15 Kiat Merawat Bayi Baru Lahir yang Benar

Photo of author
Ditulis oleh Arief Hakim Prabowo

Merawat bayi baru lahir bukanlah hal yang mudah. Apalagi jika Anda baru pertama kali menjadi seorang ibu. Pertanyaan pun bermunculan di kepala sang ibu.

Misalnya berapa kali bayi harus dimandikan dalam sehari? Kenapa bokong bayi sering terlihat berwarna merah? Apakah kita perlu membersihkan lidah bayi? Dan lain-lain.

Nah, jika Anda mengalami hal serupa, maka tips cara merawat bayi baru lahir dibawah ini sangat penting untuk anda simak.

15 Tips dan Cara Merawat Bayi Baru Lahir

Rutinitas merawat bayi baru lahir merupakan pekerjaan yang penuh dengan ketelitian. Bayi baru lahir harus mendapatkan perlakukan yang ekstra dari ibu agar ia bisa tumbuh sehat dan cerdas.

Jadi, perlakuan istimewa apakah yang bisa Anda lakukan pada bayi baru lahir? Simak tips berikut ini:

Baca juga: BPJS Kesehatan untuk bayi

1. Berikan ASI

Air susu ibu (ASI) merupakan makanan terbaik bagi bayi baru lahir, karena ASI mengandung colostrum dan zat-zat penting lainnya yang bagus untuk imunitas dan tumbuh kembang bayi.

2. Jaga Kebersihan

Menjaga kebersihan badan bisa dilakukan dengan cara memandikan atau menyeka bayi baru lahir dua kali sehari.

Sebaiknya gunakan produk yang khusus untuk bayi agar aman, mulai dari sabun mandi, shampo, bedak, dan tisu basah.

Untuk pakaian, pastikan dicuci terlebih dahulu sebelum dipakai. Cuci pakaian bayi dengan deterjen cair khusus bayi yang tidak menyisakan residu, tidak menimbulkan iritasi kulit dan hindari penggunaan softener.

Pastikan kamar tidurnya bersih dan sirkulasi udaranya berfungsi sempurna.

3. Tali Pusat Bayi

Normalnya tali pusat bayi akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu 5 – 6 hari, namun pada kondisi tertentu lepasnya tali pusat bisa lebih lama, yakni 1 bulan.

Merawat bayi baru lahir memang harus hati-hati, terutama merawat tali pusat. Intinya, tali pusat harus dijaga kebersihannya agar bayi terhindar dari risiko infeksi. Berikut ini cara merawat tali pusat bayi:

Pastikan tali pusat dan area sekitarnya selalu kering dan higienis, agar terhindar dari infeksi dan jamur.

Jaga kebersihan tali pusat dari kotoran bayi maupun air kencingnya.

Berikan perhatian khusus untuk tali pusat dengan cara mensterilkannya dengan kasa yang dibasahi alkohol 70% dari pangkal ke bagian ujungnya, kemudian bungkus dengan kasa yang dibasahi alkohol.

Lakukan ini hingga tali pusat kering dan lepas dengan sendirinya.

4. Kosmetika Bayi

Merawat bayi baru lahir juga membutuhkan kosmetika. Kosmetika bayi banyak jenisnya, ada baby bath, baby shampoo, baby oil, baby lotion, baby powder, baby cologne dan hair lotion.

Tapi, tidak semuanya dibutuhkan oleh bayi, jadi bijaksanalah dalam membeli. Yang jelas, gunakan produk untuk bayi yang sudah teruji secara klinis atau Clinical Proven Mild (CMP).

Jika bayi yang baru lahir bereaksi negatif saat dipakaikan kosmetika tertentu, misalnya timbul bercak-bercak merah di kulit, maka kemungkinan bayi alergi pada kandungan kosmetika tersebut. Hentikan pemakaian.

Jika terdapat pilihan, gunakan kosmetika bayi yang bebas bahan kimia (green product). Hindari juga menggunakan produk pengharum atau pelembut pakaian. Bahan kimia di dalamnya terlalu “kuat” dan bisa mengiritasi kulit bayi yang baru lahir.

Baca juga: Mengatasi kulit kering pada bayi

5. Jaga Kehangatan Tubuh Bayi

merawat bayi baru lahir
ilustrasi merawat bayi baru lahir

Cara merawat bayi baru lahir berikutnya. Bayi harus dalam kondisi hangat, karena ia masih berada dalam masa penyesuaian setelah beberapa bulan berada dalam kandungan ibu yang hangat.

Untuk menjaga suhu tubuhnya, Anda bisa menggunakan bedong bayi, sarung tangan dan kaki, serta topi. Ada pendapat untuk menghangatkan bayi, maka bisa dipakaikan gurita?

Hal tersebut tidak sepenuhnya benar, karena penggunaan gurita justru membuatnya susah bernapas. Namun, jika anda berniat menggunakan pada bayi baru lahir, usahakan untuk tidak mengikatnya terlalu kencang.

6. Perhatikan Kuku Bayi Baru Lahir

Kondisi kuku bayi baru lahir memang masih lembut dan tipis, sehingga terkadang membuat orang tua tidak tega untuk memotongnya. Demi menjaga kesehatan bayi, rawat kuku bayi baru lahir.

Sebaiknya anda memotong kuku bayi dengan alat pemotong khusus untuk bayi baru lahir. Terkadang bayi suka memasukkan tangan ke dalam mulut. Bayi yang berkuku panjang juga bisa melukai kulitnya yang lembut.

7. Perhatikan Pakaian dan Popok Bayi

Yang tak kalah penting saat merawat bayi baru lahir, segera ganti pakaian apabila kotor atau lembab, begitupun dengan popoknya. Segera bersihkan daerah bokong dan kemaluan bayi setelah BAB atau BAK.

8. Siasati Hal yang Dibenci Bayi

Pada umumnya bayi kurang suka lepas pakai baju, mandi, keramas, diberi obat tetes mata dan tetes hidung. Bisa-bisa dia jadi rewel!

Solusinya, lakukan tahapan ini dengan cepat, namun tetap hati-hati. Alihkan perhatian bayi dengan mengajaknya bercerita, memberi pelukan dan ciuman.

9. Ritual Tidur

Total waktu tidur bayi baru lahir adalah 16 jam sehari, dengan tidur malam yang gelisah, diselingi beberapa kali bangun.

Memasuki usia 5 minggu, barulah bayi memiliki pola tidur tetap, yaitu tidur lebih awal di malam hari dan terbangun 2-3 kali di tengah malam. Ritual tidur bisa membantu bayi tidur lebih cepat dan berkualitas.

Langkahnya, mandikan bayi dengan air hangat yang sudah diberi baby bath, pijat bayi perlahan dengan baby oil atau lotion, setelah itu buatlah suasana tenang di kamar tidurnya.

Sembari tiduran, anda bisa juga membacakan dongeng, menyanyikan lagu Nina Bobo atau bubuhi tubuh bayi dengan baby powder.

Gunakan produk bayi yang harumnya menenangkan, aman dan teruji secara klinis atau Clinically Proven Mild (CMP).

Baca juga: Penyebab bayi susah tidur

10. Mainan Bayi

Fungsi mainan tidak hanya menghibur tetapi juga mengenalkan bayi pada berbagai bentuk dan melatih otot matanya agar lebih fokus. Untuk itu, pilihlah mainan dengan warna-warna cerah.

Mainan yang bergerak dan dapat berbunyi atau yang digantung di tempat tidur akan merangsang indra penglihatan dan pendengaran bayi.

Boneka Teddy Bear yang lembut dapat menyenangkan bayi saat ia merabanya. Atau mainan genggam yang berbunyi jika digoyang, juga menghibur dan melatih indra bayi.

Bayi juga sangat terhibur melihat pantulan dirinya di cermin, bayangan di tembok dan tetes hujan. Dan, tentu saja tidak ada yang lebih menggembirakan bayi dibanding saat ia bermain dengan orang tuanya.

11. Penyakit Bayi Baru Lahir

Kolik, ruam popok, hidung mampet, infeksi mata, lidah berjamur dan demam pasca-imunisasi adalah beberapa penyakit langganan bayi baru lahir. Saat mengalaminya, bayi akan rewel dengan tangis yang tidak biasa. Segera cari tahu dan atasi.

Jika anda ketika merawat bayi baru lahir kemudian mengalami ruam popok, segera bersihkan, dan biarkan dia tanpa popok, diangin anginkan sementara waktu.

Hidung mampet, infeksi mata, demam pasca imunisasi dan lidah berjamur dapat anda antisipasi dengan resep obat dari dokter.

Sementara, kolik yang seringnya butuh waktu agak lama untuk penyembuhannya, bisa diatasi dengan membuat bayi nyaman; diayun-ayun, disusui, atau diusap-usap perutnya.

12. Orang di Sekitar Bayi

Bayi memang menggemaskan, tetapi, perlakukanlah dia sewajarnya. Jika terlalu banyak orang yang menggendong dan mengajak bercanda, jika sebentar-sebentar pakaiannya diganti, diberi makan, atau jika orang tuanya bereaksi berlebihan terhadap tangisannya, bayi bisa stres juga.

Selain itu, perasaan bayi yang halus membuatnya dapat “menangkap” suasana hati ibu sebagai orang terdekatnya. Saat mood ibu sedang tidak baik akibat kelelahan misalnya, bayi bisa tahu dan dia pun ikut-ikutan rewel.

Jadi, jagalah suasana hati anda saat merawat bayi baru lahir. Jika anda perlu istirahat, serahkan bayi pada pengasuh lainnya di rumah.

13. Lingkungan Nyaman

Penting menciptakan lingkungan yang nyaman saat merwat bayi baru lahir. Usahakan lingkungan bayi tidak terlalu ramai atau berisik, terlalu dingin atau terlalu panas.

Silau karena cahaya juga bisa membuat bayi rewel, karena itu pastikan cahaya lampu atau sinar matahari tidak jatuh tepat ke matanya.

Lingkungan yang nyaman juga berarti bebas dari gigitan nyamuk dan serangga. Anda bisa melakukan fogging di rumah beberapa hari sebelum bayi hadir.

Hindari menggunakan obat pembasmi serangga di kamar bayi karena racunnya dapat menempel di barang-barang bayi. Solusinya, gunakan kain kelambu agar bayi tetap terlindungi.

14. Bawa Bayi Keluar Rumah

Jika Anda mulai jenuh merawat bayi baru lahir yang rewel terus menerus, coba bawa bayi keluar rumah untuk berjalan-jalan, seperti berjemur di pagi hari. Jika anda bisa, biarkan orang yang anda percayai mengambil alih untuk sementara waktu.

“Baca Juga: Mengenali Berbagai Penyebab Bayi Kembung

15. Mencari Bantuan Tambahan

Menjadi orang tua merupakan tantangan, bahkan pada hari yang baik. Jika Anda depresi atau mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan merawat bayi baru lahir, konsultasikan dengan penyedia layanan kesehatan atau penyedia kesehatan mental.

Demikian tips cara merawat bayi baru lahir untuk anda. Semoga bermanfaat dan menjadi referensi dalam hal merawat bayi baru lahir. Tetap jaga kesehatan. Sekian dan Terimakasih. (br) – Editted: 07/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment