Memiliki kolam renang pribadi dirumah merupakan idaman setiap keluarga, karena kolam renang bisa menjadi tempat berekreasi dan berolahraga.

Di zaman modern ini, memiliki kolam renang pribadi di rumah adalah simbol kemapanan dan juga mengangkat nilai jual rumah tersebut.

Kolam renang bisa dimasukan dalam katagori barang mewah, namun dibalik kemewahannya ada hal-hal penting yang harus diperhatikan bagi pemilik.

Salah satunya adalah perawatan kolam renang yang harus dilakukan secara kontinyu (terus menerus).

Sebelum kami membicarakan masalah perawatan kolam renang, alangkah baiknya jika Anda mengetahui bagian- bagian dari kolam tersebut yaitu:

  • Konstruksi beton, keremik ataupun mosaik.
  • Air
  • Sistem Plumbing dan sistem filterisasi.

Tiga bagian tersebut di atas menjadi kesatuan yang tidak bisa dipisahkan agar kolam renang bisa berfungsi sebagai mana mestinya. Untuk masalah kontruksi beton, hari ini kita tidak akan membahasnya.

Kita akan lebih fokus dalam membahas perihal Perawatan kolam renang termasuk perawatan air kolam renang itu sendiri.

Perawatan kolam renang

Merawat Air Kolam Renang tidak cukup hanya terlihat bening saja, tapi harus aman untuk kesehatan jika dipakai berenang pemiliknya. Oleh karena itu kita harus tahu bagaimana cara dan langkah-langkah perawatan kolam renang.

Sebelum melanjutkan artikel ini, anda bisa menambah wawasan tentang prinsip dasar perawatan kolam renang di sini

Mari kita ulas satu persatu …

Cek kadar chemical air Kolam Renang
Test kit perawatan kolam renang

Langkah pertama untuk melakukan perawatan yaitu kita harus cek kadar chemical yang terkandung di dalam air kolam renang tersebut. Pengecekan ini bisa dilakukan dengan menggunakan Teskit.

Hal tersebut perlu dilakukan secara berkala, minimal seminggu sekali . Kadar chemical yang dicek yaitu kadar PH (keasaman air) dan kadar Chlorine.

Kedua, kadar chemical kolam renang harus berada pada angka ideal. Untuk PH dikisaran 7,2 -7,6ppm dan untuk Chlorine (CL) dikisaran 1,0-1,5ppm. Akan sangat berpengaruh pada kondisi air kolam renang jika kadarnya tidak sesuai.

Contoh kasusnya seperti air kolam renang kurang bening, dipakai berenang pedih di mata dan akan mempercepat tumbuhnya alga atau lumut di lantai dan dinding kolam. Untuk itu kontrol kadar PH dan CL harus senantiasa dijaga.

Selanjutnya, kolam renang harus dibersihkan dari kotoran organik seperti sampah daun yang berasal dari tumbuhan di taman sekeliling kolam renang. Kotoran tersebut sebaiknya segera dibersihkan agar tidak membusuk di dalam kolam renang.

Bilamana sampai membusuk tentu akan menimbulkan dampak bau pada air. Selain itu juga dapat memicu tumbuhnya bakteri di dalam air kolam. Untuk membersihkan sampah daun tersebut bisa kita gunakan jaring kolam atau Leaf Skimmer.

Langkah berikutnya, kolam renang sebaiknya divacuum minimal seminggu dua kali secara kontinyu. Kotoran yang berada di dasar atau lantai kolam renang, dapat dibersihkan pada saat proses vacuum.

Bagaimana cara vacuum……?

Sebelum Kami terangkan secara singkat mengenai Vacuum, terlebih dahulu akan Kami kenalkan dengan tipe sistem sirkulasi terlebih dahulu.

Kolam renang dikelompokkan menjadi dua macam sistem sirkulasi yaitu :

  • Sistem sirkulasi Overflow
  • Sistem sirkulasi Skimmer

Kolam renang dengan Sistem sirkulsi Overflow. Dimana sistem ini air kolam renang luber lewat bibir kolam terus tumpah ke gutter dan masuk ke Balancing tank. Dan akan dihisap pompa sirkulasi ke kolam lagi, begitu terus perputaran sirkulasinya.

Kolam yang menggunakan sistem skimmer berbeda dengan sistem Overflow. Di sistem ini kolam tidak memerlukan balancing tank. Sirkulasi airnya tidak luber lewat bibir kolam, akan tetapi melalui lubang skimmer box.

Baca juga penjelasan lebih rinci tentang sistem sirkulasi air kolam renang.

Kembali lagi ke Masalah Vacuum

Berikut di bawah ini adalah 6 langkah cara vacuum yang benar :

Melakukan vacuum dengan benar maka kita akan mendapatkan hasil yang lebih optimal.

4 Langkah Jitu Dalam Melakukan Perawatan Kolam Renang
Vacuum merupakan salah satu tindakan perawatan kolam renang
  1. Langkah pertama.
    Persiapkan peralatan untuk vacuum seperti vacuum head, vacuum hose dan telescopic handle.
  2. Langkah kedua.
    Sambungkan vacuum head dan vacuum hose, setelah itu masukkan telescopic handle ke handle vacuum head.
  3. Langkah ketiga.
    Selanjutnya masukkan ke dalam air kolam renang secara berurutan agar vacuum hose (selang) terisi oleh air kolam.
  4. Langkah keempat.
    Setelah itu masukkan ujung vacuum hose ke vacuum fitting yang terdapat di dinding kolam renang.
  5. Langkah kelima.
    Kemudian buka ballvalve vacuum dan tutup ballvalve maindrain serta ballvalve balancing tank. Ballvalve tersebut berada di ruang mesin sirkulasi. Pada waktu vacuum, mesin dalam kondisi hidup.
  6. Langkah keenam.
    Lakukan vacuum secara pelan-pelan dan berurutan agar kotoran tidak naik ke permukaan air kolam renang.

Demikian cara vacuum pada kolam renang sistem overflow. Untuk sirkulasi kolam renang sistem skimmer, cara vacuumnya berbeda. Karena pada sistem skimmer tidak terdapat balancing tank dan vacuum fitting.

Langkahnya hanya menutup ballvalve yang terdapat di saluran maindrain saja dan pemasangan ujung vacuum hose ke lubang skimmer. Langkah selanjutnya sama persis dengan cara vacuum pada sistem overflow.

Agar filter kolam renang dapat senantiasa bekerja secara maksimal, sebaiknya filter dicuci dengan menggunakan sistem backwash pada filter.

Berikut ini kami paparkan langkah-langkah Backwash yang sudah tersedia pada filter.

Matikan mesin sirkulasi, tekan dan putar handle multivalve ke kanan atau searah jarum jam di posisi “Backwash”.

Buka ballvalve pembungan air kolam renang. Hidupkan Pompa sirkulasi selama 30 detik- 60 detik. Kemudian matikan Pompa sirkulasi, tekan dan putar handle multivalve searah jarum jam di posisi “Rinse.”

Hidupkan kembali pompa selama 30 detik-40 detik. Matikan pompa ,tekan hendel multivalve dan putar searah jarum jam di posisi filter. Tutup kembali ballvalve pembuangn air kolam renang. Hidupkan Pompa agar sistem sirkulasi bekerja lagi.

Untuk sirkulasi air kolam renang dibutuhkan waktu setidaknya enam jam untuk menghasilkan kondisi air bagus. Sirkulasi sangat diajurkan untuk mendapatkan kualitas air kolam bening. Pemberian chemical yang sesuai dengan kebutuhan air yang ideal akan aman untuk kesehatan jika dipakai berenang pemiliknya.

Bilamana di dinding dan lantai kolam terdapat alga atau lumut, kita bersihkan dengan menggunakan sikat atau Pool Brush dan ditambahkan trusi dengan cara dilarutkan di ember. Selanjutnya hasil larutan trusi tersebut dituangkan ke dalam air kolam .

Hal ini sebaiknya dilakukan sekali dalam kurun waktu tiga minggu untuk mencegah dan menanggulangi agar lumut tidak tumbuh di dalam dinding kolam renang.

Dari uraian di atas kita bisa menarik Kesimpulan tentang 4 Langkah Jitu Dalam Melakukan Perawatan Kolam Renang, yaitu:

  1. Kita harus mengetahui dan menyetabilkan kadar PH dan Chlorine pada air kolam renang
  2. Vacuum kolam renang dalam seminggu dua kali
  3. Pembersihan fiter sirkulasi (backwash) ini dilakukan setelah kita selesai melakukan Vacuum
  4. Sirkulasi pada sistem fiterisasi minimal enam jam/hari

Video Perawatan Kolam Renang

Demikian apa yang Kami sampaikan lewat tulisan singkat ini semoga bermanfaat bagi yang membacanya. Kami ucapkan trimakasih atas segala perhatiannya.

Silahkan menghubungi kami, jika Anda membutuhkan jasa perawatan kolam renang dari tim yang berpengalaman, ahli dan profesional.

Artikel tentang langkah-langkah dalam melakukan perawatan kolam renang ini di kirim oleh Bapak Ristana, Staff Dimulti Pool. Beliau bisa dihubungi melalui email di [email protected] atau Telp. 021 8430 5011 ext.22

Editted: 26/06/2021 by IDNarmadi.

nv-author-image

Narmadi

Tiap hari sibuk di perusahaan konsultan. Sibuk belajar, belajar dan belajar. Di sini juga sedang belajar menulis.View Author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *