13 Cara Menyusui Bayi Baru Lahir yang Tepat supaya Tidak Muntah

Bayi baru lahir harus diberi makan sesuai dengan kebutuhan. Perhatikan tanda-tanda jika bayi kelaparan dan selalu menyusui tepat waktu.

Menyusui bayi baru lahir sebelum ia mulai menangis kelaparan dapat memengaruhi tumbuh kembangnya.

Membiarkan bayi kelaparan terlalu lama juga dapat menyebabkan komplikasi kesehatan. Setelah beberapa waktu, anda pasti sudah dapat melihat pola kapan bayi merasakan lapar.

Semakin tumbuh besar, maka bayi akan memiliki pola lebih normal.

Pola Menyusui Bayi Baru Lahir yang Baik

Inilah pola menyusui bayi baru lahir yang dapat anda perhatikan:

Minggu Pertama

Menyusui Bayi Baru Lahir
Menyusui Bayi Baru Lahir Via mommyasia.id

Inilah yang harus anda lakukan saat menyusui bayi baru lahir pada minggu pertama:

  • Pada minggu pertama kehidupannya, anda harus menyusui bayi baru lahir sebanyak 10-12 kali selama 24 jam.
  • Biarkan bayi menyusu selama yang ia ingankan hingga ia merasa kenyang. Anda bisa pindah payudara bergantian ketika sudah merasa kosong.
  • Setiap dua jam sekali, anda dapat membangunkan si kecil untuk menyusu saat siang hari.
  • Saat malan hari, bangunkan bayi setiap 4 jam ataupun sesuai dengan kebutuhan.

Minggu ke 2-6

Berikut ini beberapa hal yang harus anda lakukan saat menyusui ketika anak sudah berusia lebih dari dua minggu.

  • Saat bayi bertambah usia. anda dapat membatasi waktu untuk menyusui sekitar 8-12 kali sepanjang hari.
  • Supaya lebih mudah, berikut ini panduan dalam menyusui bayi baru lahir. Kondisi setiap bayi berbeda, sehingga anda harus dapat melihat apa yang menjadi kebutuhannya.

Berapa Lama Waktu Menyusui Bayi Baru Lahir yang Baik?

Menyusui Bayi Baru Lahir
Menyusui Bayi Baru Lahir Via asianparent-assets-id.

Biarkan bayi menyusu selama yang ia inginkan. Menyelesaikan sebelum ia puas akan membuat bayi frustasi dan masih merasakan kelaparan. Dalam satu sesi menyusui, biasanya berlangsung selama 20-30 menit.

Nah, berikut ini tanda yang menunjukkan bahwa bayi sedang lapar dan jangan tunggu hingga bayi menangis.

  • Saat disentuh pipinya, mulutnya terbuka untuk mencari-cari sesuatu untuk disedot
  • Membuka dan menutup mulutnya
  • Memukul dada dan lengan ibunya berulang kali
  • Menarik pakaian ibunya
  • Menjulurkan lidah ataupun menjilati bibirnya
  • Mengisap jari tangan, kaki, ataupun pakaiannya
  • Menangis merupakan tanda terakhir untuk memberi tahu bahwa dirinya lapar.

Nah, sekarang anda sudah tidak bingung lagi bukan kapan dan berapa kali harus menysusui bayi baru lahir.

Cara Menyusui Bayi Baru Lahir yang Benar Supaya Tidak Muntah

Menyusui Bayi Baru Lahir
Menyusui Bayi Baru Lahir Via asset-a.grid.id

Berikut ini cara menyusui bayi baru lahir supaya bayi sehat dan baik dalam tumbuh kembangnya.

1. Cara Memegang Bayi

Ketika akan menyusui, maka anda harus memegang bayi dan memosisikannya dengan benar. Perlu diingat bahwa bayi yang baru lahir memang sangat lembut sehingga anda harus tetap berhati-hati.

Ketika bayi sudah siap untuk mendapatkan ASI, maka pegang bayi dengan menghadap ke payudara anda. Bagian depan tubuh bayi harus menghadap tubuh ibu. Dengan ini maka terdapat sentuhan langsung dari perut ke perut.

Selanjutnya, posisikan kepala sesuai dengan payudara ibu. Setelah itu, biarkan bayi menyusu secara alami. Posisi yang tepat sangat baik untuk mencegah supaya bayi tidak tersedak dan bayi tidak muntah setelah minum ASI.

2. Membuka Mulut Bayi

Bentuk mulut bayi yang akan menyusu ASI harus terbuka secara lebar, sama seperti ketika sedang menguap. Setelah itu, dorong mulut bayi untuk mendapatkan puting payudara.

Anda dapat membiarkan bayi memeras ASI sendiri. Tetapi jika bayi terlihat kesulitan, maka anda dapat memeras payudara dengan cara yang lembut.

3. Tepuk Pipi Bayi

Ketika bayi tidak mau menghisap ASI ataupun selalu menutup mulut. Maka anda harus berusaha sedikit supaya bayi dapat menyusu ASI. Bayi yang baru lahir dan tidak mau minum ASI sangatlah bahaya dan berisiko terkena penyakit kuning pada bayi.

Untuk mengatasi hal tersebut, maka posisikan bayi siap untuk mendapatkan ASI seperti dengan cara pertama. Kemudian, tepuk pipi bayi dengan ringan sehingga bayi dapat menoleh pada payudara. Setelah bayi membuka mulut, maka sesuaikan bayi sehingga dapat menyusu dengan baik.

4. Jangan Bersandar saat Menyusui

Setelah bayi membuka mulut secara lebar, maka anda harus menyesuaikan posisi supaya bayi dapat menyusu. Posisi anda sebaiknya tidak bersandar pada bayi, tetapi sedikit lebih menarik mundur dari posisi bayi.

Hal ini sangat baik untuk mendorong bayi supaya dapat menyesuaikan dengan payudara. Ketika anda berusaha untuk menjauh, maka bayi dapat menghisap dengan kuat.

5. Lihat Posisi Lidah Bayi

Ketika bayi sedang menyusu ASI, maka pada dagu dan bibir bayi yang terikat dengan payudara. Posisi ini dapat membuat bayi menyusu ASI dengan kuat. Ketika bayi sedang menyusu, maka anda harus melihat bahwa bayi tidak menghisap lidahnya sendiri.

Biasanya memang bayi yang baru mulai menyusu akan menghisap bibir bawahnya sendiri. Hal ini dapat menjadi sebuah kebiasaan buruk untuk bayi. Maka dari itu, anda harus benar-benar memastikan bahwa anak menyusu dengan tepat.

6. Lihat Pola Nafas Bayi

Ketika bayi menyusu, maka bayi tidak hanya menghisap ASI saja. Pernafasan bayi sangat penting untuk diperhatikan sehingga anda harus melihat pola nafas bayi. Anda dapat merasakan hembusan nafas bayi secara lembut.

Selanjutnya, lihat apakah posisi bayi sudah sesuai atau belum. Nafas yang teratur menjadi tanda bahwa bayi dapat menghisap ASI secara teratur. Jika bayi sudah mampu seperti ini, berarti bayi sudah mampu menyusu ASI dengan baik.

7. Lihat Pola Gerakan Rahang

Rahang bayi harus menunjukkan gerakan secara teratur seperti maju dan mundur setika menghisap ASI. Gerakan rahang dan pipi seimbang dengan pola nafas sehingga bayi dapat menyusu ASI dengan pola yang baik.

Anda juga dapat melihat dan memastikan bahwa bayi sudah menelan ASI. Jika posisi bayi belum tepat, maka anda melihat bayi tidak nyaman dan terkadang terdapat ASI yang keluar dari mulut bayi.

8. Gunakan Penyangga Tubuh Bayi

Anda dapat menggunakan penyangga seperti bantal atau sebagainya ketika akan menyusui si kecil. Posisi anda duduk dengan letakkan bantal di pangkuan ibu. Setelah itu, bawa bayi dan letakkan diatas bantal.

Ketika bayi sudah siap untuk menyusu, maka perhatikan supaya posisi kepala dan payudara anda dapat sesuai. Menyusu dengan menggunakan penyangga seperti ini sangat baik untuk menjaga supaya posisi tubuh bayi tidak berubah-ubah dan tentunya lebih nyaman.

9. Gunakan Tangan untuk Menopang Kepala Bayi

Jika anda tidak menggunakan bantal untuk menopang tubuh bayi, maka anda dapat menggunakan tangan. Terdapat berbagai cara yang dapat anda lakukan, namun yang paling penting yaitu tetap menjaga supaya tubuh bayi tidak terlalu mendapatkan tekanan.

Anda dapat menggunakan tangan sesuai dnegan posisi payudara, apakah itu bagian kanan ataupun kiri. Setelah itu, gunakan satu sisi tangan untuk menopang tubuh bayi. Kemudian biarkan bayi menyusu ASI dengan sendiri.

10. Jangan Menyusui Sambil Tidur

Menysusui sambil tidur dapat membuat bayi menjadi lebih nyaman. Tetapi, posisi ini sangat tidak baik untuk bayi yang baru lahir. Bayi baru lahir masih mengembangkan sistem pernafasan dan diafragma sampai dengan sempurna.

Lebih baik untuk selalu mengangkat kepala dan tubuh bayi hingga menghadap payudara. Posisi ini yang paling tepat dan nyaman untuk semua bayi yang baru lahir.

11. Tanda ASI tidak Keluar

Jika ASI tidak keluar, maka bayi akan rewel dan dapat menghidap payudara tapi hanya mendapatkan rasa lelah. Sisi payudara yang tidak mengeluarkan ASI biasanya akan dijauhi oleh bayi dan berhenti untuk menyusu.

Untuk mencegah bayi rewel, maka segera pindahkan bayi pada sisi payudara yang lain. Anda dapat mencoba untuk beberapa posisi yang nyaman untuk bayi dan membiarkannya menyesuaikan dengan sisi payudara yang baru.

12. Tanda Bayi Sudah Kenyang

Bayi yang baru lahir biasanyanya akan sering menyusu, namun tidak dalam waktu yang terlalu panjang. Untuk itu, anda perlu melihat jika bayi sudah merasa kenyang.

Terdapat beberapa tanda yang dapat anda perhatikan jika bayi sudah merasa kenyang, seperti bayi yang mulai melepaskan putting payudara dengan sendirinya.

Bayi akan tertidur sendiri, dan tanda lainnya. Jika sudah seperti ini, maka anda dapat mencoba untuk melepaskan putting payudara dari mulut bayi dan tidurkan secara perlahan.

13. Sedikit Menegakkan Kepala Bayi saat Sudah Selesai Menyusui

Ketika bayi sudah selesai mendapatkan ASI, maka beberapa bayi dapat muntah ataupun merasa tidak nyaman. Untuk mencegah muntah setelah minum ASI, anda dapat sedikit menegakkan kepala bayi.

Biarkan dengan posisi tangan anda yang lebih tinggi dan biarkan bayi mulai tenang. Cara ini dapat memastikan ASI sudah masuk ke tubuh bayi dan tidak ada bagian ASI yang masih ada di kerongkongan.

Demikian beberapa cara yang tepat saat menyusui bayi baru lahir. Jika bayi mendapatkan ASI secara maksimal, maka dapat mempengaruhi tumbuh kembangnya. Semoga bermanfaat. – Last editted: 09/06/2021 by IDNarmadi.

Indah

Menulis pertama kali di idNarmadi dimulai tanggal 18 Agustus 2019. Topik tulisannya banyak mengulas seputar kolam renang, olahraga renang, aplikasi handphone, medsos, parenting, kehamilan, ide kado, ide nama , belajar menggambar, pendidikan, kesehatan & lainnya

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published.