Pelayanan Kesehatan pada Bayi Baru Lahir Sesuai Panduan Kedokteran

Bayi yang baru lahir memerlukan pemeriksaan kesehatan secara berkala untuk memastikan kondisinya baik-baik saja. Dalam dunia kesehatan bayi, seperti dikutip dari Buku Kesehatan Ibu dan Anak, pelayanan kesehatan kepada bayi baru lahir dilakukan setidaknya 4 kali sejak kelahiran. Jika dihitung dalam periodisasi maka sejak periode 29 hari hingga usai 11 bulan setelah kelahiran.

Adapun yang memiliki otoritas memberikan pelayanan kesehatan pada bayi baru lahir ini adalah bidan, dokter, atau tenaga kesehatan lainnya. Bayi yang akan diperiksa kesehatannya akan menjalani fase pemeriksaan dalam beberapa periode kunjungan (kunjungan neonatal).

Pertama, dilakukan di puskesmas pada periode 6-8 jam setelah kelahirannya, setelah itu dilanjutkan saat usianya menginjak 3 hingga 28 hari dari kelahiran.

Untuk lebih jelasnya, kita akan bahas pada artikel ini.

Pengertian Pelayanan Kesehatan pada Bayi Baru Lahir

kesehatan pada bayi baru lahir
Kesehatan pada Bayi Baru Lahir

Bayi baru lahir sendiri menurut Departemen Kesehatan RI didefinisikan sebagai  bayi yang lahir dengan usia kehamilan 37 hingga 42 minggu dan berat lahir 2500 – 4000 gram.

Mengurus bayi baru lahir menjadi tanggung jawab seorang bidan atau dokter kandungan dibantu dengan perawat. Sementara pelayanan kesehatan pada bayi baru lahir sering disebut dengan istilah kunjungan neonatal.

Pada tahap awal, pelayanan ini dibagi ke dalam 3 kali periode kunjungan, yaitu:

1. Pada 6 jam-48 jam setelah kelahiran.

2. Pada hari ke 3-7 setelah kelahiran.

3. Pada hari ke 8 – 28 setelah kelahiran.

Pertama, kunjungan pada periode 6 sampai 48 jam setelah bayi lahir diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan terutama organ dalam dan fisik si bayi. Pemeriksaan ini dilakukan oleh seorang tenaga kesehatan berpengalaman, bisa bidan atau dokter anak.

Kedua, kunjungan pada periode 3-7 hari setelah kelahiran bayi, pemeriksaan ini merupakan terusan dari kunjungan pertama yaitu memeriksa kondisi fisik bayi meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, suhu tubuh, termasuk kondisi kesehatannya scara keseluruhan.

Ketiga, kunjungan pada periode ke 8 – 28 hari setelah kelahiran bayi. Pada periode kunjungan ini, bidan atau tenaga kesehatan lainnya memeriksa kondisi fisik si bayi dan mencatatnya. Memastikan apakah ada kemungkinan gejala penyakit tertentu atau tidak. Data-data pemeriksaan tersebut kemudian dimasukkan dalam cheklist hasil kunjungan.

Pada periode kunjungan ini sang ibu juga turut diperiksa kesehatannya. Apakah ada keluhan fisik sejak kelahiran atau tidak. Jika ada maka akan ikut dalam pencatatan bidan.

Berikut ini adalah cheklist hasil pelayanan kesehatan pada bayi baru lahir dari mulai melakukan kunjungan pertama hingga ketiga.

No. Pemeriksaan Checklist
1. Berat badan  
2. Panjang badan  
3. Pengukuran suhu tubuh  
4. Keluhan pada bayi (ditanyakan pada ibu)  
5. Pemeriksaan penyakit berat/sakit akibat bakteri  
6. Frekuensi napas  
7.. Frekuensi denyut jantung  
8. Pemeriksaan diare  
9. Pemeriksaan ikterus/bayi kuning  
10. Pemeriksaan kemungkinan berat badan rendah  
11. Pemeriksaan status pemberian vitamin K1  
12. Pemeriksaan status imunisasi HB-0  
13. Pemeriksaan keluhan ibu  
Tabel Kesehatan pada Bayi Baru Lahir

Cheklist tersebut diisi oleh sang ibu didampingi bidan untuk memastikan semua pelayanan kesehatan sudah diperoleh saat melakukan kunjungan. Ibu juga harus aktif bertanya dan berkonsultasi dengan bidan untuk informasi lebih lanjut tentang pemeriksaan bayinya.

Baca juga: Catat! 7 Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Nggak Harus Dibeli

Prioritas Pelayanan Kesehatan pada Bayi Baru Lahir

Pelayanan Kesehatan pada Bayi Baru Lahir Sesuai Panduan Kedokteran 1
Kesehatan pada Bayi Baru Lahir

Sebelum dilakukan pemeriksaan kesehatan pada bayi baru lahir, ada beberapa masalah kesehatan yang sering mengancam bayi baru lahir. Segera hubungi petugas kesehatan jika bayi mungil Anda menunjukkan hal demikian seperti berikut ini:

1. Tidak mau menyusui

Tujuan dari diletakkannya bayi pada dada ibu hamil sesaat setelah lahir adalah untuk merangsang si bayi untuk mau menyusu ASI nantinya. Nah, apabila bayi di awal kelahirannya ada gejala tidak mau menyusu maka ada yang salah dengan kondisi bayi tersebut. Jika Anda menyaksikan hal demikian pada bayi Anda, segera bawa ke puskesmas untuk diberi layanan kesehatan.

2. Kejang-kejang

Selain bayi tidak mau menyusui, masalah kesehatan pada bayi baru lahir adalah bayi kerap mengalami kejang. Bayi yang mengalami kejang sebaiknya segera diperiksa oleh dokter. Kondisi kejang pada bayi bisa berakibat fatal jika tidak teridentifikasi dengan baik apa penyebabnya. Disinilah pentingnya suami untuk siap sedia jika sewaktu waktu perlu mengantarakan ibu dan bayi ke pusat layanan kesehatan.

3. Lemah

Kondisi fisik bayi bisa saja melemah sewaktu-waktu, bisa karena gangguan fisik bawaan sejak lahir, bisa juga karena kurang asupan ASI.

4. Sesak Napas

Jika kondisi fisik lemah dibarengi dengan gejala masalah lain maka tidak ada alasan lagi untuk Anda tidak membawanya ke puskesmas. Segera lakukan tindakan kuratif secepat mungkin agar diketahui apa masalah yang terjadi pada bayi Anda tersebut. Sesak napas pada bayi akan sangat menyiksa dan biasanya ia hanya bisa menangis.

5. Merintih atau menangis terus

Ketika bayi sering rewel dan susah tidur biasanya ada yang salah dengn kondisi badannya. Entah karena dia sakit atau memang mood-nya sedang buruk. Apapun itu, jika bayi Anda sering merengek atau merintih dan sering menangis coba konsultasikan ke dokter, bidan atau praktisi kesehatan setempat. Baca juga agar bayi tidak rewel.

6. Tali pusar kemerahan/bernanah

Sesaat setelah lahir dan tali pusarnya dipotong, biasaya akan menimbulkan bekas yang kemerahan. Namun jika bekas potongan tali pusar tersebut terlalu kemerahan apalagi bernanah maka itu tidak sehat dan perlu dikonsultasikan dengan ahlinya.

7. Demam/panas tinggi

Kondisi fisik bayi ketika demam/panas tinggi biasanya akan menyebabkan si bayi rewel dan menangis. Jika demamnya tak kunjung turun dan Anda kewalahan untuk mengatasinya apalagi jika posisi Anda adalah ibu muda maka segeralah bawa ke pusat kesehatan terdekat.

8. Mata bernanah

Ini memang agak aneh dan jarang terjadi. Namun bukan berarti bayi Anda tidak berpotensi untuk mengalaminya. Segera bawa ke petugas kesehatan jika ada tanda-tanda demikain agar segera mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut.

9. Diare lebih dari 3 kali sehari

Diare berulang kali akan membuat bayi lemas dan cenderung rewel.

10. Kulit dan mata kuning

11. Tinja berwarna pucat

Pelayanan Kesehatan Pada Bayi Mulai 1 Hingga 11 Bulan

Setelah melewati tahap kunjungan periode pertama untuk pemeriksaan kesehatan bayi Anda, selanjutnya Anda masih perlu melakukan kunjungan berikutnya. Periodisasi untuk kunjungan ini berbeda dengan sebelumnya, dimana dilakukan paling sedikit 4 kali sejak hari ke 29 hingga 11 bulan setelah kelahirannya.

1. Kunjungan pertama, saat bayi berusia 29 hari-2 bulan

2. Kunjungan kedua saat bayi berusia 3-5 bulan

3. Kunjungan ketiga saat bayi berusia 6-8 bulan

4. Kunjungan keempat saat bayi berusia 9-11 bulan

Selama proses kunjungan untuk pemeriksaan kesehatan pada bayi baru lahir diperlukan kerjasama terbaik dari orang tua. Seorang suami harus siap siaga jika dibutuhkan untuk mengantar ibu dan bayi ke pusat kesehatan setempat dan sang ibu harus aktif dan tanggap saat melakukan kunjungan. Last update: 24/12/2020 by IDNarmadi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.