Skip to content

Tips Merancang Kolam Ikan Koi Minimalis yang Bagus

Bagaimana cara terbaik mengatur komposisi desain kolam ikan koi minimalis di rumah?

Apakah bisa dengan menggunakan cara-cara biasa seperti halnya memelihara ikan untuk konsumsi yang bisa memakai terpal?

Sebelum pembahasannya kesana tentunya Anda harus paham dulu ya bahwa ikan koi sendiri merupakan salah satu jenis ikan hias. Sehingga, perlakuannya tidak seperti ikan nila yang kecenderungannya sebagai ikan konsumsi.

Karena termasuk jenis ikan hias, maka tentunya cara perlakuan pemeliharaannya pun berbeda. Nah, seperti apa sih konsep desain kolam ikan koi minimalis terbaik dan bagaimana cara membuat ikan koi yang dipeihara di dalamnya tersebut bertahan hidup dengan baik sebagai ikan hias.

Mari kita bahas.

Tips-tips Efektif Mendesain Kolam Ikan Koi Minimalis dan Memeliharanya

Ikan koi memang lebih banyak diprospek sebagai ikan hias, meskipun bukan berarti tidak bisa dikonsumsi. Ikan hias yang satu ini karena karakteristiknya yang unik maka pemeliharaannya juga menuntut kehati hatian.

Semua detail terkait merawat kolam ikan KOI dan hingga perawatan kolamnya memerlukan persiapan dan pengaturan yang penuh perencanaan. Ukuran kolam dan pengkondisian airnya juga perlu diperhatikan dengan baik.

Bahkan soal pemeliharaan air kolam ikan KOI minimalis, tidak sedikit orang beranggapan bahwa memelihara ikan koi bisa dibilang sulit. Lantaran harus menyiapkan banyak hal seperti pengkondisian kolam hingga perawatan ikannya supaya tetap sehat.

Namun kalau tahu caranya, ikan koi bisa jadi hobi yang amat menyenangkan pastinya.

Agar ikan sehat terus dan kolamnya terjaga, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam pola perlakuannya. Berikut ini 5 tips mendesain kolam ikan koi minimalis.

TIps ini dimulai dari pembelian bibit ikan hingga teknis pembuatan kolam dan penataan perlengkapannya.

1. Wajib Beli Indukan Ikan KOI yang Sehat

kolam ikan koi minimalis

Salah satu kunci utama dari sehat atau tidaknya pemeliharaan ikan KOI kedepannya saat dipelihara adalah kualitasnya saat pertama kali dibeli.

Jadi sebelum bicara mengenai pengkondisian kolam, anda mesti tahu dulu karkateristik ikan koi seperti apa yang bagus untuk dijadikan indukan dan dikembangbiakan.

Cara mudahnya, pastikan anda membeli ikan KOI dari penjual yang terpercaya dan punya track record memelihara ikan khususnya ikan KOI yang bagus.

Bila perlu beli cari di tempat yang punya fasilitas karantina Ikan Koi. Karena dengan adanya karantina maka ikan KOI yang dijual kemungkinan besar aman dari penyakit.

Jangan mudah tergiur dengan ikan KOI murah dari “penjual pinggir jalan” yang tidak jelas. Alih-alh dapat ikan KOI yang sehat dan tumbuhnya cantik, malah bisa dapat ikan yang penyakitan dan bisa bikin Anda repot saat memeliharanya.

Saat memilih indukan ikan KOI nya sudah bisa dan dibeli dari penjual terpercaya maka teknis memeliharanya pasti akan lebih mudah dan menyenangkan tentunya.

Yang sudah sudah, biasanya ikan KOI yag sehat hanya perlu waktu beberapa hari saja untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan kolam yang baru. Setelah itu, ikan bisa tumbuh dengan baik dan sehat setelahnya.

2. Perhatikan ukuran Kolam yang Direkomendasikan

Ikan KOI selalu identik dengan kolam yang bentuk dan ukurannya standar dan khusus. Namun tentu ada rekomendasi khusus soal ukurannya. Untuk kedalamannya, disarankan minimal 50 cm atau ½ meter, namun jika memungkinkan lebih dalam dari itu lebih bagus.

Pada intinya, ukuran kolam ikan KOI minimalis yang akan dibuat harus disesuaikan dengan luas lahan yang tersedia. Termasuk menyesuaikan juga dengan jumlah dan ukuran ikan-ikan yang akan dipelihara.

Tujuannya agar ikan-ikan bisa nyaman tinggal di habitat yang Anda buat.

3. Batasi Jumlah Ikan KOI dalam satu Kolam

Perbandingan jumlah ikan KOI dengan volume air kolam perlu diatur agar tidak jomplang. Jika lebih banyak ikan ketimbang air kolam maka akan over populasi.

Sebaliknya, jika kolamnya terlalu banyak space kosong maka sangat disayangkan.

Sebagai pathokan saja, kepadatan populasi normal kolam ikan dalam kolam per volume 1 m³ (1000 liter) adalah untuk 5 ekor ikan berukuran 35 cm-an.

Karena ikan KOI pertumbuhannya cepat dalam beberapa waktu kedepan, maka bisa pertimbangkan tambahan jumlahnya.

4. Pilih model desain kolam ikan koi terbaik

Secara umum, desain kolam ikan KOI minimalis ada dua model, yaitu bentuk bangun ruang beraturan dan tidak beraturan:

Model beraturan biasanya berbentuk persegi panjang seperti halnya kolam renang sehingga nampak lebih luas. Walaupun terkesan kaku, namun Anda bisa tetap mempercantiknya dengan air mancur dan tambahan elemen lainnya.

Model random ini lebih mengutamakan tema alam ke dalam lingkungan sekitar kolam. Nantinya bentuk kolam bisa apa saja seperti elips dan bentuk lainnya yang mengesankan model tidak beraturan.

Batu-batuan alami dan tanaman hias yang umumnya dipakai dan ditanam pada sekeiliking kolam ikan KOI minimalis dimanfaatan sebagai pemanis.

Baca juga: Ide Desain Kolam Ikan Minimalis Batu Alam di Samping Rumah

5. Pastikan sistem Filtrasi Harus Baik

Ikan koi yang sehat erat kaitannya dengan kondisi kolam yang sehat pula. Semakin bagus air kolamnya maka masa hidupnya akan semakin lama alias sehat.

Sistem filtrasi inilah yang jadi semacam kunci sehat atau tidaknya air kolam yang nanti jadi habitat ikan KOI Anda. Untuk itu, perhatian terhadap sistem filter ini harus diprioritaskan.

Jadi, saking pentingnya perhatian terhadap kondisi air, banyak pegiat ikan KOI yang beranggapan bahwa memelihara ikan Koi kuncinya ada pada kualitas airnya.

Semakin berkualitas airnya dan terjaga dengan baik tentu ikan KOI akan terpelihara dengan baik dan sehat.

Oleh karenanya, penting sekali untuk menjaga kondisi habitatnya dalam hal ini kolam ikan koi minimalis Anda supaya tetap baik.

Selain kualitas air, ukuran kolam ikan KOI minimalis Anda juga tidak boleh terlalu sempit karena ikan juga perlu bergerak leluasa. Topik ini sudah dibahas khusus di atas ya.

6. Atur sistem saluran pembuangan untuk pengurasan

Selain desain kolam dan sistem filter yang harus dipastikan baik, sistem pembuangan juga harus dipikirkan. Sistem pembuangan kotoran dari ikan itu sendiri cukup penting karena untuk mengalirkan feses maupun sisa pakan yang mengendap di dasar kolam.

Ukuran panjang, lebar, dan kedalamn saluran buangnya kira-kira sebesar 30 x 30 x 30 cm, dan peletakkannya di bagian tengah dari kolam.

Buatlah bagian dasar kolamnya sedikit miring ke arah samping agar kotoran yang ada mudah terbawa ke saluran pembuangan.

Caranya, bisa dengan membuat bagian dasar kolam lebih rendah dari dasar kolam sebesar 3 cm setiap jarak 1 meter.

Agar ikan koi yang Anda pelihara tidak masuk dan tersangkut di dasar kolam, pasanglah kawat di permukaan lubang pembuangan kolam.

7. Buat atap sebagai Penaung

Ikan koi dikenal sebaga salah satu jenis ikan untuk kolam hias yang sangat sensitif terhadap paparan sinar matahari. Jika tidak diberi atap naungan di atas kolam, potensinya adalah ikan akan menderita karena terlalu lama terkena sinar matahari.

Belum lagi, ada air hujan dan kotoran udara yang mudah masuk ke dalam kolam sehingga berdampak pada kualitas airnya.

Oleh karenanya, penaung kolam sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan hidup ikan koi. Saat ini sudah banyak model dan bahannya, ada gypsum, terpal dan sejenisnya.

Jika ingin bagus, bisa dari bahan-bahan yang tahan lama dan berkualitas seperti akrilik. Bisa juga dengan plastik UV yang lebih praktis.

Tujuan adanya atap ini untuk menjaga keberlangsungan hidup ikan KOI itu sendiri.

Selain penaung, untuk menambah kecantikan kolam sebagai habitat terbaik untuk ikan koi, Anda bisa tambahkan tanaman yang mengambang. Bunga lili dan sejenisnya bisa jadi pilihan terbaik untuk mengisi tampilan indah kolam ikan koi minimalis Anda.

Semoga usaha Anda dalam memelihara dan membentuk desain kolam ikan KOI minimalis Anda sukses yaa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.