Fakta Seputar Vaksin Corona Rusia yang Tak Banyak Orang Tahu

Photo of author
Ditulis oleh Luky Yull

Apakah vaksin corona Rusia benar-benar aman? Sebelum beropini, maka Anda perlu menyimak informasi tentang vaksin Corona Rusia berikut. Merebaknya virus corona di seluruh dunia menjadikan beberapa negara mencoba membuat vaksin secara mandiri terus bermunculan di berita. Salah satu negara yang sudah resmi mendaftarkan diri mendaftarkan vaksin virus corona adalah Rusia.

Pihak Kementerian Kesehatan Rusia juga menyetujui vaksin corona Rusia yang diberi nama Sputink V itu. Ada beberapa lembaga yang dipercaya untuk memproduksi vaksin Sputink V tersebut. Mereka adalah lembaga yang ada di Brasil dan Filipina.

Uji fase I dan II vaksin Sputink V rencanaya akan dilakukan pada September mendatang. Selanjutnya pada uji fase III akan dilaksanakan oleh Filipina pada Oktober sampai Maret tahun 2021. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa vaksin corona Rusia diklaim efisien dalam membentuk imunitas yang stabil.

Tetapi pada kenyataannya, pembuatan vaksin tersebut menuai beberapa kontroversi. Para ahli mengatakan jika Sputink V yang sedang dibuat kurang memiliki data mengenai keamanan serta bagaimana proses kerjanya.

Fakta-Fakta Seputar Vaksin Corona Rusia

Kejutan yang dibuat Rusia tentu membuat warga di seluruh dunia heboh. Mereka sudah mendaftarkan pembuatan virus corona tersebut ke perizinan negara. Apa saja fakta-fakta yang menyelimuti hadirnya vaksin corona Rusia tersebut sampai saat ini. Ulasan lengkapnya akan disajikan di bawah ini.

Pemilihan Nama Vaksin

Seperti yang sudah diketahui jika vaksin dari Rusia ini diberi nama Sputink V yang diambil dari nama satelit Rusia. Vaksin ini dikembangkan oleg lembaga Gamaleya Research Institute dan Kementerian Pertahanan Rusia. Vaksin tersebut masuk ke golongan vector virus. Maksudnya adalah dalam pembuatannya menggunakan virus lain yang membawa DNA respon imun yang dibutuhkan oleh sel. Selain itu, vaksin corona Rusia ini juga disebut dengan Gam-COVID-Vac.

vaksin corona Rusia
Vaksin dari Rusia digadang-gadang dapat membantu para pasien yang terjangkin corona, apakah benar?, pixabay.com

Seperti pembahasan sebelumnya di mana Rusia menggandeng Kementerian Pertahanan menjadikan metode pengujian vaksin ini menggunakan cara-cara untuk mempercepat memeroleh hasilnya. Kepala Yayasan Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriyew yang mendanai proyek ini. Ia mengatakan telah berhasil membuat dunia tertarik dengan vaksin yang sedang dikembangkan oleh Institut Gamaleya tersebut.

Disuntikkan ke Putri Vladimir Putin

Vladimir Putin mengatakan bahwa, vaksin buatan Rusia tersebut telah melewati seluruh pengujian klinis. Ia juga mengatakan jika putrinya kini sudah disuntikkan Sputink V itu. Tetapi, beberapa ahli masih mempertanyakan bagaimana kecepatan kerja pengembangan vaksin Rusia tersebut. Karena hanya dalam tenggat waktu singkat bisa menghasilkan vaksin dan telah diujikan kepada manusia. Para ahli tersebut mencurigai jika proses pembuatan vaksin Sputink V telah mengabaikan beberapa tahapan-tahapan tertentu.

Karena kecemasan para ahli tersebut, kemudian Badan Kesehatan Dunia (WHO) mendesak Rusia untuk mengikuti pedoman internasional dalam memproduksi vaksin Covid-19 ini. Meskipun telah mengklaim dan mendaftarkan pengujian vaksin kepada negaranya sendiri, nyatanya vaksin corona dari Rusia tidak masuk ke dalam enam vaksin yang sudah mencapai uji klinis fase ketiga. Ada lebih dari 100 vaksin sedang dikembangkan di seluruh dunia dan sedang diujicobakan kepada manusia.

vaksin corona Rusia
Penggunaan vaksin baru perlu dipertimbangkan dengan matang agar tidak salah, pixabay.com

Lebih lengkapnya Putin mengatakan peserta uji coba vaksin di mana adalah anaknya merupakan bagian dari eksperimen. Ia menjelaskan setelah suhu tubuhnya mencapai 38 derajat menjadi turun ke 37.5 derajat setalah disuntikkan vaksin tersebut.

Telah Dipesan Oleh 20 Negara di Dunia

Rusia mengklaim jika vaksin yang sedang mereka kembangkan telah menyita perhatian sehingga ada 20 negara yang memesannya. Mereka mengatakan permintaan dari 20 negara ini adalah untuk memproduksi 1 miliar dosis vaksin Sputink V. Krill Dmitriev mengatakan siap untuk memastikan produksi vaksin lebih dari 500 juta dosis bersama dengan mitra luar negeri mereka yang ada di lima negara.

Menurut Kepala Dana Investasi Langsung Rusia (RDIF) ini negara yang memesan vaksinnya berasal dari Amerika Latin, Asia, dan Timur Tengah. Namun, karena proses pengujiannya yang masih menjadi tanda tanya para ahli membuat beberapa negara masih ragu. Sebagai contoh, Menteri Kesehatan Amerika Serikat, Alex Azar mengatakan tidak akan terpengaruh oleh klaim penemuan vaksin corona dari Rusia tersebut.

Ia mengatakan yang paling penting bukanlah siapa yang menemukan vaksin untuk pertama kali, melainkan vaksin yang dibuat tersebut benar-benar aman dan efektif untuk warga Amerika Serikat dan di seluruh dunia.

Baca juga: Memahami Tes Antigen dan Antibodi yang Ternyata Tidak Sama

Diragukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO)

WHO mencatat bahwa Sputink V ini baru dapat diujikan secara klinis pada tahap I/II yang dimulai pada 17 Juni. Kemudian jumlah relawan dalam pengujian ini diketahui hanya berjumlah 38 orang. Bahkan hingga saat ini, belum ada rilis hasil uji klinis dari tahapan awal yang sudah dilaksanakan tersebut.

vaksin corona Rusia
Ada beberaoa alasan mengapa WHO masih meragukan vaksin dari Rusia, pixabay.com

Menurut Direktur WHO untuk Pan American Health Organization, Dr. Jarbas Barbosa mengatakan bahwa penggunaan vaksin harus mengalami tahapan uji tersebut. Ia juga menambahkan bahwa sedang menghubungi regulator kesehatan Rusia untuk mendapatkan informasi tentang vaksin tersebut. Setelah dilakukan analisa dengan beberapa prosedur, maka WHO baru bisa memberikan rekomendasi.

Namun, meskipun diragukan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO), Kirill Dmitriev mengatakan telah melakukan pengembangan vaksin untuk virus corona ini sudah lebih dari enam tahun terakhir. Ia mengatakan pengujian utamanya adalah untuk penyakit MERS. Sehingga menurutnya, menjadi wajar jika proses pengembangan vaksin corona Rusia dilakukan dalam waktu yang lebih cepat.

Informasi Lebih Lanjut Mengenai Vaksin Corona Rusia

Vaksin yang sedang dikembangkan oleh negara Rusia tersebut diberikan dalam dua dosis. Setiap dosis terdiri dari dua serotype adenvirus manusia di mana masing-masing membawa antigen S dari virus baru korona yang masuk ke dalam sel manusia untuk kemudian menghasilkan respon imun.

Hal itulah yang disebut dengan vector virus. Artinya dalam mengembangkan vaksin, dibutuhkan virus lain untuk membawa kode DNA dari respon kekebalan dalam sel. Vaksin Gamaleya ini dibuat berdasarkan teknologi yang mirip dengan prototype virus corona yang sedang dikembangkan oleh perusahaan di China. Cek beberapa info penting berikut:

  • Keamanan Vaksin Corona Rusia

Pihak pengembang dari lembaga Gamaleya mengklaim jika vaksin buatan mereka aman untuk digunakan. Vladimir Putin juga menilai bahwa vaksin ini dikatakan efektif dan memberikan kekebalan yang bagus berdasarkan tanggapan anaknya setelah melakukan penyuntikan untuk uji coba vaksin tersebut.

Seperti yang sudah diketahui, bahwa Badan Kesehatan Dunia (WHO) masih meragukan akan pengujian vaksin tersebut. Pemberian persetujuan atau rekomendasi dari WHO sangatlah penting untuk semua kandidat vaksin dan dilakukan dengan menggunakan prosedur keamanan ketat dari hasil data pengujian.

  • Ketersediaan Untuk Umum

Wakil Perdana Menteri Rusia sebagai pihak yang bertanggung jawab, Tatyana Golikova berharap vaskinasi tenaga medis bisa dimulai pada akhir Agustus hingga awal September ini. Sementara Dmitriyev mengatakan akan mengadakan kampanya vaksinasi masal untuk relawan Rusia pada Oktober setalah vaksin tersebut diluncurkan.

Hal tersebut didasarkan atas klaim mereka di mana sudah terdapat sekitar 20 negara yang memesan vaksin produksi mereka. Meskipun masih diragukan oleh banyak ahli, proyek Sputink V sepertinya akan terus dilanjutkan.

Demikian adalah ulasan mengenai vaksin corona Rusia yang masih menimbulkan pro dan kontra. Bgaimana pun semuanya pasti menginginkan vaksin segera tercipta namun bukan untuk dijadikan perlombaan. Yang terpenting adalah hasil yang berkualitas serta efektif.

Leave a Comment