5 Cara Membuat Strategi Digital Marketing yang Benar

Membuat strategi digital marketing tidak bisa asal, ada kaidah dalam pembuatannya. Hal ini penting untuk diperhatikan mengingat strategi tersebut adalah acuan bagi penerapan digital marketing.

Sehingga, apabila dibikin dengan ngawur, maka tentu saja keefektifan dalam penerapan serta koordinasi menjadi tidak efektif dan efisien.

Seperti yang diketahui bersama era digital dewasa ini mendorong setiap lini bisnis harus memiliki strategi di dunia maya. Ditambah lagi dengan fakta bahwa persaingan di ranah digital mengharuskan sebuah bisnis tetap harus eksis dalam lingkup ini.

Terutama bagi mereka pelaku bisnis atau perusahaan yang bersentuhan dengan dunia maya. Sehingga, menjadi keharusan bagi mereka untuk menaruh perhatian lebih kepada pengembangan strategi digital marketing.

Tujuan utama membuat strategi digital marketing adalah menjangkau pelanggan potensial sekalian pembentukan citranya. Dengan harapan bahwa sarana digital ini dapat mendorong keterlibatan khalayak secara positif yang berberpangkal pada konversi.

Definisi Strategi Digital Marketing

Apa itu strategi digital marketing ? Yup, strategi digital marketing adalah serangkaian rencana dalam rangka membangun kehadiran di dunia maya atau digital lewat kanal ataupun saluran yang tersedia. Contoh yang paling mudah adalah sosial media, website, video, iklan, dan lain sebagainya.

Untuk mewujudkan kehadiran tersebut, dibutuhkan aktivitas terencana sekaligus konsisten dalam penerapannya, serta dieksekusi pada waktu yang tepat dalam rangka pencapaian tujuan bisnis tertentu.

Secara spesifik tujuan membuat strategi digital marketing adalah meningkatkan kesadaran (awareness) khalayak tentang usaha yang digeluti, sehingga mampu menarik pelanggan potensial. Memiliki strategi digital marketing yang mumpuni secara signifikan membantu bisnis dalam mencapai tujuannya di ranah digital. Tentu, apabila dibarengi dengan penerapan yang efektif dan efisien.

Kompleksitas dalam membuat strategi digital marketing sangat bergantung pada ukuran bisnis, jenis produk, dan tujuan jangka panjang masing-masing bisnis. Semisal, pelaku bisnis baru saja memulai, maka trial and error pada penggunaan kanal dan pembuatan konten sudah dapat dipastikan.

Pelaku bisnis semacam ini masih mencari formula yang tepat untuk keefektifitasannya. Atau boleh jadi sedang menanam benih yang suatu saat diharapkan akan bertumbuh (growth).

Beda halnya dengan mereka yang telah memiliki nama di dunia nyata ataupun maya. Pelaku bisnis hanya perlu berfokus dengan konversi secara terus-menerus.

Perbedaan Antara Taktik dan Strategi Digital Marketing

Masyarakat seringkali rancu dalam menggunakan terminologi taktik dan strategi, begitu pula dalam ranah digital marketing.

Strategi digital marketing adalah proses yang berkaitan dengan identifikasi sasaran dan tujuan di tiap elemen pemasaran. Sedangkan taktik lebih kepada langkah atau tindakan spesifik yang dibutuhkan dalam meraih sasaran.

Pada proses membuat strategi digital marketing sangat penting untuk menciptakan taktik yang nantinya diterapkan dan dimasukan kedalam rencana. Seperti halnya marketing plan yang di dalamnya berisikan kegiatan-kegiatan yang akan diterapkan.

Strategi digital marketing ini nantinya berguna ketika perusahaan atau pelaku bisnis menjalankan kampanye digital. Kampanye yang dijalankan tersebut didasari atas strategi yang telah dibuat dan diterapkan.

Taktik diterapkan lewat berbagai metode, saluran, dan segmen beragam atas arahan strategi. Keefektifan kampanye salah satunya dapat dinilai dari keseragaman substansi pesan dari seluruh kanal yang tersedia.

5 Cara Membuat Strategi Digital Marketing yang Efektif

strategi digital marketing yang benar
membuat strategi digital marketing yang benar

Seperti yang dijelaskan sebelumnya, bahwa strategi adalah proses penentuan sasaran, maka penjelasan berikut berbeda dengan taktik digital marketing. Ketepatan sasaran tidak bisa dianggap remeh, mengingat data mengenai sasaran tersebut menentukan pula taktik apa yang akan digunakan setelahnya. Berikut adalah beberapa cara membuat strategi digital marketing :

1. Analisis SWOT

Kegiatan semacam ini sering ditemukan pada salah satu cara analisis peluang bisnis. SWOT merupakan akronim dari strengths, weaknesses, opportunities, dan threats. SWOT terdiri dari komponen internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (peluang dan ancaman).

Kekuatan adalah faktor internal yang membantu organisasi untuk mencapai dan secara potensial menggapai sasarannya. Contoh kekuatan internal, seperti penjualan bagus, pelanggan loyal, aset digital melimpah, banyak aset berharga, karyawan loyal, posisi unik produk, dan lain sebagainya.

Kelemahan yakni faktor yang menghalangi bisnis untuk mencapai sasarannya. Contoh kelemahan, seperti kurangnya pemasaran, komplain pelanggan terus menerus, tingginya keluar-masuk karyawan, kurang modal, masalah distribusi, kesulitan karyawan adaptasi digital, dan lainnya.

Peluang yaitu potensi eksternal positif yang membantu kelangsungan keberhasilan organisasi di masa kini dan kedepan. Beberapa hal seperti persepsi positif pelanggan, hubungan baik dengan pemengaruh (influencer), peraturan dan perundangan dalam kemudahan perizinan, pencabutan tarif dan sanksi, kemudahan pinjaman modal, ketersediaan akses internet cepat, dan lain-lain.

Ancaman adalah potensi eksternal negatif yang mampu mengancam organisasi di masa kini maupun depan. Contohnya seperti perpindahan pasar kerja, peningkatan harga bahan baku, kenaikan upah minimum, kedatangan teknologi dan inovasi baru, perubahan kepemimpinan nasional, dan lain sebagainya.

2. Menentukan SMART

Membuat strategi digital marketing, berarti pula mampu menentukan SMART. Terminologi ini merujuk pada akronim dari specific, measurable, attainable, relevant, dan timely. Dengan menentukan sasaran bisnis SMART, organisasi dapat memastikan bahwa strategi marketing berjalan kearah positif.

Untuk menentukan SMART, ada pertanyaan yang harus dijawab pelaku bisnis terkait dengan strategi yang akan dibuatnya, seperti :

Spesifik (specific) – Apa yang hendak dicapai? Apa alasan hal itu menjadi begitu penting ? Apa saja yang dibutuhkan untuk mencapainya ?

Terukur (measurable) – Bagaimana cara saya mengukur dan melihat kemajuan dalam rangka memenuhi target yang ditetapkan ? Berapa banyak sumber daya yang dibutuhkan untuk dapat mencapai sasaran yang diharapkan ? Berapa besar keuntungan yang didapat setelah mengeluarkan sumber daya tertentu ?

Dapat Dicapai (attainable) – Berdasarkan sumberdaya dan situasi terkini, apakah sasaran dapat tercapai ?

Sesuai (relevant) – Dalam keseluruhan situasi bisnis dewasa ini, apakah sasaran dapat tercapai tepat waktu ?

Waktu (timely) – Apa keuntungan yang saya dapatkan secara jangka pendek, menengah, dan panjang ?

3. Analisis Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar memiliki peran penting dalam membuat strategi digital marketing yang efektif. Pada prakteknya kegiatan ini meliputi pemisahan target pasar atau khalayak kedalam grup kecil. Dengan pemisahan berdasarkan kriteria tertentu, pemasar dimudahkan dalam menciptakan taktik digital marketing untuk tiap segmentasi.

Umumnya pemisahan dibagi berdasarkan empat kategori besar yang terdiri dari :

Demografi biasanya dimaksudkan untuk segmentasi konteks bisnis ke konsumen (business-to-consumer) dan berfokus pada karakteristik personal. Segmentasi demografi mengelola faktor seperti umur, pendidikan, jenis kelamin, geografi, pendapatan, agama, dan lain sebagainya.

Firmografi umum diterapkan pada konteks bisnis ke bisnis (business-to-bussiness) dan fokus pada karakteristik organisasi. Segmentasi ini memeriksa beberapa faktor yang dijadikan pemisah seperti keuntungan, jenis industri, lokasi, besaran karyawan, rentang umur usaha, jenis badan hukum, dan lainnya.

Psikografi diterapkan guna mengelola segementasi, baik untuk konteks B2C atau B2B. Pemisahan ini memeriksa faktor-faktor seperti karakter, opini, tujuan, gaya hidup, pandangan politik, dan lainnya.

Perilaku diterapkan berdasarkan segmentasi untuk konteks B2C ataupun B2B. Pemisahan berdasarkan perilaku ini mengelola faktor yang terdiri dari sejarah transaksi, loyalitas terhadap merek, pola penggunaan, persepsi merek, dan lainnya.

4. Menciptakan Buyer Personas

Buyer persona atau gambaran pelanggan sering dianggap sama dengan segmen pasar, meskipun berbeda dari segi penyajiannya. Buyer persona adalah gambaran profil yang menggambarkan pelanggan. Gambaran ini membantu perusahaan dalam memahami pelanggan potensial.

Sama halnya dengan segmen pasar yang umum, buyer persona yang spesifik memiliki ragam variasi yang bisa sangat berbeda di tiap industri ke industri lain dan organisasi ke organisasi lainnya.

Kendati memiliki perbedaan antar keumuman dan kekhususan, pemasar sering kali menggunakan keumuman untuk menyajikan gambaran pelanggan ideal. Lewat data demografi, firmografi, psikografi, dan perilaku, pemasar dapat menciptakan gambaran fiktif buyer persona.

Kekhususan gambaran pelanggan yang diekstrak dari segmen pasar, memungkinkan pesan, produk, dan jasa yang dikemas dapat dibedakan dan disesuaikan.

5. Identifikasi Ketersediaan Anggaran

Hal yang mendasar bagi organisasi komersil maupun altruistik adalah kepastian ketersediaan anggaran untuk membuat strategi digital marketing dan penerapannya. Sebab, sebaik apapun strategi dan taktik yang dibuat, tetap bergantung pada ketersediaan anggaran.

Kesadaran organisasi untuk tetap realistis sangat diperlukan disini, terutama dalam rangka menentukan taktik pemasaran yang digunakan agar tetap tercapai dan masuk akal.

Strategi Digital Marketing Ideal Bagi Organisasi Bisnis

Strategi digital marketing yang ideal bagi organisasi bisnis akan berbeda satu sama lain. Sebab, model bisnis dan sasaran pemasaran yang dituju pun berbeda satu sama lain. Belum lagi perbedaan seperti produk, target keuntungan, dan persepsi khalayak yang menambah daftar panjang pembeda.

Setiap pelaku bisnis hanya dapat menerapkan berbagai strategi dan taktik yang disesuaikan dengan analisis SWOT, SMART, Segmentasi Pasar, Gambaran Pelanggan, dan ketersediaan anggaran. Tentunya, kesimpulan tiap perusahan ke perusahaan dan model bisnis ke bisnis lain akan berbeda satu sama lain.

Namun saran bagi yang memulai atau bisnis berskala kecil, strategi digital marketing sebaiknya berfokus pada taktik dengan efisiensi anggaran guna mencapai tujuan organsiasi. Organisasi dapat memanfaatkan search engine optimization (SEO) dan konten pemasaran dengan tetap ramah anggaran. Guna menyelesaikan rintangan dalam penerapan taktik ini, organisasi dapat memanfaatkan sumber daya yang ada serta bertindak swadaya.

Setelah organisasi mengembang, perusahaan dapat menggunakan pemasaran dan periklanan dengan anggaran khusus. Penerapan seperti pemasaran silang, periklanan, dan kampanye hubungan pelanggan atau investor dapat memiliki potensi keuntungan yang signifikan.

Editted by UN.

Tinggalkan komentar