Kenali Tanda Tanda Kehamilan Sebelum Mempersiapkan Diri Menyambut Sang Buah Hati

Kehamilan menjadi momen paling ditunggu-tunggu oleh pasangan suami istri yang membina rumah tangga. Kebahagiaan akan semakin lengkap dengan hadirnya sang buah hati yang akan menambah rasa cinta dan kasih sayang. Namun, calon ibu harus merasakan pahit manisnya menjadi seorang wanita yang mengandung. Perasaan tidak nyaman pasti akan dialami selama masa kehamilan hingga waktu persalinan tiba.

Berbagai gejala mulai muncul saat seorang wanita dinyatakan positif hamil. Namun, tidak semua wanita mengalami gejala yang sama sebagaimana dialami oleh wanita hamil pada umumnya, seperti mual, muntah, dan pusing. So, penting bagi seorang istri memahami tanda tanda kehamilan sejak dini demi menjaga jabang bayi agar tetap sehat hingga waktunya lahir.

Kenali Tanda Tanda Kehamilan Sejak Dini 

tanda tanda kehamilan
Tanda tanda kehamilan makin nyata dengan tespek

Setiap wanita hamil akan merasakan gejala atau tanda tanda kehamilan yang berbeda karena sangat tergantung dari kondisi fisik seseorang. Perbedaan gejala tersebut dapat dilihat dari segi frekuensi rasa sakit, intensitas, hingga periode waktu yang dirasakan.

Umumnya, ibu hamil akan mulai merasakan sesuatu yang aneh sejak bulan pertama setelah terjadinya pembuahan pada rahim. Tanda-tanda tersebut akan semakin jelas dirasakan seiring dengan bertambahnya usia kehamilan.

Apakah tanda tanda kehamilan bisa dilihat sejak hari pertama atau minggu pertama setelah pembuahan? Pertanyaan semacam ini seringkali dilayangkan oleh kaum hawa yang menanti-nantikan tumbuhnya benih cinta dalam rahim.

Hakikatnya, tanda tanda kehamilan memang sudah dapat dirasakan sejak minggu pertama, bahkan dari hari pertama setelah pembuahan. Hanya saja, wanita tersebut belum tentu menyadari bahwa dirinya akan menjadi calon ibu.

Usut punya usut, ternyata tanda tanda kehamilan yang bisa dirasakan selang beberapa setelah pembuahan hampir sama dengan sindrom pra-menstruasi atau PMS. Tanda-tanda tersebut meliputi kram perut dengan frekuensi yang ringan hingga munculnya flek.

Timbulnya flek tersebut dipicu oleh munculnya blastokista yaitu sel berisi cairan yang nantinya akan berkembang menjani janin. Flek tersebut merupakan sesuatu yang wajar dan tidak membutuhkan perawatan karena akan berhenti setelah usia kehamilan mencapai minggu keempat.

Selain munculnya kram dan bercak darah atau flek, kehamilan di usia satu minggu juga sering ditandai dengan munculnya keputihan. Cairan berwarna putih susu dan bertekstur kental ini keluar akibat penebalan pada dinding-dinding vagina. Setelah terjadinya pembuahan, pertumbuhan sel-sel pelapis vagina akan meningkat sehingga memicu keluarnya cairan kental berwarna putih tersebut.

Tanda tanda kehamilan akan semakin terasa saat usia kandungan sudah mencapai empat minggu atau satu bulan. Gejala tersebut seperti mual yang amat sangat baik disertai muntah maupun tidak. Bagian payudara juga akan terasa bengkak atau lebih sensitif ketika disentuh. Selain itu, anggota badan pada bagian pinggang bagian bawah terasa pegal berkelanjutan.

Wanita yang usia kehamilannya menginjak trimester pertama biasanya akan mengalami peningkatan berat badan dan mudah merasakan letih. Selain itu, kehamilan usia dini juga akan mengalami tanda-tanda, seperti sering buang air kecil dan sensitif terhadap bau-bau tertentu.

Biasanya seorang wanita akan mulai menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh seorang calon jabang bayi. Demi memastikan kehamilan, calon mom bisa melakukan beberapa hal, seperti tes urine, tes darah (deteksi hormone hCG), dan USG.

Baca juga: 9 Tanda Hamil Bayi Laki Laki! Sekedar Mitos atau Fakta? Simak Yuk!

Persiapan Setelah Mengetahui Adanya Tanda Tanda Kehamilan 

Betapa bahagianya seorang istri ketika mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung calon buah hati. Setelah mengetahui adanya tanda tanda kehamilan, biasanya calon ibu akan mempersiapkan segala sesuatunya.

Beberapa persiapan mulai dilakukan agar calon ibu dan jabang bayi tetap sehat hingga masa persalinan tiba. Berikut ini ulasan singkat tentang hal-hal yang bisa mom lakukan setelah mengetahui adanya tanda-tanda kehamilan:

Menjaga pola makan seimbang

Asupan makanan sangat penting demi memenuhi nutrisi untuk ibu dan bayi dalam kandungan. Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk menjaga pola makan sehari-hari. Beberapa makanan yang baik dikonsumsi antara lain sayuran hijau, walnut, buah-buahan, telur, ubi jalar, ikan salmon, dan daging tanpa lemak. Usahakan agar setiap makanan yang dikonsumsi telah diolah dengan tingkat kematangan yang sempurna.

Lakukan pola hidup sehat

Ibu hamil harus menerapkan pola hidup yang lebih sehat dengan cara melakukan olahraga ringan secara teratur dan istirahat yang cukup. Jangan melakukan aktivitas yang berlebihan karena sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan ibu dan janin.

Jika merasakan keluhan kesehatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter kandungan untuk mendapatkan resep yang sesuai. Ibu hamil juga dilarang keras untuk merokok atau berada di lingkungan yang dicemari asap rokok.

Tangani dengan baik gejala morning sickness

Morning sickness merupakan salah satu gejala dan tanda tanda kehamilan dimana mual berlebihan yang biasanya dialami oleh wanita hamil. Jangan biarkan kondisi tersebut menghalangi mom untuk mengkonsumsi makanan bernutrisi.

Cobalah untuk mensiasatinya dengan makan makanan, seperti biskuit, roti tawar, atau buah-buahan. Jika mengalami gejala morning sickness berlebih atau hiperemesis gravidarum, sebaiknya konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang terbaik.

Rekomendasi Tindakan Terkait Kesehatan Ibu Hamil

Ibu hamil sangat direkomendasikan untuk melakukan beberapa tindakan kesehatan yang disaranan oleh dokter kandungan. Salah satunya adalah melakukan suntik vaksin sebagai antibody bagi ibu dan calon buah hati dari berbagai resiko penyakit.

Tidak semua jenis vaksinasi dianjurkan oleh dokter karena tergantung dari kondisi pasien yang bersangkutan. Terdapat vaksin yang diberikan pada saat bayi masih dalam kandungan dan ada pula yang khusus diberikan setelah melahirkan.

Vaksin influenza menjadi salah satu tindakan medis yang sering direkomendasikan. Ibu hamil sangat rentan terhadap penyakit flue terutama saat musim pancaroba. Selain itu, penyakit flue juga beresiko memicu proses persalinan yang premature. Oleh sebab itu, penting bagi ibu hamil untuk melakukan suntik vaksin tersebut.

Vaksin berikutnya yang tak kalah penting bagi ibu hamil adalah suntik Hepatitis B. Vaksinasi ini hanya dianjurkan bagi wanita yang beresiko mengalami penyakit tersebut karena sebab-sebab tertentu. Kehidupan seks yang tidak sehat seperti suka bergonta-ganti pasangan selama 6 bulan terakhir dapat menjadi pemicu Hepatitis B. Mengkonsumsi narkoba jenis suntik juga dapat menyebabkan penularan penyakit tersebut dari ibu hamil ke janin.

Demi menjaga kondisi kesehatan, mom harus senantiasa melakukan cek up rutin ke dokter kandungan atau puskesmas. Tujuannya untuk mengetahui perkembangan dan pertumbuhan janin yang ada dalam rahim. Kontrol yang dilakukan secara rutin dapat menghindari resiko terjadinya kelainan atau gangguan kesehatan pada si jabang bayi tersebut. 

Pemeriksaan kehamilan secara rutin sebaiknya dilakukan sejak usia kehamilan menginjak trimester pertama. Jika keluhan yang dirasakan semakin berat seperti kram berlebih hingga muncul pendarahan, jangan segan-segan untuk periksa ke dokter. Konsultasikan segala keluhan yang dirasakan agar segera mendapatkan arahan serta penanganan yang tepat dari dokter.

Kesehatan ibu dan janin merupakan hal yang harus diutamakan sejak masa kehamilan hingga menjelang persalinan. Oleh sebab itu, kenali tanda-tanda kehamilan sejak awal agar bisa mempersiapakan segala sesuatu mulai dari fisik, mental, hingga keuangan. Jangan lupa untuk rutin cek kondisi kesehatan ke dokter kandungan yang telah berpengalaman. Ditulis oleh Leli Ristiana – Last update: 17/12/2020 by IDNarmadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.