7 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil yang Bermanfaat

Photo of author
Ditulis oleh Sakinatul Muhimmah

Saat trimester pertama kehamilan, ibu hamil perlu menjaga segala asupan makanan dan minuman yang akan dikonsumsi selama 9 bulan masa kehamilan.

Meningkatkan pola makanan sehat dan mengurangi makanan instan pun perlu diperlu mendapat perhatian lebih agar kondisi perkembangan janin tetap optimal.

Tak hanya itu, komponen nutrisi yang diperlukan selama masa-masa kehamilan pun bisa didapat dari berbagai jenis suplemen vitamin. Vitamin untuk ibu hamil sangatlah beragam dan bisa didapatkan dari berbagai bahan makanan.

Konsumsi vitamin sangat penting dan bisa menjadi pendukung sebagai penambah nutrisi di luar asupan makanan sehari-hari. Tak hanya gizi, janin juga membutuhkan vitamin yang mineral untuk tumbuh dan berkembang menjadi bayi yang sehat.

Selain dari makanan, ibu hamil biasanya juga diminta untuk mengonsumsi suplemen vitamin sebagai pelengkap dalam diet Anda. Vitamin untuk ibu hamil sangatlah mendukung keberlangsungan janin dalam rahim.

Para ahli kesehatan dan dokter setuju, mengonsumsi makanan sehat dan beragam adalah cara terbaik untuk mendapatkan vitamin dan mineral yang diperlukan janin Anda pada masa kehamilan.

Meski begitu, tubuh Anda mungkin saja tetap kekurangan nutrisi-nutrisi utama yang diperlukan janin untuk bisa bertumbuh secara maksimal. Itulah sebabnya sebagian suplemen dan vitamin ibu hamil diperlukan untuk mengisi kekosongan tersebut.

Baca juga: Manfaat CDR untuk ibu hamil

Berbagai Vitamin Untuk Ibu Hamil yang Tepat

Saat hamil, vitamin untuk ibu hamil memang kerap direkomendasikan bagi mereka. Vitamin untuk ibu hamil biasanya diberikan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan saat hamil.

Mengingat tidak semua makanan bisa memenuhi kebutuhan nutrisi kita sehari-hari, vitamin untuk ibu hamil juga amat penting untuk menunjang pertumbuhan janin.

Ibu hamil memang penting untuk mengonsumsi makanan sehat dan bernutrisi. Beberapa dokter juga seringkali merekomendasikan Anda untuk mengonsumsi vitamin buat ibu hamil atau vitamin prenatal untuk membantu menutupi kebutuhan gizi dalam makanan ibu.

7 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil yang Bermanfaat 1
vitamin untuk ibu hamil / ilustrasi

Berikut adalah 7 asupan vitamin yang baik dan harus di konsumsi oleh Ibu hamil selama mengandung :

1. Asam Folat

Asam folat yang cukup diperlukan untuk mencegah terjadinya neural tube defect (NTD), yaitu cacat pada sistem saraf bayi. NTD biasanya mulai berkembang pada 28 hari pertama setelah pembuahan. Pada masa itu, kebanyakan wanita bahkan belum menyadari bahwa mereka hamil.

Karena itulah bagi para wanita yang sedang berupaya mendapatkan anak atau menjalani program kehamilan, sangat disarankan untuk mengonsumsi 400-800 mikrogram asam folat setiap hari sampai kehamilan mencapai usia 3 bulan.

Anda bisa mendapatkan asam folat alami dari makanan yang Anda konsumsi, seperti sayuran hijau, sereal atau gandum, kacang-kacangan, dan jeruk.

Tetapi asam folat dalam bentuk suplemen atau tablet lebih mudah diserap oleh tubuh. Karena itulah, meskipun pola gizi seimbang sudah tercukupi, suplemen asam folat tetap diberikan bagi ibu hamil untuk mencukupi kebutuhan nutrisi penting ini.

Folat sangat diperlukan pada trimester pertama kehamilan. Bahkan, sangat disarankan untuk memenuhi nutrisi ini sebelum hamil. Mengapa?

Karena pada awal kehamilan folat sangat dibutuhkan untuk mendukung perkembangan otak dan sumsum tulang belakang bayi. Kekurangan asupan folat pada trimester pertama kehamilan dapat mengakibatkan bayi mengalami cacat lahir.

Anda juga bisa mendapatkan folat dari sayuran hijau (seperti bayam, kale, asparagus, dan brokoli), buah sitrus (seperti jeruk), dan kacang-kacangan. Beberapa dari Anda mungkin juga perlu mendapatkan suplemen asam folat saat hamil (sesuai rekomendasi dokter).

2. Vitamin D

Ibu hamil atau mereka yang sedang menyusui, disarankan untuk mengonsumsi 10 mikrogram vitamin D. Vitamin D sangat berperan dalam kesehatan tulang dan gigi.

Ibu hamil membutuhkan vitamin D lebih selama masa kehamilan untuk menunjang pertumbuhan tulang bayi. Kekurangan vitamin D membuat anak-anak rentan untuk mengalami pertumbuhan tulang yang abnormal.

3. Kalsium

Kalsium juga sangat dibutuhkan oleh para ibu hamil. Kalsium yang dikonsumsi ibu hamil akan digunakan janin untuk membentuk tulang. Kalsium dapat ditemukan di makanan seperti tahu, tempe, kacang merah, susu kedelai, susu, keju, yogurt, sayuran berdaun hijau, sardin, salmon, dan kacang-kacangan.

Anda juga bisa mendapatkan vitamin D secara alami dari ikan seperti salmon dan sarden, telur, dan daging. Berjemur di bawah sinar matahari juga merupakan sumber vitamin D terbaik bagi tubuh Ibu, dan juga sebagai vitamin untuk ibu hamil. Baca juga tentang kebutuhan kalsium ibu hamil.

4. Zat Besi

Ibu hamil membutuhkan zat besi yang cukup untuk membentuk sel-sel darah merah, karena sel darah merahlah yang membawa oksigen ke seluruh bagian tubuh dan juga kepada bayi Anda.

Kekurangan zat besi akan menimbulkan anemia yang bisa membuat ibu hamil terus-menerus merasa lelah, pusing, lemah, dan pucat.

Selain itu, zat besi sebagai asupan vitamin untuk ibu hamil juga sangat penting bagi pertumbuhan janin. Kekurangan zat besi pada masa kehamilan membuat risiko bayi menderita anemia setelah lahir lebih tinggi. Kondisi ini juga meningkatkan risiko bayi untuk lahir prematur dan terlahir dengan berat badan rendah.

5. Suplemen Kehamilan Terbaik

Suplemen untuk menambah zat besi bisa menyebabkan efek samping berupa konstipasi, diare, dan mengganggu penyerapan nutrisi-nutrisi lain yang dibutuhkan tubuh.

Cobalah untuk mendapatkan zat besi dari sumber-sumber alami terlebih dahulu, seperti daging tanpa lemak, sayuran berdaun hijau gelap, buah kering, dan kacang-kacangan. Tapi jika masih tidak cukup, dokter bisa menyarankan untuk mengonsumsi suplemen zat besi.

Secara umum, suplemen yang Anda butuhkan pada masa kehamilan dianjurkan mengandung vitamin dan mineral berikut ini : 400 unit vitamin D, 250 miligram kalsium, 400-800 mikrogram asam folat, 30 miligram zat besi, 2 miligram tembaga, 2 miligram vitamin B6, 15 miligram zinc, dan 50 miligram vitamin C

Meski begitu, selalu ingat untuk terlebih dahulu menanyakan tiap suplemen yang Anda minum kepada dokter kandungan Anda. Melalui pemeriksaan yang tepat, dokter Anda akan mengetahui vitamin serta mineral apa yang paling dibutuhkan oleh tubuh dan janin Anda.

Ingatlah bahwa suplemen vitamin untuk ibu hamil merupakan pelengkap dan bukan pengganti makanan Anda. Selain itu, jangan mengonsumsi vitamin dalam dosis yang terlalu tinggi atau melebihi anjuran, karena malah dapat berdampak buruk pada Anda dan bayi.

6. Protein

Fungsi utama protein adalah sebagai zat pembangun tubuh, di mana dibutuhkan untuk membentuk sel-sel baru dan juga untuk memperbaiki sel-sel. Sehingga, protein sangat diperlukan pada trimester pertama kehamilan, di mana banyak terjadi perkembangan sel, jaringan, dan organ pada janin.

Protein sebenarnya  bisa Anda dapatkan dengan mudah, dari telur, tahu, tempe, ikan, ayam, daging, kacang-kacangan, susu, dan produk susu. Dalam sehari, Anda perlu mengonsumsi makanan sumber protein setidaknya 2-3 porsi.

Baca juga: Manfaat susu kedelai untuk ibu hamil

7. Vitamin A

Kebutuhan vitamin untuk ibu hamil sedikit meningkat pada saat kehamilan. Vitamin A dibutuhkan untuk perkembangan penglihatan bayi, juga untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi.

Vitamin A juga dibutuhkan untuk perkembangan sel-sel bayi dalam kandungan. Anda bisa mendapatkan vitamin Anda dari sayuran dan buah yang bagus untuk ibu hamil.

Sebaiknya hindari konsumsi ati dan produknya (seperti minyak hati ikan kod). Kandungan vitamin A yang sangat tinggi dalam ati justru dapat membahayakan kehamilan. Anda mungkin tidak butuh untuk mengonsumsi suplemen vitamin A.

Melihat banyaknya perkembangan penting janin tersebut, sehingga penting bagi ibu hamil untuk memenuhi nutrisi pada minggu-minggu trimester pertama kehamilan, pernting juga untuk menyediakan berbagai vitamin untuk ibu hamil.

Ini sangat penting untuk kelangsungan hidup bayi kedepannya. Kekurangan nutrisi penting pada masa ini dapat mengakibatkan terganggunya pertumbuhan dan perkembangan awal bayi. Akibat ini bisa menjadi permanen sampai bayi lahir.

Editted: 25/06/2021 by IDNarmadi.

Leave a Comment