Sejarah Perkembangan Federasi Renang Internasional dan Nasional Indonesia

Photo of author
Ditulis oleh Rofiq Syuhada

Renang adalah olahraga yang sudah ada dari jaman dulu, dimasa sekarang renang juga sudah menjadi olahraga yang rutin dilakukan dan banyak diperlombakan. Dalam kompetisi renang hal yang diperhitungkan adalah kecepatan atlet dalam berenang.

Renang memiliki banyak gaya yang diperlombakan diantaranya gaya bebas, gaya kupu-kupu dan lain-lain. Olahraga renang memiliki peraturan dalam menyelenggarakan setiap eventnya yang ditetapkan oleh Federasi Renang Internasional (FINA).

Selain Federasi Renang Internasional (FINA), Indonesia juga memiliki federasi sendiri yang memiliki perwakilan di FINA dan tergabung dalam Federasi Renang Amatir Asia.

Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) adalah federasi yang mengatur kegiatan renang dan juga perlombaan yang diselenggarakan di Indonesia.

FINA dan PRSI sampai saat ini telah banyak menyelenggarakan event kompetisi renang seperti kompetisi renang antar negara, Pekan Olahraga Nasional dan event lainnya.

Mengenal Lebih Jauh Tentang Federasi Renang Internasional

Organisasi Renang Internasional (Federation Internationale de Nation atau FINA) ialah induk organisasi renang tingkat dunia. FINA didirikan di London lebih tepatnya di hotel Manchester pada 19 Juli 1908 selama olimpiade di London.

Ada delapan federasi nasional yang bertanggung jawab atas pembentukan FINA yaitu Belgia, Denmark, Finlandia, Prancis, Jerman, Inggris, Hongaria, dan juga Swiss.

Tujuan negara federasi adalah untuk menetapkan aturan terpadu berenang, polo air, dan menyelam dalam olimpiade dan kompetisi internasional.

Selain itu bertugas juga untuk memverifikasi catatan dunia dan membuat daftar yang diperbaharui secara resmi, dan juga untuk mengelola kompetisi renang di olimpiade.

Selain renang, FINA juga induk organisasi untuk polo air, selam, renang indah dan renang perairan terbuka. Pada saat ini FINA bermarkas di Lausanne, Swiss.

Induk dari organisasi renang, polo air, selam, renang indah dan renang perairan terbuka disetiap negara serta teritori berhak untuk menjadi anggota FINA.

Kebijakan FINA yang lain adalah untuk membuat aturan bagi berbagai olahraga renang yang ada diseluruh dunia. Memajukan olahraga renang dunia dengan cara menambah fasilitas yang digunakan oleh para perenang.

Struktur Kepengurusan Federasi Renang Internasional

FINA mengadakan pertemuan regular yang disebut dengan kongres. Ada dua kongres yang dimiliki yaitu kongres umum dan kongres teknis.

Kongres umum memutuskan semua masalah yang ada di FINA dan kongres teknis untuk memutuskan semua masalah teknis yang berhubungan dengan kejuaraan renang.

Ketua umum Federasi Renang Internasional (FINA) memiliki masa jabatan sekitar 4 tahun. Struktur organisasi FINA memiliki 22 anggota yang menjabat sebagai pejabat eksekutif.

Selain itu juga ada berbagai komisi diantaranya komisi teknis renang, komisi panel antidoping dan komisi kedokteran olahraga.

Pada saat ini ketua umum FINA adalah Dr. Julio Maglione dari Uruguay, berikut adalah ketua umum FINA dari tahun 1908-sekarang:

NamaTahun
1. George Hearn dari Britania Raya 1908-1924
2. Erik Bergvall dari Swedia 1924-1928
3. Emile Georges Drigny dari Perancis 1928-1932
4. Walther Binner dari Jerman 1932-1936
5. Harold Fern dari Britania Raya1936-1948
6. Rene de Raeve dari Belgia 1948-1952
7. M.L Negri dari Argentina 1952-1956
8. Jan de Vries dari Belanda1956-1960
9. Max Ritter dari Jerman 1960–1964
10. William Berge Phillips Australia 1964–1968
12. Javier Ostos Mora dari Meksiko 1968–1972
13. Dr. Harold Henning Amerika Serikat 1972–1976
14. Javier Ostos Mora dari Meksiko 1976–1980
15. Ante Lambasa dari Yugoslavia 1980–1984
16. Robert Helmick dari Amerika Serikat1984–1988
17. Mustapha Larfaoui dari Aljazair 1988–2009
18. Dr. Julio Maglione dari Uruguay 2009-sekarang
Tabel ketua umum FINA (Federasi Renang Internasional) dari tahun 1908 – sekarang

Anggota Federasi Renang Internasional

Tahun 2008 bertepatan dengan Olimpiade Beijing, FINA / Federasi renang Internasional mencatat memiliki 196 anggota dan setiap anggota merupakan anggota salah satu asosiasi renang regional.

Lima organisasi renang regional resmi, pertama bernama Federasi Renang Amatir Asia (AASF) yang beranggotakan 43 negara. Kedua, Konferensi Renang Afrika (CANA) beranggotakan sekitar 45 anggota.

Yang ketiga adalah Uni Renang Amatir (ASUA) Amerika dengan anggota sebanyak 40 anggota. Keempat, Liga Renang Eropa yang memiliki anggota 51 diseluruh wilayah Eropa.

Dan yang kelima, Asosiasi Renang Oceania (OSA) dengan anggota seluruh wilayah yang ada di Oceania.

Kejuaraan Federasi Renang Internasional

federasi renang internasional
federasi renang internasional

Sejak 1973, Federasi renang Internasional / FINA menyelenggarakan Kejuaraan Dunia dengan program berenang, menyelam, menyelam tinggi, polo air, berenang tersinkronisasi, dan berenang di air terbuka.

17 edisi pertama berlangsung di Beograd (YUG, 1973), Cali (COL, 1975), Berlin (GER, 1978), Guayaquil (ECU, 1982), Madrid (ESP, 1986), Perth (AUS, 1991), Roma (ITA, 1994), Perth (AUS, 1998), Fukuoka (JPN, 2001), Barcelona (ESP, 2003), Montreal (CAN, 2005), Melbourne (AUS, 2007), Roma (ITA, 2009), Shanghai ( CHN, 2011), Barcelona (ESP, 2013) dan Kazan (RUS, 2015), Budapest (HUN, 2017). Untuk periode berikutnya akan berlangsung Gwangju (KOR, 2019).

Tonggak sejarah Federasi Renang Internasional (FINA) meliputi pengenalan: Piala Dunia dalam renang, menyelam, polo air dan renang yang disinkronkan (1979), Kejuaraan World Masters (1986), Kejuaraan Berenang Dunia dalam 25m-pool (setiap dua tahun sejak 1993), Marathon Swimming Piala Dunia (1994), Grand Prix Menyelam (1995) dan Super Final Grand Prix Menyelam (1998), Kejuaraan Renang Air Terbuka Dunia (2000), Liga Polo Air Dunia untuk pria (2002) dan untuk wanita (2004), Kejuaraan Renang Junior Dunia (2006), Piala Dunia Renang Sinkronisasi (2006), Seri Dunia Selam (2007), Piala Pengembangan Polo Air Dunia (2007), Piala Dunia Berenang Marathon 10km (2007), Grand Prix Kolam Renang Air Terbuka (2007), Kejuaraan Renang Air Terbuka Junior Dunia (2012) dan Piala Dunia Selam Tinggi (2014).

Indonesia: Federasi Renang Nasional

federasi renang internasional
Federasi renang Internasional dan Nasional

Federasi renang nasional atau yang lebih sering disebut dengan Persatuan Renang Seluruh Indonesia adalah organisasi yang mengatur seluruh kegiatan renang di Indonesia.

Organisasi ini berdiri pada 21 Maret 1951 di Jakarta dengan nama Persatuan Berenang Seluruh Indonesia (PBSI) dan ketua umum pertama yang bernama Prof. dr. Poerwo Soedarmo. Pada tahun yang sama juga PBSI diterima menjadi anggota dan Internationale Olympic Committee (IOC) dan FINA.

Pada tahun 1963 Indonesia harus mundur dari keanggotaan FINA karena pada saat itu Pemerintah Indonesia menjadi tuan rumah dan berpartisipasi dalam GANEFO (Games of The New Emerging Forces).

Karena alasan aturan Indonesia tidak bisa bertanding dan memutuskan keluar dari FINA. Lalu tahun 1966 Indonesia kembali menjadi anggota FINA dan berpartisipasi dalam Asian Games ke V di Bangkok.

Olahraga Renang di Indonesia sendiri mulai diperlombakan pada Pekan Olahraga Nasional (PON) yang pertama kali diadakan di Surakarta pada tahun 1948. Untuk gaya yang diperlombakan yaitu gaya renang modern, seperti gaya dada, gaya bebas dan gaya punggung.

Kemudian pada tahun 1957 PBSI berubah nama mejadi Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) dan penyelenggaraan PON ke IV di Makasar mulai diperlombakan renang dengan gaya kupu-kupu.

Struktur Kepengurusan Federasi Renang Nasional

Pada kongres pertama pada tahun 1951 Prof. dr. Poerwo Soedarmo dikukuhkan sebagai ketua umum. Kemudian pada kongres kedua yang dilakukan pada tahun 1954 bertempat di Bandung organisasi ini diketuai oleh D. Soeprajogi.

Beliau menjadi ketua terpilih selanjutnya sampai pada kongres ke VII tahun 1968. Pada tahun 2009 PRSI diketuai oleh Hilmi Panigoro dan pada tahun 2013 oleh Sandiaga S. Uno.

Kemudian pada tahun 2016 bertempat di Jakarta, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melantik dan mengukuhkan susunan para pengurus besar PRSI dengan masa 2016-2020.

Ketua umum terpilih adalah Anindya Novyan Bakrie. Kongres ini di hadiri oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Ketua Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir, Ketua KONI Tono Suratman dan tamu undangan lainnya.

Anggota Federasi Renang Nasional

Federasi renang Internasional
Anggota federasi renang Nasional

Tahun 1951, PBSI atau sekarang yang disebut dengan PRSI sudah membawahi sekitar 29 perkumpulan renang.

Saat ini setiap daerah memiliki klub renang sendiri-sendiri dan berada di bawah naungan PRSI tingkat provinsi terkait. Seperti Jakarta memiliki sekitar 23 klub renang, di Batam memiliki sekitar 13 klub renang.

Klub renang tersebut nantinya yang akan mengirimkan para perenang mereka untuk ikut berpartisipasi dalam kompetisi renang.

Klub renang di Batam sendiri pernah berpartisipasi dalam kompetisi EC MAS OPEN pada tahun 2018. Selain itu Yogyakarta juga ikut berpartisipasi mengirimkan perenang mereka untuk mengikuti Seleksi Nasional SEA GAMES 2017 dan Asian Games 2018.

Demikianlah sejarah dari perkembangan federasi renang internasional maupun nasional. Semoga ini dapat bermanfaat dan menjadi referensi belajar Anda. Terimakasih. Ditulis oleh Kenanga Rahmi Annisa – Editted: 17/05/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment