7 Tips & Cara Menghitung Tendangan Bayi dalam Kandungan

Photo of author
Ditulis oleh Sakinatul Muhimmah

Ketika sedang hamil, maka tendangan bayi dalam rahim mungkin menjadi hal yang paling ditunggu calon ibu. Akan tetapi untuk ibu baru terkadang tidak mengetahui bagaimana pergerakan yang normal dan cara menghitung tendangan.

Tendangan janin juga menjadi menjadi indikator tumbuh kembang janin saat masuk ke trimester kedua. Biasanya, tendangan sudah mulai terjadi sesudah masuk ke minggu 18 hingga 25.

Namun, tidak semua ibu hamil akan merasakan tendangan janin di usia kehamilan yang sama. Ada beberapa ibu yang merasakan tendangan janin di akhir semester pertama.

Sebagian ibu hamil lainnya baru mulai merasakan tendangan janin pada usia kehamilan lebih lanjut. Untuk yang sudah hamil dua kali atau lebih, maka akan lebih sensitif pada tendangan bayi dibandingkan ibu baru.

Agar kondisi janin bisa dipastikan, maka rutin memantau tendangan si kecil dan menghitung berapa kali bayi menendang setiap hari harus dilakukan.

Baca juga: Usia kehamilan normal

Manfaat Menghitung Tendangan Bayi

Kemungkinan, beberapa bayi akan aktif menendang pada pagi hari. Sementara bayi lainnya mungkin akan lebih aktif menendang di waktu lainnya.

Dengan memperhatikan serta mempelajari tendangan janin, maka ibu bisa mengetahui pola serta kebiasaan dari tendangan bayi setiap hari.

Dengan menghitung tendangan, maka ibu bisa mengetahui kesehatan janin di kandungan dan mengetahui lebih dini ketika ada kondisi berbahaya. Contohnya kondisi berbahaya seperti janin meninggal dalam kandungan atau gawat janin bisa diketahui dengan menghitung tendangan bayi.

Untuk itu, sebaiknya luangkan waktu bunda untuk menghitung tendangan janin yang sekaligus juga bisa mempererat ikatan batin dengan anak.

Cara Mengenali Tendangan Bayi

Seperti manusia, janin di kandungan juga melakukan gerakan atau biasa disebut dengan tendangan. Tendangan janin ini menjadi indikator kesehatan janin dalam kandungan.

Namun, tendangan bisa terjadi tidak seperti biasanya ketika ibu dalam kondisi stres atau memiliki masalah pada kandungan.

Untuk melihat apakah tendangan bayi normal atau tidak, maka ibu hamil harus mengenali dan juga menghitung tendangannya setiap hari. Ini disebabkan karena janin punya pola gerak yang berbeda-beda.

Contohnya kapan waktu janin aktif bergerak, waktu tidur dan tingkat kekuatan gerakan. Selain itu, menghitung tendangan bayi juga sangat tergantung dari usia kandungan.

Kapan Harus Mulai Menghitung Tendangan Bayi?

Tendangan Bayi
Tendangan Bayi via kompas.com

Sebenarnya, menghitung tendangan bayi sudah bisa dilakukan saat kehamilan minggu ke 12. Akan tetapi pada usia tersebut, bayi masih terlalu kecil sehingga mungkin tendangan belum bisa dirasakan. Sedangkan ketika masuk minggu ke 16, maka tendangan sudah mulai bisa dirasakan lebih jelas.

Ketika masuk ke usia kehamilan minggu ke 20, maka ibu sudah bisa mengenali tendangan yang dilakukan oleh bayi.

Kemudian di usia kehamilan 24 minggu, maka tendangan bayi sudah semakin terasa. Bahkan, tendangan berirama juga terjadi yang umumnya terjadi pada saat bayi dalam kandungan cegukan.

Di usia kehamilan minggu ke 28, maka tendangan bayi akan terjadi semakin sering bahkan hingga membuat ibu sesak napas. Di usia kehamilan inilah sebaiknya menghitung tendangan bayi mulai dilakukan untuk memantau perkembangan bayi.

Sedangkan ketika masuk ke minggu 36, maka bayi semakin besar sehingga ruang yang tersisa semakin berkurang yang tentu mengurangi tendangan.

Cara Menghitung Tendangan Bayi

Tendangan Bayi
Tendangan Bayi via m.tribunnews.com

Ketika sudah masuk minggu ke 28 kehamilan, maka menghitung tendangan bayi sudah bisa dilakukan. Menghitung tendangan baik dilakukan untuk melihat apakah kondisi bayi masih sehat atau tidak. Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan:

1. Pilih Waktu Terbaik

Ketika ingin menghitung tendangan bayi, maka sebaiknya pilih waktu bayi sedang aktif dan bergerak pada kandungan.

Jika bingung untuk menentukan, maka pilih waktu sesudah mengonsumsi makanan manis, minuman dingin atau melakukan aktivitas fisik. Selain itu, bayi umumnya akan bergerak aktif pukul 9 hingga 1 dini hari.

2. Cari Posisi yang Nyaman

Sebelum mulai menghitung, sebaiknya cari posisi yang benar-benar nyaman. Beberapa ibu lebih senang duduk sambil memegang perut dan sebagian lagi sambil berbaring dan miring ke kiri.

Tergantung dari keinginan, namun posisi tidur ke kiri juga bisa membantu untuk melancarkan sirkulasi darah sekaligus membuat bayi lebih aktif.

3. Hitung Tendangan Berkala

Seperti rekomendasi American Congress of Obstetricians and Gynecologists, menghitung tendangan bayi harus dilakukan berkala. Ini dilakukan dengan cara mencatat waktu janin melakukan 10 kali tendangan.

Idealnya, 10 tendangan harus dirasakan dalam waktu dua jam atau bisa kurang tergantung dari bayi. Lakukan ini setiap hari untuk melihat perubahan yang terjadi di pola tendangan bayi dan catat hasilnya.

4. Konsultasi Dengan Dokter

Jika dalam waktu 2 jam tidak terjadi 10 kali tendangan, maka coba lagi di beberapa jam berikutnya. Apabila masih juga tidak ada tanda, maka segera konsultasikan dengan dokter kandungan. Berkonsultasi penting dilakukan jika memang tidak ada perubahan signifikan tendangan bayi antara 3 hingga 4 hari.

5. Lakukan Sebanyak 2 Kali Sehari

Menghitung tendangan harus dilakukan sebanyak 2 kali sehari pada waktu yang santai. Satu kali dilakukan pagi saat tendangan terjadi tidak terlalu sering. Sedangkan yang kedua dilakukan saat malam hari ketika bayi mulai aktif untuk menendang.

6. Hitung Menggunakan Jam

Menghitung tendangan juga sebaiknya dilakukan dengan jam. Hitung semua gerakan seperti tendangan, desir, gulungan atau kepakan. Sesudah itu, hentikan menghitung ketika sudah sampai 10 kali dan lihat waktunya.

7. Lihat Rata-rata Jumlah dari Tendangan

Apabila bayi melakukan 10 tendangan dalam bentuk apapun dalam waktu 1 jam atau kurang, maka bisa dikatakan normal. Namun jika terjadi kurang dari itu, maka sebaiknya lebih diperhatikan dan diulangi kembali. Namun jika tidak ada perubahan, maka bisa diperiksakan ke dokter.

Gunakan kertas dan pulpen kemudian tandai. Umumnya, 10 tendangan bisa diperoleh pada 30 menit pertama. Apabila tidak sampai 10 kali setelah 2 jam atau terjadi perubahan drastis, maka segera hubungi dokter.

Hasil Menghitung Tendangan Bayi

Biasanya dibutuhkan waktu antara 45 menit sampai 2 jam untuk merasakan 10 kali tendangan. Jika tendangan tidak sampai 10 kali dalam 2 jam, maka bisa dicoba lagi esok hari. Namun yang harus diingat adalah jangan panik jika memang dalam 1 hari tidak ada tendangan bayi atau hanya sedikit.

Ini menjadi kondisi yang normal di kehamilan trimester kedua. Pola tendangan yang tidak teratur ini bisa terjadi akibat bayi tidur terlalu lama. Selain itu bisa juga disebabkan karena posisi tubuh bayi yang membuat bayi sulit untuk bergerak.

Ketika masuk ke trimester akhir, maka tendangan janin mungkin akan berkurang karena ukuran tubuh bayi yang semakin besar. Namun untuk bayi yang sehat umumnya akan tetap bergerak di trimester akhir dengan konsisten.

Jika kandungan sudah 25 minggu dan belum ada tendangan atau berkurang dari 10 kali, maka sebaiknya periksakan ke dokter.

Kapan Harus Pergi ke Dokter?

Perubahan jumlah serta pola tendangan bisa dijadikan tanda awal dari sebuah masalah. Memeriksakan diri ke dokter tidak hanya penting untuk memeriksa tendangan bayi namun juga untuk mencegah bayi lahir mati atau stillbirth.

Berikut adalah beberapa tanda yang membuat bunda harus segera berkonsultasi dengan doker:

  • Tidak merasakan 10 tendangan dalam waktu 2 jam. Mengulangi menghitung tendangan bayi sangat penting dilakukan atau segera hubungi dokter ketika tidak ada perubahan.
  • Ada perubahan pola tendangan yang signifikan. Contohnya jika biasanya merasakan 10 tendangan dalam 30 menit namun berubah menjadi 2 jam untuk merasakan 10 tendangan.

Tahap perkembangan janin yang terjadi selama kehamilan perlu banyak dipelajari oleh ibu hamil. Salah satunya ialah dengan melakukan tendangan-tendangan kecil yang menunjukkan aktivitasnya. Dengan menghitung tendangan bayi, bunda bisa mengetahui jika bayi dalam keadaan sehat dan juga aktif.

Editted: 26/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment