Teknik Renang Gaya Dada & Sejarahnya, Matthew Webb 1875

Photo of author
Ditulis oleh Rofiq Syuhada

Renang merupakan salah satu olahraga yang dikenal memiliki banyak variasi gaya. Dalam memperlajari berbagai variasi tersebut, ada baiknya jika mengetahui asal usulnya.

Salah satu variasi renang yang perlu diketahui asal muasalnya ialah gaya dada atau gaya katak. Dan kali ini kita akan mengulas secara spesifik tentang sejarah dan juga teknik Renang Gaya Dada itu sendiri.

Gaya dada merupakan gaya yang lebih dulu diikutsertakan dalam perlombaan daripada variasi gaya yang lain. Variasi ini dilakukan dengan posisi badan atau dada menghadap ke arah permukaan air dengan menggerakkan kaki keluar dengan cara menendang.

Selain itu, kedua tangan membuka ke samping. Sebelum membahas tentang tekniknya mari kita awali dengan awal mula dikenal gaya dada.

Sejarah Awal Teknik Renang Gaya Dada

Sejarah Renang Gaya Dada sudah dimulai sejak zaman batu. Adanya lukisan yang terdapat di Gua Perenang menjadi buktinya. Gambar tersebut menjelaskan bahwa pada zaman batu sudah ada yang menirukan gerakan katak. Gaya ini menjadi gaya yang pertama diperlomabakan pada tahun 1800 masehi.

Masyarakat pada saat itu menggemari variasi ini hingga tahun 1873. Selain itu, orang inggris sangat menyukai gaya dada. Variasi ini dijadikan pertandingan renang untuk jarak 402 meter pada Olimpiade di St. Louis tahun 1904.

teknik renang gaya dada.jpg2.jpg
Matthew Webb dalam misinya mengarungi teluk Kanal (1875) – Renang Gaya Dada

Pada tahun 1875, seorang perenang Matthew Webb menggunakan variasi ini dalam misinya berenang di teluk Channel (Kanal) Inggris. Ia berhasil mencatatkan diri menjadi orang pertama yang menyebrangi selat selebar 34,21 km. Ia menyebrangi selat itu selama 21 jam 45 menit dengan gaya dada.

Variasi ini pun menjadi populer sejak itu. Kemudian pada tahun 1930 variasi dada dan variasi kupu-kupu dada mulai dipisahkan. Hal inilah yang menjadi awal munculnya gaya kupu-kupu. Perenang Amerika, Chaet Jastremskitampil berperan dengan kekuatan gaya dadanya pada tahun 1960.

Catie Ball juga memperoleh kesuksesan saat mengkondisikan pergantian gerakan tangan dan kaki menggunakan tendangan. Gaya dada merupakan gaya yang paling populer. Variasi ini memberikan kestabilan posisi pada tubuh dan kepala saar berada di luar air dalam waktu yang lama.

Bagi pemula, dalam berenang gaya dada merupakan variasi dasar yang harus dikuasai. Gaya dada atau frog style ialah berenang dengan posisi dada menghadap permukaan air dan batang tubuh selalu dalam keadaan tetap. Sementara kedua kaki menendang ke arah luar, kedua tangan diluruskan ke depan. Kemudian keuda tangan dibuka ke samping.

Gerakan tangan seperti sedang membelah air supaya badan maju lebih cepat. Kedua gerakan tersebut layaknya gerakan seekor katak. Penafasan dilakukan saat mulut berada berada di atas permukaan air. Pernafasan dilakukan pada saat menempuh satu sampai tiga kali gerakan.

Pada tahun 1538, profesor ilmu bahasa dari Jerman, Nicholas Wynman menulis buku pertamanya, Colymbetes. Buku ini bertujuan untuk menginformasikan bahaya tenggelam. Namun, di dalam bukunnya tersebut ia menuliskan caranya untuk belajar gaya dada.

Pada tahun 1696, seorang perenang dari Perancis Melchisédech Thévenot menulis buku The Art Of Swimming. Dalam bukunya tersebut, ia menjelaskan mengenai gaya dada. Salah satu pembaca novel ini ialah Benjamin Franklin.

Dalam lomba renang tahun 1844 di London, Inggris sebagian besar perenang Inggris memakai gaya dada. Ada juga beberapa suku Indian yang ikut serta. Namun suku Indian memilih menggukanan gaya bebas sedangkan Inggris gaya dada.

Pada awal tahun 1966, perenang asal Rusia Nikolai Pankiri mulai mengembangkan gerakan yang dapat menambah kecepatan gerak tangan dengan melakukan fase istirahat. Fase istirahat merupakan fase dimana sikap tangan akan kembali bersama-sama di bawah dada. Hal ini merupakan variasi baru dalam menambah irama dari gaya.

Gerakan ini juga memungkinkan agak sedikit menunda posisi ambil nafas. Pengembangan gerakan ini merupakan hal yang berperan dalam gaya dada Eropa. Gaya dada Eropa dan Amerika berbeda.

Pada tahun 1970, Walter Kusch yang berasal dari Eropa barat menggunakan aksi dolphin pada gerakan renangnya. Kemudian juara dunia yang berasal dari Inggris, David Walkie mampu menjadi juara 200 meter gaya dada pada Olimpiade tahun 1976. Variasi yang dilakukan David ini membiarkan tubuh banyak keatas sehingga membawa bahu dan bagian punggung atas keluar dari permukaan air.

Cara tersebut kemudian mengundang para ahli Rusia untuk mengadakan studi penelitian setelah Olimpiade Montreal. Penelitian serta keuntungan dari gerakan tersebut dimanfaatkan untuk mendominasi rangking dunia pada gaya dada.

Baca: Mengenal Sejarah Renang Di Indonesia Beserta Pentingnya Mempelajari Olahraga Ini

Teknik Renang Gaya Dada

Teknik dilakukan supaya pergerakan berenang menjadi hal yang efektif. Jika berenang lebih efektif dan dapat mau lebih cepat tentunya akan berdampak positif bagi perenang. berikut ini merupakan hal-hal yang perlu diperhatikan, sebagai teknik dasar berenang khususnya pada Renang Gaya Dada.

1. Teknik meluncur

cara berenang yang baik - cara meluncur
cara berenang yang baik – cara meluncur (renang gaya dada)

Teknik meluncur dipelajari agar perenang bisa memiliki gerakan yang lebih cepat saat melakukan awal perlombaan renang. Selain itu, dengan teknik meluncur yang benar, perenang dapat berenang lebih cepat tanpa mengeliarkan eneergi lebih besar.

Teknik meluncur dapat dilakukan dengan tahapan :

  • Saat sudah di dalam air, berdirilah tegak dengan salah satu kaki diangkat menempel dinding. Kemudian kaki yang satunya berdiri untuk menopang tubuh.
  • Posisikan badan agar sejajar dengan pemukaan air.
  • Luruskan kedua tangan sampai mengapit telinga.
  • Posisikan badan mengarah ke depan.
  • Lakukan dorongan pada kaki yang menempel di dinding dengan kuat. Hal ini dilakukan untuk memulai luncuran.
  • Mulailah dari lengan sampai ke kaki untuk melakukan luncuran sejauh mungkin.
  • Jagalah keseimbangan saat melakukan luncuran di dalam air.
  • Lanjutkan dengan gerakan kaki dan tangan yang sudah disebutkan.

2. Gerakan tangan

Teknik Renang Gaya Dada & Sejarahnya, Matthew Webb 1875 1
Teknik Renang Gaya Dada / ilustrasi gerakan tangan

Posisikan tangan lurus sejajar dengan permukaan air. Gerakan dilakukan seperti sedang membelah air. Ujung tangan akan menjadi pengarah kemana gerakan akan dilakukan.

Gerakan tangan dapat dilakukan dengan tahapan :

  • Posisikan tangan sejajar dengan permukaan air setelah meluncur.
  • Tarik kedua tangan ke arah dada. Setelah itu, luruskan tangan seperti saat sedang melakukan luncuran.
  • Ulangi gerakan agar terbiasa dan percepat gerakan di air.

3. Gerakan kaki

Sama seperti gerakan tangan, gerakan kaki juga digunakan untuk mempercepat kemampuan berenang. Dengan melakukan gerakan kaki yang benar maka berenang akan menjadi lebih efektif. Gerakan kaki yang baik diharuskan memiliki kaki yang kuat. Oleh sebab itu, lakukan olahraga lain yang memperkuat kaki.

Gerakan kaki dapat dilakukan dengan tahapan :

  • Setelah melakukan luncura, luruskan kaki sampai kaki sejajar dengan permukaan air.
  • Setelah menacapai jarak maksimal, tarik kaki ke arah samping, menekuk layaknya katak yang sedang berenang.
  • Luruskan kaki yang ditarik sampai membentuk huruf V.
  • Kemudian tutup kaki sampai kedua kaki bersentuhan tepat di tengah.
  • Lakukan luncuran seperti saat pertama memulai gerakan kaki.

4. Teknik pernafasan

Pengambilan nafas dapat dilakukan setelah melakukan gerakan tangan. Pengambilan nafas dilakukan satu sampai tiga kali gerakan. Pengaturan teknik pernafasan dapat dilakukan dengan tahapan :

  • Pengambilan nafas dimulai saat menarik tangan sampai ke dada. Pada situasi ini, angkat bahu dan leher ke permukaan air.
  • Setelah mengambil nafas, luruskan keuda tangan sambil mendorong bahu.
  • Saat melakukan luncuran, bisa juga untuk mengeluarkan nafas sehingga saat akan mengambil nafas lagi, waktunya bisa lebih banyak.

5. Koordinasi gerakan

teknik renang gaya dada
ilustrasi – Teknik Renang Gaya Dada

Langkah terakhir dalam teknik renang gaya dada ini adalah mengkombinasikan seluruh gerakan kaki, tangan dan teknik pernafasan. Gerakan kombinasi dapat dilakukan dengan tahapan :

  • Meluncur
  • Gerakan tangan
  • Pengambilan nafas
  • Gerakan kaki

Berenang memiliki berbagai manfaaat untuk kesehatan. Manfaat tersebut diataranya menghilangkan stress, mengurangi berat badan dan menjaga kadar kolestrol. Terdapat berbagai variasi gaya dalam berenang yaitu gaya bebasa, gaya kupu dan gaya dada. Namun, teknik renang gaya dada merupakan salah satu teknik mendasar dan paling populer dalam dunia renang.

Artikel ini ditulis oleh Sakinatul Muhimmah – Editted: 30/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment