Ruam Leher Bayi: 4 Penyebab dan Cara Mengatasinya

Kulit bayi yang masih sangat sensitif, memang rentan terhadap alergi. Ruam leher bayi merupakan hal yang sering terjadi karena bayi memiliki kulit yang lembut dan halus.

Leher bayi biasanya gemuk dengan banyak lipatan kulit yang membuatnya rentan terhadap ruam karena bayi belum bisa menggerakkan lehernya sendiri.

Kulit ruam di leher bayi tidak perlu dikhawatirkan, karena akan menghilang dengan sendirinya ketika bayi belajar mengangkat atau menahan lehernya tanpa bantuan.

Untuk mengatasi ruam leher bayi, anda harus mengetahui terlebih dahulu apa yang menyebabkan ruam dan bagaimana menghindarinya. Berikut ulasan mengenai faktor yang menyebabkan ruam leher pada bayi.

Sebenarnya Apa Sih Ruam Leher pada Bayi?

Ruam merah pada leher bayi biasanya terjadi ketika kulit berubah menjadi merah dan gatal. Kulit yang terkena cenderung tampak bergelombang atau bersisik. Biasanya muncul di lipatan kulit leher.

Bayi usia empat hingga enam bulan umumnya menderita ruam leher karena berbagai alasan seperti infeksi jamur, biang keringat, iritasi kulit, dan sebagainya.

Kulit bayi masih dalam tahap perkembangan dan penyempurnaan. Misalnya, proses penyerapan dan pengeluaran keringat belum berjalan semestinya sehingga bayi berkeringat berlebihan. Keadaan ini dapat memicu terjadinya ruam.

Baca juga: BPJS kesehatan untuk bayi

Penyebab Kulit Ruam Pada Leher Bayi Apa?

ruam leher bayi
Ilustrasi kulit ruam pada eher bayi

Agar anda dapat mengobati ruam ini, sebaiknya cari tahu dulu penyebab ruam pada leher bayi:

1. Udara Panas

Bayi dapat mengalami ruam leher karena panas yang menyengat, terutama selama musim panas ketika suhu tinggi. Akibatnya, keringat bisa terperangkap di bawah kulit dan menghalangi saluran keringat.

Benjolan merah dapat muncul di leher bayi, yang mungkin terasa gatal. Ruam seperti ini juga disebut ruam panas atau ruam keringat.

2. Tetesan ASI yang Mengalir ke Leher

Selama menyusui, ASI bisa menetes ke leher bayi, yang terkumpul di lipatan kulit. Jika tidak dibersihkan dengan benar, kulit mungkin tetap lembap dan akhirnya timbul ruam leher bayi.

3. Infeksi Jamur

Ruam mungkin muncul di leher bayi karena infeksi jamur. Jamur seperti candida cenderung tumbuh subur di tempat yang basah dan hangat.

Lipatan kulit leher bayi dapat menjadi tempat berkembang biak yang sempurna untuk jamur semacam itu, jika keringat dan kelembapan terperangkap di dalamnya.

4. Iritasi Kulit

Kerutan di kulit leher bayi dapat terus-menerus bergesekan satu sama lain dan juga terhadap pakaian bayi. Gesekan yang terus-menerus ini dapat mengiritasi kulit, menyebabkan ruam leher bayi.

Gejala Ruam Leher pada Bayi

Gejala khas ruam leher pada bayi adalah munculnya bintik-bintik merah yang dapat menyebabkan rasa gatal dan nyeri. Beberapa bayi mungkin mengalami demam juga.

Dalam beberapa kasus, bayi mungkin mengalami kehilangan nafsu makan. Secara keseluruhan bayi mungkin menjadi lebih rewel dan mudah kesal.

Mengobati Ruam Leher Bayi

Ruam leher pada bayi umumnya mudah untuk diobati. Berikut beberapa hal yang dapat anda lakukan:

1. Membersihkan dan Mendinginkan Kulit

Gunakan sabun bayi yang lembut dan bebas pewangi untuk membersihkan leher bayi dengan benar, usap dengan lembut agar kulit yang terkena ruam tidak bertambah parah.

Tepuk-tepuk leher dengan lembut setelah dicuci, dengan handuk katun lembut, alih-alih menggosok area tersebut. Pastikan area leher benar-benar kering dan tidak lembab. Setelah membersihkan, anda bisa memberikan pelembap atau salep kulit untuk membuat kulit leher menjadi sejuk.

2. Menggunakan Salep Anti Jamur

Bersihkan bagian leher bayi dan pastikan bagian tersebut benar-benar kering. Ruam leher bayi biasanya sembuh sendiri tanpa bantuan dokter.

Jika bayi mengalami ruam leher karena infeksi jamur, dokter seringnya meresepkan krim anti jamur untuk mengobati ruam leher. Mengoleskan krim hidrokortison 1 persen topikal juga terbukti bermanfaat.

Namun, penggunaan hidrokortison dalam waktu lama tidak dianjurkan. Pastikan anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anak mengenai pemakaian salep.

3. Kurangi Pemakaian Pakaian Terlalu Tebal

Kurangi pakaian bayi yang terlalu tebal agar kulit bernapas. Gunakan pakaian dengan bahan kapas murni, yang merupakan kain lembut dan kulit pun dapat bernapas.

Meletakkan bayi di ruang ber-AC atau sejuk juga dapat membantu meringankan terjadinya ruam leher bayi dan ketidaknyamanan yang dihadapinya.

4. Kompres Dingin

Mengompres bayi dengan handuk dingin pada ruam lehernya dapat mengurangi rasa gatal dan sakit. Ini juga dapat menenangkan kulit dengan mengurangi peradangan.

Kompres dingin dapat diterapkan beberapa kali sehari. Selalu ingat untuk mengeringkan area leher setelah anda mengompres ruam leher bayi tersebut.

5. Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki sifat anti-mikroba, yang menjadikannya sebagai obat rumah yang sangat baik untuk mengobati ruam leher pada bayi. Mengoleskan minyak kelapa pada ruam leher bayi dapat membantu mengurangi peradangan dan rasa gatal.

Cara Mencegah Ruam Leher

Agar tidak terjadi ruam leher bayi, anda dapat melakukan beberapa hal berikut:

  1. Penting agar leher bayi dibersihkan dengan benar dan tetap kering, untuk mencegah timbulnya ruam leher.
  2. Hindari terlalu sering memandikan bayi karena dapat membuat kulitnya terlalu kering. anda dapat membersihkan bayi dengan kain lembap.
  3. Pastikan bayi tidak merasa kepanasan selama musim panas.
  4. Kurangi memakaikan bayi dengan pakaian tebal atau selimut.
  5. Pastikan ASI tidak mengalir sampai ke leher bayi. Anda bisa menggunakan kain untuk menahan.

Konsultasi Ke Dokter

Terkadang, mengobati ruam leher dengan pengobatan rumah mungkin belum cukup. Ada saatnya anda harus konsultasi ke dokter, seperti berikut ini:

  • Jika ruam leher tidak menunjukkan tanda-tanda membaik atau menghilang.
  • Jika ruam tampaknya menyebar ke bagian tubuh yang lain.
  • Jika bayi mengalami demam bersama dengan ruam leher.
  • Jika ruam leher pada bayi menjadi bernanah.

“Baca Juga: 10 Rekomendasi Cream Anti Ruam Popok Balita Dengan Bahan Alami

Ruam leher pada bayi lebih mungkin terjadi selama bulan-bulan awal setelah kelahiran. Karena itu, penting bagi orangtua untuk selalu berhati hati agar ruam leher bayi tidak semakin parah.

Demikian ulasan mengenai ruam leher bayi dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat. Sekian dan Terimakasih. (br) – Editted: 08/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment