Penyebab Terjadinya Flek di Awal Kehamilan dan Cara Mengatasinya

Photo of author
Ditulis oleh Rofiq Syuhada

Munculnya flek darah pada awal kehamilan atau trimester pertama sering membuat Bunda menjadi panik. Sebagian besar beranggapan bahwa munculnya flek di awal kehamilan merupakan hal yang normal.

Karena pada masa tersebut sedang berkembangnya rahim, namun tidak sedikit para Bunda yang panik takut keguguran.

Lalu, sebenarnya apa yang terjadi dengan kondisi seperti ini? Apakah flek pada awal kehamilan itu membahayakan? Kita akan coba bahas lebih jauh pada uraian di bawah ini.

Penyebab atau Pemicu Munculnya Flek di Awal Kehamilan

Ada beberapa penyebab yang memicu flek di awal kehamilan. Sekitar 25% ibu hamil diperkiraan akan mengalami flek tersebut dalam minggu pertama kehamilan.

Berdasarkan studi yang dilakukan, flek paling sering terjadi pada minggu keenam dan ketujuh. Nah, berikut ini beberapa penyebab munculnya flek di awal kehamilan.

1. Pemeriksaan medis

Sebagian dari Bunda mungkin melakukan pemeriksaan tertentu pada dokter kandungan seperti transvaginal dan USG. Hal tersebut bisa memicu munculnya flek karena terjadi iritasi di area dinding vagina akibat pemeriksaan yang dilakukan.

Sebelum melakukan pemeriksaan, sebaiknya Bunda menanyakan terlebih dahulu hal-hal apa saja yang mungkin terjadi ketika melakukan pemeriksaan. Sehingga ketika muncul flek di awal kehamilan, Bunda tetap tenang dan tidak panik.

2. Mengangkat benda berat

Ketika kehamilan memasuki trimester pertama, sebaiknya Bunda lebih berhati-hati dalam melakukan berbagai hal. Agar kandungan tetap aman dan selalu terjaga. Apakah Bunda tahu bahwa mengangkat benda berat dapat memicu munculnya flek di awal kehamilan?

Ketika Bunda sedang hamil dan memasuki trimester pertama, maka akan memicu kontraksi sehingga beresiko vagina akan mengalami iritasi juga. Selain mengangkat benda berat, olahraga berat dan berlebihan pun juga menjadi pemicunya.

3. Hubungan intim

Melakukan hubungan intim pada awal kehamilan masih dikatakan aman tetapi juga harus berhati-hati. Jika sembarangan melakukan hubungan intim dan tidak hati-hati, maka akan membuat dinding vagina mengalami iritasi. Ketika vagina mengalami iritasi maka akan muncul flek pada Bunda.

4. Iritasi Serviks

Seperti yang Bunda ketahui bahwa serviks terletak jauh didalam vagian. Bentuknya seperti tabung tipis dan bisa membesar ketika bayi lahir.

Serviks memiliki banyak darah selama proses kehamilan. Sehingga tidak heran jika iritasi ringan pada serviks dapat memicu munculnya flek darah.

5. Polip

Polip juga menjadi pemicu munculnya flek di awal kehamilan. Lapisan endometrium atau serviks dapat mengalami pertumbuhan jaringan abnormal kecil yang disebut polip. Polip atau pertumbunhan jaringan mudah pecah dan menyebabkan pendarahan.

Sebagian besar polip bersifat jinak atau tidak berbahaya. Jika flek atau darah yang muncul hanya sedikit maka kehamilan tetap aman. Namun jika jumlah darah yang keluar cukup banyak dan merasakan nyeri, sebaiknya Bunda langsung berkonsultasi pada dokter ahli.

flek di awal kehamilan
Ilustrasi flek di awal kehamilan – Sumber: medscapestatic.com

6. Hamil anggur

Hamil anggur juga bisa menyebabkan terjadi flek di awal kehamilan hingga pendaharan berat. Hamil anggur terjadi ketika jaringan abnormal yang bentuknya seperti anggur tumbuh di dalam rahim. Kondisi hamil anggur bisa ditandai dengan hal lain seperti tak ada denyut jantungjanin dan hormon hCG yang tinggi.

7. Pendarahan implantasi

Pendarahan implantasi biasanya terjadi pada 6 hingga 12 hari setelah pembuahan. Pendarahan ini menjadi tanda bahwa embrio ditanamkan ke dinding rahim. Flek yang keluar hanya sedikit dan berwarna merah muda terang hingga coklat.

Pendarahan implantasi akan berlangsung selama beberapa jam dalam jangka waktu sekitar 3 hari. Bunda tidak perlu khawatir karena pendaharan ini menjadi tanda gejala awal kehamilan.

8. Hamil ektopik

Jika proses implantasi tidak sempurna, maka ada kemungkinan terjadi kehamilan ektopik. Embrio yang sudah dibuahi seharusnya menempel di dinding rahim.

Tetapi karena ada suatu permasalahan, embrio justru menetap di tuba falopi maupun organ lainnya. Nah, embrio yang menempel ini sering disebut hamil ektopik atau lebih sering disebut hamil diluar kandungan.

9. Kelainan plasenta

Plasenta memiliki peran yang penting selama proses masa kehamilan. Plasenta menjadi penghubung antara Bunda dan anak ketika masih berada di dalam kandungan. Nutrisi dan oksigen yang dikonsumsi Bunda akan disalurkan ke anak melalui plasenta dan.

Plasenta seharusnya menempel di bagian atas dinding rahim. Tetapi ada beberapa kasus dimana plasenta mengalami kelainan yang menutupi jalan lahir. Kelainan ini dapat diketahui ketika melakukan pemeriksaan fisik dan USG oleh dokter kandungan maupun bidan.

Baca juga: Beberapa Arti Mimpi Mengalami Kehamilan, Apakah Mengindikasikan Hal Baik atau Buruk?

Atasi Flek di Awal Kehamilan dengan Mudah

Flek atau bercak ketika hamil memang umum dihadapi oleh para Bunda. Pendarahan yang terjadi biasanya lebih ringan dibandingkan ketika menstruasi. Selain itu, flek yang terjadi ketika hamil sering bervariasi dari merah muda, merah hingga kecoklatan.

flek di awal kehamilan
Ilustrasi flek di awal kehamilan – Sumber: Prenagen.com

Jika Bunda mengalami flek atau bercak darah, sebaiknya langsung berkonsultasi pada dokter ahli. Selain itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi dan memberhentikan flek darah yang keluar :

  •  Memiliki banyak waktu luang untuk beristirahat

Wanita hamil tidak boleh kecapekan. Sehingga Bunda harus memiliki banyak waktu luang untuk beristirahat di tempat tidur. Selain itu, sebaiknya Bunda juga menambah waktu untuk tidur siang agar janin tetap dalam keadaan fit dan prima.

  • Menjaga tubuh agar tetap terhidrasi

Tidak hanya wanita hamil saja, tetapi juga seluruh manusia sebaiknya tetap menjaga tubuh agar tidak terhidrasi. Hidrasi merupakan proses dimana ion dikelilingi oleh molekul air. Dengan tubuh yang terhidrasi maka akan membantu menstabilkan ion-ion dan membuat tubuh menjadi sehat.

  • Membatasi aktivitas fisik yang memberatkan baik mengangkat beban maupun dalam berolahraga

Bunda yang sedang hamil tidak diperbolehkan mengangkat beban melebihi 5 kg. Terlalu sering mengangkat benda berat akan memicu keluarnya flek atau bercak darah.

Rajin berolahraga memang baik untuk menjaga kesehatan seseorang, termasuk wanita hamil. Meskipun baik, namun Bunda harus berhati-hati dalam olahraga dan memilih olahraga yang ringan. Jika setelah berolahraga muncul bercak coklat, berarti olahraga tersebut kurang cocok dan segera dihentikan.

  • Menjaga kebersihan organ keintiman

Menjaga kebersihan organ keintiman juga akan membantu mengatasi flek ketika hamil. Pastikan bahwa vagian dalam keadaan kering dan bersih. Bunda dapat membersihkan menggunakan air dan sabun yang tanpa tambahan pewangi.

Selain itu, perhatikan juga ketika membasuh area organ intim setelah buang air kecil. Usap dari depan ke belakang, jangan sebaliknya. Hal tersebut dapat mencegah risiko masuknya bakteri penyebab infeksi ke dalam vagina.

  • Pemeriksaan secara rutin

Ketika Bunda mulai merasakan gejala kehamilan atau mengetahui hasil tes kehamilan, alangkah baiknya jika Bunda mulai melakukan pemeriksaan secara rutin. Bidan atau dokter akan memantau kesehatan calon ibu dan sang buah hati.

Melakukan pemeriksaan secara rutin akan membantu Ayah dan Bunda mengetahui tahap perkembangan janin dan kesehatan kehamilan. Pemeriksaan secara rutin akan membantu mengatasi beberapa hal yang tidak diingin.

Flek di Awal Kehamilan memang sering dialami oleh sebagian wanita, sehingga Bunda tidak perlu khawatir selama flek atau bercak darah yang keluar adalah normal. Beberapa langkah di atas akan membantu mengatasi flek yang terjadi ketika hamil.

Ditulis oleh Fitri Kurnianingsih, Editor: Rofiq Syuhada – Last Editted: 25/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment