Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Kulit Ibu Hamil

Pada ibu hamil sering ditemukan terjadi masalah kulit ibu hamil. Hal ini membuat ibu hamil merasa terganggu dan kurang percaya diri. 

Padahal pada masa kehamilan bagi seorang wanita merupakan hal yang sangat didambakan mengesankan. Apalagi untuk wanita yang sudah lama menginginkan buah hati. 

Sebenarnya masalah seputar kulit pada ibu hamil ini umum terjadi, tidak terlalu dianggap berbahaya. Namun kasusnya bervariasi, mulai dari yang ringan, sedang, bahkan yang berat. Jika sudah termasuk hal yang berat maka tindakan dokter pun menjadi pilihan. 

Sebelumnya, ibu hamil harus tau penyebab dari terjadinya masalah kulit. Mengetahui penyebabnya akan lebih memudahkan ibu untuk mencari cara mengobati masalah ini baik dengan dokter ataupun sendiri.

Penyebab dan Cara Mengatasi Masalah Kulit Ibu Hamil

Berikut ada beberapa penyebab masalah kulit ibu hamil serta cara mengatasinya:

Pregnancy mask (bercak hitam pada wajah)

Masalah yang  banyak dialami dan umum pada ibu hamil yang pertama adalah pregnancy mask atau bercak hitam pada area wajah.  Bercak hitam atau disebut juga dengan melasma sebenarnya bisa terjadi pada siapa saja walaupun tidak sedang dalam masa kehamilan.

Meskipun ini tidak begitu berbahaya namun adanya bercak hitam pada wajah tentunya menimbulkan hal yang serius bagi penampilan seorang wanita. Kehadirannya dirasa menjadi penggagu bagi kecantikan.

Biasanya bercak hitam ini akan muncul bermula dari beberapa bagian seperti daerah hidung, dahi, tulang pipi, dan di atas bibir. Bercak hitam disebabkan karena hormon estrogen, progesterone dan hormon melanosit pada kulit meningkat drastis, terutama pada kemahamilan trisemester ketiga.

Masalah Kulit Ibu Hamil
Masalah Kulit Ibu Hamil via islamituindah.us

Ciri-ciri ketika wajah akan pregnancy mask adalah muncul bercak hitam pada wajah, kulit kering hingga bersisik, kulit sensitif dan memerah. Untuk mengatasinya ibu dapat melakukan hal-hal berikut ini:

  1. Menggunakan pelembab pada wajah baik ketika di rumah atau ketika akan keluar rumah.  Pelembab yang mengandung tabir surya SFP 15 lebih dianjurkan untuk membuat bercak hitam tidak terlalu jelas.
  2. Saat akan keluar rumah, ibu dapat menggunakan topi atau payung sebagai pelindung dari paparan sinar matahari.
  3. Bumil dapat mengurangi aktivitas di luar ruangan saat siang hari.

Pregnancy pimples (jerawat)

Perubahan hormon selama kehamilan yang dapat menyebabkan kelenjar minyak memproduksi lebih banyak sebum. Untuk mengatasi masalah ini bumi perlu melakukan hal-hal yang bisa mengurangi timbulnya jerawat seperti berikut ini:

  1. Membersihkan muka minimal dua kali dalam sehari.  Dengan menggunakan air hangat dan sabun wajah berbahan kimia lembut agar tidak menyebabkan iritasi dan aman digunakan bagi ibu hamil.
  2. Menggunakan pembersih wajah (cleanser) bebas minyak, bebas pewangi, dan bebas  alkohol guna membersihkan dan mengurangi kadar minyak.
  3. Menggunkan kosmetik yang berlabel oil-free atau non-comedogenic.
  4. Konsultasikan dengan dokter jika ingin menggunakan obat untuk mengatasi jerawat.  Agar obat yang kita gunakan aman bagi ibu hamil.

Stretch-mark

Masalah Kulit Ibu Hamil
Masalah Kulit Ibu Hamil via health.ucdavis.edu

Stretch-mark biasanya timbul seputar kulit perut, payudara, paha, dan bokong. Stretch-mark atau garis-garis kemerahan muncul seiring perut yang kian membesar atau meregang melewati batas maksimal.

Namun setelah melahirkan garis-garis ini akan berubah warna menjadi putih yang kurang jelas.

Penyebab timbulnya stretch-mark ini karena peregangan yang terjadi pada kulit.  Namun setiap ibu hamil yang mengalami stretch-mark memiliki tingkat keparahan yang berbeda.

Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu ukuran bayi yang besar, ketuban berlebih, riwayat stretch-mark, dan hamil usia muda.

Jika anda ibu hamil yang mengalami hal ini anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  1. Oleskan minyak almond pada bagian yang mengalami stretch-marks secara rutin.  Cara ini dapat mengurangi jumlah stretch-mark.
  2. Berolahraga ringan secara rutin juga dipercaya dapat mengurangi stretch-marks pada bumil.
  3. Ibu juga dapat mengoleskan cocoa butter atau lotion untuk menjaga kulit tetap lembab.
  4. Banyak mengkonsumsi makanan bertutrisi, seperti buah-buahan dan sayuran.
  5. Mencukupi kebutuhan cairan dengan banyak minum air putih.
  6. Mengkonsumsi suplemen Vitamin E atau mengoleskan krim Vitamin E pada permukaan kulit.  Namun harus dengan resep dari dokter.

Varises

Varises juga menjadi masalah kulit ibu hamil.  Varises biasanya terdapat pada kaki, area vagina, sekitar bokong dan anus. Ditandai dengan warna biru atau ungu yang menonjol ke luar.

Penyebab varises pada ibu hamil itu karena Peningkatan volume darah dalam tubuh, pertumbuhan janin dalam rahim, dan pengaruh hormon kehamilan.

Untuk mengatasi varises pada ibu hamil, ibu hamil dapat melakukan pencegahan dan mengurangi gejalanya dengan cara sebagai berikut:

  1. Menggunakan stoking penyokong atau stoking kompresi. Stoking ini dapat dibeli di pusat pelayanan kesehatan atau toko farmasi.
  2. Rutin melakukan olahraga ringan selama kehamilan.  Sirkulasi darah di dalam tubuh akan lancar pada bumil jika rutin melakukan olahraga ringan.
  3. Untuk menjaga pembuluh darah tetap elastis dan sehat selama kehamilan bumil harus memenuhi kebutuhan Vitamin C.
  4. Menaikkan kaki yaitu dengan cara menyimpan tumpukan bantal di bawah kaki.  Hal ini agar posisi kaki lebih tinggi dibandingkan jantung untuk meningkatkan sirkulasi darah dalam tubuh pada ibu hamil.
  5. Tidur dengan posisi miring.
  6. Menghindari kenaiakn berat badan yang berlebihan.
  7. Tidak duduk dan berdiri terlalu lama.
  8. Mengurangi asupan garam.
  9. Tidak menggunakan sepatu hak tinggi.

PUPPS

Masalah Kulit Ibu Hamil
Masalah Kulit Ibu Hamil via financialexpress.com

PUPPS atau pruritic urticarial papules and plagues of pregnancy merupakan masalah kulit ibu hamil yang dialami oleh beberapa bumil.  Masalah kulit ibu hamil yang biasanya dirasakan berupa iritasi, gatal, bahkan kadang terasa menyakitkan, hingga membuat bumil tidak nyaman.

Bercak merah berupa ruam biasanya berawal di perut namun pada saat menjelang akhir kehamilan menyebar kebagian lengan, kaki, dan bokong.

Kabar baiknya meskipun mengganggu, tapi tidak membahayakan bumil dan janin. Ruam ini biasanya akan sembuh satu hingga dua minggu setelah melahirkan.

Untuk mengatasinya tidak ada cara pengobatan yang khusu namun jika dirasa sangat mengganggu bisa langsung konsultasikan ke dokter.

Linea nigra

Linea nigra juga merupakan masalah kulit pada ibu hamil yang tidak membahyakan ibu dan janin. Garis memanjang dari pusar hingga pangkal kemaluan ini sebenarnya sudah ada sejak sebelum masa kehamilan.  Garis ini kalau sebelum kehamilan disebut linea alba.

Namun pada saat usia kehamilan lima bulan garis ini makin nampak dengan warna yang lebih gelap.  Penyebabnya adalah karena perubahan pigmentasi yang disebabkan oleh peningkatan hormone kehamilan.

Masalah kulit ibu hamil semacam linea nigra ini dialami hampir Sembilan puluh persen oleh ibu hamil.  Namun ketika selesai meliharkan garis ini pun akan hilang dengan sendirinya. Sehingga tidak perlu kuatir dan tidak ada penanganan khusus untuk mengatasi masalah ini.

Beberapa masalah kulit ibu hamil umumnya tidak begitu mengganggu bagi kesehatan ibu hamil dan janin sehingga tetap ibu hamil sehat. Namun terkadang ibu hamil merasa risih dan tidak nyaman dengan keadaan tubuhnya. Oleh sebab itu, jika dirasa tidak nyaman dan terasa sangat parah ibu hamil dapat mengkonsultasikannya ke dokter.

Editted: 26/06/2021 by IDNarmadi.

Shaqina

Love to write and sing, Love to be a good person. Menulis pertama kali di idNarmadi dimulai tanggal 31 Agustus 2019. Topik tulisannya banyak mengulas seputar kolam renang, olahraga renang, aplikasi handphone, medsos, parenting, kehamilan, ide kado, ide nama , belajar menggambar, pendidikan, kesehatan & lainnya

All Post | Website

Leave a Reply

Your email address will not be published.