K3 konstruksi wajib diterapkan pada setiap proyek pembangunan. Semakin ke sini, semakin menjamur berbagai bentuk pembangunan. Pembangunan rumah, gedung, perkantoran, kolam renang dan lain sebagainya.

Setiap pembangunan selalu membutuhkan seorang yang ahli konstruksi didalamnya. Para ahli dan pelaku jasa konstruksi, sudah seyogyanya untuk mengacu dan memiliki K3 Konstruksi.

Penjelasan K3 Konstruksi

Banyak orang awam yang tidak terlalu mengerti kegunaan dan penjelasan terkait dengan K3 Konstruksi. Dimana sebenarnya hal tersebut sangatlah berperan penting bagi para ahli konstruksi.

K3 sendiri merupakan kependekan dari keselamatan dan kesehatan kerja. Jika diartikan, merupakan sebuah upaya / standar untuk memberikan berbagai perlindungan terhadap orang yang berkerja di area proyek pembangunan tersebut. 

Pemberian keselamatan disini berhubungan erat dengan pemindahan bahan baku, penggunaan berbagai alat kerja yang berhubungan dengan konstruksi, lalu proses produksi, dan juga lingkungan sekitar area kerja.

Pekerjaan konstruksi merupakan sebuah bentuk pekerjaan yang memiliki resiko tinggi yang berkaitan dengan keselamatan para pekerjanya.

Sebagai contoh pekerjaan konstruksi adalah seperti kontruksi pembuatan rumah, konstruksi kolam renang, pengaspalan jalan, penggalian, penghancuran, pengecatan dalam skala besar dan berbagai pekerjaan lainnya.

Selain itu setiap pekerjaan tersebut selalu ada resiko berbahaya di dalamnya. Seperti adanya resiko terkena peralatan konstruksi yang memiliki berat yang besar, adanya resiko terkena konsleting, dan berbagai aspek lainnya.

Maka dari itu penting sekali seorang pekerja konstruksi memiliki sebuah K3 Konstruksi.

Cara mendapatkan K3 Konstruksi

Melihat resiko yang mungkin saja terjadi pada sebuah pekerjaan konstruksi, maka banyak orang yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan sertifikasi K3 tersebut.

Nah bagi Anda yang ingin mendapatkan sertifikasi K3 Konstruksi, Anda harus mengikuti sebuah pelatihan yang diselenggarakan oleh pihak departemen tenaga kerja atau kemenaker.

Sebagai pilihan lainnya, Anda bisa mengikuti pelatihan yang diadakan oleh lembaga pendidikan yang telah diakui oleh pihak departemen tenaga kerja.

Dalam pelatihan tersebut nantinya akan ada sebuah ujian yang diselenggarakan. Dimana setiap orang yang mengikuti ujian tersebut haruslah lulus untuk bisa mendapatkan sertifikat K3 konstruksi tersebut.

Manfaat k3 untuk pekerja

Seorang pekerja akan mendapatkan manfaat yang akan didapatkan dari adanya sertifikasi K3 ini. Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang akan didapatkan oleh para pekerja tersebut.

  1. Pekerja jadi lebih mengerti bagaimana resiko yang mungkin terjadi pada pekerjaan yang akan mereka jalani.
  2. Dengan memahami resiko, maka pekerja dapat lebih mengerti bagaimana cara untuk mencegah atau menanggulangi sebelum terjadinya resiko tersebut.
  3. Setiap pekerja jadi lebih memahami lagi bagaimana hak dan kewajiban yang terkait dengan peraturan untuk keselamatan dan juga kesehatan kerja.
  4. Adanya resiko terjadinya sebuah kebakaran, gempa bumi, sebuah kecelakaan, dan berbagai hal lainnya menjadikan pekerja tau tindakan apa saja yang akan mereka lakukan.
  5. Setiap pekerja jadi lebih mengerti bagaimana melindungi temannya jika terjadi sebuah kecelakaan di dalam area kerja.
  6. Pekerja jadi lebih mampu menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman dan kondusif.
  7. Bukan hanya di lingkungan kerja, setiap pekerja juga bisa mengantisipasi terjadinya sebuah penularan penyakit yang bisa saja terbawa dari tempat kerja.
  8. Pekerja bisa tetap mendapatkan sebuah penghasilan finansial.
  9. Pekerja juga bisa memberikan sebuah kontribusi untuk bidang perekonomian didalam keluarganya.

Fungsi k3 untuk perusahaan

Tak hanya bagi pekerja saja, K3 juga memiliki fungsi penting untuk badan usaha / perusahaan. Berikut ini merupakan beberapa fungsi dari sertifikasi k3 untuk perusahaan.

  1. Perusahaan bisa memberikan sebuah perlindungan kepada para pekerjanya terkait dengan keselamatan dari kecelakaan yang mungkin terjadi di area kerja. Selain itu perusahaan juga bisa memberikan fasilitas pekerjaan.
  2. Adanya resiko pengurangan resiko loss time yang terjadi karena terjadinya kecelakaan.
  3. Adanya kemungkinan untuk pengurangan dari biaya tinggi untuk sebuah tagihan asuransi.
  4. Perusahaan menjadi lebih taat terhadap semua regulasi yang terkait dengan keselamatan dan kesehatan dari para pekerjanya.
  5. Nilai positif akan berdampak pada perusahaan. Hal ini dikarenakan perusahaan sudah menerapkan berbagai faktor penunjang keselamatan kesehatan mulai dari pekerja, keluarga dari para pekerja, masyarakat luas, dan juga Negara.
  6. Adanya penghargaan terkait dengan keselamatan dan kesehatan pekerja yang memungkinkan didapatkan oleh perusahaan tersebut.
  7. Perusahaan bisa melindungi nilai saham dan tetap melanjutkan sistem kerja meskipun terjadi sebuah kecelakaan ataupun resiko terjadinya sebuah penyakit akibat pekerjaan tersebut.
  8. Perusahaan akan tetap terlindungi dari berbagai macam denda yang mungkin saja terjadi dari terjadinya kecelakaan.
  9. Bisa memberikan efek penurunan biaya asuransi yang akan timbul.
  10. Bisa lebih meningkatkan produktivitas barang dan juga jasa.

Manfaat K3 untuk masyarakat

Dengan adanya sebuah penerapan prosedur K3 maka dampaknya tak hanya pada lingkup perusahaan dan juga pekerja saja. Masyarakat juga bisa merasakan dampak atau manfaat dari berlakukannya prosedur K3 tersebut.

Berikut ini merupakan beberapa manfaat yang akan dirasakan oleh masyarakat sekitar lingkungan perusahaan tersebut.

  1. Masyarakat akan tetap terjaga dan juga terlindungi dari berbagai macam kemungkinan kecelakaan dan penyakit yang akan ditimbulkan kedepannya.
  2. Masyarakat akan bisa mendapatkan berbagai macam edukasi terkait dengan penerapan sistem keselamatan di dalam lingkungan rumahnya.
  3. Masyarakat menjadi memiliki jaminan ketika keluarganya pulang kerja dalam keadaan selamat dan masih dalam kondisi hidup.
  4. Masyarakat tetap dapat memastikan bahwa roda perekonomian yang dimiliki oleh keluarganya akan tetap berjalan seperti semula.

Fungsi K3 untuk negaranya

Jika dilihat dari sisi lebih luas lagi, penerapan K3 juga akan memberikan dampak positif kepada Negara. Berikut ini merupakan beberapa fungsi k3 yang akan akan didapatkan oleh tingkat Negara.

  1. Negara jadi lebih bisa melindungi pekerjanya dari berbagai kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penularan penyakit di dalam area kerja. 
  2. Hal kedua adalah Negara jadi lebih bisa melakukan sebuah kesepakatan dalam tingkat internasional.
  3. Perekonomian akan tetap bisa berjalan sesuai dengan semestinya. 
  4. Negara akan tetap terlindungi dan juga tetap terhindar dari berbagai isu kecelakaan dan penularan penyakit yang mungkin saja terjadi.
  5. Negara dapat mengurangi biaya asuransi yang timbul dari kecelakaan dan juga penyakit yang akan terjadi.

Dampak resiko dari tidak diberlakukannya K3

Banyak sekali dampak kerugian yang mungkin saja terjadi bila K3 tidak diterapkan. Dampak ini akan dirasakan oleh berbagai pihak mulai dari pekerja dan juga dari pihak perusahaan.

Lantas apa saja kerugian yang mungkin terjadi ? Berikut ini merupakan beberapa kerugian bila tidak diterapkannya sebuah sistem K3.

1. Tidak adanya rasa nyaman

Hal pertama yang akan terjadi adalah para pekerja tidak akan merasa nyaman. Hal ini dikarenakan tidak diberlakukannya prosedur dari K3 tersebut. Pola kerja menjadi lebih buruk dan para pekerja akan memiliki rasa ragu ketika bekerja.

2. Adanya resiko cedera dan kematian

Jika prosedur k3 tidak diterapkan, maka akan terjadinya resiko cedera bahkan sampai pada tahap kematian yang akan dialami oleh pekerja. Padahal sebenarnya ada beberapa undang-undang yang telah mengatur terkait dengan setiap pekerjaan yang memiliki sifat spesifik.

3. Hasil kerja yang tak maksimal

Hasil kerja yang dilakukan oleh pekerja tidak akan maksimal. Tujuan diberlakukannya prosedur k3 adalah untuk memberikan hasil yang lebih maksimal untuk setiap tindakan pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja.

Jika prosedur tersebut tidak dilakukan, maka akan ada kemungkinan terjadinya penurunan hasil dari pekerjaan yang diciptakan.

4. Dapat merugikan orang lain di area kerja

Dengan tidak diberlakukannya sebuah prosedur K3, maka dampak negatif yang akan terjadi bukan hanya akan menimpa pekerja dan perusahaan saja. Akan tetapi juga akan menimpa para masyarakat lingkungan sekitar area pekerjaan.

Sebagai contohnya adalah limbah pabrik yang telah dihasilkan oleh pabrik tersebut, dampak yang timbul bisa saja terjadi secara langsung maupun secara bertahap.

5. Kesulitan dalam menyelamatkan diri sendiri

Dengan adanya sebuah prosedur K3 maka setiap pekerja mampu melakukan penyelamatan diri sendiri dan mampu melindungi teman di dalam area kerjanya.

Bila prosedur tersebut tidak diterapkan, maka banyak kemungkinan para pekerja tidak dapat melakukan penyelamatan diri. Sangat merugikan sekali bukan bila hal ini terjadi.

Peran keamanan K3 konstruksi

Berikut ini merupakan peran dari K3 yang perlu anda ketahui :

  1. Setiap pekerja atau orang yang berada di dalam lingkup tempat kerja tersebut haruslah mendapatkan perlindungan keselamatannya.
  2. Setiap produksi yang dilakukan haruslah memiliki jaminan keselamatan dan juga keamanan didalamnya.
  3. Memiliki peran untuk lebih mengurangi terjadinya biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan ketika adanya kecelakaan.
  4. Adanya perlindungan keselamatan untuk setiap pekerja dalam lingkungan kerjanya.

Faktor penyebab kecelakaan di area konstruksi

Nah sekarang Anda sudah mengetahui betapa pentingnya K3 Konstruksi. Penerapan K3 konstruksi sangat penting dalam sebuah proyek/pekerjaan, agar tidak terjadi kecelakaan dan juga penularan penyakit.

Untuk menambah wawasan, tidak ada salahnya jika Anda juga mengetahui faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan di area kerja. Berikut ini adalah beberapa faktor tersebut.

1.Manusia

Faktor yang pertama yang bisa memungkinkan terjadinya suatu kecelakaan dalam area kerja adalah faktor manusia. Pada dasarnya semakin banyak peralatan yang digunakan dan juga semakin rumit peralatan tersebut, maka akan semakin membuat resiko terjadinya kecelakaan.

Biasanya terjadi akibat dari kecerobohan dan juga faktor alami yang dimiliki oleh manusia.

Seperti faktor pembawaan diri yang tidak bisa dihilangkan, faktor persoalan di dalam diri, faktor usia dan juga pengalaman kerja yang terlalu minim, adanya pelaksanaan bebas dalam melaksanakan suatu pekerjaan, dan juga faktor kecapekan atau kelelahan dalam melaksanakan suatu tugasnya.

2. Lingkungan dan juga alat kerja

Hal kedua yang bisa menjadi faktor penyebab kecelakaan adalah lingkungan dan juga alat kerja yang dipakai. Sebagai contoh yang sering terjadi adalah adanya gangguan bising dari suara yang ditimbulkan oleh alat yang digunakan selama bekerja.

Adanya gangguan seperti debu dan berbagai partikel yang timbul juga bisa mengganggu kesehatan. Dengan gangguan tersebut bisa menjadi pemicu kemungkinan terjadinya penurunan dalam aktivitas kerja. Dan yang terakhir adalah faktor cuaca seperti cuaca panas dan juga hujan.

3. Peralatan untuk mendukung keselamatan kerja

Hal ketiga yang mempengaruhi terjadinya kecelakaan adalah faktor peralatan keselamatan. Memang benar peralatan keselamatan sangat penting sekali kegunaanya akan tetapi masih ada kemungkinan untuk bisa terjadinya sebuah kerusakan.

Berbagai hal terkait dengan K3 Konstruksi dan juga faktor yang mempengaruhi terjadinya sebuah kecelakaan di area kerja sudah dijelaskan pada artikel ini. Semoga Anda bisa mendapatkan pengetahuan tambahan terkait dengan persoalan dan prosedur K3.

nv-author-image

Umbul Narmadi

Ayah dari 3 anak. Di sini tempat saya belajar menulis tentang dunia usaha / bisnis. Suka membaca, asalkan bukan bacaan yang serial. Bekerja di PT. DIMULTI - I Love blogging !View Author posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *