Pahami Manfaat Gentle Parenting untuk Anak dan Tips Terbaiknya

Gentle parenting atau pola pengasuhan secara lembut merupakan salah satu pola pengasuhan anak yang dapat dipilih oleh orang tua untuk mengajarkannya kemandirian.

Menurut para ahli, gentle parenting mampu mengajarkan anak agar dapat mengolah emosi dan kesehatan mentalnya sejak dini.

Disamping itu, anak juga memiliki perasaan yang lebih lemah lembut, seperti punya rasa empati, pengertian, serta hormat pada orang lain.

Nah, salah satu tipsnya adalah membangun komunikasi yang baik untuk membentuk kepercayaan diri pada anak.

Orang tua juga dapat mencontohkan toleransi kepada anak tanpa ada paksaan, sehingga secara tidak langsung mereka akan menirunya.

Untuk memahami lebih lanjut mengenai manfaat pola pengasuhan dan tips terbaik yang dapat dilakukan, jangan lewatkan pembahasan dibawah ini ya. 

Mengenal Gentle Parenting

Pola pengasuhan iniseringkali dianggap sebelah mata karena tidak ada konsep hukuman atau pujian yang diberikan orang tua kepada anaknya.

Sehingga, masyarakat menganggap perilaku ini terlalu mencuekkan atau tidak peduli terhadap anak.

Padahal, gentle parenting sendiri merupakan metode untuk membangun kedekatan hubungan antara orang tua dan anak.

Jadi, bukan hanya anak yang dilatih fisik dan psikologisnya, tetapi orang tua juga harus mampu mengolah emosinya terhadap anak.

Dalam pola asuh ini keputusan orang tua harus didiskusikan bersama anak, sehingga mereka mau menerima dengan lapang dada dan menjalaninya tanpa paksaan.

Kemudian, anak dibiarkan bebas bertindak sesuai keinginannya, tetapi tetap harus sesuai batasannya.

Alih-alih berfokus pada pemberian hukuman, pola asuh ini justru memfokuskan pada peningkatan kesadaran diri dan pemahaman anak.

Jadi, orang tua tidak perlu memarahi anak, tetapi justru tetap tenang dalam memberikan sejumlah pilihan dan konsekuensi atas perilakunya.

Manfaat Pola Pengasuhan Gentle

Gentle parentingyang berfokus pada kerja sama orang tua dan anak tentunya memiliki banyak manfaat untuk perkembangan buah hati, antara lain.

Empati Anak Semakin Tinggi

Anak-anak adalah peniru ulung, sehingga orang tua harus mencontohkan segala hal baik kepada anaknya.

Gentle Parenting

Jika orang tua menunjukkan perilaku lembut, maka anak pun akan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki rasa empati tinggi hingga dewasa kelak.

Anak Dapat Mengontrol Emosi

Pola pengasuhan anak secara lembut inisanggup mengontrol emosi negatif dan labil pada anak, sebab orang tua cenderung bersikap tenang dan penuh perhatian.

Anak tidak hanya terhindar dari perilaku mudah marah, melainkan juga dari perasaan takut, malu, atau rendah diri.

Meningkatkan Kemampuan Sosial

Gaya pengasuhan gentle mampu meningkatkan kemampuan sosial anak menjadi lebih baik.

Didukung oleh rasa empati yang tinggi, anak dapat menjalin hubungan positif dengan orang lain terutama teman sebaya di lingkungannya.

Mengurangi Kecemasan Berlebih

Psikologis anak memang cenderung berubah-ubah, salah satunya mereka mudah merasa cemas dan takut.

Maka dari itu, gentle parenting mampu mendorong anak belajar mengenali diri mereka sendiri, sehingga tidak akan mudah cemas saat menghadapi sesuatu.

Meningkatkan Ikatan Keluarga

Orang tua yang mendidik anaknya dengan cara pola pengasuhan gentle fokusnya pada pembelajaran hidup yang berharga dan bukan menghukum.

Sehingga, dapat menciptakan hubungan yang lemah lembut dan sehat dengan anak-anak maupun orang lain.

Tips Gentle Parenting untuk Buah Hati

Pola pengasuhan gentle pada dasarnya tetap bisa diterapkan pada co-parenting adalah karena meskipun orang tua sudah bercerai, anak tetap membutuhkan kasih sayang keduanya.

Nah, jika Anda tertarik menerapkan pola pengasuhan gentle kepada anak, berikut cara-cara yang dapat dicoba.

Membangun Komunikasi Baik

Salah satu cara gentle parenting yang paling ampuh adalah membangun koneksi baik dengan sang buah hati.

Misalnya, Anda bisa menemani anak bermain, belajar, mengajaknya bercerita, atau membacakan dongeng sebelum tidur.

Selain itu, Anda juga dapat menjadi pendengar yang baik dan tunjukkan empati terhadap perasaan yang mereka alami.

Hindari pula menyela cerita anak atau bahkan menyuruhnya diam karena ini akan membuatnya merasa kurang dihargai.

Mengungkapkan Kasih Sayang

Cara kedua yang dapat dilakukan orang tua adalah mengungkapkan perasaan sayang kepada anak.

Misalnya, orang tua dapat lebih sering memeluk, mencium, atau membuatkan makanan favorit anak.

Pasalnya, ungkapan kasih sayang orang tua kepada anak mampu meningkatkan rasa percaya dirinya.

Disamping itu, anak juga merasa lebih dicintai, sehingga mereka dapat mengerjakan tugas yang diberikan dengan lebih disiplin.

Jangan Mendikte Anak

Berikutnya, gentle parenting yang baik seharusnya tidak dilakukan dengan mendikte sang anak.

Gentle Parenting

Sebab, anak yang didekte terus-menerus justru membuatnya merasa stress dan tertekan, sehingga berdampak negatif pada tumbuh kembangnya.

Sebaiknya, jika anak melakukan kesalahan atau penyimpangan perilaku, cukup berikan saran atau masukan saja.

Jangan lupa sertakan alasan yang jelas dan logis terkait saran tersebut agar anak bisa introspeksi diri.

Berfokus pada Perilaku Anak

Tips menerapkan gentle parenting selanjutnya bisa dengan berfokus pada perilaku anak sehari-hari.

Orang tua sejatinya merupakan pendidik anak yang utama, sehingga Anda harus bisa memberikan contoh yang baik.

Anda juga dapat menerapkan sederet aturan kepada anak dan jelaskan pula mengapa aturan tersebut harus dipenuhi. Dengan begitu, anak terhindar dari sikap negatif hingga dewasa nanti.

Gunakan Pendekatan Menyenangkan

Dalam kehidupan sehari-hari, usahakan menggunakan pendekatan yang menyenangkan kepada anak.

Misalnya, alih-alih menggunakan kalimat “Ayo bereskan mainan yang berceceran!”, sebaiknya gunakan kalimat “Yuk, lomba merapikan mainan!”.

Setelah itu tidak perlu memberikan hadiah atau pujian agar anak tidak terbiasa meminta hadiah saat menyelesaikan sesuatu.

Daripada membelikannya sesuatu, Anda bisa mengajaknya jalan-jalan sambil menikmati udara segar.

Bernegosiasi dengan Anak

Negosiasi merupakan cara gentle parenting terbaik lainnya yang dapat diikuti untuk membangun rasa saling hormat dan percaya.

Misalnya, Anda dapat mendiskusikannya dahulu mengenai sesuatu yang diinginkan anak, jadi jangan langsung dituruti.

Orang tua yang melatih anak bernegosiasi sejak dini juga membuatnya terbiasa mengutarakan pendapat.

Lifeskill ini tentunya sangat dibutuhkan saat dewasa nanti agar berani speak up di depan umum.

Jangan Memaksa Anak

Sikap memaksa atau menuntut anak umumnya akan membuat tekanan batin, sehingga mereka cenderung murung dibandingkan bahagia.

Untuk itulah, kurangi paksaan kepada anak dan usahakan Anda selalu mendukung keputusannya asalkan tidak menyimpang.

Anda hanya perlu mencontohnya sikap penyelesaian masalah dengan tepat kepada anak.

Orang tua boleh menegur anaknya jika salah, tapi coba lakukan saat situasi tenang agar anak tidak merasa tersinggung.

Buat Perencanaan Parenting

Terakhir, gentle parenting dapat dilakukan dengan membuat perencanaan pengasuhan untuk meminimalisir anak melakukan tindakan merugikan.

Misalnya, Anda dapat menjadi orang tua fleksibel yang tidak terlalu perfeksionis maupun terlalu santai.

Anda bisa konsisten menemani perkembangan anak agar mereka dapat berpikir lebih rasionalis dan tepat dalam mengambil keputusan.

Sesekali, Anda juga boleh melakukan time out untuk diri sendiri agar pikiran tetap waras dan mampu rehat sejenak dari aktivitas anak.

Itulah manfaat gentle parenting dan aneka cara yang dapat dilakukan orang tua agar emosi anak lebih terkontrol.

Jika Anda sudah tahu tips tadi, yuk mulai sekarang terapkan kemandirian pada anak agar dapat tumbuh menjadi sosok yang lebih percaya diri.

Luky Yull

Lahir di Kota Blitar. Saat ini bekerja sebagai Content Writer dan tutor.

Tinggalkan komentar