Moms, Inilah Cara Memompa ASI Saat Menyapih yang Benar

Biasanya, para ibu akan merasa tidak nyaman ketika sedang menyapih. Untuk itulah, dengan mencari cara yang paling tepat untuk mengurangi sakit ketika menyapih bisa membantu agar tetap menyusui dengan nyaman.

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah mengatur cara yang tepat memompa ASI saat menyapih agar tidak ada kesalahan.

Memompa ASI saat menyapih juga bisa berubah menjadi waktu yang cukup menegangkan. Tidak hanya khawatir apakah keputusan yang diambil sudah tepat, namun hormon juga bisa menimbulkan masalah tersendiri.

Ketika memutuskan untuk menyapih, maka ada beberapa cara yang bisa dilakukan supaya prosesnya bisa semakin mudah dilakukan.

Beberapa ibu bahkan memutuskan untuk menyapih lebih cepat dari biasanya. Sedangkan untuk sebagian ibu lagi terus menyusui atau memompa ASI sampai anak berusia balita.

Sebetulnya, tidak ada jawaban benar atau salah karena semuanya tergantung dari keputusan masing-masing ibu.

Menyapih untuk Ibu Baru

Apabila ingin tetap memompa ASI saat menyapih ketika anak masih bayi, maka bisa dilakukan dengan satu atau dua cara.

Menyapih bisa dilakukan dengan mudah karena suplai ASI sudah berkurang dan tubuh mulai mengurangi produksi ASI. Namun, menyapih juga bisa sulit dilakukan sebab tubuh masih memproduksi ASI.

Jika tidak merangsang payudara untuk menghasilkan ASI, maka produksi ASI biasanya masih bisa terjadi. Menggunakan bra yang lebih ketat umumnya bisa membantu mengatasi masalah ini.

Jika memang memutuskan untuk menyapih, maka sebaiknya suplai ASI lebih dulu yakni dengan cara memompa ASI.

Memompa ASI Saat Menyapih
Ilustrasi memompa ASI saat menyapih – Sumber: thehhub.com

Tips Memompa ASI Saat Menyapih

Berikut ini cara yang bisa menjadi referensi tambahan Anda saat memompa ASI saat menyapih:

1. Mulai Dengan Perlahan

Sebaiknya, proses menyapih dimulai dengan bertahap. Jika memberikan ASI dihentikan tiba-tiba, maka bisa menyebabkan rasa sakit sebab payudara masih menyimpan ASI yang banyak. Apabila menghentikan pemberian ASI secara tiba-tiba, maka kemungkinan akan menimbulkan rasa sakit.

Tubuh sebenarnya sudah menyiapkan diri agar bisa memenuhi nutrisi bayi atas dasar seberapa sering bayi menyusu.

Tubuh juga belum siap untuk menghentikan produksi ASI dalam waktu yang cepat. Ini disebabkan karena tubuh memerlukan waktu untuk menyadari jika ASI sudah tidak diperlukan lagi.

Efek samping yang terjadi karena menyapih tiba-tiba adalah mastitis yakni radang kelenjar air susu dan saluran ASI tersumbat.

Jika menyapih dilakukan secara bertahap, maka tubuh butuh waktu supaya ASI berhenti diproduksi dari mulai hitungan minggu sampai bulan. Untuk waktu yang diperlukan sendiri akan tergantung dari berapa banyak ASI yang dihasilkan.

2. Mulai Hentikan Pemberian ASI

Jika sebelumnya bayi menyusu setiap 3 jam sekali, maka di usia 9 bulan menyusui setiap 4 hingga 5 jam sekali. Sementara itu, tetap pompa ASI yang nantinya bisa diberikan pada bayi dengan menggunakan botol. Perhatikan apakah hal tersebut disadari oleh bayi, jika memang tidak maka bisa diteruskan.

Beberapa hari atau minggu berikutnya, maka bisa melewati waktu menyusu yang lain dan perhatikan kembali reaksi bayi. Jika memang bayi bisa beradaptasi dengan waktu menyusu yang dihilangkan, maka bisa dilanjutkan. Namun, memberikan ASI tetap harus dilakukan saat pagi dan malam memakai botol agar tetap maksimal.

Ini disebabkan karena produksi ASI akan banyak di pagi hari setelah semalaman tidak menyusui. Untuk itu, memompa ASI harus terus dilakukan untuk mencegah rasa nyeri di payudara.

Namun, menghentikan pemberian ASI secara langsung di malam hari tetap harus dilakukan ketika ingin menyapih dan diganti dengan ASI botol.

3. Ganti Pemberian ASI Langsung Dengan ASI dari Botol

Ketika mencoba menyapih sebelum bayi berumur 12 bulan, maka ganti memberikan ASI langsung dengan ASI dari botol. Selain itu, bisa juga diganti dengan susu formula untuk satu sesi pemberian ASI selama beberapa minggu. Nantinya, ini akan membantu menghentikan kegiatan menyusu yang sudah biasa dilakukan.

  • Lakukan eksperimen dengan cara mengganti payudara memakai botol: Jika biasanya memberikan ASI langsung dari payudara, maka coba berikan lewat botol dan lihat reaksi anak.
  • Alternatif lainnya, jika menyusui supaya bayi tidur, maka sesudah bayi tertidur bisa melepaskan puting kemudian ganti dengan botol. Ini akan membantu bayi supaya bisa terbiasa dengan dot tanpa disadari langsung oleh bayi.

4. Kurangi Sesi Memompa ASI Dengan Bertahap

Memompa ASI Saat Menyapih
Ilustrasi memompa ASI saat menyapih – Sumber: pexels.com

Apabila sering atau eksklusif memompa ASI, maka harus mulai bisa dikurangi. Prinsipnya sama seperti menghentikan kegiatan menyusui langsung dari payudara yakni mengurangi jumlah sesi pemompaan per hari.

Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah mengurangi sampai 2 kali pemompaan ASI per hari. Jika memang masih mungkin, maka lakukan selama 12 jam secara terpisah.

  • Tunggu beberapa hari antara masa pengurangan sesi pemompaan.
  • Ketika mengurangi sampai 2 sesi memompa per hari, maka kurangi juga waktu di setiap sesi pemompaan.
  • Kemudian, kurangi menjadi 1 sesi memompa ASI per hari selama beberapa hari.
  • Apabila ASI yang didapat ketika memompa hanya sekitar 60 ml, maka sesi pemompaan bisa dihentikan seluruhnya.
  • Seluruh langkah yang sama diterapkan supaya bisa berhenti memompa. Ini dilakukan karena payudara yang penuh dengan ASI, saluran ASI tersumbat atau karena nyeri.

5. Pakai Kompres Dingin

Untuk mengurangi rasa nyeri karena payudara yang penuh dengan ASI, maka bisa menggunakan kompres dingin atau waslap dingin.

Ini nantinya bisa membantu membatasi pembuluh darah di payudara sehingga bisa mengurangi produksi ASI. Selain itu, kompres dingin juga bisa memberikan rasa nyaman sekaligus mengurangi rasa sakit.

Sekarang ini sudah bisa ditemukan banyak bantalan gel yang dapat dibekukan kemudian dimasukkan ke lokasi payudara. Namun jika tidak ingin mengeluarkan uang, maka hanya perlu siapkan waslap basah serta air es yang dimasukkan ke cup bra.

Ganti waslap sesering mungkin dan pastikan untuk dibekukan lebih dulu karena panas tubuh membuat waslap lebih cepat menghangat. Itulah tips kelima terkait memompa ASI saat menyapih.

6. Hindari Memompa Serta Merangsang Puting Payudara

Tips memompa ASI saat menyapih berikutnya adalah menghindari memompa serta merangsang puting payudara. Kedua aktivitas tersebut nantinya bisa membuat tubuh menyangka jika bayi sedang menyusu dan harus menghasilkan ASI. Ini tentunya bisa menggagalkan rencana untuk mengosongkan ASI pada payudara.

Akan tetapi jika memang terasa sakit dan tidak nyaman, maka tetap pompa ASI karena ASI bisa menyumbat payudara. Pompa ASI secukupnya hanya untuk mengurangi rasa sakit. Namun pastikan dilakukan dengan hati-hati dan hanya cukup memompa ASI sedikit agar tidak mengurangi pasokan ASI.

Mandi air hangat juga bisa dijadikan solusi untuk membantu mengeluarkan ASI. Akan tetapi, jangan dilakukan terlalu sering karena bisa memperbanyak produksi ASI. Tempelkan juga bantalan menyusui di puting apabila ASI sampai merembes. Itulah tips memompa ASI saat menyapih yang keenam.

7. Kompres Memakai Kubis

Daun kubis sudah digunakan sejak lama untuk membantu mengosongan ASI dengan lebih cepat. Supaya kubis bisa menempel di payudara dengan sempurna, maka kenakan bersama dengan bra. Daun kubis nantinya akan mengeluarkan enzim yang berguna untuk membantu mengosongkan ASI.

Kubis bisa langsung ditempel atau digiling lebih dulu seperti adonan dan baru ditempelkan pada payudara. Gunakan daun kubis ini dan pastikan untuk diganti setiap 24 hingga 48 jam sekali. Namun, pastikan tidak memakai bra yang berkawat dan jika tidak berhasil, maka segera hentikan penggunaannya. Inilah tips memompa ASI saat menyapih yang ketujuh.

8. Lakukan Pijat Payudara

Supaya tetap bisa memompa ASI saat menyapih, maka lakukan rutinitas memijat payudara. Hal ini juga sangat bagus dilakukan untuk mengurangi pembengkakan pada payudara.

Beri perhatian lebih pada area tersebut dan tingkatkan juga waktu pemijatannya. Tujuan dari pemijatan ini adalah agar saluran yang tersumbat bisa terbuka lewat pemijatan.

Selain itu, mandi dengan air hangat juga penting supaya pemijatan yang dilakukan lebih efektif. Air hangat juga bisa meningkatkan produksi ASI sehingga masih memungkinkan untuk dipompa. Tempelkan kompres hangat pada payudara sebelum dipijat dan kompres dingin setelah dipijat.

Jika muncul warna kemerahan pada area yang sakit, maka harus lebih diperhatikan. Ini bisa dijadikan pertanda jika mastitis terjadi. Apabila usaha ini masih gagal dan bahkan sampai terjadi demam, maka sebaiknya cari bantuan medis.

9. Lakukan Gaya Hidup Sehat

Supaya bisa tetap memompa ASI saat menyapih, maka perhatikan juga gaya hidup yang sehat. Tetap konsumsi makanan yang seimbang dan pastikan kebutuhan cairan jga terpenuhi. Dengan kesehatan yang selalu dijaga, maka akan membantu supaya tubuh tetap berfungsi dengan baik.

Pastikan untuk tetap mengonsumsi vitamin kehamilan. Ini berguna untuk memastikan asupan nutrisi yang dibutuhkan tetap terpenuhi.

Coba juga untuk beristirahat saat malam karena tubuh yang sedang mengalami perubahan serius butuh tidur dalam jumlah cukup. Tidur juga menjadi cara yang bagus supaya tubuh bisa meregenerasi serta menyembuhkan diri sendiri.

10. Bicarakan Dengan Ahli

Supaya bisa lebih aman memompa ASI saat menyapih, maka minta juga saran dari ahli kesehatan yang profesional. Konsultan laktasi bisa ditemukan di rumah sakit atau klinik dokter anak. Tanyakan tentang kondisi yang sedang diterapkan agar bisa memperoleh saran terbaik.

11. Bicarakan Dengan Ibu yang Sudah Berpengalaman

Jika menghadapi masalah memompa ASI saat menyapih tidak bisa ditemukan solusi, maka sebaiknya bicarakan dengan para ibu yang sudah melakukannya.

Cari tahu tentang cara menyapih yang benar sambil tetap memompa ASI. Biasanya, para ibu yang sudah berpengalaman ini memiliki beberapa solusi terbaik yang bisa diikuti. Tulis semua petunjuk tersebut dan bisa dicoba sendiri.

12. Pastikan Bayi Merasa Nyaman

Memompa ASI Saat Menyapih
Ilustrasi memompa ASI saat menyapih – Sumber: hania.es

Ketika menyapih, umumnya bayi akan merasa kurng nyaman. Bayi tidak hanya merasa kehilangan payudara namun juga kenyamanan yang diberikan oleh ibu. Untuk itu, sebaiknya cari alternatif yang baik supaya bayi bisa nyaman meski tidak menyusu langsung dari payudara.

  • Luangkan waktu agar bisa menunjukkan kasih sayang dan peluk bayi. Ini nantinya bisa membantu supaya bayi terbiasa dengan berkurangnya kontak fisik akibat menyapih.
  • Lakukan juga komunikasi bersama dengan bayi.
  • Abaikan beberapa rangsangan seperti aplikasi, televisi, membaca dan komunikasi lewat telepon karena bisa membuat perhatian pada bayi terbagi.
  • Usahakan untuk memeluk anak lebih sering setiap hari. Ini dilakukan agar bayi bisa terbiasa karena disapih namun tidak kehilangan perhatian dari ibu.

13. Alihkan Perhatian Anak

Sebaiknya, alihkan perhatian anak supaya bisa mencegah bayi menyusu kembali pada payudara. Pengalihan bisa dilakukan dengan banyak cara dan mudah untuk dilakukan. Semua hal yang bisa mengalihkan perhatian bayi bisa dikatakan menjadi cara untuk menyapih yang dianggap berhasil.

  • Ketika waktu biasa menyusui, maka libatkan bayi pada permainan menyenangkan atau sekedar berjalan-jalan di luar rumah. Ini berguna supaya perhatian bayi untuk menyusu bisa teralihan.
  • Jangan duduk pada lokasi yang biasa digunakan untuk menyusui.
  • Ganti urutan rutinitas harian sehingga berbeda dari rutinitas ketika menyusui.
  • Atur ulang perabotan di lokasi biasa menyusui supaya bisa memutus hubungan antar ruangan dengan menyusui.
  • Libatkan juga pasangan pada aktivitas untuk membantu supaya perhatian bayi bisa teralihkan.

Hal terpenting yang harus dilakukan ketika menyapih adalah sebaiknya dilakukan secara bertahap. Ini bertujuan supaya payudara tidak menjadi nyeri dan juga bengkak. Memompa ASI saat menyapih juga bisa dijadikan solusi untuk mengurangi pembengkakan pada payudara akibat payudara masih memproduksi ASI. – Last editted: 09/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.