Kelahiran bayi prematur terjadi ketika usia kandungan belum cukup yakni kurang dari 37 atau 38 minggu. Usia kandungan yang semakin jauh dari 37 atau 38 minggu bisa meningkatkan risiko kesehatan dan keselamatan.

Oleh sebab itu, cara mencegah bayi lahir prematur sangat penting untuk dilakukan oleh para ibu hamil. Pada saat bayi mengalami kelahirkan prematur, maka risiko komplikasi medis khususnya pernapasan bisa terjadi.

Nantinya, si kecil juga butuh bantuan intensif di organ pernapasan. Ada banyak hal yang bisa meningkatkan risiko bayi terlahir prematur.

Misalnya saja gaya hidup tidak baik, usia saat mengandung sampai masalah kesehatan tertentu bisa menjadi penyebabnya.

Bahkan dari data WHO, Indonesia berada di urutan ke-5 sebagai negara yang memiliki jumlah bayi terlahir prematur terbanyak di dunia. Kelahiran prematur juga tidak baik karena bisa menimbulkan banyak masalah kesehatan pada bayi.

16 Tips Cara Mencegah Bayi Lahir Prematur

Berikut ini beberapa tips cara mencegah bayi lahir prematur yang harus bunda ketahui :

1. Jaga Berat Badan

Cara mencegah bayi lahir prematur pertama yang bisa dilakukan adalah menjaga berat badan. Tubuh yang terlalu gemuk atau terlalu kurus selama masa kehamilan bisa meningkatkan risiko bayi terlahir prematur.

Meski selama kehamilan berat badan memang bertambah, namun tetap harus dikontrol agar tidak berlebih atau kurang.

Mencegah Bayi Lahir Prematur
Mencegah Bayi Lahir Prematur via thedailystar.net

2. Jaga Kebersihan Gigi

Perlu diketahui jika salah satu dari penyebab bayi terlahir prematur adalah karena infeksi gigi. Meski terdengar tidak berhubungan, namun sudah ada banyak bukti yang mengaitkan antara infeksi pada gigi menyebabkan bayi terlahir prematur.

3. Lakukan Terapi Progesteron

Terapi progesteron ini juga menjadi salah satu cara mencegah bayi lahir prematur. Terapi ini diberikan untuk wanita yang berisiko tinggi terhadap melahirkan prematur khususnya jika punya riwayat melahirkan prematur serta kelainan serviks.

Dokter akan memberikan terapi ini dalam bentuk suntikan, obat minum, koyo atau juga bisa tablet yang akan dimasukkan dalam vagina.

4. Prosedur Mengikat Leher Rahim

Pada prosedur ini, leher rahim akan dijahit sebagai cara mencegah bayi lahir prematur. Metode ini umumnya disarankan untuk ibu hamil yang sebelumnya pernah melahirkan prematur, mengalami keguguran atau punya kelainan leher rahim.

Namun biasanya, prosedur ini dijadikan pilihan terakhir jika memang berbagai cara lainnya belum berhasil.

5. ACS [Antenatal Corticosteroid]

Obat kostikosteroid nantinya akan menembus plasenta untuk meningkatkan perkembangan otak, paru paru serta pencernaan bayi agar lebih cepat. ACS ini nantinya akan disuntikkan ke kaki atau lengan dan efeknya akan bekerja dalam waktu 24 jam.

ACS juga bisa membantu mengurangi risiko bayi mengalami gangguan kesehatan sesudah lahir seperti RDS, NEC dan IVH. Jika bunda memiliki risiko tinggi melahirkan prematur, maka cara ini memang harus dilakukan. Biasanya, dokter akan memberikan kortikosteroid di minggu ke-23 hingga ke-34.

6. Tokolitik

Tokolitik merupakan obat untuk menghentikan atau menunda kontraksi pada kehamilan sampai 48 jam. Penundaan ini berguna untuk memberi bunda waktu sampai memperoleh pengobatan ACS atau magnesium sulfat.

Namun, magnesium sulfat tidak boleh diberikan lebih dari 7 hari karena bisa berbahaya. Jika bunda punya preeklampsia berat atau masalah jantung, maka tokolitik bukanlah pilihan yang tepat.

7. Pemberian Antibiotik

Antibiotik adalah salah satu cara mencegah bayi lahir prematur untuk membunuh infeksi akibat bakteri. Antibiotik ini akan diberikan jika bunda berisiko melahirkan prematur akibat air ketuban yang pecah terlalu cepat. Air ketuban pecah terlalu cepat bisa meningkatkan risiko infeksi rahim.

8. Pemberian Progesteron

Progesteron merupakan hormon untuk mempertahankan kehamilan atau cara mencegah bayi lahir prematur. Progesteron ini sudah teruji efeknya dalam mencegah prematuritas berhubungan dengan efek peregangan rahim atau melunaknya leher rahim.

Meski begitu, ada cukup banyak pro kontra studi tentang cara ini efektif atau tidak mencegah bayi terlahir prematur.

9. Prosedur Cerclage Rahim

Prosedur cerclage rahim dilakukan dengan menjahit leher rahim supaya bayi tidak lahir terlalu cepat. Dokter biasanya akan melakukan prosedur ini di minggu ke-37 masa kehamilan.

Prosedur ini sudah dilakukan hampir 50 tahun lebih untuk mencegah kelahiran prematur. Namun biasanya hanya dilakukan untuk wanita hamil tertentu saja seperti jika bunda punya leher rahim yang pendek. Namun, prosedur ini tidak bisa digunakan untuk menghentikan persalinan sesudah dimulai.

10. Penjahiran Serviks

Penjahitan serviks juga menjadi salah satu cara mencegah bayi lahir prematur. Biasanya, ini dilakukan jika bunda punya serviks yang lemak serta lunak.

Penjahitannya sendiri akan dilakukan saat usia kandungan mencapai 12 minggu hingga 14 minggu. Saat nantinya janin sudah cukup umur, maka jahitan akan dilepas oleh dokter.

11. Hindari Aktivitas Terlalu Berlebihan

Mencegah Bayi Lahir Prematur
Mencegah Bayi Lahir Prematur via wholelifegym.com

Selama masa kehamilan, sebaiknya jangan beraktivitas terlalu berlebihan meski tetap harus beraktivitas. Hindari olahraga terlalu berat seperti mengangkat beban. Lakuka saja olahraga ringan seperti senam, lari kecil dan berenang.

12. Kelola Stress Dengan Baik

Cara mencegah bayi lahir prematur selanjutnya yang bisa dilakukan adalah mengelola stress sebaik mungkin. Pastikan bunda tidak terlalu khawatir atau cemas karena ini bisa menyebabkan depresi dan akhirnya memicu kelahiran bayi prematur.

Perlu bunda ketahui jika psikologi yang buruk secara tidak langsung akan berdampak ke perkembangan janin.

13. Jauhkan Zat Zat Kimia

Selain bisa meningkatkan kesehatan tubuh, menjauhi berbagai zat kimia juga dapat mencegah bayi lahir prematur. Selain menghindari zat kimia pada makanan dan minuman, zat kimia dalam obat juga sebisa mungkin harus dihindari.

Untuk itu, sebaiknya bunda tidak mengonsumsi obat yang dilarang dokter untuk dikonsumsi selama masa kehamilan.

14. Konsumsi Vitamin Dengan Teratur

Mencegah Bayi Lahir Prematur
Mencegah Bayi Lahir Prematur via 123rf.com

Cara mencegah bayi lahir prematur selanjutnya yang bisa dilakukan adalah minum vitamin prenatal dengan teratur. Dalam vitamin ini mengandung asam folat, kalsium dan zat besi yang penting dikonsumsi selama masa kehamilan.

Jika bunda kekurangan beberapa vitamin ini, maka bisa fatal untuk kesehatan serta perkembangan janin di dalam rahim.

15. Lakukan Periksa Kehamilan Dengan Teratur

Memeriksa kandungan dengan teratur sudah terbukti ampuh sebagai cara mencegah bayi lahir prematur. Memeriksakan kehamilan sangat penting untuk melihat posisi janin, perkembangan janin, risiko kecacatan dan juga risiko melahirkan prematur.

Selain itu, pemeriksaan kehamilan juga penting untuk mendeteksi hamil anggur, kehamilan etopik dan masih banyak lagi.

16. Jalani Pola Hidup Sehat

Cara mencegah bayi lahir prematur terakhir adalah menjalani pola hidup yang sehat. Tidak hanya penting untuk meningkatkan kesehatan bunda serta janin, namun cara ini juga bisa menurunkan risiko bunda melahirkan prematur.

Beberapa hal yang bisa bunda lakukan diantaranya adalah menghindari obat obatan, minuman keras dan juga merokok.

Semua ibu hamil memiliki risiko melahirkan prematur sehingga bunda perlu tahu bagaimana cara mencegah bayi lahir prematur.Jika memang bunda terpaksa melahirkan prematur, maka akan ada beberapa tindakan yang dilakukan oleh dokter.

Beberapa tindakan tersebut diantaranya USG, pemeriksaan dalam, pematangan paru paru, memberikan obat dan berbagai tindakan medis lain.

Editted: 25/06/2021 by IDNarmadi.

nv-author-image

Sakinatul Muhimmah

Love to write and sing, Love to be a good personView Author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *