Efek Samping Vaksin Sinovac dan 65,3% Tingkat Efikasinya

Photo of author
Ditulis oleh Leli Ristiana

Efek Samping vaksin Sinovac tidak jauh berbeda dibandingkan jenis vaksin lainnya dimana gejala yang ditimbulkan hampir sama.

Negara Indonesia sendiri, vaksin Sinovac menjadi salah satu pilihan vaksinasi yang paling banyak diterapkan oleh pemerintah.

Selain dinilai paling aman dan ramah, konon budget untuk vaksin ini pun jauh lebih terjangkau sehingga stoknya melimpah.

Ngomong-ngomong tentang Sinovac, tahukah Anda informasi lengkap mengenai jenis vaksin ini dan apa saja efek samping vaksin Sinovac? Silahkan cari jawabannya di artikel ini.

Informasi Lengkap Seputar Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac adalah salah satu jenis vaksin yang diperuntukkan untuk pencegahan infeksi virus Covid-19 atau corona. Sinovac juga memiliki nama lain yaitu CoronaVac.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia telah memberikan izin penggunaan vaksin ini sejak maraknya pandemi.

Tiap suntikan pada vaksin Sinovac mengandung virus Covid-19 yang sudah tidak aktif dengan tujuan sistem imun akan mengenali virus tersebut.

Setelah sistem imun mampu untuk mengidentifikasinya, selanjutnya imun akan berusaha untuk memproduksi sebuah antibodi guna melawan virus tersebut.

Sebelum masuk ke pembahasan efek samping vaksin Sinovac, perlu Anda ketahui mengenai informasi kandungan dan ketentuan khusus penggunaan vaksin ini.

Kandungan Vaksin Sinovac

Jangan termakan oleh berita hoax yang konon katanya vaksin ini mengandung bahan pengawet. Dalam racikan vaksin Sinovac hanya terdiri dari sejumlah kandungan yang dipastikan aman.

Berdasarkan informasi resmi dari perusahaan Bio Farma, berikut ini adalah 4 macam kandungan yang ada dalam vaksin Sinovac:

1. Virus Covid-19 yang nonaktif

Kandungan pertama yang ada dalam vaksin ini adalah virus Corona yang sudah dimatikan. Jadi, virus bukan dalam kondisi hidup ataupun dilemahkan.

2. Alumunium Hidroksida

Kandungan ini berfungsi untuk meningkatkan kemampuan atau cara kerja dari vaksin Sinovac.

3. Natrium Clorida (NaCl)

NaCl adalah larutan garam yang digunakan untuk kebutuhan farmasi. Garam ini berfungsi untuk memberikan kenyamanan pada area suntikan pasca vaksinasi.

4. Larutan Fosfat

Larutan fosfat berfungsi sebagai stabilizer atau penstabil pada cairan vaksin Sinovac.

Syarat dan Ketentuan Penggunaan Vaksin Sinovac

Sebelum memutuskan untuk menggunakan vaksin Sinovac, ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Hal ini penting mengingat untuk menghindari adanya efek samping vaksin Sinovac yang berlebihan.

Berikut ini adalah beberapa syarat dan ketentuan yang harus Anda pahami dan taati:

1. Vaksin Sinovac dapat diberikan pada jenjang usia 18-59 tahun. Suntikkan diberikan sebanyak 2 kali dengan jeda 14-28 hari dan dosisnya sebesar 0,5ml. 

2. Vaksin Sinovac dapat disuntikkan kepada ibu hamil dan menyusui. Syaratnya, usia kandungan lebih dari 12 minggu dan maksimal 33 minggu.

3. Jangan melakukan vaksinasi ketika Anda sedang terkena Covid-19 atau ada orang terdekat yang sudah terinfeksi virus tersebut.

4. Vaksin ini tidak dianjurkan untuk diberikan kepada orang dengan sistem imun yang lemah. Selain itu, konsultasikan pada dokter bila Anda sedang meminum obat yang memiliki efek samping melemahkan sitem imunitas tubuh.

5. Konsultasikan pada dokter atau petugas vaksinasi bila Anda sedang mengkonsumsi obat-obatan terentu baik herbal ataupun kimia.

6. Konsultasikan bila mengidap penyakit berat, seperti DM, kanker, HIV, ginjal, jantung, atau penyakit paru-paru, seperti TBC, ISPA, dan PPOK.

7. Beri tahu dokter atau petugas jika dalam seminggu terakhir Anda terkena gejala ISPA, sepert batuk, pilek, dan sesak napas.  

8. Pastikan Anda tidak memiliki riwayat alergi terhadap kandungan vaksin Sinovac yang telah dijabarkan sebelumnya.

9. Segera hubungi layanan kesehatan terdekat bila mengalami gejala atau efek samping vaksin Sinovac yang berat atau berkelanjutan.

Penjelasan Tingkat Efikasi 65,3% dari Vaksin Sinovac

Vaksin Sinovac adalah hasil pengembangan Biotech Ltd. dan telah melewati 3 kali uji klinis yaitu di Brazil, Turki, dan Indonesia.

Setelah melalui hasil uji klinis fase ketiga yaitu di Indonesia, ternyata vaksin Sinovac memiliki tingkat efikasi 65,3%.

Apakah yang dimaksud dengan tingkat efikasi vaksin sebesar 65,3% ???

Efikasi sendiri memiliki makna efektivitas atau kemanjuran Jadi, nilai efikasi ini menunjukkan tingkat kemanjuran dari vaksin Sinovac.

Angka tersebut memiliki makna bahwa pemberian vaksin tersebut akan memberikan efek penurunan penularan virus Corona sebanyak 65,3%.

Angka tersebut merupakan nilai yang cukup baik karena standarisasi yang ditetapkan oleh WHO, EMA, dan FDA adalah 50%.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa secara epidemologi, pemberian vaksin dapat menurunkan tingkat infeksi virus dan menyelamatkan hidup orang banyak.

Meski demikian, ada pertanyaan yang timbul mengapa tingkat efikasi Sinovac lebih rendah dibandingkan 2 negara lainnya, seperti Turki dan Brazil.

Hal ini dikarenakan sampel yang digunakan oleh Indonesia adalah populasi masyarakat yang rentan atau beresiko tinggi seperti tenaga kesehatan. Alhasil, nilai yang ditunjukkan pun menjadi lebih rendah.

Kenyataan tersebut berbeda dengan perhitungan di 2 negara lainnya yang lebih tinggi. Hal ini dikarenakan sampel yang digunakan berasal dari masyarakat umum yang resiko penularannya rendah.

Efek Samping Vaksin Sinovac dan Cara Penanganannya

Efek samping vaksin sinovac
Efek samping vaksin sinovac via kompas.com

Setelah mengetahui sejumlah ketentuan pemberian vaksin serta nilai efikasinya, kini saatnya Anda mengetahui apa saja efek samping yang dapat ditimbulkan.

Secara umum, efek samping vaksin Sinovac tidak jauh berbeda dibandingkan jenis vaksin lainnya. Ada sejumlah gejala umum yang timbul, namun ringan dan tidak berbahaya.

Berikut ini adalah 5 efek samping vaksin Sinovac yang mungkin saja terjadi:

1. Nyeri pada bekas suntikkan

Nyeri pada area bekas suntikkan disebut juga dengan nyeri area lokal. Biasanya disertai dengan bengkak atau kemerahan.

Rasa nyeri yang timbul disebabkan oleh penyuntikkan yang dilakukan pada jaringan otot di lengan. Namun, Anda tidak perlu khawatir karena gejala ini akan berangsur-angsur reda dalam jangka waktu 2-3 hari saja.

2. Nyeri pada otot dan persendian

Sendi dan otot mengalami nyeri juga sering jadi bagian dari efek samping vaksin sinovac. Gejala penyerta lainnya pasca vaksinasi adalah perasaan lemas atau nyeri pada area otot dan persendian.

Hal ini kemungkinan efek dari sel-sel imun tubuh dalam merangsang cairan vaksin yang selanjutnya bekerja untuk membentuk antibody.  

3. Demam, mual, dan muntah

Sejumlah orang biasanya akan merasa badannya panas demam, dan tidak enak badan pasca vaksinasi. Bahkan, beberapa lainnya disertai dengan gejala mual dan muntah.

Jika terjadi hal demikian sebaiknya datang ke pusat layanan kesehatan agar gejalanya tidak berlarut-larut.

4. Pusing dan sakit kepala

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh WHO, ada 40%-50% orang yang akan mengalami pusing atau sakit kepala pasca dilakukannya vaksinasi.

Jadi, Anda tidak perlu terlalu mengkhawatirkan hal tersebut. Cukup meminum obat paracetamol atau obat sakit kepala lainnya untuk meredakannya.

5. Reaksi alergi (Anafilaksis)

Vaksinasi menggunakan Sinovac terkadang menimbulkan efek samping yang cukup berat seperti reaksi alergi atau anafilaksis.

Alergi terhadap kandungan vaksin dapat menimbulkan ruam atau kemerahan pada sekujur tubuh. Selain itu, area tertentu, seperti mata dan bibir juga bisa bengkak.

Tak hanya itu, alergi juga dapat menimbulkan efek mual, muntah, pusing, lemas, bahkan penurunan tingkat kesadaran.

Untungnya, efek samping vaksin Sinovac yang berupa anafilaksis ini sangat jarang sekali terjadi. Menurut Kementerian Kesehatan Indonesia, perbandingannya bisa menapai 1:1.000.000 orang yang divaksin.

Pasca vaksinasi, Anda sangat dianjurkan untuk banyak beristirahat dan tidur yang cukup agar gejala yang ditimbulkan segera pulih.

Baca juga: Kenali 10 Efek Samping Vaksin Moderna dari Gejala Ringan hingga Langka

Demikianlah rentetan informasi seputar Sinovac mulai dari syarat penggunaan vaksin, tingkat efikasi, hingga efek samping vaksin Sinovac. Semoga bahasan ringkas kali ini bisa bermanfaat untuk Anda.

Leave a Comment