketahui beserta cara mengembangkan potensinya. Selain itu juga sudah ada beberapa cara menstimulus kecerdasan anak sejak dini yang mudah. Semoga informasi tersebut bermanfaat, selamat mencoba.

Editted: 16/06/2021 by IDNarmadi.

nv-author-image

Luluk Yulianti

Lahir di Kota Blitar. Saat ini belajar di UIN SATU Tulungagung, mengambil jurusan Tadris Bahasa Inggris. Selain itu, Dia juga sibuk bekerja part-time (freelance writer). Impiannya adalah menjadi enterpreneur.View Author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *