Contoh Pidato Bulan Ramadhan dengan Inti Pembahasan yang Menarik

Anda sedang cari referensi contoh pidato bulan Ramadhan? Tenang, di artikel kali ini akan banyak dibahas tentang contoh pidato bulan Ramadhan beberapa tema menarik.

Bulan Ramadhan sendiri merupakan bulan yang penuh dengan keindahan, keutamaan, serta serangkaian ibadahnya yang mempunyai nilai hikmah sangat lengkap.

Berikut ini contoh pidato bulan Ramadhan yang ditulis secara singkat dan memiliki makna yang mendalam yang bisa anda jadikan referensi.

Sebelum memulai pidato, maka anda harus menyiapkan mulai dari segi mental serta menguasai materi yang akan anda sampaikan supaya dapat berjalan dengan lancar.

Contoh Pidato Bulan Ramadhan yang Menarik

Berikut ini salah satu contoh pidato Islami yakni pidato terkait bulan Ramadhan yang bisa dijadikan referensi bagi anda dengan isi pembahasan yang menarik dan mudah untuk disampaikan.

Contoh pidato bulan Ramadhan ini cukup singkat dan memiliki cakupan makna yang mendalam untuk yang mendengarkan. Contoh pidato singkat ini juga mudah untuk dihafalkan sehingga akan memudahkan anda.

Contoh Pidato Bulan Ramadhan
Contoh Pidato Bulan Ramadhan Via deweezz.com

Berikut ini contoh pidato bulan Ramadhan yang bisa dijadikan referensi untuk anda, yakni sebagai berikut:

Bismillahirahmaanirrahim.

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Alhamdulillah. Assalatu wassalamu ‘ala rasulillah Wa’ala alihi wasohbihi wa mauwalah. Asyhadu alla ilaha illallah wa asyhadu anna muhammadar rasulullah. Allahumma sholli ‘alasayyidina Muhammad wa’ala ali sayyidina Muhammad.

Hadirin yang InsyaAllah dirahmati oleh Allah SWT,

Pertama-tama marilah kita ucapkan Alhamdulillah seraya bersyukur kepada Allah SWT atas segala nikmat dan karunia_Nya sehingga kita dapat bersama-sama singgah di bulan yang mulia ini yakni bulan Ramadhan yang begitu istimewa.

Shalawat dan salam tiada lupa kita kirimkan kepada Al-Akhirul Anbiya Muhammad SAW. Semoga dengan seringnya berucap shalawat kita akan memperoleh pertolongan beliau di Hari Akhir nanti.

Para hadirin yang berbahagia,

Pada kesempatan yang berbahagia ini, izinkanlah saya menyampaikan pidato singkat terkait indahnya Bulan Ramadhan.

Kata Ramadhan berasal dari bahasa Arab yakni “ramada” maupun “ar-ramad”. Kata tersebut memiliki makna panas yang menghanguskan maupun kekeringan.

Bulan Ramadhan merupakan bulan suci yang spesial, maka dari itu kita perlu menyambut bulan yang mulia ini dengan rasa gembira.

Gembira di sini bukan berarti euphoria, melainkan melakukan persiapan secara matang serta mantap sehingga dapat memaksimalkan ibadah puasa pada bulan Ramadhan tersebut.

Bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang indah dan istimewa. Hadirin semuanya yang ada di sini tentunya setuju mengenai hal tersebut bukan?

Benar sekali. Di antara keindahan bulan Ramadhan yang sering kita saksikan yakni dengan ramainya pamflet ucapan mohon maaf lahir dan batin. Bahagianya para penjual baju muslim dan takjil untuk berbuka puasa.

Sampai dengan penuhnya masjid di desa untuk melaksanakan Shalat Tarawih dan Tadarus Al-Quran.

MasyaAllah wal Hamdulillah. Keindahan mengenai hal tersebut jarang kita temui pada hari-hari biasanya.

Belum selesai hingga di sana saja, menjelang sore hari juga ramai banyak orang yang turun ke jalan untuk berbagai kebahagiaan, berbagi makanan untuk berbuka puasa, yang kemudian mengetuk pintu hati kita semuanya.

Sungguh indah bulan Ramadhan, sunggu indah agama Islam. Agama rahmatan lil ‘alamin.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT,

Salah satu keindahan bulan Ramadhan yang paling utama yaki menjadi bulan diturunkannya wahyu berupa Al Quran. Hal tersebut tertuang dalam Kalam Allah pada QS. Al-Baqarah ayat 185.

Artinya “Beberapa hari yang ditentukan itu adalah bulan Ramadhan, bulan yang didalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai sebuah petunjuk bagi manusia dan penjelasan terkait petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan bathil).

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT,

Al-Quran sebagai sebuah petunjuk serta pedoman umat manusia berikan kalimat yang indah dan tentunya menyentuh hati, terutama jika kita pahami dengan iman.

Bahkan dalam Al-Quran pada QS. Jin dikisahkan bahwa para jin tersentuh hatinya ketika mendengar Nabi Muhammad SAW membaca Al-Quran sampai banyak dari mereka yang masuk ke Islam.

Namun, bagaiman dengan hati kita pada haari ini? Apakah bergetar hati kita pada saat mendengarkan lantunan ayat-ayat Kitabullah?

Semoga demikian, ya. Dan juga mari kita jadikan bulan puasa Ramadhan pada tahun ini untuk memperbanyak bertadarus Al-Quran. Membaca, mempelajari, dan mendalami ilmu Al-Quran.

Hadirin yang dirahmati oleh Allah SWT,

Adapun keindahan pada bulan Ramadhan yang menjadikannya lebih istimewa dibandingkan dengan bulan lainnya adalah terdapat malam Lailatur Qadr.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qadr ayat 1-3, yang artinya “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan tersebut? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.

Hadirin yang berbahagia. Pada salah satu malam di bulan Ramadhan telah disiapkan hadiah oleh Allah SWT berupa malam kemuliaan yang lebih baik daripada seribu bulan.

Jika dihitung dengan rumus Matematika, maka 1000 bulan dibagi 12 nilainya adalah 83.3 atau jika digenapkan akan menjadi 84 tahun.

Pertanyaannya adalah berapa umur kita pada saat ini? Dan apakah umur kita bisa menyentuh angka 84 tahun? Wallahua’lam bissawab. Hanya Allah yang Maha Mengetahui.

Namun, bayangkan jika pada bulan Ramadhan pada tahun ini kita memperoleh kesempatan berdoa serta beribadah pada malam Lailatul Qadr. Yang mana artinya bahwa sama saja dengan kita beribadah selama 84 tahun bukan? Sungguh begitu indah bulan Ramadhan ini.

Hadirin yang berbahagia,

Adapun keindahan dan juga keistimewaan bulan Ramadhan yang berikutnya adalah menjadi waktu yang mustajabnya sebuah doa.

Dalam hadis Imam Ibnu Majah Nomor 1.753 yang terdapat pada Kitab Puasa, dijelaskan bawa Rasulullah SAW bersabda yang artinya “Sungguh orang yang berpuasa memiliki doa yang dikabulkan dan tidak akan ditolak tatkala berbuka puasa.”

MasyaAllah wal Hamdulillah. Lagi-lagi kita sangat beruntung dapat kembali hadir serta singgah pada bulan Ramadhan yang penuh dengan barokah ini.

Begitu dahsyatnya bulan Ramadhan sehingga hari demi harinya menajdi waktu yang mustajab doa. Selain itu, doa tersebut tidak tertolak.

Di sisi yang sama, dalam hadis riwayat Muslim juga ditegaskan bahwa Allah SWT uga membuka pintu surga, menutup pintu neraka, serta membelenggu para setan khusus pada bulan Ramadhan.

Dari hal tersebut, sesungguhnya kita sudah dapat menangkap kesimpulan bahwa Allah memberikan kita semua berupa kesempatan yang amat besar untuk memetik keindahan, keistimewaan, serta keutamaan bulan Ramadhan.

Hadirin Rahimakumullah,

Sungguh masih banyak lagi berbagai keindahan serta keistimewaan pada bulan Ramadhan yang penuh ampunan ini.

Maka dari itu, marilah kita luruskan niat serta lebih bersemangat untuk menjalani puasa Ramadhan serta berbagai amalan utama pada bulan Ramadhan ini.

Semoga amal ibadah puasa kita dapat diterima oleh Allah SWT serta mendekatkan kita menuju takwa. Aamiin Ya Robbal ‘alamiin.

Demikianlah pidato terkait bulan Ramadhan yang singkat dan yang bisa saya sampaikan pada kesempatan kali ini.

Mohon maaf atas segala salah dan kepada Allah SWT kita marilah sama-sama memohon ampunan.

Saya akhiri.

Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakatuh.

Contoh pidato bulan Ramadhan ini cukup singkat, namun memiliki makna yang sangat dalam dan tentunya akan membuat para pendengar terkesan. Jika Anda mau cari referensi contoh pidato bulan ramadhan yang lain atau pidato-pidato lainnya bisa kunjungi artikel kami yang lain ya.

Mungkin demikian saja contoh pidato bulan Ramadhan yang singkat dan memiliki makna mendalam. Semoga contoh pidato bulan Ramadhan ini dapat bermanfaat dan bisa dijadikan referensi untuk anda ya.

Leave a Comment