Dari material apapun dinding rumah Anda dibangun, pasti tetap saja ada masanya akan rusak, minimal retak-retak/nggaris. Ketika dinding rumah retak, solusinya hanya satu yaitu menembelnya dengan dempul.
Kalau sudah parah tidak ada opsi lain selain dibongkar dan diganti yang baru. Nah, sebenarnya apa saja sih yang sering menjadi penyebab dinding rumah sering retak?
Seperti apa solusi yang paling tepat untuk mencegah dan mengatasinya? Mari kita bahas di artikel diminimalis kali ini.
Penyebab Dinding Sering Retak dan Konsekuensinya
Keretakan pada dinding merupakan salah satu diantara banyaknya ancaman yang bisa menimpa pada sebuah bangunan rumah.
Permasalahan lain selain retaka adalah tumbuhnya lumut bandel yang menyelimuti dinding, permukaannya berlubang hingga miring.
Faktor penyebabnya bisa banyak, seperti bangunan yang memang sudah tua ataupun karen kesalahan saat pembuatan konstruksi dinding di awal pembangunan.
Jika hal tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa tndakan maka berpotensi mengancam keamanan penghuni rumah.
Rumah yang memiliki banyak retakan pada dindingnya juga pasti tidak indah dipandang. Ditambah lagi, orang yang datang berkunjung juga akan merasa was-was ketika berada di dalamnya.
Mau tidak mau, jika sudah terjadi maka permasalahan dinding rumah yang retak ini harus segera Anda atasi agar tidak menyusahkan Anda kedepannya.
Nah, untuk membantu Anda berikut diminimalis berikan kiat mudahnya mengatasi dinding rumah retak supaya tidak sampai berdampak jadi musibah.
Kiat Mudah Mengatasi Dinding Rumah Retak
Berikut ini merupakan kiat sederhana yang akan membantu Anda untuk mengatasi dinding rumah yang retak agar tidak berkembang semakin parah.
# Kenali seberapa parah keretakan dinding
Sekurangnya ada tiga tipe keretakan bisa Anda kenali yang sering menimpa sebuah rumah, entah itu rumah yang baru dibuat maupun rumah lama. Kesemuannya memiliki prosentase yang sama untuk bisa retak. Inilah ke tiga tipe tersebut:
- Retak menyerupai helaian rambut (hairline cracks)
Jika dinding rumah retak rambut, Anda tidak perlu terlalu khawatir karena retakan tipe ini tidak terlalu fatal. Dengan hanya menginjeksi tembok dengan bahan epoxy atau urethane keretakan yang terlihat bisa Anda hilangkan.
- Retak menjalar (spreading cracks)
Ketika dinding rumah terlihat retak memanjang, banyak dan bercabang-cabang Anda patut waspada karena retakan type ini termasuk serius.
Dinding rumah retak menjalar bisa sewaktu-waktu dapat runtuh dan menimpa penghuni rumah, sehingga perbaikakan segera harus Anda lakukan.
- Retak melebar (wide cracks)
Dinding yang retak melebar namun tidak sampai menjalar ke sisi lainnya, perbaikannya cukup mudah, Anda tinggal mengamplasnya atau menambalnya dengan campuran semen dan air ataupun spackle. Sekarang saatnya memperbaiki dinding rumah retak.
Baca juga: Penyebab dan Solusi Mengatasi Dinding Rembes Saat Hujan
# Perbaiki keretakan
Berikut tahapan yang perlu dilakukan untuk memperbaiki dinding yang retak:
1. Siapkan Alat dan bahan yang dibutuhkan
Persiapkan semua bahan dan alat yang dibutuhkan: semen/spackle, pasir, dempul, cat, amplas, pisau/ scrab dan plester.
2. Bersihkan area retakan dinding
Retakan yang terbuka memungkinkan kotoran, debu hingga lumut bersarang di dalamnya. Bersihkan retakan dari benda asing tersebut. Anda bisa menggunakan pisau/ scrab dan kuas untuk membersihkannya.
3. Isi retakan dengan spackle atau semen
Retakan yang sudah terlihat bersih bisa Anda isi dengan spackle atau semen yang dicampur air dan pasir halus. Gunakan dempul untuk membersihkan luberan spackle atau semen pada dinding sehingga dinding menjadi rata.
4. Tutup bekas tambalan menggunakan plester
Jika proses penambalan telah selesai, gunakan plester drywall untuk menutup tambalan. Perkirakan kebutuhan plester, agar penggunaannya efektif dan efisien, sehingga bisa menghemat biaya juga.
5. Lapisi kembali dengan spackle
Gunakan kembali pisau dempul untuk meratakan dan membersihkan spackle agar bisa diaplikasikan tipis dan merata pada dinding. Ulangi berkali-kali hingga rata dan retakan tidak terlihat lagi serta usahakan bekas tambalan tidak sampai terlihat.
6. Gunakan amplas
Haluskan permukaan tambalan dengan amplas. Pastikan benjolan bekas tambalan bisa terkikis dengan sempurna sehingga tidak nampak lagi bekas tambalannya. Buat dinding sehalus mungkin agar hasil akhirnya bisa memuaskan.
7. Cat dengan warna yang sama
Retakan dinding yang sudah ditabal dan diamplas akan menjadikan dinding berbekas dan berbeda warna dengan sebelumnya.
Anda bisa menggunakan warna cat yang senada dengan cat dinding sebelumnya, agar bekas tambalan dan amplasan bisa tertutup sempurna.
Jika Anda kesulitan mencari warna yang sama, pengecatan kembali seluruh permukaan dinding dengan warna baru bisa dilakukan.
Ingat…! selalu gunakan pelindung mata dan sarung tangan Anda ketika bekerja agar Anda terhindar dari terciprat ataupun serpihan material yang bisa mengotori dan membahayakan Anda.
Jangan lupa juga bukalah seluruh bukaan yang ada di rumah saat mengecat agar udara segar bisa masuk sehingga tidak pengap.
Demikanlah ulasan kali ini mengenai beberapa kiat yang mudah untuk membantu Anda menghilangkan bekas dinding rumah retak. Semoga bermanfaat dan utamakan keselamatan saat bekerja, salam diminimalis (am.) editted by RN15032021, 05/01/2022